PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Aura Kaisar


__ADS_3

"Ada apa lagi?" tanya Long Wang yang tidak jadi untuk pergi.


"Eh bisakah sebelum pergi kamu ambil dulu Mustika para Hewan Iblis itu?"


Long Wang menatap 23 Hewan Iblis yang sudah terkapar tak bernyawa, "Untuk apa? Apakah untuk meningkatkan Energi mu?" tanya Long Wang.


"Benar, namun tidak hanya itu, aku akan menjual sisanya agar bisa dapat uang," jawab Chinmi.


Long Wang berdecak kesal, dia menyesal karena tidak mengambil semua kesadaran Chinmi walau hanya sesaat, dengan begitu dia tidak perlu repot-repot mengambil mustika Hewan Iblis itu.


Dengan wajah kesal, Long Wang akhirnya hanya bisa menuruti keinginan Chinmi, setelah semuanya ia ambil dan memasukkannya kedalam kalung.


Long Wang kembali bertanya kepada Chinmi, "Apa sudah tidak ada lagi yang ingin kamu minta?"


Chinmi hanya tersenyum canggung kemudian menjawabnya, "Tidak Ada, maaf telah meropotkanmu dan sekali lagi terima kasih!" kata Chinmi.


"Baiklah aku tidak mau lagi membuang-buang waktuku disini," kata Long Wang kemudian melemparkan pedangnya kelangit.


Pedang tersebut melayang di udara dan berputar-putar cukup lama sebelum akhirnya turun dan berhenti di dekat kedua kaki Chinmi.


Chinmi atau bisa dibilang Long Wang yang berada di tubuh Chinmi segera menginjakkan kakinya di atas pedang tersebut, kemudian pedang tersebut secara pelahan-lahan melayang ke udara dengan tubuh Chinmi yang berada diatasnya.


Sebenarnya Long Wang bisa saja terbang, namun demi menghindari kecurigaan semua orang, dia lebih memilih untuk menaiki pedang tersebut agar dikira jika pedang tersebutlah yang terbang dan bukan dirinya.


Long Wang terkejut ketika merasakan kehadiran salah satu dari keempat makhluk terkuat saat merasakan kekuatannya dari jauh.


"Ini kekuatan salah satu dari empat Makhluk itu! Ternyata dia berada di sini," gumam Long Wang saat merasakan getaran hebat yang di akibatkan oleh energi salah satu mahluk tersebut.


Pertempuran dari arah istana sangat terdengar dengan jelas ke lokasi Chinmi berada, setiap ledakan yang di timbulkan oleh pertempuran juga bisa didengar.


"Ada apa? Kenapa suaramu terdengar tertekan seperti itu?" tanya Chinmi.

__ADS_1


"Dengar masalah yang kamu hadapi lebih sulit dari yang ku kira, namun aku akan mencoba untuk mengusirnya dengan cara menggunakan aura Jendral Raja Perang, jika dia tidak juga pergi, maka aku pun tidak bisa menjamin apakah akan bisa menghadapinya atau tidak," ucap Long Wang.


"Jadi kamu tidak sanggup untuk menghadapi kekuatan besar ini?" tanya lagi Chinmi.


"Bukan tidak sanggup, dengan tubuhmu yang selemah ini, maka tidak mungkin aku bisa mengalahkannya."


Chinmi batuk pelan, dia hanya mau bertanya apakah dia sanggup menghadapinya atau tidak, namun jawabannya cukup rumit dan mengartikan jika Long Wang juga tidak sanggup mengalahkannya.


Chinmi juga sadar jika semua itu karena faktor tubuhnya yang masih lemah, hal itu juga yang membuat Long Wang tidak bisa menggunakan kekuatan maksimalnya.


"Aku akan mencobanya terlebih dahulu," perkataan Long Wang terdengar tidak yakin.


Long Wang mulai mengeluarkan Aura Jendral Dewa Perang yang berwarna biru terang untuk menakuti mahluk kuat yang saat ini berada di istana sekaligus mempercepat kecepatan terbangnya.


"Silau sekali! Apakah ini aura Jendral Dewa Perang?" tanya Chinmi.


"Ini Auara milik Jendral Dewa Perang, kami menyebutnya Aura Kaisar, nanti aku akan mengajarkannya padamu, sekarang kita fokus terhadap lawan yang ada di depan."


Wajah Chinmi terlihat berseri-seri setelah mendengar Long Wang akan mengajarkan Aura Kaisar padanya. Chinmi sendiri sebenarnya memiliki Aura Kematian namun jumlahnya tidak terlalu banyak dan tidak terlalu kental.


Itu semua karena dirinya hanya berhasil membunuh sekitar 40 Hewan Iblis saat berada di Dunia Hewan Iblis, dan membunuh Dua Pendekar secara langsung saat berhadapan dengan dua pendekar dari Sekte Kalajengking Merah.


Aura Kematian sendiri berwarna Hitam, semakin banyak orang tersebut membunuh, maka akan semakin kental juga auranya. Aura kematian lebih terlihat menakutkan, semakin kental Aura kematiannya, maka akan semakin terlihat menyeramkan penggunanya.


Namun Aura Kaisar berbeda, jika tingkat kekuatannya semakin tinggi, maka Aura Kaisar akan lebih terang dan penggunanya akan terlihat seperti berwibawa. Hal inilah yang membedakan antara Aura Kaisar dan Aura Kematian.


Chinmi yang saat ini sudah dikendalikan tubunya oleh Long Wang melesat dengan kecepatan tinggi seolah-olah ingin secepatnya menangkap sosok yang ia yakini sebagai salah satu dari keempat mahluk tersebut.


Hal itu ternyata berhasil membuat sosok tersebut ketakutan, Long Wang bisa melihat jika sosok tersebut lari dengan menggunakan portal hitam yang ia ciptakan.


"Hahaha..! Ternyata dia bisa tertipu juga..!" kata Long Wang ketika menyadari kekuatan sosok tersebut sudah menghilang.

__ADS_1


Long Wang sudah semakin mendekat ke tempat Fan Yuzhen dan ketiga Pertapa lainnya, walau dia sudah mengetahui jika mahluk yang kuat tersebut sudah pergi, namun dia masih bisa merasakan jika masih ada satu mahluk lagi yang belum sempat pergi.


Terlebih lagi masih tersisa sekitar seribu mahluk lagi yang tersisa dan mereka semua adalah para mahluk yang tidak sempat masuk kedalam portal.


"Bukankah itu guru Fan? Sejak kapan dia berada disini?" Chinmi bisa melihat Fan Yuzhen yang berdiri bersama ketiga Pertapa lainnya.


"Yang mana gurumu itu?" tanya Long Wang.


"Kamu mau apa bertanya demikian?" tanya Chinmi dengan nada curiga.


"Tidak, aku hanya ingin tahu saja! lagi pula demi menghindari kecurigaan semua orang, aku ingin berbicara dan bertingkah layaknya seperti dirimu. Jadi aku harus tahu semua nama-nama orang yang nantinya akan menyapanya."


"Terserah kamu saja, jika bisa secepatnya selesaikan semuanya, dan jangan lupa jika nantinya kamu membunuh para Hewan Iblis itu, pastikan mustikanya kamu ambil!" kata Chinmi.


"Sifat mu ternyata cukup menyebalkan!" gerutu Long Wang kemudian mulai turun menghampiri para pendekar Pertapa.


"Chinmi, Cahaya biru barusan itu apa?" tanya Fan Yuzhen dengan keheranan.


"Itu adalah cahaya pedang Naga Langit ini guru!" jawab Chinmi yang sebenarnya masih dikendalikan oleh Long Wang.


"Pusaka Langit ya? tapi kenapa aku rasa ini bukan pusaka Langit, melainkan kekuatannya sebanding seperti pusaka Alam," kata Tian Xing.


"Senior, mau ini pusaka Langit atau bukan itu tidak penting. Yang lebih penting sekarang kita harus menyelesaikan masalah ini!" kata Chinmi seraya menatap ke kerumunan Hewan Iblis yang masih tersisa.


Mereka semua masih ingin bertanya bagaiamana Chinmi bisa mengetahui jika pedang pusaka Langit bisa dinaiki seperti itu, namun mereka tidak jadi bertanya karena mereka tahu jika situasi kekacauan belumlah sepenuhnya selesai.


"Guru, aku serahkan sisa para pendekar itu pada kalian sekaligus dengan Elang gelap itu. Biar aku yang mengurus semua para Hewan Iblis itu!" kata Chinmi diiringi dengan mengeluarkan Aura Kaisar dari pedangnya.


"Chinmi apa kamu yakin? Mereka itu terlalu banyak!" kata Fan Yuzhen.


"Tenang saja guru, percayakan lah semuanya padaku." kata Chinmi kemudian bergerak kearah semua Hewan Iblis yang berada diluar tembok.

__ADS_1


__ADS_2