PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Kelinci Percobaan


__ADS_3

***


Di Sekte Kalajengking Merah, She Chin sedang duduk berdua dengan gadis kecil berumur 11 tahun, walau masih kecil wajahnya sangat cantik seolah-olah gadis itu bukan manusia, melainkan mirip seorang Dewi yang memiliki kecantikan surgawi.


"Yin'er, Sebentar lagi alat buatanku akan selesai, dan ini akan menjadi alat yang paling sempurna untuk membuatmu menjadi seorang Pendekar terhebat di seluruh dunia."


Gadis kecil tersebut hanya terdiam tanpa menunjukkan expresi apapun. Namanya adalah Ho Qie Yin, biasa di panggil Qie Yin.


Qie Yin adalah murid Sekte Kalajengking Merah, kekuatannya saat ini sudah berada di Tingkat Pendekar Menengah tahap 2, namun semua itu bukan dia dapatkan dari latihan, melainkan dari eksperimen yang dilakukan oleh She Chin.


Qie Yin sebenarnya adalah anak dari salah satu anggota sekte Kalajengking Merah, namun kedua orang tuanya mati tanpa ada yang tahu apa penyebabnya.


Qie Yin ditinggal mati oleh kedua orang tuanya saat itu dirinya sudah berumur 8 tahun. Mengingat sudah tidak memiliki orang tua lagi, She Chin diam-diam berinisiatif untuk menjadikan Qie Yin sebagai kelinci percobaannya.


Namun siapa sangka ternyata semuanya berhasil, walau alat yang digunakan belum sempurna, She Chin berhasil membuat eksperimen dengan mengorbankan banyak Energi murni milik anak-anak yang ia culik dari berbagai desa dan membuat Qie Yin menjadi salah satu murid terhebat di sektenya.


Sejak ditinggal mati kedua orang tuanya, Qie Yin sama sekali tidak pernah tersenyum bahkan wajahnya terkesan terlalu dingin. Hanya satu yang ia inginkan saat ini, yaitu ingin mengatahui penyebab meninggalnya kedua orang tuanya itu.


"Owh iya, bisa kamu tunjukkan ilmu barumu padaku!" kata She Chin.


"Baik guru."


Qie Yin langsung bangkit kemudian mengambil jarak sekitar 10 meter kemudian mulai memperagakan ilmu barunya yang ia pelajari.


Qie Yin tidak mewarisi ilmu racun yang biasa dipelajari oleh murid-murid lainnya, dia lebih mempelajari ilmu Sihir Elemen, namun sihir yang ia gunakan adalah ilmu sihir Elemen Debu.

__ADS_1


Qie Yin mulai memperagakan ilmunya di hadapan She Chin membuat She Chin terpana ketika Qie Yin mulai menggunakan selendang hitamnya sebagai senjata latihannya.


Gerakan Qie Yinn begitu lentur bagai seorang Dewi yang sedang menari-nari dengan selendang hitam yang ia gunakan yang juga mengikuti gerakan tubuhnya yaitu berputar melingkari tubuhnya, namun keindahan jurus yang ia peragakan berubah menjadi mengerikan ketika Qie Yin mengibaskan selendangnya kearah sebatang kayu besar.


Kayu besar tersebut meledak dan hancur berkeping-keping ketika terkena kibasan selendangnya.


Qie Yin tidak berhenti sampai disitu, dia mulai menggunakan ilmu sihir elemennya dengan menekan jari tengahnya ke ibu jarinya seolah-olah ingin menyentil sesuatu.


"Sihir Cahaya Debu Kematian."


Qie Yin melepaskan lima sentilan tangan di depannya, kemudian tercipta bola cahaya merah keabu-abuan sebesar kepalan tangan bayi dengan posisi di kanan dua, kiri dua dan satu berada di atasnya.


Qie Yin menjulurkan telunjuknya kedepan dan bola cahaya itu berubah memanjang seperti ujung tombak dan kemudian membelah diri menjadi banyak dengan ukuran kecil dan melesat ke arah batu berukuran sedang.


Ledakan beruntun terjadi ketika semua cahaya merah tersebut mengenai batu tersebut, pandangan sedikit tidak terlihat akibat banyaknya debu yang beterbangan karena pada dasarnya cahaya tersebut adalah debu.


Setelah debu yang beterbangan mulai menghilang, ternyata batu tersebut sudah hancur tak tersisa. She Chin tercengang dengan membuka mulutnya lebar-lebar melihat semua itu.


"Ho ho ho, menakjubkan sungguh sangat menakjubkan! Apa itu adalah ilmu andalan mematikannmu?" She Chin bertepuk tangan dengan memuji ilmu Qie Yin sekaligus bertanya.


Qie Yin menggelengkan kepala pertanda jika itu bukanlah ilmu andalannya. She Chin tersenyum lebar kemudian berbicara padanya, "Jika itu bukan ilmu andalanmu, berarti kamu masih memiliki ilmu yang lain?" Qie Yin mengangguk.


"Emm, kalau begitu tunjukkan padaku ilmu yang kamu andalkan itu, aku tahu kamu memiliki berbagai ilmu, karena kitab yang aku curi dari perpustakaan kerajaan itu menyimpan banyak ilmu hebat," kata She Chin dengan tersenyum lebar.


Qie Yin tidak banyak bicara, dia segera melakukan gerakan tangan dengan ibu jari saling menyentuh dan keempat jari lainnya juga melakukan Hal yang sama namun dengan posisi rapat menghadap ke atas dan di tengahnya membentuk segitiga.

__ADS_1


"Sihir Debu Butiran Penghancur."


Muncul pusaran debu dari tengah-tengah segitiga tangannya tersebut kemudian menyatu dan setelah itu dengan cepat melesat kedepan bagai cahaya yang memanjang seperti sinar matahari yang menembus lubang kecil di balik kegelapan dan menembus tembok pagar serta beberapa kayu dan juga batu.


Tembok kayu dan batu yang ditembus berlubang sebesar kepalan tangan, bisa dibayangkan jika cahaya butiran debu itu mengenai tubuh manusia akan jadi seperti apa.


"Hahaha!! kamu benar-benar membuatku bangga, tunggulah setelah aku berhasil mengambil energi murni dari para murid-murid berbakat itu, aku yakin kekuatanmu akan lebih besar dari ini, dan saat itu sudah tiba, maka sekte aliran hitam akan menjadi yang terkuat dan akan menguasai seluruh dunia."


"Maksud guru?" Qie Yin tidak mengerti akan maksud perkataan She Chin, dia masih terlalu lugu dan juga polos, walau sangat hebat diusia yang masih muda, namun itu tidaklah alami, dan Qie Yin masih belum berpengalaman sama sekali.


"Dengar Yin'er, dunia ini sangat keras dan aturannya adalah yang kuat akan memangsa yang lemah, yang kuat yang berkuasa dan yang lemah menjadi budak peliharaan.


Kamu akan menjadi kuat dan akan menjadi pemimpin dunia ini, jadilah penguasa yang paling ditakuti diseluruh dunia, dengan kekuatan kita akan menghancurkan keempat kerajaan dan menggantikannya dengan kerajaan baru kita, kerajaan Kalajengking Merah."


Qie Yin diam tidak menjawab apapun, selama ini dia tidak pernah menginginkan untuk menjadi penguasa ataupun ingin menghancurkan keempat kerajaan.


Yang dia inginkan cuma satu, ingin mengetahui penyebab kematian kedua orang tuanya, karena dia yakin kedua orang tuanya telah dibunuh oleh seseorang, dan Qie Yin ingin menjadi kuat agar bisa membalaskan dendam dan membunuh pembunuh orang tuanya itu dengan tangannya sendiri.


"Baiklah Yin'er, sekarang kembalilah mempelajari kitab itu. Ingat jangan pernah keluar dari sekte tanpa pengawalan!"


Qie Yin mengangguk dan tanpa memberikan jawaban apapun dia kembali keruangannya untuk kembali mempelajari kitab Sihir Debu yang dicuri oleh She Chin.


Sebenarnya Qie Yin ingin melihat dunia luar, dia ingin mengetahui seperti apa aktifitas diluar. Namun She Chin tidak pernah mengijinkannya, She Chin khawatir jika sampai Qie Yin diketahui oleh para pendekar dari aliran putih, di tambah lagi kekuatan Qie Yin yang besar dengan usia yang masih muda.


She Chin tidak ingin kehilangan Qie Yin, bukan karena dia sayang padanya, namun karena Qie Yin adalah Kelinci Percobaan yang paling berharga yang ia miliki.

__ADS_1


__ADS_2