
"Chinmi, kenapa kamu melakukan ini?" tanya Bing Mei dengan perasaan khawatir.
"Chinmi, apa kamu sudah gila? Yang kamu lakukan tadi bisa membahayakan nyawamu!" Qie Yin juga berbicara, namun dia juga sama khawatirnya seperti Bing Mei.
Bing Mei menatap tajam kearah Qie Yin dengan tatapan penuh kebencian, dia tidak suka jika Qie Yin terlalu dekat dengan Chinmi,namun hatinya juga bertanya-tanya kenapa Qie Yin mengenal Chinmi dan sepertinya keduanya terlihat akur.
Chinmi menatap keduanya secara bergantian dan menghela nafas panjang sebelum berbicara kepada keduanya.
"Bing Mei, Nona Qie Yin bukanlah musuh, dia juga berada di pihak kita," kata Chinmi.
Bing Mei jelas terkejut mendengar hal itu, dia menatap Chinmi dengan tatapan curiga, "Apakah kepalamu terbentur sesuatu saat sedang latihan? Apa kamu sudah lupa akan siapa gadis ini?" tanya Bing Mei.
"Aku tahu itu Bing Mei, sekarang bukan waktunya untuk menjelaskannya padamu, sekarang kita selesaikan dulu peperangan ini, nanti jika semuanya sudah selesai aku akan menjelaskan nya padamu, jadi kalian berdua bekerja samalah agar perang ini berakhir dengan cepat!" kata Chinmi.
"Baiklah untuk saat ini aku akan membiarkamu, tapi ingat kamu memiliki hutang penjelasan padaku, dan sekarang aku akan membantu yang lain, jadi jangan harap aku akan bekerja sama dengan gadis dari sekte aliran hitam ini," kata Bing Mei kemudian dia turun ke bawah untuk membantu para anggota sekte Pulau Es yang juga ikut dalam pertempuran tersebut.
Qie Yin hanya terdiam tidak menjawab perkataan Bing Mei. Dia sadar jika dirinya dulu pernah melakukan kesalahan yang mungkin akan di benci oleh seluruh dunia, namun Qie Yin sudah bertekad akan memperbaiki semua kesalahan yang pernah ia lakukan, dan dia akan memulainya dari She Chin.
"Nona Yin, aku harap kamu tidak mengambil hati perkataan Bing Mei!" kata Chinmi, dia khawatir jika Qie Yin akan sakit hati akan perkataan Bing Mei.
"Seharusnya tadi kamu tidak perlu membelaku, sesaat aku memang sempat ingin menyingkirkan nya karena telah menghalangi jalan ku, namun setelah dia berkata tidak ingin bekerja sama dengan ku, menurutku semua itu ada benarnya, karena aku memang tidak pantas untuk memiliki teman! Ah sudah sebaiknya aku memprioritaskan tugasku, dan setelah itu terserah kalian mau berbuat apa padaku nantinya," kata Qie Yin kemudian dia melesat kearah She Chin.
"Kamu tidak sendirian Nona Yin, aku ada bersama mu dan aku akan selalu menjadi teman mu," gumam Chinmi kemudian dia menoleh kearah Diyu Hu dan Long Wang yang sudah kembali ke wujud pusaka.
"Sekarang tinggal tersisa 17 pendekar lagi," Chinmi memperhatikan dua pendekar yang sedang bertarung melawan Tao Xi Lun dan kemudian melihat pendekar yang lain yang saat ini sedang berhadapan dengan para Pertapa.
Satu Pendekar dari Benua Daratan Selatan harus menghadapi dua pertapa, seperti Fan Yuzhen yang bekerja sama dengan Feng Long melawan salah satu Pendekar dari Benua Daratan Selatan.
Awalnya para Pertapa dan para Naga berniat menghabisi para pasukan Hewan Iblis, namun setelah mereka menyadari kekuatan yang besar dari para Pendekar dari Benua Daratan Selatan, mereka sadar jika para Pendekar tersebutlah ancaman yang sesungguh nya.
Namun jumlah mereka terlalu banyak dan tidak setiap satu pendekar mampu untuk di kalahkan oleh dua Pertapa saja, di samping kekuatan mereka yang kuat dan jumlah mereka lebih unggul dari mereka yang semua. Batas kekuatan Pendekar di Benua Daratan Tengah hanya sebatas Pertapa, namun itu sudah sangat besar bagi mereka.
Dulu hanya ada empat orang pertapa saja, sekarang Bing Mei juga menjadi seorang Pertapa sehinnga dia masuk hitungan kelima, di tambah dengan kedelapan Naga jumlah mereka menjadi 13. Tao Xi Lun, Qie Yin dan Chinmi tidak masuk hitungan karena kekuatan mereka berbeda, dan itu akan menjadi sejarah baru di Benua Daratan Tengah, sesuai nama yang telah di katakan oleh para Pendekar dari Benua Daratan Selatan, tingkat kekuatan mereka di juluki sebagai Tingkat Suci.
Chinmi menatap keareah tujuh Pendekar yang sedang membantai para pasukan Kerajaan Bumi Barat dengan sangat mudah, Chinmi segera menuju kearah mereka dan berniat menghadapi ketujuh Pendekar Tingkat Suci itu sendirian agar mereka tidak terus menerus membantai para pasukan Kerajaan Bumi Barat.
***
Ji Long yang sedang menghadapi salah satu pendekar Sihir dari salah satu sekte aliran hitam terkejut saat melihat Wang Shing sedang membantai para pasukan kerajaan Bumi Barat dan para murid-murid dari beberapa sekte aliran hitam dan putih.
Ji Long yakin jika Wang Shing saat ini sedang berada di sekte karena dia mendapatkan tugas untuk menjaga dan melindungi sekte Pedang Suci.
"Ketua JI, kenapa saudara Wang berada disini? Lalu apa ini, dia justru menyerang para pasukan di pihak kita?" tanya Yong Chun.
"Saudara Yong, aku tidak tahu apa yang sedang saudara Wang lakukan, karena itu aku ingin penjelasan darinya," kata Ji Long kemudian menatap Yong Chun.
"Saudara Yong, cepat kamu hentikan saudara Wang, jika tidak akan banyak jatuh korban dari pihak kita!" kata Ji Long.
__ADS_1
Yong Chun segera bergegas menuju kearah Wang Shing yang masih membantai semua pasukan sekutunya, "Saudara Wang, apa yang kamu lakukan? Kamu membantai sekutu sendiri?" kata Yong Chun yang berusaha menghentikannya.
"Yong Chun, aku melakukan akan apa yang seharusnya patut aku lakukan, dan saat ini aku sedang mengurangi beban kita!" kata Wang Shing.
"Beban?" Yong Chun tidak mengerti kenapa dia menyebut pasukan sekutu sebagai beban, bahkan Yong Chun merasa aneh karena selama ini Wang Shing tidak pernah memanggil namanya secara langsung.
Melihat Wang Shing yang sepertinya tidak akan berhenti menyerang para pasukan dan anggotanya sendiri, Yong Chun memutuskan untuk bertindak dan dia menyerang Wang Shing.
"Kau mau melawanku? Apa kamu sadar siapa yang ingin kamu lawan?" kata Wang Chun.
"Maaf saudara Wang, aku terpaksa akan melawan mu jika kamu tidak juga berhenti menyerang dan membantai anggota kita sendiri," kata Yong Chun sekaligus memberikan serangan pedangnya kepada Wang Shing.
Kekuatan Wang Shing sebanding dengan Ji Long yaitu berada di tingkat Sihir Elemen Alam, sedangkan Yong Chun berada di bawahnya, jadi yang pantas menghadapi Wang Shing seharusnya Ji Long sendiri karena Yong Chun tidak mungkin bisa mengalahkannya.
Yong Chun menyerang Wang Shing dengan semua ilmu pedang yang ia kuasai, namun Yong Chun merasa ada yang salah dengan Wang Shing. Biasanya Wang Shing menggunakan ilmu pedangnya dan dia sering menggunakan tongkatnya sebagai pedang.
Namun saat ini Wang Shing justru menggunakan sabit hitam yang memiliki aura yang sangat mencekam, "Siapa kamu sebenarnya?" tanya Yong Chun setelah dia berhasil menahan serangan Wang Shing.
"Apa lagi! Seperti yang kamu lihat, ini aku Wang Shing, apakah matamu sudah rabun Yong Chun?"
"Aku yakin kamu bukan saudara Wang Shing, pertama saudara Wang tidak pernah memanggil namaku secara langsung, yang kedua saudara Wang sangat ahli dalam ilmu pedang dan ilmu lainnya dia tidak menguasainya, dan Pedang saudara Wang adalah Pedang Elang Putih, sedangkan tongkatnya adalah Tongkat Kayu Dewa yang biasa ia gunakan sebagai pengganti pedangnya," Yong Chun menatap Wang Shing dengan tajam kemudian melanjutkan ucapannya.
"Seluruh Pendekar di keempat kerajaan benua ini mengetahui siapa pendekar yang memiliki pusaka Sabit Hitam itu, kau tidak lain adalah si Hantu Seribu Wajah Meng Yi!" kata Yong Chun.
"Tidak kuduga penyamaran ku akan terbongkar karena pusaka ku ini, ternyata pusaka ini cukup terkenal. Hahaha..!' seru Wang Shing kemudian dia merubah wujudnya dan semua melihat jika itu adalah Meng Yi Pendekar Hantu Seribu Wajah.
"Beraninya kau menyamar sebagai saudara Wang, hari ini juga aku akan menghabisimu."
Yong Chun menyerang dengan pedangnya yang kini di selimuti oleh kabut putih dan Yong Chun menyerang Meng Yi dengan tebasan yang sangat mematikan.
Meng Yi menahan setiap serangan tebasan kabut tersebut dengan sabit hitam nya, setiap kabut yang mengarah padanya akan ia tepis dan memindahkan arah tebasan kabut tersebut ke arah para prajurit lain sehingga para prajurit yang terkena serangan nyasar tersebut harus meregang nyawa.
Yong Chun menyadari menggunakan kekuatan nya di dekat para pasukan yang sedang bertempur akan sangat membahayakan mereka semua. Yong Chun terbang keudara dan berniat bertarung di langit seperti yang dilakukan oleh Tao Xi Lun maupun Qie Yin dan semua pertapa yang lainnya.
Namun Meng Yi tidak menyusulnya sehinnga membuat Yong Chun tidak memiliki pilihan lain selain harus bertarung di bawah.
"Hanya ada satu cara untuk melawannya tanpa harus mencelekai para pasukan sendiri yaitu perisai energi," batin Yong Chun.
Tidak masalah bagi Yong Chun jika yang menjadi korban adalah para pasukan musuh, namun mereka juga sedang bertempur dengan pasukan sekutu, dan pastinya pasukan sekutu juga akan terkena imbasnya.
Yong Chun kembali turun dan sebelum dia sampai ketempat Meng Yi, dia segera meramalkan mantra dan membuat sihir pelidung namun sangat kecil.
Long Chun sengaja membuat perisai kecil agar bisa membatasi gerakan Meng Yi. Namun tanpa Yong Chun ketahui jika Meng Yi sudah tidak disana, justru yang ada di dalam kurungan perisainya adalah orang lain.
Meng Yi menyadari saat Yong Chun membuat mantra tangan dan berniat mengurung dirinya bersama dengan Yong Chun.
Saat Yong Chun fokus membuat mantra tangan, Meng Yi segera menarik salah satu prajurit untuk menggantikan posisi dirinya, sedangkan dirinya sendiri berubah wujud menjadi salah satu prajurit dan berbaur di tengah-tengah pertempuran.
__ADS_1
"Meng Yi, kau benar-benar pendekar yang licik dan pengecut," gerutu Yong Chun dengan kesal karena yang ada di hadapannya adalah prajurit musuh.
Yong Chun membunuh prajurit tersebut yang terlihat ketakutan, dia segera membatalkan kurungan perisainya dan segera melampiaskan kekesalannya kepada pasukan musuh dengan membantai mereka yang ada di hadapannya dengan berharap salah satu pasukan yang ia bunuh adalah Meng Yi yang sedang menyamar.
***
Tao Xi Lun saat ini mengalami banyak luka dalam dan luar di tubuhnya, dia memang sudah mencapai tingkat Suci, namun jika harus melawan dua pendekar yang memiliki kekuatan yang sama, itu adalah hal yang sangat sulit.
Kedua pendekar dari Benua Daratan Selatan yang menjadi lawannya juga mengalami hal yang sama, namun lukanya tidak separah Tao Xi Lun.
"Guru aku sudah menepati janjiku tidak menggunakan kekuatanku selain untuk membela kebenaran, sekarang aku akan membawa mereka berdua mati bersamaku!" gumam Tao Xi Lun sambil menatap kearah kedua lawannya yang sudah bersiap untuk menyerangnya kembali.
Benua Daratan Selatan memang terkenal sebagai Benua yang luas dan juga kuat, banyak pendekar-pemdekar yang sangat kuat dan sakti di Benua tersebut, bahkan teknologi yang dimiliki oleh Benua Daratan Selatan lebih maju dari Benua lainnya.
Tidak seperti para pendekar pada umumnya dimana pendekar tersebut harus berlatih dengan keras untuk bisa menjadi seorang pendekar, namun ada juga yang menjadi pendekar sakti dengan cara instan seperti She Chin.
Begitulah cara kerja di Benua Daratan Selatan, dimana disana banyak Pendekar yang tiba-tiba memiliki ilmu yang tinggi dan energi yang sangat besar.
Mereka kebanyakan menggunakan cara Instan dengan cara menggunakan pil ajaib atau juga menggunakan Mustika Hewan Iblis.
Tao Xi Lun juga salah satunya, saat itu dia baru menjadi seorang Raja, dia bertemu dengan seorang Pendekar sepuh di Asosiasi Tujuh Bintang.
Pertemuan dengan pendekar sepuh tersebutlah Tao Xi Lun bisa memiliki kekuatan tingkat Suci atau Raja Bumi.
Pendekar sepuh itu sebenarnya berasal dari Benua Daratan Selatan, dan dia akhirnya membantu Tao Xi Lun untuk menjadi seorang pendekar sakti.
Tao Xi Lun diberi sepuluh butir Pil berwarna putih, dan Tao Xi Lun di suruh meminum Pil tersebut satu persatu, satu pil yang ia minum dapat meningkatkan energinya secara drastis sehingga kekuatannya yang saat itu masih berada di tingkat pemula langsung naik dengan cepat ketingkat menengah, dan Tao Xi Lun bisa meminum pil berikutnya satu tahun lagi.
Tao Xi Lun juga di ajarkan beberapa ilmu sihir, dan Tao Xi Lun ahli dalam menggunakan Sihir angin, namun gurunya berpesan agat Tao Xi Lun tidak sembarangan menggunakan kekuatannya kecuali untuk membela kebenaran.
Sekarang Tao Xi Lun berencana ingin mati dengan membawa kedua pendekar lawannya tersebut dengan cara meledakkan qi nya.
Tao Xi Lun sudah tidak bisa berpikir jernih dan berniat menghabisi kedua lawannya tersebut bersama dengan dirinya, tanpa ia sadari jika keputusannya tidak benar.
Tao Xi Lun mulai mengeluarkan energinya sehingga kekuatannya semakin meningkat.
"Dia masih bisa lebih kuat lagi, ayo jangan buang-buang waktu lagi, kita gabungkan kekuatan kita untuk melenyapkannya!" kata salah satu pendekar tersebut saat menyadari jika energi Tao Xi Lun mulai meningkat.
Tao Xi Lun secara cepat memutar qi dalam dantiannya dan menekan qi tersebut dalam satu titik dan akan meledakkan qi tersebut saat kedua pendekar tersebut mulai menyerangnya.
Tidak ada yang menyadari semua itu kecuali Chinmi yang saat ini sedang melawan tujuh Pendekar sekaligus.
Chinmi bisa merasakan tekanan qi yang berada di dadanya, Chinmi yakin jika Raja Tao berencana meledakan dirinya sendiri dan berniat untuk membawa kedua lawannya.
Kedua pendekar segera menyerang Tao Xi Lun dengan kekuatan penuhnya sehingga mengakibatkan badai yang sangat besar.
Saat serangan kedua pendekar tersebut sudah hampir mengenainya, Tao Xi Lun segera bersiap untuk meledakkan qi nya, namun sayang dia gagal karena Chinmi tiba-tiba saja muncul di belakangnya dan menotok Tao Xi Lun di bagian sumber qi yang ia kumpulkan dan siap untuk di ledakkan.
__ADS_1
Chinmi menutup setiap jalur yang bisa membuat qi Tao Xi Lun meledak dan membuka jalan lain agar qi Tao Xi Lun kembali ke dantiannya..
"Yang Mulia, seharusnya ini tidak perlu di lakukan, apa yang ingin Yang Mulia lakukan bisa membahayakan semua orang yang sedang bertempur di bawah, sekarang Yang Mulia silahkan istirahat, biar aku yang mengambil alih dari sini," kata Chinmi, dan dia berniat melawan keduanya namun seluruh yang akan ia lawan jadi Sembilan Pendekar.