
Zhinie dan Li Xiang sama-sama menyipitkan mata mereka, mereka memang merasakan energi yang sangat besar dari atas.
"Apakah itu Chinmi?" tanya Zhinie karena dia sama sekali tidak bisa melihat dengan jelas karena jaraknya terlalu jauh.
"Benar, itu adalah anak kita," jawab Li Xiang.
Li Xiang adalah seorang Pendekar Sihir Elemen Alam, sehingga dia bisa melihat dengan jelas walau Chinmi berada jauh diatas.
Li Xiang tidak menyangka jika kekuatan anaknya sangat besar, bahkan ukuran kekuatannya sama dengan dirinya sehingga membuat Li Xiang penasaran akan sekuat apa kekuatan anaknya yang sebenarnya.
"Xiang, apakah kamu tidak mau kesana untuk membawanya turun?"
Lamunan Li Xiang langsung lenyap ketika Zhinie meminta dirinya untuk menyusul Chinmi, "Ahh.. baiklah!" kata Li Xiang.
"Aku juga ikut!" kata Bing Long.
Mereka berdua segera terbang ke udara menyusu Chinmi yang ada jauh diatas. Li Xiang menelan ludah ketika merasakan energi Chinmi yang semakin meningkat, kini melebihi kekuatan dirinya.
"Benar-benar energi yang mengerikan!" gumam Li Xiang.
Mereka akhirnya tiba di tempat Chinmi yang melayang, "Chinmi apa yang kamu lakukan? Ayo kita turun," kata Li Xiang.
"Ayah, kepalaku pusing, semuanya serasa berputar!" kata Chinmi dengan suara berat.
Saat Li Xiang dan Li Fang mengantarkan Zuo Yujiu kedepan, Chinmi ingin bangkit dan berencana masuk kedalam karena kepalanya terasa berat.
Namun saat ia bangkit, semua yang dilihatnya seperti berputar, dan kepalanya serasa semakin pusing. Chinmi dapat merasakan hangat dari dalam perutnya.
Chinmi merasa ingin jatuh karena semua yang dilihatnya seperti berputar sehingga langkahnya tidak bisa lurus.
Merasa ada yang salah, Chinmi menggunakan energi anginnya dan terbang ke udara. Chinmi mencoba mengeluarkan energinya berharap agar rasa pusing nya bisa menghilang.
Tanpa sadar dia mengeluarkan energi secara berlebihan sehingga membuat semua awan berkumpul karena efek dari energinya yang menyerap alam.
"Itu pengaruh alkohol, karena itu kamu merasa dunia ini seperti berputar!" kata Li Xiang.
Beruntungnya Chinmi tidak mabuk parah, jika sampai dia mabuk parah, maka dia akan tergeletak tidak berdaya karena pengaruh alkohol.
"Ini semua salahmu membiarkan Chinmi minum," kata Bing Long menyalahkan Li Xiang.
"Baik-baik ini memang salahku, seharusnya aku tidak memberinya minum terlalu banyak, jadi berhenti mengomeli diriku! Kamu seperti Zhinie saja," kata Li Xiang.
Chinmi semakin lama semakin terasa berat, tubunya seolah-olah sulit digerakkan sehingga dia semakin banyak mengeluarkan energi agar dirinya bisa lebih ringan.
Namun bukan semakin ringan justru menambah suasana di kerajaan Bumi Barat semakin mencekam. Energi yang dilepaskan oleh Chinmi semakin membuat bumi ikut bergetar dan seluruh penduduk kota mulai panik, mereka mengira akan ada bencana alam.
Li Fang juga merasakan jika getaran dan awan hitam yang berkumpul dilangit karena sebuah energi yang dilepaskan, sedangkan Zuo Yujiu yang masih belum tiba di perbatasan bagian barat juga ikut merasakan hal yang sama.
Namun kekuatan mereka tidak cukup mampu untuk melihat keatas apa lagi untuk terbang keatas. Tidak semua yang memiliki kekuatan Pendekar Sihir bisa terbang, mereka juga tidak sepenuhnya memiliki ilmu sihir. Ada juga yang memiliki tingkat Pendekar Alam namun mereka hanya mengandalkan jurus dan ilmu bela diri saja.
__ADS_1
Li Fang sendiri sebenarnya bisa terbang ke udara karena dia memiliki ilmu sihir, namun itupun terbatas, Li Fang hanya bisa menatap dari bawah dengan tersenyum tipis.
"Jadi ini hasil latihan selama bertahun-tahun!" gumam Li Fang saat mengetahui jika kekuatan besar tersebut adalah milik Chinmi.
"Chinmi, kamu memiliki Energi yang sangat murni, lebih baik kamu menekan pengaruh alkohol itu dengan energi murni mu," kata Bing Long.
Chinmi menurut apa yang diperintahkan oleh Bing Long. Dia memejamkan matanya dan kemudian mengalirkan energi murni nya agar alkohol yang mempengaruhinya bisa dinetralisir.
Butuh hampir setengah Jam Chinmi mencoba menetralisirkan alkohol di dalam dirinya, setelah itu dia bisa merasakan tubuhnya kembali ringan, dan rasa pusing nya juga mulai menghilang.
"Bagaimana, apa itu berhasil?" tanya Li Xiang.
"Berhasil Ayah, aku sudah tidak terlalu pusing lagi," jawab Chinmi.
Walau Chinmi sudah menarik kembali energinya, namun awan hitam tidak menghilang, justru air mulai berjatuhan dan akhirnya turun hujan.
"Kalau kamu sudah merasa baikan, ayo kita turun! Ibumu sejak tadi sudah menghawatirkanmu," kata Li Fang mengajak Chinmi untuk turun.
Chinmi mengangguk kemudian dia mulai turun kebawah dan diikuti oleh Li Xiang dan juga Bing Long.
Chinmi mendarat tepat di depan Rumah yang kini sudah ada Zhinie yang sudah menunggunya dengan wajah terlihat khawatir, "Chinmi, kamu jangan lagi minum arak, jika mau minum sedikit saja," kata Zhinie dengan wajah seperti mau marah.
"I-iya ibu...!" jawab Chinmi dengan gugup.
"Zhi'er kamu tenang saja sela..!"
"Diam kamu, ini juga karena ulahku!"
"Chinmi masuklah dan ganti baju mu," kata Zhinie.
Bing Long dan Li Xiang hanya terdiam, tidak satupun dari mereka yang berani berbicara, mereka takut kena semprot amarah Zhinie.
"Aku mau ganti baju juga," kata Li Xiang yang berniat untuk masuk.
"Tidak bisa! karena ini adalah kesalahan mu, jadi kamu tetap disini," kata Zhinie dengan mata melotot.
"Ta-tapi bajuku juga basah, jika terus dibiarkan begini, bisa-bisa nanti aku masuk angin!" kata Li Xiang mencari alasan.
"Aku tidak pernah mendengar seorang pendekar seperti mu pernah masuk angin, jadi kamu tetap disini saja sebagai hukuman karena kelalaian mu sebagai seorang Ayah," kata Zhinie yang tidak peduli akan alasan Li Xiang.
Li Xiang hanya bisa pasrah dan menurut saja terhadap Zhinie, sedangkan Bing Long sungguh keheranan. Menurutnya Li Xiang itu sangat kuat dibandingkan dengan Zhinie, namun nyatanya Li Xiang ternyata tidak berkutik dihadapan Zhinie.
Bing Long juga menyadari jika Zhinie marah, wajahnya sungguh sangat seram, bahkan dirinya sekalipun tidak mau mendengarkan ocehan Zhinie.
"Apa istrimu itu memang galak seperti itu?" tanya Bing Long saat Zhinie sudah masuk kedalam.
"Tidak, ini baru pertama kalinya aku melihat Zhinie semarah itu padaku," kata Li Xiang.
Bing Long hanya bisa menarik nafas, dia tidak menduga jika amarah seorang perempuan ternyata sangat ditakuti oleh para laki-laki terutama bagi seorang suami.
__ADS_1
"Semoga Chinmi tidak mendapatkan wanita yang seram seperti ibunya," batin Bing Long.
Chinmi kembali keluar setelah mengganti pakaiannya, mereka semua kembali berkumpul sekaligus bercanda ria, candaan keluarga yang sudah lama sekali Chinmi ridukan.
***
Sudah hampir seminggu semenjak hancurnya sekte Kelelawar Hitam, kabar hancurnya sekte Kelelawar Hitam sampai ke Sekte Kalajengking Merah yang berada di Kerajaan Bumi Barat.
She Chin memijat keningnya yang terasa sakit, andai saja diketahui siapa yang telah melenyapkan sekte Kelelawar Hitam, pasti akan sangat masuk akal.
Namun yang memberi kabar adalah anggota sekte Kelelawar Hitam yang tidak mengetahui akan apa yang sudah terjadi kepada sektenya, dan siapa penyerangnya.
"Apa mungkin yang menghancurkan sekte mereka adalah sekte Pulau Es?" salah seorang pria paruh baya berbicara kepada She Chin.
"Tidak mungkin! Walau Sekte Pulau Es sangat kuat dan mampu menyerang sekte Kelelawar Hitam, namun kekuatan mereka tidak akan cukup mampu untuk membuat sekte Kelelawar Hitam binasa."
She Chin sendiri walau memiliki kekuatan yang cukup untuk menyerang sekte-sekte besar, namun dia yakin dirinya sekalipun tidak akan mungkin sanggup untuk melenyapkan sebuah sekte besar seperti sekte Kelelawar Hitam.
"Aku akan merekrut anggota sekte Kelelawar Hitam yang tersisa, agar kekuatan Sekte kita semakin besar!" kata She Chin.
"Ketua, mereka itu tidak ahli dalam menggunakan racun, bagaimana mungkin mereka bisa bergabung dengan kita?" pria paruh baya tersebut memberi pendapat.
"Memangnya itu penting? Qie Yin saja yang saat ini memiliki kekuatan yang setara denganku juga tidak bisa menggunakan racun, apa itu juga menjadi masalah?"
Pria paruh baya tersebut hanya menggelengkan kepala tidak bisa menjawab pertanyaan She Chin, "Sudahlah, kita pikirkan masalah itu besok, lagi pula ini sudah malam. Aku ingin menyelesaikan pembuatan racunmu," kata She Chin kemudian pergi meninggalkan pria paruh baya tersebut.
Hujan diluar masih turun dengan sangat deras, seorang gadis berumur 17 tahun sedang berdiri di jendela menghadap keluar melihat derasnya air hujan yang turun.
Gadis tersebut adalah Qie Yin, salah satu anggota Sekte Kalajengking Merah, atau bisa dibilang gadis kelinci percobaan She Chin.
Qie Yin yang sudah menjadi gadis remaja semakin cantik, kecantikannya menggoda para lelaki yang ada disana, tidak peduli apakah itu para remaja, bahkan yang tua sekalipun terbius akan kecantikan yang dimiliki oleh Qie Yin.
Qie Yin kembali duduk di kursi, dia memejamkan mata sesaat kemudian membukanya kembali sambil mengehela nafas panjang.
Sudah lebih dari 6 tahun semenjak dirinya menyerang Kerajaan Es Utara, setelah penyerangan tersebut, para anggota senior sekte Kalajengking Merah mulai menculik anak-anak dari berbagai sekte kecil dan menengah.
Mereka menyerap Energi anak-anak tersebut, setelah Qie Yin harus masuk kedalam sebuah tabung kayu yang sangat tebal. Energi kehidupan tersebut terhisap ke dalam tubuh Qie Yin dengan bantuan para pendekar lainnya dengan cara menghisapnya dengan mengalirkan energi para seniornya agar Qie Yin bisa menyerap nya.
Saat ini Qie Yin sudah mencapai tingkat Pendekar Sihir Elemen Alam, dan ilmu sihir Debu andalannya semakin hebat.
Qie Yin hingga saat ini belum menemukan pelaku pembunuh orang tuanya, dia hanya duduk sedih karena keterbatasan ruang geraknya untuk menyelidiki kasus kematian ayah serta ibunya.
"Sepertinya aku harus pergi kemeja kerja guru She," gumam Qie Yin.
Qie Yin yakin jika She Chin pasti mengetahui sesuatu, namun Qie Yin selalu saja ragu untuk memeriksa catatan meja kerja milik She Chin.
Namun kali ini, Qie Yin akan memberanikan diri untuk pergi kesana. Karena dia tahu jika saat ini She Chin pasti berada di tempat pembuatan racun.
***
__ADS_1