PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Ucapan perasaan terakhir Qie Yin


__ADS_3

***


Dunia Alam Dewa tiba-tiba saja bergetar hebat, dan seluruh langit berubah-ubah warnanya, hal itu disebabkan oleh Chinmi yang saat ini sudah berhasil menyerap seluruh qi yang ada Bola Nirwana.


Tiga garis lurus juga muncul di keningnya, pertanda Chinmi sudah berhasil memasuki kekuatan Tingkat Dewa.


Aura yang begitu kuat juga terpancar dari tubuhnya sehingga membuat Chinmi semakin terlihat berwibawa.


Chinmi membuka matanya secara perlahan-lahan, dia dapat merasakan ada sensasi yang berbeda ketika sebelum menyerap Bola Nirwana tersebut hingga habis.


Chinmi dapat merasakan ledakan qi di dalam tubuhnya yang tidak terbatas jumlahnya.


"Sekarang kamu sudah berada di tingkat Dewa, setalah ini kita akan kembali ketempat senior Lio Long dan Senior Yinfei untuk menyelesaikan tahap penyempurnaan yang terakhir!" kata Ho Chen.


"Kenapa kita tidak melakukan nya di sini saja senior?" tanya Chinmi dengan heran.


"Bisa saja aku menyempurnakan kekuatanmu ketingkat Dewa Abadi disini, namun sekarang aku harus kembali ke duniaku terlebih dahulu, dan nanti senior Yinfei dan Lio Long lah yang akan menyempurnakan kekuatan mu!" kata Ho Chen.


Chinmi hanya bisa mengangguk, namun sebenarnya dia ingin sekali mengetahui akan sekuat apa dirinya saat ini.


"Mari kita kembali!" kata Ho Chen kemudian dia menjentikkan jarinya dan mereka berdua menghilang dari Dunia Alam Dewa.


Mereka berdua kembali muncul di dunia yang berbeda, dan dunia tersebut adalah dunia ciptaan Lio Long, dan di sana Yinfei dan Lio Long sedang melatih Qie Yin.


"Ho Chen, Chinmi! Akhirnya kalian datang juga," sambut Lio Long.


"Sepertinya Chinmi sudah berhasil mencapai ketingkat Dewa, namun kenapa pintu keenamnya tidak kamu buka?" tanya Yinfei.


Qie Yin yang berhenti berlatih segera menghampiri mereka berdua dan berdiri di hadapan Chinmi.


Chinmi memberikan senyum hangatnya kepada Qie Yin dan Qie Yin membalasnya, Qie Yin juga memperhatikan ada tiga garis kuning berdiri tegak di kening Chinmi.


"Seperti yang senior rasakan, dia memang sudah berhasil, namun untuk menyempurnakannya, aku akan serahkan kepada kalian berdua karena aku harus kembali dulu ke dunia ku," jawab Ho Chen.


Sudah sangat lama Ho Chen meninggalkan Qiao Lin sehingga dia berencana pulang dan menemui istrinya.


"Owh iya aku hampir lupa, saat ini Hanzi dan keenam pecahan energi sekaligus gurumu berada di dunia Chinmi untuk membantu mengatasi kekacauan di sana!" kata Yinfei.


Ho Chen dan Chinmi terkejut mendengarnya, Ho Chen terkejut karena Hanzi dan gurunya bisa sampai ketempat sejauh ini, sedangkan Chinmi terkejut karena di dunianya saat ini sedang dalam masalah.


"Benarkah? Jika demikian biarlah, tidak ada salahnya dia berpetualang ke berbagai galaxi," ucap Ho Chen dengan tertawa lebar.


"Senior Yin, apakah masalah di duniaku sangat serius?" tanya Chinmi.


"Tidak juga, hanya masalah kecil saja, jadi kamu tidak perlu memikirkannya!" jawab Yinfei.


Qie Yin sendiri tidak bicara sepatah katapun, matanya tidak mau lepas untuk memandang Chinmi.


"Kalau begitu aku akan pergi, mulai sekarang Chinmi akan berada di bawah bimbingan kalian!" kata Ho Chen.


Ho Chen tidak akan hanya pulang ke dunianya, dia juga akan berencana mencari Cao Yuan, karena menurut Ho Chen sudah waktunya bagi Cao Yuan untuk memberikan latihan kepada Chinmi.


"Percayakan saja Chinmi pada kami!" kata Lio Long.


"Chen, sebelum kamu pergi, aku ingin meminta bantuan mu!" kata Yinfei.


"Apa itu Senior?" tanya Ho Chen.


"Saat ini Yin'er sudah mencapai puncak dari tingkat Raja Alam, namun aku tidak tahu bagaimana caranya untuk membuat dia mencapai ke tingkat Dewa Abadi, jadi aku butuh bantuan mu untuk mencari tahu," kata Yinfei.


Ho Chen memperhatikan Qie Yin dengan seksama kemudian dia mengaktifkan Sihir mata Nirwana untuk melihat setiap titik aliran energinya.


Hal itu sebelumnya sudah di lakukan oleh Yinfei, namun dia juga tidak bisa menemukan solusinya.


"Aku juga tidak tahu senior, setiap titik energi nya memiliki alur yang berbeda, sepertinya dia memiliki cara yang berbeda dengan kita, namun nanti aku akan berusaha untuk mencari tahu," kata Ho Chen kemudian dia menatap kearah Chinmi.

__ADS_1


"Chinmi, sampai jumpa di pertemuan kita selanjutnya, jika suatu saat kamu kembali ke dunia mu, carilah Guru ku yang bernama Feng Ying dan juga senior Hanzi beserta Keenam pecahan energi di sana!" kata Ho Chen kemudian dia menyentuh kening Chinmi dan memberitakan gambaran akan gambaran wajah mereka semua kepada Chinmi.


Setelah semuanya selesai, Ho Chen mengaktifkan mode Dewa nya dan kemudian dia menghilang dari hadapan Chinmi dan semuanya.


"Jadi mereka itu adalah teman dan guru senior Ho Chen!" gumam Chinmi setelah mengetahui wajah Feng Ying dan yang lainnya.


"Chinmi, bolehkan aku bertanya sesuatu padamu?" Qie Yin yang sejak tadi diam kini mulai bersuara.


"Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Chinmi dengan lembut.


"Chinmi, jika suatu saat aku tiba-tiba saja menghilang, apakah kamu akan berusaha mencari ku?"


Chinmi mengerutkan dahinya, dia merasa pertanyaan Qie Yin sangat aneh, "Apa yang kamu katakan? Tidak mungkin kamu akan menghilang, lagi pula selama kamu berada di sini, kamu akan tetap aman, namun jika hal itu benar-benar terjadi, maka aku berjanji akan mencari mu dan aku pasti akan menemukan mu!" kata Chinmi.


Qie Yin bernafas lega, dia bertanya demikian hanya ingin mengetahui apakah Chinmi perhatian padanya atau tidak. Lagi pula Qie Yin sadar jika dirinya mungkin akan terlambat untuk mencapai tingkat Dewa seperti Chinmi, sehingga dia tidak tahu akan hal apa yang akan terjadi di masa depan.


"Sudahlah, sebaiknya kamu bersiap, kita akan segara mamasuki Alam lain untuk membuka pintu Dewa mu!" kata Yinfei.


Untuk membuka pintu Dewa membutuhkan tempat khusus yang memiliki ketahanan terhadap ledakan energi Chinmi nantinya.


"Alam apa lagi itu?" tanya Chinmi.


Akhir-akhir ini dia merasa selalu berpindah tempat dan pergi keberbagai alam lain untuk berlatih, dan kini untuk menyempurnakan kekuatan Dewa Abadi, dia harus pergi ke alam lain lagi.


"Alam yang akan kita tuju bukan alam luar, namun tetap di tempat ini, aku hanya akan membuat alam ini khusus untuk kita saja, sedangkan untuk orang luar alam tidak akan bisa melihat atau mendengar apapun yang ada di dalam, begitu juga sebaliknya," kata Yinfei.


Dulu Yinfei pernah membuat tempat tersebut saat menyempurnakan kekuatan Ho Chen, kini dia akan melakukanya lagi.


"Lio Long, ikutlah dengan kami, aku butuh bantuan mu nanti untuk memperkuat dinding dari dalam saat terjadi ledakan energi," kata Yinfei.


"Tentu, aku akan ikut dengan kalian!" jawab Lio Long.


"Bagaimana denganku, apakah aku juga bisa ikut?" tanya Qie Yin.


Yinfei dan Lio Long menoleh kearah Qie Yin dan kemudian Yinfei menggelengkan kepalanya, "Tidak bisa Yin'er, ini terlalu berbahaya bagimu, saat terjadi ledakan energi nanti, kamu tidak akan mampu menahan ledakan tersebut, bahkan bisa-bisa tubuhmu akan hancur menjadi debu," jawab Yinfei.


Jika nanti Chinmi juga melakukan hal yang sama, maka semua akan baik-baik saja. Namun jika tidak, maka Yinfei dan Lio Long harus segera membuat pelindung untuk diri mereka sendiri sekaligus memperkuat alam yang akan di buat oleh Yinfei.


Bisa di bilang jika semua itu untuk mengantisipasi hal buruk yang bisa saja terjadi.


"Yin'er, suatu saat giliran mu juga akan segera tiba, jadi kamu bisa menunggu kami disini, ini tidak akan lama, paling cepat hanya dua hari, dan paling lambat hanya seminggu di dunia ini!" kata Yinfei.


"Baiklah, aku akan menunggu kedatangan kalian disini!" kata Qie Yin dengan suara seperti berat.


Yinfei dan Lio Long mengaktifkan mode Dewa mereka secara bersamaan dan kemudian membuat sebuah kubus seukuran rumah berwarna emas di hadapan mereka.


"Masuklah Chinmi!" seru Yinfei.


Chinmi menatap Qie Yin sesaat dan Qie Yin menganggukkan kepalanya pertanda menyuruh Chinmi untuk segera masuk.


Chinmi membalas dengan senyuman lembut dan disertai dengan anggukan pelan kemudian dia memasuki kubus emas tersebut.


Setelah Chinmi masuk kedalam kubus tersebut, Yinfei dan Lio Long juga masuk kedalam kubus tersebut. Setelah mereka bertiga sudah masuk, kubus tersebut perlahan-lahan mulai terlihat transparan dan kemudian menghilang.


Qie Yin masih menatap kearah kubus yang sudah menghilang dari pandangannya, "Chinmi, cepatlah kembali, aku akan selalu setia menunggu mu di tempat ini!" kata Qie Yin.


"Kamu tidak perlu menunggu nya Dewi, lebih baik kamu pergi bersamaku."


Qie Yin terkejut kerena terdengar suara yang berbicara padanya, "Siapa yang bicara padaku? Aku Ho Qie Yin bukan Dewi!" kata Qie Yin.


"Itu menurutmu, namun menurutku kamu tetaplah Dewi Kegelapan!"


Qie Yin berusaha menemukan sosok yang bersuara tersebut, namun dia tidak bisa menemukannya.


"Siapapun dirimu, tunjukkan wajahmu di hadapanku sekarang juga!" kata Qie Yin.

__ADS_1


"Sesuai perintah mu Dewi!" jawab suara tersebut dan kemudian sosok tersebut muncul di hadapan Qie Yin.


"Kau..!" Qie Yin segera mengenali sosok tersebut, dia tidak lain adalah She Long.


"Bagaimana kamu bisa mengetahui jika aku berada disini?" tanya Qie Yin sekaligus dia bersiaga penuh.


"Hormat murid kepada Dewi Kegelapan! Aku sudah memasang tanda di tubuh Dewi, walau butuh waktu cukup lama untuk menemukan mu, namun akhirnya aku berhasil menemukan keberadaan mu disini!" kata She Long.


"Sudah ku katakan, aku bukan Dewi yang kamu maksud, dan aku tidak pernah memiliki murid!" kata Qie Yin.


"Aku tahu Dewi sudah lupa akan siapa Dewi sebenarnya, dan Dewi juga lupa akan siapa diriku, namun sekarang aku tidak menjelaskan akan hal itu, yang aku inginkan Dewi sebaiknya ikut denganku, mari kita pergi dan kita akan segara menguasai seluruh alam semesta!" kata She Long.


"Aku tidak mau ikut denganmu, lebih baik aku mati dari pada harus pergi dari sini!" kata Qie Yin kemudian dia menyerang She Long dengan sihir debunya.


"Sihir Debu Penghancur Tahap Tiga."


Tidak tanggung-tanggung, Qie Yin berniat menghabisi She Long dengan Debu penghancurnya.


Kekuatan Qie Yin saat ini sudah sangat besar dan sihir Debu nya juga semakin kuat dan juga memiliki daya membunuh yang lebih mengerikan.


Namun bagi She Long, itu masih belum cukup untuk bisa menembus kulitnya, lagi pula kekuatan keduanya masih sangat jauh berbeda.


She Long menerima setiap serangan debu penghancur Qie Yin tanpa menghindarinya, dan setiap cahaya debu yang mengenai kulitnya hanya menyisakan kepulan asap kecil.


"Jangan paksa aku untuk melakukan kekerasan padamu, sebaiknya kamu menurut dan pergi bersamaku, jika tidak maka..!" She Long mengarahkan tapaknya kearah Qie Yin.


Qie Yin merasakan akan terjadi hal yang buruk sehingga dengan cepat dia membuat perisai pelindung dari debu.


"Maafkan aku Dewi, aku terpaksa akan melumpuhkan mu!" kata She Long kemudian dia melepaskan cahaya merah yang sangat panas.


Cahaya tersebut adalah cahaya dari api terkuat, dan dengan cepat cahaya tersebut melesat kearah Qie Yin.


Qie semakin mempertebal perisai Pelindung nya sehingga terlihat seperti gumpalan debu besar yang berputar-putar dan membuat seluruh dunia ciptaan Lio Long seperti terkena badai topan.


Cahaya merah tersebut menerobos perisai debu milik Qie Yin, cukup lama bagi She Long untuk bisa menebusnya karena Qie Yin secara terus menerus mempertebal perisai debunya.


Benturan keduanya membuat seluruh dunia ciptaan Lio Long bergetar hebat, dan pada akhirnya meledak.


Ledakan yang sangat besar membuat banyak kerusakan di tanah, dan Qie Yin yang melayang di udara perlahan-lahan mulai turun.


Qie Yin mendapatkan luka dalam yang membuta dirinya sulit untuk mengatur nafasnya, dia berusaha untuk tetap bertahan walau sudah harus menahan rasa sakitnya.


Dengan sisa tenaga yang ia miliki, dia berencana membuat kurungan debu dan akan mengurung dirinya bersama She Long agar dirinya dan She Long tidak pergi dari dunia ciptaan Lio Long.


Jika itu juga tidak berhasil, maka Qie Yin dengan terpaksa akan meledakkan dirinya bersama She Long.


"Chinmi, aku menyesal karena tidak sempat mengungkapkan perasaanku padamu, bisa bertemu dengan mu untuk yang terakhir kalinya aku sudah sangat senang," kata Qie Yin kemudian dia melepaskan sisa energinya.


Seluruh debu di dunia ciptaan Lio mulai beterbangan dan semuanya menuju kearah Qie Yin, sedangkan She Long hanya menghela nafas panjang.


"Sepertinya aku harus membuatnya tidak sadarkan diri dan akan segera aku hapus ingatannya!" gumam She Long kemudian dengan cepat dia sudah berada dihadapan Qie Yin yang masih berkonsentrasi mengumpulkan semua debu yang ada di dunia ciptaan Lio Long.


She Long meletakkan tapak di dada Qie Yin dan kemudian sebuah energi panas keluar menghantamnya dan menebus tubuhnya.


Qie Yin yang tidak siap langsung muntah darah dan kemudian energinya mulai berkurang, dia jatuh berlutut dengan darah masih keluar dari mulutnya.


Secara perlahan-lahan pandangannya mulai kabur, namun tatapannya masih mengarah ke tempat dimana kubus emas itu menghilang.


Sebelum kesadaran Qie Yin hikmah sepenuhnya, dia sempat mengucapkan gumaman pelan dari mulutnya.


"Chinmi.. Aku.. Mencintaimu..!"


Ucapan perasaan terakhir Qie Yin mengakhiri kesadarannya, dan dia tergeletak dengan wajah terlihat sedih.


"Hahahaha...! Sekarang tidak akan ada lagi yang bisa menghentikan ku, dengan tambahan kekuatan Dewi Kegelapan, aku akan menguasai seluruh alam semesta dan aku juga akan menguasai seluruh Kahyangan dan akan aku musnahkan seluruh Dewa di sana!" seru She Long dengan tertawa lantang yang menggema.

__ADS_1


She Long mengangkat tubuh Qie Yin yang sudah tidak sadarkan diri, dan dia segera membawa Qie Yin pergi dari tempat tersebut tanpa ada satupun manusia dewa yang mengetahuinya.


__ADS_2