PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Kembali ke Kerajaan Es Utara.


__ADS_3

Hari sudah hampir malam sedangkan mereka masih berada di tengah-tengah perjalanan, mau tidak mau mereka harus menginap di jalan, mencari tanah yang luas dan membuat dua tenda sederhana yang terbuat dari kain.


"Xian Fai, carilah beberapa potong kayu untuk membuat api unggun?" Xuao Lan menyuruh Xian Fai sambil menancapkan kayu untuk membuatkan tenda Yue Rong dan Yue Yin.


"Baik senior."


"Tunggu Senior Xian, aku ikut denganmu untuk mencari kayu," kata Chinmi sembari melangkah kearah Xian Fai.


Xian Fai merasa takut ketika Chinmi berjalan ke arahnya, terlebih lagi dia ingin ikut semuanya untuk mencari kayu membuat Xian Fai berkeringat dingin. Xian Fai masih trauma ketika melihat Chinmi.


"Senior Xian, Ada apa?" Chinmi bertanya kepada Xian Fai.


"Ti-tidak ada apa-apa!" Xian Fai menjawabnya dengan gugup.


"Ayo kita pergi cari kayu!" Chinmi mengajak Xian Fai yang masih gugup namun akhirnya tetap pergi mencari kayu bersama-sama.


Keduanya tidak ada yang saling berbicara, mereka berdua sama-sama disibuk kan dengan mengumpulkan kayu bakar masing-masing.


"Senior Xian, apakah kamu masih memiliki orang tua?" demi mencairkan suasana yang canggung, Chinmi berbicara terlebih dahulu setelah selesai mengumpulkan kayu bakarnya.


"Aku..!" Xian Fai terlihat ragu untuk mengatakannya.


"Aku mengerti lupakan saja pertanyaanku itu," kata Chinmi yang merasakan keraguan pada Xian Fai untuk menceritakannya.


Xian Fai mengangguk pelan kemudian segera membawa kayunya menuju ke perkemahan dan diikuti oleh Chinmi.


Di perkemahan Xuao Lan dan Lian Cao sudah selesai membuat tenda, Yue Rong dan Yue Yin mengeluarkan beberapa makanan yang mereka bawa, namun tidak langsung memakannya karena masih menunggu Xian Fai dan Chinmi.


"Kenapa kalian lama sekali?" tanya Yue Rong kepada Xian Fai dan juga Chinmi yang baru tiba.

__ADS_1


"Cari kayu di daerah sini sangat sulit, jika saja kita berkemah dengan hutan mungkin akan lebih mudah," jawab Xian Fai.


"Sudahlah cepat letakkan kayu itu dan segera nyalakan, setelah itu kita makan malam," kata Xuao Lan.


Mereka berdua menyusun kayu tersebut kemudian menyalakannya dengan menggunakan dua kayu satu besar ditidurkan dan yang satu kecil dengan ujungnya yang sudah dilancipkan.


Kayu tersebut digesek-gesekkan dengan tangan dengan sangat cepat sehingga sedikit demi sedikit terlihat asap keluar dari gesekan kayu tersebut.


Dengan memberikan beberapa daun kering diatasnya dan dengan memberikan sedikit tiupan, api pun akhirnya menyala.


Setelah semuanya selesai mereka pun makan malam bersama dengan beberapa makanan yang mereka bawa.


Yue Rong memperhatikan Xian Fai dan juga Chinmi, mereka terlihat masih sama-sama terasa canggung.


"Xuao Lan, aku dengar dulunya kamu berasal dari Kerajaan Es Utara, apa itu benar?" Karena tidak ada yang berbicara, Yue Rong berinisiatif untuk berbicara kepada Xuao Lan.


Xuao Lan memang berasal dari Kerajaan Es Utara, saat masih kecil Xuao Lan tinggal bersama ibunya sedangkan ayahnya meninggal saat sedang bekerja, karena ayah Xuao Lan adalah salah satu pengawal bayaran.


Pengawal bayaran hanya akan bertugas ketiaka ada orang yang akan menyewa jasanya.


Ayah Xuao Lan adalah seorang Pendekar yang berada di Pendekar Tahap Menengah Tingkat 1.


Suatu hari sang Ayah sedang mengawal seorang pedagang dari Kerajaan Es Utara menuju ke Kerajaan Api Timur.


Saat di perjalanan mereka dihadang oleh segerombolan perampok, pertempuran antar kedua belah pihak pun tidak terhindarkan.


Pertarungan berhasil dimenangkan oleh pengawal pedangang, namun tetap saja dengan kehilangan tiga pengawal yang gugur dalam pertempuran tersebut dan salah satunya adalah Ayah Xuao Lan.


Sejak saat itu kehidupan Xuao Lan berubah drastis, tidak ada lagi yang menafkahi mereka sehingga hanya sang ibu yang berusaha mencari kerja demi mencari sesuap makan.

__ADS_1


Andai Ayah Xuao Lan adalah seorang perajurit kerajaan, kemungkinan Xuao Lan akan mendapatkan bantuan dari Kerajaan.


Namun sangat disayangkan sang ayah hanyalah seorang pengawal bayaran sehingga Xuao Lan dan ibunya tidak mendapatkan sumbangan apapun dari pihak kerajaan.


Pengaruh tidak dihiraukan oleh Sang Raja, Xuao Lan sangat sakit hati dan juga kecewa, saat itu dia sudah berumur 10 tahun sehingga sudah mulai mengerti akan sulitnya hidup.


Ibu Xuao Lan yang kesulitan untuk mencari nafkah akhirnya memutuskan untuk pergi dari Kerajaan Es Utara dan berencana pergi ke Kerajaan lain untuk mencari kehidupan yang lebih baik.


Ketika Xuao Lan dan ibunya sudah pergi, Para pengawal datang kerumahnya berniat untuk memberi bantuan kepada keluarga mereka karena Sang Raja baru mengetahui jika salah satu masyarakatnya ada yang menderita.


Namun semua sudah terlambat dan sang pengawal menyampaikan kepada Sang Raja bahwa Xuao Lan dan ibunya sudah pergi sehingga Raja sangat marah kepada kepala desa dan juga para pemerintahan yang bertanggung jawab di sana karena terlambat memberikan informasi jika Xuao Lan sudah lama ditinggal oleh Sang Ayah.


Xuao Lan dan ibunya berjalan tanpa mengetahui arah dan tujuannya. Suatu ketika mereka bertemu dengan seorang pendekar yang kebetulan sedang melakukan perjalan yang sama, namun bedanya pendekar tersebut sedang menuju ke Kerajaan Angin Selatan dan tujuan utamanya adalah pulang ke sekte Pedang Suci.


Pendekar tersebut adalah Yong Chun salah satu Pendekar Sihir Elemen. Xuao Lan dan ibunya diajak ke sektenya karena mereka berdua sudah menceritakan akan tujuan mereka yang sebenarnya.


Hingga saat itu Xuao Lan dan ibunya tinggal di sekte Pedang Suci dan Xuao Lan menjadi salah satu murid disana.


Ketika usia Xuao Lan sudah 20 tahun, sang ibu meninggal dunia karena sakit. Xuao Lan sangat sedih karena satu-satunya orang yang paling ia sayangi telah pergi meninggalkannya.


Xuao Lan memang sudah ditinggal oleh ibunya, namun dia tidak sendirian disana karena masih memiliki banyak teman di sekte sehingga dia tidak merasa kesepian.


Saat Xuao Lan berjemur 26 tahun, Yue Rong datang bersama Wang Shing, Xuao Lan terus berlatih sambil melaksanakan beberapa misi di sekte, dan setelah berumur 35 tahun dia berhasil mencapai Tingkat Pendekar Puncak.


Saat Ji Long sedang mencari orang untuk menemani Para murid untuk mengikuti pertandingan yang ternyata pertandingan tersebut di adakan di tempat kelahirannya yaitu Kerajaan Es Utara.


Xuao Lan sama sekali tidak tertarik untuk ikut sehingga tidak menawarkan diri seperti yang lainnya, namun Ji Long justru menunjuknya karena hanya Xuao Lan yang tidak mengangkat tangan untuk ikut pergi mengawal ketiga murid yang akan ikut bertanding.


Dengan berat hati, Xuao Lan akhirnya hanya bisa patuh, dia tidak mungkin menolak perintah ketua sektenya. Tidak ia duga jika ia akan kembali ke Kerajaan Es Utara, tempat yang sudah lama ia tinggalkan.

__ADS_1


__ADS_2