PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
rencana selanjutnya


__ADS_3

***


"Benarkah, jika saudara Chinmi sudah datang, kenapa dia tidak main ke sekte kami?"


Lian Cao, Xian Fai dan Yue Yin terkejut saat mendengar kabar dari Li Fang jika Chinmi sudah datang. Sudah Enam tahun mereka tidak mendengar kabar tentang Chinmi.


"Dimana rumah saudara Chinmi senior Li? Aku ingin menemuinya?" tanya Lian Cao.


"Kalian sudah terlambat, dia sudah pergi tadi pagi untuk menolong gurunya," jawab Li Fang.


"Baru datang sudah pergi lagi!" kata Xian Fai dengan menggelengkan kepalanya.


"Senior, dia pergi untuk menolong gurunya, mungkin setelah dia berhasil menolong gurunya dia akan pulang dan mungkin akan berkunjung ke sekte kita!" kata Yue Yin.


"Aku tahu itu Nona Yin, akan tetapi dia sama sekali tidak mengingat kita yang pernah menjadi teman seperjalanannya dulu," Xian Fai berusaha tidak mau kalah kepada Yue Yin.


"Tidak juga, Chinmi adalah tipe orang yang memiliki ingatan yang tajam, dia tidak mungkin melupakan teman-temannya terutama kalian," Li Fang menyangkal tuduhan Xian Fai.


"Andai saja kita tiba lebih awal kesini. mungkin kita masih sempat bertemu dengannya!"


"Aku jadi penasaran, sekuat apa dia sekarang?" Yue Yin bertanya sendiri dalam hati.


"Hampir saja aku lupa Senior Li, apakah senior pernah mendengar akan kabar menghilangnya para penduduk dari berbagai desa?" tanya Xian Fai ketika teringat akan kelakuan buruk dari Zang Gang.


"Sepetinya aku pernah mendengar laporan itu, jika tidak salah setiap penduduk yang hilang akan ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi mengenaskan bukan?"


"Benar senior, apa senior sudah mengetahui siapa yag ada di ibalik menghilangnya para warga penduduk itu?" Xian Fai kembali bertanya.


Li Fang hanya menggelengkan kepala karena dia tidak bertugas untuk mengurus hal itu, yang mengurus masalah itu adalah Para prajurit khusus dari kerajaan.


"Apa kalian mengetahui sesuatu?" Li Fang balik bertanya.


Mereka bertiga mengangguk dan kemudian Xian Fai mulai menceritakan akan apa yang mereka alami, Xian Fai menceritakan jika dalang dari semua itu adalah anggota sekte Golok Setan.


"Terima kasih atas ceritamu Xian Fai, informasi darimu sangat berguna bagi kerajaan, nanti aku akan memberitahukan informasi darimu kepada kakakku!" kata Li Fang dengan nada terlihat kesal.


Li Fang jelas tidak akan lupa ketika dirinya dan Chinmi pernah diserang oleh kelompok sekte Golok Setan. Walau Li Fang berhasil membunuh mereka semua, namun pengalaman itu tidak akan pernah Li Fang lupakan, mengingat dirinya dulu sama sekali tidak ada dendam dengan sekte Golok Setan.


Namun tiba-tiba dia diserang seolah-olah mereka ada dendam dengan mereka, dan semua itu tidak lain hanya gara-gara hadiah yang ditawarkan oleh Fu Shen.


"Malam ini kalian menginaplah disini! Rong'er dan Hua'er kemungkinan akan pulang larut malam dari rumah mertuaku," kata Li Fang sambil menunjukkan kamar Xian Fai dan Lian Cao, sedangkan Yue Yin akan tidur di kamar Li Yue Hua.


"Terima kasih banyak senior, kebetulan saya juga sangat lelah sekali." kata Lian Cao kemudian bergegas masuk kedalam kamar yang telah di persiapkan untuknya.


"Sudah semakin dewasa namun sifatnya masih seperti dulu!" gumam Xian Fai.


Kedatangan mereka karena ada surat yang harus diserahkan kepada Yue Rong, jadi mereka tidak akan memberikan surat tersebut kepada orang lain selain Yue Rong, bahkan Li Fang sekalipun yang statusnya adalah suami Yue Rong, mereka tetap tidak mau meberikan atau menitipkan kepadanya.

__ADS_1


***


"Huo Lang, kenapa kamu kembali kesini, da siapa yang menjaga di pintu portal itu?"


Huo Lang yang lebih dulu kabur sebelum bertarung kini tiba di depan She Long bersama Baihu. She Long jelas terkejut dan marah kepada Huo Lang karena tiba-tiba kembali.


"She Long, kamu pikir aku ingin pergi meninggalkan tempat itu tanpa ada alasan?" kata Huo Lang yang terlihat tidak mau disalahkan.


"Apa alasanmu? Aku harap alasanmu masuk akal, jika tidak aku pastikan kamu akan kehilangan lengan satunya lagi!" kata She Long sambil memeberikan tekanan Aura pembunuh yang begitu kuat.


Untungnya kekuatan Huo Lang saman dengan kekuatan She Long sehingga bisa menetralisir Aura pembunuh milik She Long.


"Aku meninggalkan tempat itu karena merasakan Aura Kaisar, jika tidak mana mungkin aku mau kembali kesini!"


She Long mengerutkan dahinya saat mendengar Aura Kaisar dari Huo Lang, ini untuk kedua kalinya She Long mendengar kabar tersebut.


"Lagi-lagi Aura Kaisar! Apakah dia benar-benar Cao Yuan atau bukan?" kata She Long dengan nada sedikit lemas.


She Long merasa curiga jika Aura Kaisar kemungkinan besar bukan milik Cao Yuan sang Jendral Dewa Perang.


She Long sangat mengetahui seberapa kuat Cao Yuan itu, jika benar pemilik Aura Kaisar itu adalah Cao Yuan, seharusnya dia dan Huo Lang sudah lama ditemukan, karena bagaimana cara mereka menyembunyikan diri dari Cao Yuan, She Long yakin jika Cao Yuan pasti menemukan dirinya karena dia berada di galaxy dan dunia yang sama dengan Cao Yuan.


"Ini salah! Ini pasti bukan Aura Kaisar milik Cao Yuan! Kau dan Ye Shi benar-benar sangat bodoh, kenapa kamu tidak mau menunggu atau melihat akan siapa pemilik Aura Kaisar itu?" kata She Long yang kembali murka.


"Apa kamu menginginkan diriku mati? Jika benar pemilik Aura Kaisar itu adalah Cao Yuan bagaimana? Dan apakah kamu lupa jika masih ada satu manusia lagi yang juga memiliki kekuatan Aura Kaisar?"


"Aku tahu Huo Lang! Karena itulah aku tidak percaya jika Aura Kaisar itu milik mereka berdua! Jika benar Aura Kaisar itu milik mereka berdua maka kita sudah pasti ditemukannya."


"Itulah letak kebodohan kalian, seharusnya kalian memastikan terlebih dahulu!" kata She Long.


"She Long, aku tahu aku memang salah, kalau begitu biar aku kembali kesana."


Huo Lang mulai membuat lingkaran api portal nya dan berencana pergi menuju ke tempat pintu portal.


"Tidak perlu, kemungkinan besar mereka sudah tidak ada disana, dan aku yakin mereka sudah keluar dari Dunia itu," kata She Long.


"Tidak mungkin, tidak akan ada yang bisa melepaskan mereka dari jeruji apiku, kecuali orang yang menolongnya memang memiliki kekuatan Dewa," ucap Huo Lang yang yakin jika jeruji apinya tidak akan ada yang bisa mematahkan nya kecuali orang yang memiliki kekuatan setingkat dengan Dewa.


"Terserah kamu saja, jika memang jeruji Api mu itu sangat kuat, berarti mereka masih berada di dunia dimensi!"


"Tentu saja, karena itu aku mau kesana!"


Setelah berkata demikian, Huo Lang segera masuk kedalam lingkaran apinya untuk pergi ke pintu portal tersebut dan dalam waktu singkat, lingkaran api tersebut menghilang.


"Aura Kaisar ini benar-benar membuat semua rencana ku gagal!" gerutu She Long kemudian dia menatap kearah pintu yang terbuat dari batu.


Yang ada di balik pintu tersebut adalah Fu Shen yang sedang bermeditasi. Fu Shen mendapatkan bantuan kekuatan dari She Long untuk meningkatkan kekuatannya untuk mencapai kekuatan Pertapa bahkan hingga menembus ke Tingkat Dewa.

__ADS_1


"Aku sengaja membantumu agar kelak kamu bisa berguna untuk keberhasilan rencana ku," kata She Long sambil tersenyum lebar menatap kearah pintu batu tersebut.


***


Huo Lang tiba ditempat pintu portal. Setibanya disana, dia sama sekali tidak melihat siapa-siapa, bahkan mayat seekor Hewan Iblis pun juga tidak ada.


Huo Lang yang penasaran segera membuka pintu portal dan memasukinya, namun begitu tiba disana dia benar-benar terkejut akan apa yang ia lihat sekaligus keningnya berkeringat.


"Mustahil! Seharusnya tidak ada yang bisa mematahkan Jeruji api ku ini," kata Huo Lang yang tidak percaya akan apa yang ia lihat.


Jeruji Api yang ia buat kini tidak lagi berapi, melainkan menjadi jeruji besi biasa saja, bahkan pendekar Tingkat Menengah dan Puncak sekalipun mampu untuk menghancurkannya.


"Siapa yang sudah mematahkan penjara ini? Apakah dia itu Cao Yuan, atau Manusia yang sudah memotong lenganku ini?"


Huo Lang memeriksa kesekelilingnya, namun dia sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun akan siapa yang telah mematahkan penjara Jeruji Api miliknya.


"Sebaiknya aku segera pergi dari sini!"


Huo Lang segera keluar meninggalkan dunia tersebut dan kembali ketempat She Long berada untuk memberinya kabar.


Dia segera membuat lingkaran apinya dan kemudian masuk untuk kembali, tidak butuh waktu lama bagi Huo Lang untuk tiba di tempat She Long berada.


"She Long, ternyata memang benar mereka sudah tidak ada disana, dan juga ada yang berhasil mematahkan Jeruji Api yang aku buat untuk mengurung mereka," kata Huo Lang memberikan informasi kepada She Long yang saat ini sedang berdiri membelakangi Huo Lang.


"Itu artinya ada seseorang memiliki kekuatan Dewa yang menolong mereka," kata She Long.


"Apa mungkin dia itu Cao Yuan atau muridnya itu?"


"Aku yakin tidak, aku yakin mungkin orang lain, dan jika tebakan ku tidak keliru dia pasti salah satu manusia yang pernah menyegel kita," kata She Long mencoba untuk menebak.


"Lalu apa rencana selanjutnya?" Huo Lang bertanya sekaligus berjalan kearah batu besar yang sudah ia jadikan kursi.


"Untuk sementara tidak ada, aku sudah banyak kehilangan pasukanku, untuk sementara ini kita lebih baik mencari informasi akan keberadaan manusia yang mengeluarkan Aura Kaisar itu," kata She Long kemudian dia berbalik menghadap kearah Huo Lang.


"Bagaimana caranya?" tanya Huo Lang yang sangat penasaran.


"Kita akan meminta bantuan kepada para manusia yang bersekutu dengan kita," jawab She Long yang disertai dengan memasang wajah serius.


Yang She Long maksud adalah Tong Liung, She Chin, dan satu lagi orang yang tidak pernah muncul lagi, dia adalah Meng Yi, ketua sekte Lembah Hantu.


"Jadi hanya mereka saja, lalu bagaimana denganku? Eh maksudku kita?"


Huo Long duduk di kursinya dan menjawab pertanyaan Huo Lang, "Kita hanya cukup menunggu saja, biar para manusia itu saja yang bergerak, itu juga demi keamanan kita!"


"Menunggu lagi..!" gerutu Huo Lang.


Setelah dia berhasil memiliki tubuh Transformasi, Huo Lang bukan merasa lebih bebas bergerak dengan kekuatan barunya, namun semakin sial.

__ADS_1


Semenjak memiliki tubuh baru berbagai masalah selalu saja menghampirinya, mulai dari lari dari kejaran Cao Yuan, kehilangan lengan saat bertarung dengan Ho Chen, dan kini hanya selalu diam menunggu dan selalu menunggu.


''Benar-benar sangat membosankan!" gerutu Huo Lang.


__ADS_2