
"Nanti sore aku mau semua Anggota yang berada di Tingkat Pendekar Puncak yang masih ada di sini untuk berkumpul, aku mau memilih siapa yang akan menemani mereka bertiga nantinya," kata Ji Long.
"Apa ini tidak terlalu cepat, bukankah acara itu masih beberapa bulan lagi?"
"Aku tahu itu saudara Yong, bukankah tidak ada salahnya jika kita mengatur rencana lebih awal?" kata Ji Long.
Yong Chun mengerti sehingga akhirnya setuju akan rencana Ji Long, "Baiklah aku akan segera mengumpulkan para Pendekar Puncak!" kata Yong Chun kemudian bangkit dan pergi meninggalkan Ji Long dan Wang Shing.
"Ini adalah pertandingan murid-murid yang berada di Tingkat Pendekar Tahap Pemula keatas, jadi apakah kamu masih ingin mengirimkan Lian Cao?" tanya Wang Shing.
Ji Long tertawa kecil mendengar itu, "Tidak kusangka ternyata kamu memperhatikan murid-murid kita," kata Ji Long.
"Tentu saja, bagaimanapun juga mereka juga adalah para penerus kita dimasa depan, namun jika aku harus menilai, aku ingin memilih Chinmi untuk ikut serta dalam pertandingan itu," kata Wang Shing.
"Sulit saudara Wang, andai dia tidak menjadi murid Kakek Guru, maka aku pasti akan mengikut sertakannya dalam pertandingan itu," kata Ji Long.
Ji Long tidak mau jika nantinya terjadi apa-apa kepada Chinmi, jika sampai terjadi sesuatu padanya, bukankah dia yang akan menjadi sasaran kemarahan Fan Yuzhen.
"Baiklah kalau begitu, sebaiknya kita segera membahas hal ini dengan yang lainnya!" kata Wang Shing kemudian dia dan Ji Long segera meninggalkan tempat itu dan pergi ke ruang pertemuan.
***
Sore harinya di ruang pertemuan Sekte mulai berkumpul banyak orang, mereka adalah para Pendekar Puncak dan juga para Pendekar Sihir.
"Ada masalah apa, kenapa kita semua berkumpul disini?" tanya salah satu Pendekar kepada temannya yang berada di dekatnya.
"Aku tidak tahu, sepertinya ada hal penting yang ingin ketua sampaikan,"
Mereka semua saling mempertanyakan akan maksud berkumpulnya mereka semua. Selama ini jarang sekali mereka dikumpulkan seperti ini, biasanya hanya para Pendekar penting atau tingkat tinggi saja yang akan berkumpul setiap kali ada hal-hal penting yang ingin dibahas, namun sekarang mereka justru dikumpulkan semua disana.
"Para saudara-saudaraku semua tolong untuk tenang! Ketua ingin menyampaikan sesuatu, mohon semuanya untuk diam!" seru Yong Chun sehingga semuanya terdiam.
__ADS_1
"Terimakasih atas perhatian semuanya!" Yong Chun kembali berseru kemudian mempersilahkan Ji Long untuk segera menyampaikan akan apa yang ingin ia sampaikan.
Ji Long segera berdiri dan menatap semuanya, "Terimakasih Saudara Yong," kata Ji Long kemudian segera menyampaikan akan maksud keinginannya.
"Kalian semua pasti bertanya-tanya kenapa kalian semua aku kumpulkan disini..." Ji Long mulai menyampaikan keinginannya akan renacana pengiriman Tiga Murid muda untuk mengikuti pertandingan di Kerajaan Es Utara.
Semuanya mendengarkan tanpa ada yang berani memotong Ji Long, mereka semua hanya mengangguk-anggukan kepala saat mengetahui akan maksud dari pertemuan tersebut.
"Kalian pasti sudah mengerti akan maksud dari semua yang telah aku sampaikan! Jadi sekarang siapa diantara kalian yang mau pergi menemani Tiga Murid yang akan mengikuti pertandingan di sana, aku hanya butuh dua orang saja di antara kalian semua," kata Ji Long setelah selesai menyampaikan dan maksud dari perkumpulan tersebut.
"Biar aku saja!"
"Aku saja!"
"Aku...!"
Hampir semuanya mengangkat tangan mereka dan menawarkan diri mereka untuk pergi menemani ketiga murid tersebut.
"Saudara Xuao Lan, aku minta kamu untuk pergi menemani mereka bertiga!" dari semua pendekar yang mengangkat tangannya, hanya satu orang yang berdiri di posisi paling belakang, dia tidak ikut mengangkat tangannya dan hanya diam saja seperti tidak tertarik sama sekali akan tawaran tersebut.
Semuanya menoleh ke arah belakang dan melihat Xuao Lan sedang berdiri dengan expresi tidak percaya jika dirinyalah yang akan dipilih untuk pergi menemani para ke Kerajaan Es Utara.
Xuao Lan mengangguk dia tidak menolak perintah Ji Long, sedangkan yang lain hanya bisa menerima keputusan tersebut karena tidak terpilih.
"Tinggal satu lagi ketua, siapa yang berikutnya?" tanya salah satu dari mereka setelah Xuao Lan sudah dipilih.
"Sudah aku pikirkan, aku akan meminta Yue Rong untuk ikut menemani mereka," kata Ji Long.
"Rong'er? Bukankah kamu bilang jika akan menyuruh dua orang Pendekar Puncak, kenapa jadi Rong'er yang kamu pilih?" tanya Wang Shing dengan menaikan alisnya.
"Saudara Wang, Yue Yin adalah seorang wanita, jadi aku ingin yang menemaninya juga sesama wanita itu saja!" kata Ji Long.
__ADS_1
"Bukankah masih ada Pendekar Puncak wanita lain! Rong'er masih berada di Tingkat Pendekar Tahap Menengah, dan dia jarang sekali pergi jauh," kata Wang Shing yang merasa khawatir.
Ji Long tahu jika ada banyak Pendekar Tahap Puncak wanita lainnya dan salah satunya Ibu Yue Yin sendiri, namun jika dia menyuruhnya maka Yue Yin pasti merasa canggung jika harus pergi bersama ibunya.
Lagi pula Yue Rong masih gadis sehingga dia sangat cocok untuk jadi teman sekaligus pelindung di perjalanannya. Walau Yue Rong masih belum menjadi seorang Pendekar Pilar, Ji Long yakin Yue Rong akan menjadi pembimbing yang baik untuk Yue Yin walau dia masih seorang Pendekar Tahap Menengah.
"Kamu tidak perlu khawatir seperti itu, aku yakin semua akan baik-baik saja!" kata Ji Long meyakinkan Wang Shing.
Wang Shing masih ingin kembali protes namun membatalkannya, dia hanya bisa pasrah akan keputusan Ji Long.
Semua yang ada disana terlihat kecewa karena tidak terpilih, dan mereka semua segera meninggalkan ruangan tersebut karena tidak ada lagi yang akan dibahas.
***
Chinmi kembali kerumahnya setelah berlatih seorang diri lebih dari setengah hari. Setelah tiba di halaman rumahnya, dia melihat Li Fang juga sedang berlatih seorang diri.
Li Fang berlatih jurus pukulan serta tendangan yang ia kombinasikan dengan Sihir Bumi. Setiap pukulan yang ia lepaskan akan mengeluarkan debu yang menyembur dan membuat pandangan tidak bisa melihat dengan jelas.
Namun dibalik debu tersebut masih ada butiran-butiran tanah yang akan mampu melukai lawannya, semua itu terlihat dari sebatang kayu yang menjadi target latihannya.
Sementara tendangannya juga dapat mengeluarkan gumpalan-gumpalan tanah yang sangat keras yang mampu mematahkan tulang lawannya jika sampai terkena serangan tersebut, dan mungkin bisa membunuhnya.
"Sihir Bumi, Pukulan Penghancur Gunung,"
Li Fang melesat dengan pukulan yang sudah diselimuti butiran-butiran debu yang kemudian membungkus seluruh kepalan tangannya dan mengeras kemudian memukul batang kayu besar yang menjadi targetnya.
Jdarr!!
Kayu tersebut langsung berlubang di tengahnya sebelum akhirnya terbelah menjadi dua. Li Fang tidak sadar jika Chinmi terus memperhatikan semua latihannya dan tanpa Li Fang sadari Chinmi sudah menyaring dan mengingat semua gerakan tersebut.
"Aku akan mencobanya!" kata Chinmi membuat Li Fang kaget dan menoleh kearah Chinmi yang ternyata sudah memasang kuda-kuda dan bersiap untuk meniru gerakan Li Fang.
__ADS_1