
***
Lebih dari lima bulan Chinmi berlatih dibawah bimbingan Bing Long, tidak hanya sampai disitu, dia juga berhasil membangun salah satu pondasinya dengan sempurna berkat bimbingan dari Feng Long.
Chinmi juga sudah bisa bermain seruling. Hanya butuh waktu satu bulan bagi Chinmi memperlajari cara memainkan seruling Giok putih tersebut.
"Sihir Es Seribu Panah Es."
Chinmi melepaskan ribuan Es yang berbentuk anak panah dan melepaskannya ke sebuah hutan lebat di hadapannya. Dalam waktu singkat, banyak pohon-pohon yang membeku setelah tertancap anak panah tersebut.
"Chinmi, tidak Ku duga kamu bisa mengendalikan Elemen Es hanya dalam waktu Enam Bulan saja, padahal jika mengingat saat kamu memperlajari pengendalian kayu, kamu sangat lama untuk menguasainya," kata Bing Long yang takjub karena perkembangan Chinmi yang pesat dalam waktu singkat.
"Senior, ini semua karena bimbingan senior sehingga aku dapat mempelajari elemen Es dengan cepat," jawab Chinmi.
Sebenarnya untuk menguasai elemen Es dengan sempurna sangatlah mudah. Chinmi sudah memiliki cabang Pusat Roh elemen Air sehingga sangat mudah baginya untuk mempelajari Elemen Es, terlebih lagi, Chinmi juga sudah memiliki cabang Pusat Roh elemen Es sehingga ia dapat menguasainya dengan sangat cepat.
Yang membuat Chinmi lebih cepat menguasainya adalah, terbentuknya salah satu pondasi Tubuh Chinmi dengan sempurna. Hal itulah yang membuat Chinmi dengan sangat cepat menguasainya.
Walau elemen Es nya tidak seratus persen sempurna, namun Chinmi sudah lebih kuat melebihi kekuatan Zhinie, ketua sekte Danau Beku.
"Karena semua ilmu sihir Elemen Es sudah kamu kuasai dengan sempurna, maka tidak ada lagi yang bisa aku ajarkan padamu, sisanya tinggal mempelajari dua elemen lainnya sekaligus membuka gerbang di dalam tubuhmu," kata Bing Long.
"Apakah aku bisa membuka gerbang dalam diriku sekarang?" tanya Chinmi.
"Sabar, sebaiknya sekarang kamu istirahat dulu, saat ini Tie Long dan Huo Long sedang berada di dunia luar mengikuti Fan Yuzhen!" kata Bing Long.
"Apa guru Fan sudah datang?" tanya Chinmi.
Semenjak Chinmi berhasil mempelajari seruling, Fan Yuzhen kembali kedunia Luar. Sudah Empat bulan dia belum datang sehingga Chinmi terkejut saat mendengar Fan Yuzhen ternyata sempat datang, kali ini dia keluar bersama Tie Long Sang Naga Hitam dan juga Huo Long.
"Iya benar, menurut kabar yang kudengar, Sekte Pulau Es diserang oleh Sekte lain, sebenarnya Fan Yuzhen tidak perduli, namun ternyata bukan hanya sekte lain itu saja yang menyerang sekte Pulau Es, melainkan Hou Shizi si Singa Merah dan Baihu si Rubah putih juga ikut menyerang kesana dan sekte Pulau Es harus kehilangan salah satu dari dua gadis kembar disana!" kata Bing Long.
"Dua gadis kembar...!? Jangan-jangan Zhu Mei dan Bing Mei!" Chinmi yang terlihat lelah kini seperti memiliki tenaga karena terkejut mendengar cerita Bing Long.
"Kenapa senior tidak memberitahukan aku lebih awal! Kapan Guru Fan dua senior Tie Long dan Huo Long pergi?" tanya Chinmi.
"Sekitar 4 hari yang lalu," jawab Bing Long tanpa memperdulikan expresi buruk dari wajah Chinmi.
__ADS_1
Tanpa basa-basi lagi, Chinmi segera bergegas berlari ke arah pintu keluar dari Alam Bawah Laut dan berencana pergi ke Sekte Pulau Es.
Walau Chinmi belum terlalu lama mengenal Zhu Mei dan Bing Mei, namun Chinmi sudah menganggap mereka berdua sebagai temannya.
"Hai...! Kamu mau kemana?" tanya Bing Long.
"Kemana lagi? Tentu saja pergi ke Sekte Pulau Es!" jawab Chinmi tanpa menoleh lagi kebelakang.
"Sihir Angin Membelah Samudra."
Air Laut yang sangat dalam mulai terbelah menjadi dua, kekuatan Chinmi memang berada di Tingkat Sihir tingkat 3 namun kekuatannya sudah hampir sama dengan kekuatan Fan Yuzhen.
Chinmi menggunakan energi anginnya untuk terbang menuju keatas, dia berhenti sejenak dan melihat Bing Long juga menyusulnya.
"Chinmi, ijinkan aku ikut!" kata Bing Long, dia khawatir jika nantinya Chinmi bertemu dengan Hou Shizi. Bing Long tahu seberapa kuat Hou Shizi itu, kekuatan Hou Shizi setara dengan kekuatan Hou Long.
Chinmi mengangguk, Chinmi sadar bantuan Bing Long kemungkinan akan di butuhkan nantinya mengingat kekuatan Si Rubah putih yang besar, bahkan waktu itu Fan Yuzhen saja hampir saja dikalahkan oleh si Rubah putih.
"Kalau begitu berdirilah atas kepalaku, biar aku saja yang mengantar mu kesana," kata Bing Long.
"Senior, aku bisa terbang sendiri!" jawab Chinmi.
Chinmi tidak punya pilihan lain selain menuruti Bing Long, dia berdiri di atas kepalanya sambil memegang tanduk Bing Long yang panjang.
Bing Long membuat perisai pelindung agar pakaian Chinmi tidak robek saat di terbang nantinya, kecepatan terbang Bing Long melebihi kecepatan terbang Fan Yuzhen, dan pastinya baju Chinmi tidak akan kuat menahan terpaan angin yang akan mengoyak semua pakaiannya.
Chinmi sendiri kebingungan melihat Bing Long yang menciptakan perisai di sekitar dirinya, namun setelah itu Chinmi baru tahu akan maksud Bing Long.
Dalam satu tarikan nafas saja, Chinmi sudah tidak melihat lagi lautan tempat dirinya berlatih, dan yang terlihat hanyalah lautan beku yang sangat luas.
"Di sana itu letak sekte Pulau Es," kata Bing Long saat melihat sebuah bangunan besar yang terbuat dari Es.
Chinmi melihat kearah bangunan tersebut, dia juga melihat sebagian tembok bangunan tersebut sudah hancur.
"Senior Bing Long, tolong tambah kecepatanmu!" pinta Chinmi yang sudah tidak sabar ingin segera tiba kesana.
Bing Long menurut dan menambah kecepatan terbangnya. Dalam waktu beberpa menit saja, mereka sudah tiba di atas sekte Pulau Es.
__ADS_1
"Apakah pertempuran sudah selesai?" gumam Chinmi karena tidak ada pertarungan sama sekali disana, yang ada hanyalah kumpulan mayat dan beberapa bangunan yang sudah hancur.
Chinmi juga melihat ada beberapa orang yang sedang berkumpul di satu tempat, dan Chinmi juga melihat Zhihui yang sedang duduk merangkul tubuh seorang gadis berambut putih.
Bing Long segera turun di tengah-tengah halaman yang terdapat beberpa mayat terbaring di sana, kedatangan Bing Long menarik perhatian semua orang yang berada disana, mereka segera bersiaga penuh karena khawatir jika Bing Long adalah salah satu Hewan Iblis yang akan menyerang kembali.
"Semuanya waspada dan bersiap untuk serangan!" seru salah satu dari mereka yang bersiap untuk memberikan serangan kepada Bing Long.
Zhihui juga melirik Naga yang memiliki tubuh putih bagai salju itu, dia meletakkan Jenazah gadis muda tersebut yang ternyata adalah Zhi Mei.
Bing Mei dan Zhihui sama-sama terlihat berduka sekaligus terpancar kemarahan dan dendam di mata mereka berdua.
Tanpa bicara sepatah katapun, Zhihui segera maju untuk menyerang Bing Long dan diikuti oleh Bing Mei.
"Eh..! Kenapa mereka ingin menyerangku?" Bing Long yang baru mendarat jadi kebingungan sendiri saat melihat Zhihui dan Bing Mei yang ingin menyerangnya.
"Tunggu senior Zhihui, ini aku...!" kata Chinmi yang melompat turun dari atas kepala Bing Long dan berusaha menghentikan mereka berdua.
Zhihui dan Bing Mei tidak mengenali Chinmi sehingga tidak menghentikan serangannya, "Siapapun kamu aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan Sekte ku!" kata Zhihui yang dipenuhi nafsu ingin membunuh Chinmi dan juga Bing Long.
"Sihir Es Tangan Dewi Naga Putih."
Bing Mei melepaskan serangan tapak dari jarak lima meter, tapak tersebut berubah menjadi tangan raksasa yang beku dan melesat ke arah Chinmi.
"Sihir Es Naga Pembeku - Tarian Naga Putih."
Zhihui mengangkat tangannya kelangit kemudian seekor Naga Putih besar turun dari langit. Namun ukuran besarnya tidak sebesar tubuh Bing Long.
Naga Es tersebut meraung dengan sangat keras dan kamudian melesat turun untuk menyerang Bing Long.
"Sihir Es Perisai Dinding Beku."
Chinmi terpaksa membuat dinding bulat dan besar untuk melindungi dirinya dan juga Bing Long agar tidak terkena serangan mereka berdua.
Jdaaar!!!
Tangan beku raksasa dan kepala Naga Putih milik Zhihui membentur dinding Es milik Chinmi sehingga benturan tersebut menghasilkan ledakan yang menggetarkan seluruh wilayah Sekte Pulau Es.
__ADS_1
Zhihui dan Bing Mei tercengang saat mengetahui jika pemuda asing yang menghadang mereka itu ternyata memiliki ilmu Sihir Elemen Es.