PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Panglima Gila


__ADS_3

***


Chinmi muncul di wilayah kerajaan Api Timur. Dia muncul di atas sebuah gunung yang secara terus-menerus mengeluarkan asap.


"Qie Yin, dimana kamu berada?" batin Chinmi sekaligus berusaha mencari keberadaan Qie Yin dengan mencari energinya.


Setelah berada disana cukup lama, dia sama sekali tidak berhasil merasakan merasakan keberadaan Qie Yin di gunung tersebut.


Chinmi sudah sangat yakin jika perasaanya tidak salah, dia hanya mengikuti instingnya saja. Chinmi yakin jika sebelumnya Qie Yin sempat berada di puncak gunung tersebut.


Chinmi menatap kearah dataran luas di depannya, dia juga melihat ada banyak bagunan dan juga istana Kerajaan Api Timur juga terlihat dari puncak gunung tersebut.


"Tidak mungkin Naga itu membawa Qie Yin ke pusat kota? Aku yakin dia pasti berada di tempat yang sunyi dan jauh dari keramaian!" gumam Chinmi.


Setelah beberapa saat, Chinmi merasakan ada Dua kekuatan yang sedang terbang menuju ke wilayah Kerajaan Angin Selatan.


Dua kekuatan yang ia rasakan setara dengan kekuatan Qie Yin. Chinmi segera mengaktifkan mata Dewa dan segera menatap kearah dua kekuatan besar tersebut.


Chinmi bisa melihat dengan sangat jelas dua orang yang berkekuatan Raja Alam dan di temani oleh empat orang sedang terbang kearah Kerajaan Angin Selatan.


Ketika sedang memperhatikan mereka berdua, Chinmi terkejut karena kedua sosok yang memiliki kekuatan Raja Alam juga menatapnya dari tempat yang sangat jauh.


"Itu..! Bukankah dia itu adalah Guru senior Ho Chen!" Chinmi mengenali keduanya karena Ho Chen sudah mengirim wajah gurunya dan Hanzi sekaligus keenam pecahan energi yang menjadi teman Ho Chen.


"Ternyata mereka berada di sini!" gumam Chinmi kemudian dia segera berpindah tempat.


Chinmi muncul kembali di hadapan Keenam orang tersebut yang ternyata mereka sudah menunggu kedatangannya.


"Bukankah kamu Chinmi? Jadi kamu sudah menyelesaikan latihanmu dengan Ho Chen!" kata Hanzi.


"Salam Senior Eeee..!"


Chinmi memang sudah mengetahui wajah mereka semuanya, namun Chinmi tidak mengetahui namanya.


"Namaku Hanzi, aku yakin Ho Chen sudah memberikan gambaran wajah kami padamu!" kata Hanzi.


"Senior Han, maaf karena aku tidak mengetahui nama Senior, memang benar senior Ho Chen sudah mengirimkan gambaran wajah kalian padaku, namun dia tidak memberitahukan nama kalian padaku!" jawab Chinmi dengan sedikit sungkan.


"Nama Ku Feng Ying, senang bisa bertemu dengan mu Chinmi," kata Feng Ying.


"Senior, senior adalah guru senior Ho Chen, kalau begitu aku akan memanggilmu guru juga!" kata Chinmi.


Chinmi menoleh kearah keemaot orang yang berada di belakang Hanzi, Chinmi dapat merasakan kekuatan keempatnya berada di tingkat Sihir.


"Mereka berempat siapa?" tanya Chinmi.


Dia jelas tidak mengenalnya karena Chinmi tidak pernah bertemu dengan mereka sebelumnya, namun dua di antara mereka mengetahui dan mengenali Chinmi.


"Mereka adalah para jendral yang Kerajaan nya sudah di rebut oleh pendekar lain!" kata Feng Ying.


Tio Li segera maju, dia sebenarnya merasa khawatir jika sampai Chinmi mengetahui jati dirinya serta ketiga jendral lainnya yang sedang menyamar, dia takut Chinmi akan marah atau yang lebih buruk lagi bisa menghabisi mereka berempat.


"Pendekar Naga Langit, kami adalah para jendral dari Kerajaan Angin Selatan, kami terpaksa menyamar karena Kerajaan kami sudah di kuasai oleh para Pendekar dari Benua Daratan Selatan, bahkan Raja kami juga sudah mereka bunuh!" kata Tio Li.


"Owh, jadi kalian para Jendral dari Kerajaan Angin Selatan? Jadi sekarang Raja kalian sudah mendapatkan ganjaran akan keputusannya bekerja sama dengan para pendekar dari Benua Daratan Selatan?" tanya Ho Chen memastikan.


"Be-benar Pendekar!" jawab Tio Li dengan suara gugup.


"Inilah akibatnya karena Raja kalian sudah memilih pihak yang salah, ini juga menjadi pelajaran bagi kalian berempat!" kata Chinmi.


"Pendekar, kami tahu jika Raja kami sudah melakukan kesalahan yang sangat besar, dan sekarang dia sudah mendapatkan balasan atas perbuatannya," kata Tio Li kemudian dia dan ketiga jendral lainnya mendekat dan membungkuk di hadapan Chinmi.


"Pendekar, atas nama Kerajaan Angin Selatan, kami mohon maaf atas semua yang Kerajaan kami perbuat, sekarang kerajaan kami sudah di rebut oleh pendekar dari Benua lain, dan Tuan Putri Mu Liyi saat ini menjadi buronan, begitu juga dengan kami!" kata Tio Li.

__ADS_1


"Tuan Putri Mu Liyi?" tanya Chinmi dengan mengangkat sebelah alisnya, dia teringat nama Putri Xi Liyi.


"Tuan Putri Mu Liyi adalah satu-satunya putri Raja Shao yang berhasil selamat, namun sekarang dia menjadi buronan dan salah satu Panglima dari mereka menginginkan nya! Karena itu kami berusaha mencarinya dan akan melindunginya!" kata Tio Li.


Chinmi terdiam sesaat, dia teringat pengalamannya ketika masih menjadi buronan Kerajaan Bumi Barat.


"Begitu rupanya! Sekarang apakah kalian sudah mengetahui dimana Tuan Putri kalian itu berada?" tanya Chinmi.


"Kami sudah mengetahuinya, dia berada di Sekte Pedang Suci, dan senior Feng Ying yang berhasil menemukannya hanya dengan melihay gambar wajahnya saja!" kata Tio Li.


"Boleh aku melihat gambar wajahnya juga?" tanya Chinmi.


Tio Li menyerahkan gulungan kertas sedikit besar, gulungan tersebut adalah gambar wajah Mu Liyi yang di gambar oleh Lun Xinxi.


Chinmi memperhatikan gambar wajah tersebut, kemudian dia menatap kearah Sekte Pedang Suci yang sangat jauh dari tempatnya.


"Hem..! Ternyata dia memang berada di sana!" namun senior kenapa kalian tidak kesana dengan berpindah tempat saja?" tanya Chinmi kepada Hanzi.


"Chinmi, jika kami berdua saja mungkin bisa, namun jika berpindah tempat dengan membawa mereka berempat sekaligus, itu sedikit sulit, kami hanya bisa membawa satu orang saja, dan sisanya harus menunggu giliran!" kata Hanzi.


"Yang di katakan oleh senior Hanzi memang benar, mungkin kami bisa pergi berdua kesana dan meninggal mereka berempat, namun mereka juga menjadi buronan, dan pendekar yang mengincar mereka bukan pendekar sembarangan!" kata Feng Ying.


Mereka berdua juga sudah berpikir matang, jika harus memaksa berpidah tempat dengan membawa mereka satu persatu hanya membuat repot saja.


"Kalian ini suka sekali memberikan penjelasan yang membuat kepalaku pusing! Begini saja, aku akan membawa kalian semuanya sekaligus, jadi kalian berempat berpeganglah satu sama lain!" kata Chinmi yang kepalanya merasa pusing mendengar penjelasan yang menurutnya hanya membuat pusing kepalanya saja, namun dia tahu jika itu hanya alasan Hanzi dan Feng Ying saja.


Jika kekuatan Raja Bumi saja bisa berpindah tempat dan bisa membawa lebih dari satu orang untuk berpindah tempat, kenapa kekuatan puncak dari Raja Alam harus tidak bisa?.


Karena itulah Chinmi tidak mau berlama-lama, dia akan membatu mereka berempat untuk berpindah tempat, kemudian dia akan kembali melanjutkan mencari Qie Yin.


Hanzi dan Feng Ying hanya saling berpandangan, mereka sebenarnya hanya ingin melihat-lihat dunia Chinmi, menurut mereka kapan lagi bisa melihat dunia lain.


Namun sepertinya semua itu akan segara berakhir karena Chinmi sepertinya mengetahui akan rencana mereka yang sebenarnya.


Chinmi segera membawa mereka berempat berpindah tempat, kemudian disusul oleh Hanzi dan Feng Ying.


***


Di Sekte Pulau Es, Ying dan Yang duduk bersama dengan Zhihui, mereka berdua awalnya datang setelah selasai membuat pagar pelindung.


Zhihui menyabut kedatangan mereka berdua setelah mereka mengatakan jika mereka berdua adalah teman-teman Chinmi.


"Ketua Zhihui, sejauh mana ketua mengenal Chinmi?" tanya Ying.


Sifat Ying sangat lembut dan tutur katanya juga sangat sopan, dia adalah satu-satunya pecahan energi yang tidak terlalu bertingkah aneh serta pendiam.


Namun karena saat ini dia sedang dalam tugas, dia terpaksa banyak bicara, dan itu sebenarnya membuat Yang merasa aneh.


"Dia adalah pemuda yang baik, hebat, dan juga tampan. Aku berharap kelak dimasa depan dia bisa membuat perubahan di seluruh Benua Daratan Tengah ini!" jawab Zhihui.


"Aku tidak tahu seperti apa adat dan tata cara kehidupan di Benua ini, namun jika aku boleh menilai, di dunia ini tidak ada sifat kebersamaan, bahkan untuk bekerja sama sekalipun butuh paksaan!" kata Yang.


Zhihui menyadari akan hal itu, dia sudah melihat sendiri seperti apa ketika sedang dalam pertemuan, di mana saat itu masih ada sekte lain yang tidak ingin bergabung.


Butuh waktu dan paksaan untuk bisa meyakinkan dan memaksa mereka untuk bergabung, namun bukan itu yang menganggu pikiran Zhihui yang sebenarnya, namun perkataan Yang lah yang membuat pikirannya terganggu.


"Maaf jika orang tua ini lancang bertanya! Jika aku boleh tahu, dari mana sebenarnya kalian berasal?" tanya Zhihui.


"Kami berasal dari tempat yang sangat jauh, aku tidak bisa menyebutnya, namun yang jelas kedatangan kami hanya demi menolong dunia teman kami, yaitu Chinmi," kata Yang.


"Yang, sepertinya Tuan Hanzi dan Feng Ying sedang bersama dengan seorang pemuda!" Ying memotong pembicaraan Yang dan Zhihui.


Walau terlihat sedang santai dan berbincang-bincang, namun Ying akan selalu memantau semuanya dan secara terus menerus berkomunikasi dengan Hanzi.

__ADS_1


Yang mengaktifkan mata dewa nya, dia juga bisa melihat jika Hanzi dan Feng Ying sedang bersama dengan seorang pemuda asing, sedangkan Zhihui tidak mengerti akan apa yang sedang di lihat oleh mereka berdua.


Zhihui berkali-kali menoleh kearah yang di tatap oleh Ying dan Yang, namun dia tidak melihat apapun kecuali tembok es saja.


"Tuan Hanzi, siapa pemuda itu, apakah Tuan butuh bantuan kami?" tanya Ying melalui telepati.


Hanzi dan keenam pecahana energi lainnya adalah satu, sehingga mereka bisa saling terhubung walau jarak mereka sangat jauh.


"Tidak perlu Ying, pemuda ini adalah Chinmi, jadi kalian berdua tetap saja di sana dan terus jaga ke amanan disana hingga aku memanggil kalian nanti!" kata Hanzi.


Perkataan Hanzi hanya bisa di dengar oleh Ying dan Yang saja, dan juga ke empat pecahan energi yang lain.


"Owh..! Jadi itu pemuda yang bernama Chinmi? Emm.. Tidak buruk!" suara Kun terdengar oleh mereka.


"Kun, perkataanmu itu sangat tidak baik! Pemuda setampan dia kamu bilang tidak buruk, kamu yang buruk?" suara Niu juga terdengar oleh mereka.


"Apa kamu ingin mengajak ribut denganku Niu?" tanya Kun dengan suara geram.


"Aku tidak ada waktu untuk meladeni mu, aku saat ini saja juga merasa bosan karena harus bersama dengan situs Yu ini!" kata Niu.


"Kenapa kamu malah membawa-bawa namaku?" suara Yu juga terdengar dan proses kepada Niu.


"Sudah-sudah, kalian ini sering sekali bertengkar, ingat ini dunia lain, jadi tunjukkan rasa sopan kalian, dan jangan sampai nama Chinmi tercemar karena sikap kalian!" kata Ming Hao.


Semuanya terdiam, mereka sadar jika saat ini mereka sedang dalam tugas penyamaran dan mengaku-ngaku sebagai teman Chinmi.


Jika sampai tingkah mereka buruk, maka nama Chinmi juga akan menjadi buruk, dan jika sampai itu terjadi, maka semuanya akan menjadi kacau, dan yang lebih Niu, Kun, dan Yu takuti jika sampai Ho Chen mengetahuinya, bukankah mereka akan menghadapi kemarahan Ho Chen.


"Tuan Hanzi, jika tuan dan Feng Ying membutuhkan bantuan kami, maka kami akan segara datang!" kata Ying.


"Tidak akan ada masalah yang akan terjadi kepada kami, kecuali jika sampai mahluk yang menjadi musuh Ho Chen itu muncul! Jadi untuk saat ini kalian fokus saja menjaga wailyah yang sudah aku serahkan pada kalian, karena aku yakin pendekar yang sudah di kalahkan oleh Feng Ying bukan satu-satunya pendekar yang memilki kekuatan Raja Bumi!" kata Hanzi.


"Ying, Yang! Kenapa kalian berdua tiba-tiba saja terdiam?" tanya Zhihui yang sejak tadi merasa bingung karena Ying dan Yang tiba-tiba saja terdiam.


"Tidak ada apa-apa! Kami hanya terkesima dengan tembok es itu!" kata Yang sambil menunjuk kearah tembok Es.


Zhihui menoleh kearah tembok es dengan keheranan, jika saja mereka bilang seperti itu saat baru tiba itu mungkin pantas.


Namun mereka sudah lebih dari dua Minggu berada di Sekte Pulau Es, "Hehehe...!" Zhihui hanya bisa tertawa dengan expresi yang masih kebingungan.


***


"Mao Tse, kenapa Gou Zhing belum juga memberi kabar apapun?"


"Aku juga tidak tahu Panglima, mungkin saja Gou Zhing masih belum menemukan Putri Shao Ming itu!"


Di Aula Kerajaan Angin Selatan, Mao Tse dan Panglima Gajah sedang berbincang-bincang, mereka sedang membahas akan kepergian salah satu rekan Mao Tse yang sedang membuntuti keempat Jendral.


"Ini sudah lebih sebulan, namun Gou Zhing sama sekali tidak memberikan kabar apapun, bahkan memberi tahu perkembangan saja juga tidak!" kata Panglima Gajah.


"Dari pada kamu menunggu kabar tidak jelas, kenapa kamu tidak mengutus Tian Xian untuk menyusulnya!" Panglima Elang datang demgan membawa kipas di tangan kanannya.


Panglima Gajah mengangkat alisnya saat melihat Panglima Elang memegang kipas dan mengipas-ngipas wajahnya.


"Kenapa dengan wajahmu?" tanya Panglima Gajah.


"Emm, kenapa? Owh aku tahu! Kamu pasti tertarik dengan kecantikan wajahku bukan?" tanya Panglima Elang sekaligus menggoda.


Panglima Gajah berusaha menahan diri agar tidak muntah ketika Panglima Elang menggodanya, "Dasar, cocoknya kamu diberi gelar sebagai Panglima Gila!" batin Panglima Gajah.


"Panglima..! Panglima..! Lapor Panglima, tuan Gou Zhing ada di depan pintu Panglima!" kata salah satu anggota Panglima Gajah.


"Dia sudah datang? Baguslah, dia pasti datang membawa gadis itu, kalau begitu suruh dia masuk!" kata Panglima Gajah dengan senyum bahagia dan dia berharap Gou Zhing datang membawa Mu Liyi.

__ADS_1


__ADS_2