PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Dunia


__ADS_3

***


Chinmi saat ini sedang bersama dengan Ayah serta beberapa pejabat tinggi Kerajaan Bumi Barat lainnya termasuk Raja Tao. Mereka semua berada di ruang jamuan yang sangat besar, luas dan megah. Penyambutan tersebut tidak lain adalah untuk Chinmi.


"Chinmi, sekali lagi aku ucapkan terima kasih atas jasamu yang telah membantu para prajurit-prajurit ku di perbatasan timur," kata Raja Tao.


"Yang Mulia, seharusnya kehormatan Yang Mulia diberikan kepada para prajurit di perbatasan, mereka lah yang lebih pantas menerima semua pujian dan rasa terima kasih dari Yang Mulia!" kata Chinmi.


"Kamu tidak hanya hebat, namun juga sangat bijak, aku sungguh salut padamu," puji Raja Tao kemudian mengambil sesuatu dibalik baju nya yang terlihat seperti selembar kertas catatan.


"Ini adalah daftar seluruh warga miskin yang ada dipinggiran pasar, sesuai dengan keinginan mu, aku sudah mengirim bantuan berupa pakaian bersih dan makanan sehat kesana, aku juga berencana akan merenovasi bangunan disana." kata Raja Tao kemudian membuka kertas tersebut kemudian membaca isi dari kertas tersebut.


"Semua yang tinggal di sana berjumlah 127 kepala keluarga, dan total bangunan disana berjumlah 105 bangunan yang harus di renovasi! Aku akan menyuruh tukang terbaik untuk merenovasi bangunan tersebut, dan dengan bantuan pekerja dari para prajurit aku targetkan semuanya akan selesai dalam waktu 40 hari," Raja Tao menyelesaikan perkataannya dan melipat kembali kertas tersebut.


"Sebagai Raja, aku sangat malu karena tidak mengetahui akan kondisi rakyat ku sendiri! Terima kasih Chinmi jasamu sudah sangat banyak untuk kerajaan ini, jika ada yang ingin kamu inginkan katakanlah, aku akan mengabulkan apapun permintaanmu!" kata Raja Tao kepada Chinmi.


"Terima kasih atas kebaikan dan tawaran Yang Mulia. Namun saya sama sekali tidak menginginkan apapun dari Yang Mulia," kata Chinmi menolak secara halus.


"Mana bisa seperti itu! Begini saja, jika kamu bingung atau memang tidak ada yang ingin diminta, maka aku akan menjodohkan mu dengan putriku! Bagaimana, apa kamu mau?"


Chinmi mendengar itu langsung tersedak makanan, dia menatap Raja Tao dengan tatapan tidak percaya kemudian berbalik menatap ayahnya. Namun ayahnya seolah-olah sudah mengerti akan semua yang di katakan oleh Raja Tao.


"Chinmi, mungkin kamu tidak tahu akan hal ini, sebenarnya perjodohan mu dengan tuan putri Xiu Mai sudah lama direncanakan sejak kamu masih kecil," kata Li Xiang menjelaskan.


"Ayah, Yang Mulia! Maaf bukan maksudku ingin menolak dan merendahkan Yang Mulia ataupun Tuan Putri. Namun saat ini saya masih belum ingin memikirkan masalah perjodohan, masih banyak yang harus saya lakukan dan tugas yang sedang menunggu di depan."

__ADS_1


"Chinmi, apa lagi yang ingin kamu lakukan, kamu sudah sangat kuat dan hebat diusia yang begitu muda, dengan kekuatanmu saat ini saja, kemungkinan hanya sedikit saja yang bisa menandingi kekuatanmu itu," kata Raja Tao.


"Menurut Yang Mulia seluas apakah dunia ini?" tanya Chinmi sehingga membuat Raja Tao berhenti mengunyah makanannya.


"Menurutku sangat luas! Tapi apa hubungannya antara luas dunia dengan apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Raja Tao.


"Benar sekali, dunia ini sangat luas, Yang Mulia pasti tahu jika saat ini orang yang terkuat adalah para Pertapa bukan? Namun di luar sana pasti ada yang lebih hebat dari para Pertapa, dan masih banyak sesuatu yang belum kita ketahui di dunia ini," kata Chinmi.


Li Xiang dan Raja Tao dan beberapa orang yang ada di ruangan tersebut saling berpandangan. Tidak satupun dari mereka yang mengerti akan maksud dari perkataan Chinmi.


"Aku mengerti Chinmi, kamu memang ingin pergi dan aku tahu alasannya, akan tetapi ini jika kamu berencana ingin mengelilingi dunia yang luas ini, itu tidak mungkin," kata Li Xiang.


"Ayahmu berkata benar Chinmi, tidak ada salahnya untukmu untuk mengetahui semua isi dunia ini maupun ingin menjadi kuat, namun jika harus menjelajahi dunia, itu akan butuh waktu yang sangat lama, bahkan hingga ratusan tahun pun belum tentu akan selesai," Raja Tao memberikan pendapatnya.


"Kalian tidak mengerti, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, semua itu tergantung dari tekad. Dewa pun juga sudah menciptakan alam semesta beserta kehidupan di dalamnya hanya untuk dipelajari oleh mahluk yang ia ciptakan. Jika tidak seperti itu, tidak mungkin para dewa akan menciptakan seluruh alam semesta beserta dunia ini!" kata Chinmi.


"Aku hanya mengatakan akan apa yang pernah aku baca," jawab Chinmi.


"Jadi yang kamu katakan hanya kutipan buku yang kamu baca? Jadi bukan dari pikiranmu sendiri?" tanya Li Xiang setelah mengetahui jika pencerahan Chinmi ternyata bukan dari dirinya, melainkan dari buku bacaan.


"Benar sekali Ayah, karena itu perbanyaklah membaca, karena membaca akan membuat wawasan akan dunia semakin bertambah, dan dengan membaca juga kita akan mengetahui akan seperti apa dunia," kata Chinmi.


"Apakah perkataanmu ini juga dari buku?" tanya Raja Tao.


"Sebagian tidak dan sebagian iya!" jawab Chinmi sambil terkekeh.

__ADS_1


"Kau ini...!" Li Xiang sungguh kehabisan kata-kata dibuat Chinmi.


Mereka semua melanjutkan jamuan tersebut hingga beberapa saat, dan setelah acara jamuan Chinmi selesai, datang seorang gadis memakai gaun mewah yang bertabur manik-manik permata dengan beragam warna.


"Mai'er, syukurlah kau sudah datang, mari ayah akan memperkenalkan mu dengan seorang pemuda," kata Raja Tao kepada gadis tersebut.


Gadis tersebut hanya tersenyum lembut menanggapi perkataan Raja Tao dan kemudian berjalan kesamping Raja Tao dan berdiri disisi Raja.


"Chinmi, ini adalah putriku yang aku bicarakan tadi namanya adalah Xiu Mai!"


"Salam Tuan Putri!" kata Chinmi sambil memberi hormat sedangkan Xiu Mai juga membalas dengan anggukan.


Chinmi sudah menyapa Xiu Mai, namun Xiu Mai sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun kepada Chinmi sehingga Chinmi hanya bisa menggaruk kepalanya saja.


"Mai'er, Chinmi ini adalah putra Jendral Li Xiang, dan dia juga seorang pendekar hebat yang dijuluki Pendekar Naga Langit," kata Raja Tao menceritakan akan siapa Chinmi dengan lengkap kepada putrinya.


Xiu Mai memperhatikan Chinmi dari atas sampai bawah, "Maafkan aku tuan muda, aku tidak tahu jika tuan muda adalah Pendekar Naga Langit yang telah berjasa kepada kerajaan ini, sekali lagi maaf atas ketidak tahuanku ini!" kata Xiu Mai dengan nada lembut dan halus.


"Itu hanyalah kabar saja Tuan Putri, jadi tidak perlu dibicarakan," kata Chinmi.


"Baiklah, dari pada kita bicara disini, sebaiknya kita pindah ke ruang pertemuan!" ajak Raja Tao.


"Maaf Yang Mulia, sekarang saya harus cepat pamit karena ada sesuatu yang harus saya lakukan di rumah," kata Chinmi.


Rencana yang dimaksud oleh Chinmi adalah untuk mengatur rencana dengan Bing Long untuk bisa pergi ketempat gurunya berada.

__ADS_1


***


maaf hanya sedikit, saya ingin istirahat dulu malam ini karena sangat lelah dan ngantuk. 😅


__ADS_2