
***
Fan Yuzhen saat ini sedang bermidatasi seorang diri di sebuah dunia lain yang seluruh langit nya berwarna merah.
Fan Yuzhen sudah hampir membuaka semua pintu di dalam dirinya dan kempat pondasinya juga sudah terbentuk dengan sempurna.
Berkat bimbingan dari Cao Yuan, dia berhasil melakukan semua itu seorang diri, sedangkan Cao Yuan, Ho Chen dan Chinmi pergi meninggalkan nya sendirian untuk pergi ke Nirwana.
Seluruh Dunia tempat Fan Yuzhen mulai bergetar akibat pancaran energi dari Fan Yuzhen, walau getarannya pelan namun itu cukup untuk membuat panik penghuni Dunia tersebut.
"Inikah kekuatan Raja Alam yang di katakan oleh temannya Chinmi?" gumam Fan Yuzhen.
Dia bisa merasakan energinya yang seperti meluap-luap dan akan segera meledak jika Fan Yuzhen tidak mampu membendungnya.
"Dantian ku serasa sangat penuh dengan qi, ini seperti kekuatan tanpa batas saja!" kata Fan Yuzhen kemudian dia mulai melayang ke udara.
Fan Yuzhen membuat sebilah pedang dengan energinya kemudian dia mulai memainkan jurus pedangnya.
"Pedang Angin - Tebasan Badai Angin."
Fan Yuzhen mengayunkan pedangnya kearah bukit besar yang berada jauh di depannya, dan dengan sekali tebas, angin berhembus dengan sangat kencang sehingga menerbangkan batu dan menumbangkan banyak pohon raksasa yang berada di Dunia tersebut.
"Pedang Angin Pembelah Bumi."
Kali ini Fan Yuzhen menebas lurus ke depan dan tercipta energi angin berbentuk bulan sabit raksasa dan melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi kemudian membelah bukit besar itu menjadi dua.
Bekas tebasan pedang Fan Yuzhen memiliki ukuran lebar dua meter dan bukit tersebut terputus oleh tebasan Pedang Fan Yuzhen yang tembus hingga kesebalah bukit.
Fan Yuzhen menghilangkan pedang energinya dan kemudiannya dia memiringkan telapak tangannya dan mengayunkannya sekali lagi kearah Bukit.
"Jurus Pedang Tanpa Pedang."
Fan Yuzhen segera mengayunkan tangannya dan kemudian energi yang sangat besar melesat dengan kecepatan yang tak kasat mata, dan dalam waktu singkat Bukit tersebut seperti terkana serangan tebasan beruntun sehingga banyak batu-batu besar yang berjatuhan, dan batu-batu tersebut seperti terkena tabasan pedang yang sangat tajam.
"Andai sejak dulu aku tahu untuk bisa mencapai ke tingkat ini hanya cukup menyempurnakan semua pondasi dan membuka semua pintu jiwa dalam diriku, pastinya Li Yao tidak akan mati," batin Fan Yuzhen yang mulai teringat kepada Li Yao.
Fan Yuzhen menatap kelangit merah sekligus membayangkan dirinya dan Li Yao di masa lalu. Fan Yuzhen tersenyum pahit saat mengingat kematian Li Yao yang harus mati karena kesalahan praktik.
"Li Yao, andai kamu bisa melihat keturunan mu saat ini, pastinya kamu akan sangat bangga karena keturunan mu memiliki kekuatan Dewa! Kekuatannya melampui kekuatanku, dan sepertinya dia memiliki kekuatan yang sama seperti leluhurnya yang sempat menjadi pendekar terkuat dalam sejarah," kata Fan Yuzhen.
"Eh ngomong-ngomong aku sudah berapa lama berada di tempat ini? Lalu kapan Chinmi selesai dengan urusannya dan datang menjemput ku kesini? Jangan sampai dia lupa dan kembali duluan!" kata Fan Yuzhen yang lupa sudah berapa lama dia berada di Dunia aneh tersebut.
"Wuk au uu au wuhk!!!"
Saat Fan Yuzhen masih memikirkannya akan berapa lama dia berada di dunia aneh tersebut, Seekor mahluk yang wajahnya mirip kera namun tidak memiliki bulu di tubuhnya datang dan bicara kepada Fan Yuzhen sambil mengerakkan tubuhnya seperti sedang pusing dan menunjuk kearah bukit yang terbelah.
Fan Yuzhen mengetahui jika mahluk tersebut adalah mahluk yang menghuni Dunia tersebut, namun Fan Yuzhen tidak tahu siapa mahluk apa itu namanya begitu juga bahasa nya juga yang tidak dia mengerti.
"Kamu mau bicara apa? Aku sama sekali tidak mengerti maksud perkataanmu!" kata Fan Yuzhen.
"Wuk au uu au wuhk!!!"
Mahluk itu tetap bergerak sama seperti sebelumnya sehingga membuat kepala Fan Yuzhen terasa sedikit sakit melihat dan mendengar mahluk itu berbicara lagi seperti itu.
Namun Mahluk itu tetap mengulanginya perkataanya dan melakukan gerakan tersebut berulang-ulang.
Butuh waktu lama bagi Fan Yuzhen untuk mengetahui maksud dari tingkah laku mahluk tersebut.
Setelah mengetahui maksud dari mahluk tersebut, Fan Yuzhen hanya bisa tersenyum cangung, dia sendiri juga bingung bagaimana cara menjelaskannya kepada mahluk tersebut yang pastinya tidak akan mengerti bahasanya.
Mahluk tersebut sebenarnya menceritakan kepada Fan Yuzhen jika tadi sempat ada gempa, dan Bukit besar juga tiba-tiba saja terbelah menjadi dua.
Karena itu Fan Yuzhen merasa canggung dan bingung harus menjelaskan kepada mahluk itu dengan bahasa apa sehingga Fan Yuzhen hanya mengangguk saja pertanda dia juga sudah tahu.
Fan Yuzhen berjalan menuju sebuah batu besar yang biasa dia gunakan untuk bermidatasi, mahluk tersebut juga mengikuti Fan Yuzhen kemudian duduk diam seperti Fan Yuzhen sambil menatap kearah Bukit besar yang sudah terbelah.
"Sekarang kekuatanku sudah sebesar ini! Dengan ini aku akan membantu Chinmi nanti nya dalam setiap tugas-tugasnya!" batin Fan Yuzhen.
Fan Yuzhen dan Mahluk kecil tersebut berada di sana cukup lama sebelum akhirnya Fan Yuzhen bangkit dan ingin memperbaiki semua kerusakan yang sudah ia lakukan.
Fan Yuzhen melayang secara perlahan keudara sedangkan mahluk kecil itu hanya bisa melihatnya dari bawah karena tidak bisa terbang mengikuti Fan Yuzhen.
"Sihir Alam - Pemutar Waktu."
Fan Yuzhen merapalkan mantra tangan dan kemudian sebuah gambar tulisan besar muncul dari telapak tangan Fan Yuzhen.
__ADS_1
Tulisan tersebut terlihat transparan dan kemudian tulisan tersebut berubah menjadi besar dan turun kehutan yang hancur.
Pohon-pohon yang sudah tumbang kini kembali berdiri dan batu serta Bukit juga bergerak dan menyatu kembali seperti semula.
Fan Yuzhen sengaja melakukan itu karena dia sadar jika hutan tersebut adalah rumah bagi para mahluk penghuni Dunia tersebut.
Sihir Alam milik Fan Yuzhen adalah salah satu Sihir Terlarang yang mampu mengembalikan benda selain mahluk hidup yang rusak kembali seperti sebelumnya.
Fan Yuzhen sudah sangat lama memiliki ilmu sihir terlarang tersebut, namun dia hanya bisa menggunakan sihir terlarang tersebut sebanyak lima kali saja karena mantra yang ia gunakan juga memiliki batasan tertentu.
Kali ini dia terpaksa menggunakan Sihir tersebut sehingga kali ini hanya tersisa empat kali saja.
Mata mahluk kecil tersebut melebar melihat hal itu, dia melompat-lompat kegirangan karena merasa bahagian karean hutan yang menjadi rumahnya sudah kembali seperti sebelumnya.
Fan Yuzhen turun secara perlahan dan mendarat tepat di samping mahluk kecil tersebut.
"Sekarang aku sudah mengembalikan rumah mu seperti semula, jadi maafkan aku karena sudah membuat kamu dan kaum mu sempat ketakutan dan juga kehilangan rumah mu dan kaum mu!" kata Fan Yuzhen bicara kepada mahluk kecil tersebut.
Fan Yuzhen tidak tahu apakah mahluk itu akan mengerti atau tidak akan bahasanya, namun yang jelas dia sudah meminta maaf kepada mahluk penghuni Dunia tersebut.
"Sekarang kembalilah kerumah kalian," kata Fan Yuzhen sambil menunjuk kearah hutan.
Mahluk tersebut menoleh kearah yang di tunjuk oleh Fan Yuzhen dan kemudian segera berlari berniat pergi kehutan.
Namun setelah beberapa saat, mahluk kecil tersebut tiba-tiba saja ada yang mendorongnya hingga tubuhnya terlempar cukup jauh sehingga Fan Yuzhen terkejut dan segera melesat untuk menangkap tubuh mahluk kecil tersebut.
Fan Yuzhen berhasil menangkap tubuh mahluk kecil tersebut sebelum jatuh ke tanah dan kemudian meletakkan Mahluk kecil tersebut di bawah pohon kecil.
Fan Yuzhen menatap mahluk yang memukul mahluk kecil itu dengan sangat tajam, dan tidak lama kemudian seekor mahluk bertubuh besar muncul dari balik kabut.
Mahluk tersebut memiliki wajah yang sama dengan mahluk kecil tersebut, namun tubuhnya lebih besar atau sama dengan Fan Yuzhen tingginya.
Mahluk tersebut memiliki mata berwarna merah dengan dua gigi taring panjang mengarah ke bawah dan dua gigi taring lebih kecil mengarah keatas.
Mahluk tersebut menatap Fan Yuzhen yang sedang berdiri di samping mahluk kecil yang sedang tidak sadarkan diri kemudian berseru dengan suara yang sangat keras membuat seluruh mahluk penghuni hutan lari ketakutan.
Dari bentuk wajahnya, mahluk besar tersebut seperti masih satu kaum dengan yang kecil, hanya tubuhnya saja yang berbeda.
Mahluk tersebut segera berlari kearah Fan Yuzhen dan mengarahkan sebuah pukulan ke wajah Fan Yuzhen.
Walau tubuh Fan Yuzhen kurus dan lengannya lebih kecil dari mahluk tersebut, namun tangan Fan Yuzhen bisa menahan pukulan mahluk tersebut dengan mudah.
"Seharusnya kau harus lebih lembut kepada mahluk yang lebih lemah darimu, dan lebih hormatlah kepada yang lebih tua!" kata Fan Yuzhen kemudian dia memukul perut Mahluk tersebut dengan satu pukulan yang tidak terlalu keras, namun tetap saja mahluk tersebut merasakan sakit yang luar biasa dari pukulan tersebut.
Tubuh mahluk tersebut terlempar hingga beberapa meter ke belakang kemudian meringkuk dan mengerang kesakitan dengan darah berwarna biru keluar dari mulutnya.
Fan Yuzhen tidak berniat untuk menyerang lagi karena dia merasa mahluk besar itu sangat lemah, dia yakin dengan satu pukulan saja sudah pasti akan membuat mahluk itu akan jera.
Fan Yuzhen ingin melihat kondisi mahluk kecil tersebut namun mendadak ada suara seruan yang sangat banyak dari arah hutan lain.
Fan Yuzhen menoleh kearah sumber suara tersebut dan kemudian sekitar puluhan mahluk besar berdatangan dan berdiri di samping temannya yang kesakitan.
"Jangan paksa aku untuk menyakiti kalian, sebaiknya kalian bawa teman kalian itu pergi dari sini!" kata Fan Yuzhen sambil berbalik.
Mereka semua tidak ada yang mengerti akan perkataan Fan Yuzhen sehingga semakin marah karena Fan Yuzhen berbalik dan terkesan meremehkannya.
Semua mahluk besar segera bergerak secara bersamaan kearah Fan Yuzhen dengan wajah marah dan ingin membunuh Fan Yuzhen.
Fan Yuzhen hanya menghela nafas panjang kemudian berbalik kearah mereka dan mengarahkan satu telapak tangannya kearah mereka semua.
"Sihir Angin - Hembusan Badai."
Puluhan mahluk yang berniat menyerang Fan Yuzhen sama sekali tidak mengerti akan apa yang di lakukan oleh Fan Yuzhen. Mereka tetap maju berlari kearahnya dan beberapa saat kemudian langkah kaki mereka semua terhenti saat angin kencang berhembus kearah mereka.
Semakin lama hembusan anginnya semakin kencang sehingga mampu mendorong tubuh mereka semua mundur kebelakang.
Semuanya berusaha mencari pegangan karena terseret angin, ada yang memegang kaki teman mereka sendiri, ada yang memegang rumput, dan ada yang mencari batu atau gundukan tanah sebagai pegangan.
Namun semua itu sia-sia karena anginnya semakin kencang sehingga tubuh mereka semua mulai terhempas dan berhamburan bagai kapas yang berterbangan tertiup angin.
Fan Yuzhen menghentikan sihirnya dan angin kencang seketika itu juga langsung menghilang membuat tubuh para mahluk yang masih beterbangan jatuh ketanah.
Suara erangan kesakitan terdengar dari mereka semua, tidak ada tatapan marah dari mereka semua, yang ada hanyalah tatapan ketakutan.
Dengan tubuh masih kesakitan, mereka tetap berusaha bangkit untuk melarikan diri dan satu persatu mulai pergi meninggalkan tempat Fan Yuzhen hingga semua menghilang di dalam hutan.
__ADS_1
Fan Yuzhen kembali memeriksa tubuh mahluk kecil tersebut, dan untungnya tidak ada luka serius yang di alaminya selain rasa kaget hingga membuat mahluk itu tidak sadarkan diri.
Sekarang Fan Yuzhen memahami jika mahluk di dunia tersebut hanya mengandalkan tubuh dan otot, semakin besar tubuh mereka, maka akan semakin kuat otot mereka, dan pastinya aturan di dunia tersebut sama seperti aturan di dunia nya dimana yang kuat akan menindas yang lemah.
Fan Yuzhen memilih duduk bermidatasi sambil menunggu mahluk itu siuman kembali, dan yang lebih dia tunggu adalah Chinmi dan Ho Chen.
Setelah setengah hari berlalu, mahluk tersebut mulai sadar dan segera bangkit dengan mata yang mencari sesuatu dan terlihat ketakutan.
"Tenanglah, mahluk itu sudah pergi, sekarang kamu sudah aman!" kata Fan Yuzhen.
Namun Mahluk kecil tersebut tidak mengerti dengan bahasa Fan Yuzhen dan tetap terlihat ketakutan sambil merapatkan tubuhnya ke dekat Fan Yuzhen.
Fan Yuzhen mengelus mahluk tersebut dengan tersenyum lembut membuat mahluk tersebut bisa lebih tenang.
Fan Yuzhen menunjuk kearah hutan sebagai isyarat kepada mahluk tersebut untuk kembali ke dalam hutan.
Mahluk tersebut mengerti akan isyarat tersebut, namun dia masih terlihat takut untuk memasuki hutan.
Fan Yuzhen kembali memberi isyarat dengan bahasa tangan jika mahluk besar itu sudah pergi dan tidak akan kembali lagi ke tempat mereka berdua berada.
Mahluk kecil tersebut setengah mengerti dan setengah tidak mengerti akan bahasa tangan Fan Yuzhen, namun dari semua isyarat yang di lakukan Fan Yuzhen, hanya isyarat akan perginya mahluk besar itu saja yang ia pahami.
Mahluk kecil tersebut memberanikan diri untuk melangkah memasuki hutan dan sesekali menatap kearah Fan Yuzhen di belakang.
Fan Yuzhen menganggukkan kepala sebagai isyarat kepada mahluk tersebut untuk terus berjalan, dan dengan sedikit keberanian, mahluk kecil tersebut akhirnya berhasil memasuki hutan.
Fan Yuzhen hanya bisa menggelengkan kepala pelan, dia juga berpikir kapan dirinya bisa pulang kembali ke dunia nya.
"Aku hanya bisa mengumpulkan energi saja disini, jika melepaskan energi sepertinya tidak mungkin!" batin Fan Yuzhen.
Qi di dunia tersebut sangat banyak, namun semua penghuni mahluk tersebut tidak ada yang hebat, mungkin karena mereka tidak tahu caranya mengumpulkan qi.
Fan Yuzhen mampu menyerap qi sebanyak apapun selama Dantian nya masih mampu menyerapnya, namun untuk melepaskannya itu sudah tidak mungkin bisa karena di dunia itu banyak penghuninya, dan pastinya akan merusak alam di Dunia tersebut yang masih terlihat sangat Alami.
Setelah menunggu selama berminggu-minggu, akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga.
"Chinmi! Apakah latihanmu sudah selesai?" tanya Fan Yuzhen saat Chinmi datang menghampirinya.
Chinmi dan Ho Chen sudah tidak mengenakan Zirah emas mereka sebagai Dewa, mereka tidak mau memamerkan hal itu kepada orang lain.
"Sudah guru, maaf aku sempat lupa untuk menjemput guru!" kata Chinmi.
"Sudah ku duga..!" gumam Fan Yuzhen dengan wajah kesal.
"Sepertinya kamu sudah mencapai ke tingkat Raja Alam!" kata Ho Chen yang merasakan energi Fan Yuzhen berada di tingkat Raja Alam.
"Sepertinya begitu, namun aku tidak bisa berlatih dengan kekuatan penuh di Dunia ini!" kata Fan Yuzhen.
Chinmi dan Ho Chen sama-sama memperhatikan dunia tersebut, kedua mata mereka berdua mengeluarkan cahaya dan melihat keseluruh wilayah.
"Bagitu rupanya! Di dunia ini penghuninya adalah para mahluk yang tidak memiliki kekuatan apapun selain tubuh fisik mereka sendiri!" kata Ho Chen.
"Guru tenang saja, kita kembali saja dulu, nanti guru bisa beralih di dunia Hewan Iblis atau di dunia Bawah Laut!" kata Chinmi.
"Itu sebabnya aku menunggu mu yang tidak kunjung datang juga menjemputku disini!" kata Fan Yuzhen.
"Sudahlah, sebaiknya kalian kembali saja, aku juga akan pulang ke dunia ku untuk menjenguk keluargaku yang sudah lama aku tinggalkan, nanti aku akan kembali ke dunia mu lagi!" kata Ho Chen.
"Senior, jika kamu datang lagi, bawa saja keluargamu ke dunia ku, aku ingin mengenal keluargamu!" kata Chinmi.
"Aku tidak yakin Lin'er akan mau di ajak pergi ke dunia mu, namun akan aku coba!" kata Ho Chen.
"Kalau begitu sampai bertemu lagi di duniaku, kami pergi dulu!" kata Chinmi kemudian dia memegang tangan Fan Yuzhen.
"Guru kita akan ber teleportasi!" kata Chinmi kemudian dia dan Fan Yuzhen menghilang dari hadapan Ho Chen.
"Sampai bertemu lagi di dunia mu! Apakah dia itu lupa jika aku dan dia itu memiliki satu tugas yang sama?" kata Ho Chen kemudian dia juga menghilang dari tempat itu.
Chinmi dan Ho Chen adalah dua Dewa Pelindung Alam semesta, jadi bisa di katakan jika mereka berdua adalah satu dan bisa saling terhubung satu sama lain walau jarak mereka terpisah sangat jauh.
Setelah kepergian mereka semua, mahluk kecil itu datang kembali untuk menemui Fan Yuzhen, namun ternyata dia tidak bisa menemukan Fan Yuzhen dimana pun.
Mahluk tersebut duduk sendiri di tempat biasanya Fan Yuzhen duduk dan berharap Fan Yuzhen datang kesana.
Namun hingga hari semakin gelap, Fan Yuzhen tidak juga muncul lagi sehingga mahluk tersebut memutuskan untuk kembali kehutan dan akan kembali esok hari kesana.
__ADS_1
Mahluk tersebut tidak tahu jika Fan Yuzhen sudah kembali ke dunianya, sedangkan mahluk besar yang pernah menyerangnya sudah tidak terlihat muncul lagi.