PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Permintaan Terakhir


__ADS_3

Naga Putih ciptaan Zhihui tidak menghilang setalah membentur dinding Es yang mengurung Chinmi serta Bing Long di dalamnya.


Zhihui berniat kembali menyerang mereka berdua dengan Naga Es nya, sedangkan Chinmi yang tidak memiliki pilihan lain lagi terpaksa mengeluarkan pedang Naga Langit nya dari dalam kalungnya.


"Pedang Naga Langit! Kenapa Pedang itu bisa bersamanya?" Bing Mei mengenali pedang tersebut, dia pernah melihatnya saat Chinmi masih membawanya.


Sebenarnya Bing Long lebih dari mampu untuk menahan serangan Zhihui dan Bing Mei dengan sangat mudah, namun Chinmi tidak ingin Bing Long ikut campur, karena dia tahu jika Zhihui dan Naga Es ciptaannya tidak akan pernah mampu mengalahkan Bing Long.


Zhihui sendiri yang mendengar perkataan Bing Mei segera melihat pedang yang dipegang oleh Chinmi, dia memang pernah melihat nya sekali sehingga dia juga ingat akan pedang tersebut.


Bing Long sendiri terkejut setelah Chinmi mengeluarkan pedang Naga Langit tersebut, bukan karena pedangnya, melainkan karena ia merasakan ada hawa Naga dari dalam pedang tersebut.


"Kau! Darimana kamu mendapatkan pedang itu? Dan dimana pemilik pedang itu sekarang berada?" tanya Bing Mei yang mulai curiga.


"Aku..! Pemilik pedang ini ya Aku sendiri," jawab Chinmi.


"Bohong..! Kamu pasti merebut paksa pedang itu dari tangan... Eh..!" Bing Mei berusaha mengingat nama pemilik pedang tersebut yaitu Chinmi, dia lupa nama Chinmi sehingga sulit untuk menyebut namanya.


"Senior Zhihui dan Nona Mei, namaku adalah Chinmi, apakah kalian lupa?" tanya Chinmi sekaligus memperkenalkan dirinya.


Zhihui dan Bing Mei saling berpandangan sebelum akhirnya ingat nama Chinmi. Mereka berdua akhirnya teringat akan wajah yang pernah mereka temui sekitar 6 tahun yang lalu.


"Apakah itu benar-benar dirimu saudara Chinmi?" tanya Bing Mei untuk memastikannya, karena wajah Chinmi sekarang sedikit berbeda dengan yang dulu.


Saat ini Chinmi sudah hampir berumur 19 tahun, tubuh serta wajahnya juga sedikit berbeda saat Chinmi masih berusaha 13 tahun.


"Bagaimana kamu bisa memiliki Sihir Elemen Es? Bukankah dulu kamu hanya memiliki Elemen Angin dan Api saja?" tanya lagi Bing Mei.


Zhihui tidak bertanya apa-apa, dia membatalkan sihir Naga Es nya setelah dirinya yakin jika pemuda yang ada dihadapannya benar-benar adalah Chinmi.


Chinmi ingin menjawab, namun Bing Mei teringat akan saudari kembarnya, "Zhu Mei..!" Bing Mei kembali berlari ke tempat Zhu Mei dan tatapan sedih kembali mengisi hatinya saat melihat Zhu Mei yang telah tiada. Zhihui juga sama, dia juga kembali ke sisi Zhu Mei.


Zhihui mengangkat tubuh Zhu Mei untuk memindahkannya, sedangkan para murid yang lainnya juga mulai memindahkan jasad-jasad para murid yang juga gugur dalam penyerangan tersebut.


Chinmi sendiri sebenarnya ingin bertanya, siapa yang telah menyerang mereka, sekaligus ingin bertanya kemana perginya Fan Yuzhen serta Hou Long dan juga Tie Long.


Namun Chinmi sadar jika ini bukanlah waktu yang tepat untuk bertanya. Chinmi berjalan memandangi jasad para korban dan menemukan jasad yang mengenakan pakaian seperti anggota Sekte Kelelawar Hitam.


"Ini adalah anggota sekte yang pernah menyerang Kerajaan Es Utara!" kata Chinmi sambil memperhatikan jasad tersebut.


"Benar Tuan, ini adalah jasad dari anggota Sekte Kelelawar Hitam!" salah satu murid sekte Pulau Es menjawab perkataan Chinmi.


Chinmi menoleh ke arah pria paruh baya tersebut. Pria paruh baya tersebut adalah pendekar pilar Sekte Pulau Es, tubuhnya dipenuhi banyak luka, namun lukanya tidak serius.


"Apakah paman bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi disini?"


Pria paruh baya tersebut terdiam sambil melihat Zhihui dan Bing Mei yang sudah memasuki sekte dengan membawa jasad Zhu Mei.


Ternyata yang menyerang sekte Pulau Es adalah sekte Kelelawar Hitam yang saat ini dipimpin oleh Lung Chiu Xi, kakak dari Lung Wai yang dibunuh oleh Zhihui saat penyerangan di istana Kerajaan Es Utara.

__ADS_1


Lung Chiu Xi sudah lama tidak menampakkan dirinya, beberapa kabar yang beredar, Lung Chiu Xi sudah lama mati, namun tenyata dia sedang bermeditasi di tempat yang tidak diketahui oleh orang lain.


Lung Chiu Xi saat itu mendengar kabar bahwa Lung Wai telah terbunuh di istana Kerajaan Es Utara, dia segera menghentikan meditasinya dan kembali ke sekte Kelelawar Hitam untuk memastikan jika kabar itu benar atau tidak.


Betapa marahnya dia saat salah satu anggota yang berhasil melarikan diri menceritakan kejadian yang menimpa Lung Wai kepada Lung Chiu Xi, semua ia ceritakan akan semua yang terjadi sekaligus memberitahukan akan siapa yang membunuh Lung Wai.


Lung Chiu Xi yang sangat marah langsung mencengkeram kepala salah satu anggota yang melapor tersebut hingga hancur sehingga orang tersebut tewas seketika dengan kepala hancur.


Lung Chiu Xi yang marah akhirnya pergi menemui She Chin untuk meminta pertanggung jawaban atas kematian adiknya, namun She Chin justru menjelaskan jika sebenarnya itu semua adalah rencana Fu Shen dan juga Para pemimpin Hewan Iblis.


She Chin memberitahu akan dimana saat ini Fu Shen berada kepada Lung Chiu Xi. Dengan gelap mata, Lung Wai pergi ke hutan terlarang untuk menemui Fu Shen yang saat ini masih bersembunyi di tengah-tengah Hutan terlarang.


Lung Chiu Xi berniat menghabisi Fu Shen beserta para Hewan Iblis yang berada di sana, namun ketika dia hendak menyerang, tiba-tiba Shi Long muncul dihadapan Lung Chiu Xi.


Lung Chiu Xi jelas terkejut setelah mengetahui jika kekuatan Shi Long tidak bisa ia ukur. Lung Chiu Xi menyampaikan maksud kedatangannya kepada Shi Long, sedangkan Shi Long menanggapinya dengan anggukan.


Lung Chiu Xi juga mengatakan akan menyerang Sekte Pulau Es untuk membalas dendam akan kematian adiknya. Shi Long mendengar hal itu akhirnya memberikan tambahan bantuan. Shi Long memerintahkan Hou Shizi dan Baihu untuk menemani Lung Chiu Xi.


Lung Chiu Xi akhirnya mendapatkan dukungan dari Shi Long serta dua pemimpin Hewan Iblis yang sangat kuat dan juga sekitar 2000 pasukan Hewan Iblis ikut menemaninya.


Setelah mengatur rencana yang cukup lama, akhirnya Lung Chiu Xi dan juga dengan para Hewan Iblis datang mengetuk pintu sekte Pulau Es.


Saat itu Zhihui harus menghadapi Hou Shizi dan juga Lung Chiu Xi, sedangkan Baihu menghadapi para anggota lain termasuk kedua putri kembar Mei., namun sayang Zhu Mei harus gugur saat terkena serangan dari Baihu, karena Zhu Mei yang masih berada di Tingkat Menengah tingkat 3 tidak mungkin mampu mengalahkan Baihu yang kekuatannya berada di Tingkat Pertapa.


Tidak lama setelah itu, Fan Yuzhen datang dengan membawa Dua Ekor Naga, satu berwarna merah menyala, dan satunya lagi sangat gelap.


Fan Yuzhen dan kedua Naga bertarung melawan kedua mahluk tersebut. Merasa pertempuran mereka dapat menghancurkan wilayah Sekte Gunung Es, Fan Yuzhen segera mengiring mereka ketempat yang sangat jauh, sedangkan Lung Chiu Xi kembali menyerang Zhihui.


Pertempuran di sekte Pulau Es berlangsung selama 4 hari, sedangkan Lung Chiu Xi pergi setelah berhasil melukai Zhihui.


Kekuatan Lung Chiu Xi lebih tinggi dari Zhihui sehingga ia dapat mengalahkan Zhihui, saat Lung Chiu Xi ingin membunuh Zhihui, Lung Chiu Xi dapat merasakan kekuatan yang sangat besar datang kearahnya.


Lung Chiu Xi mengira jika itu adalah Pertapa lain sehingga memerintahkan seluruh anggotanya sekaligus pasukan Hewan Iblis untuk segera mundur.


Yang dirasakan oleh Lung Chiu Xi sebenarnya adalah energi milik Bing Long saat membuat perisai pelindung untuk Chinmi.


Lung Chiu Xi dan seluruh pasukan Hewan Iblis dan anggotanya berhasil kabur dengan cepat karena menggunakan Lingkaran Api yang ia peroleh dari Shi Long.


Sekte Pulau Es memang selamat dari kehancuran, namun kekuatan Sekte Pulau Es sekarang menurun drastis karena banyaknya anggota murid dari Sekte Pulau Es yang gugur, termasuk beberapa pendekar pilar.


Hingga saat ini tidak ada yang tahu bagaimana pertarungan antara Fan Yuzhen dan kedua Naga yang sedang melawan Hou Shizi dan Baihu.


Baik Bing Long maupun Chinmi juga tidak dapat merasakan energi mereka sama sekali sehingga membuat Chinmi semakin khawatir.


"Bagaiman ini senior Long Wang?" tanya Chinmi kepada Long Wang yang berada didalam pedang Naga Langit.


"Menurutku mereka saat ini sedang bertarung di dimensi yang lain, mungkin sebuah portal yang memindahkan mereka!" kata Long Wang.


Chinmi berjalan kedalam sekte menyusul Zhihui dan Bing Mei, sedangkan Bing Long menunggu di luar. Tubuh Bing Long saat ini sudah mengecil, sehingga membuat menarik perhatian semua orang yang saat ini masih bersedih di sana.

__ADS_1


Chinmi berjalan mendekati Zhihui dan Bing Mei yang saat ini sedang meratapi kematian Zhu Mei yang sudah dimasukkan kedalam peti mati yang terbuat dari Es.


Chinmi menghela nafas panjang sambil menatap wajah Zhu Mei yang saat ini sudah tidak bernyawa, "Pertemuan kita saat itu hanya sesaat, dan pertemuan kita yang kedua lebih singkat," kata Chinmi didalam hatinya.


"Chinmi, apakah wanita tua ini bisa meminta bantuan mu?" Zhihui bangkit dan berbicara kepada Chinmi.


"Katakan saja Senior Zhihui, saya akan membantu semampu saya!" jawab Chinmi.


Bing Mei ingin bangkit, namun Zhihui memukul tengkuk leher Bing Mei hingga membuat Bing Mei tidak sadarkan diri dan langsung dirangkul oleh Zhihui.


"Senior, apa yang...!?" Chinmi jelas terkejut akan apa yang Zhihui lakukan.


Chinmi bisa melihat kemarahan dimata Zhihui yang memerah, Zhihui menyerahkan Bing Mei kepada Chinmi sehingga membuat Chinmi menerima tubuh Bing Mei yang tidak sadarkan diri dengan marangkulnya.


"Hanya ini keluargaku yang tersisa, aku tidak mau terjadi sesuatu lagi padanya," Zhihui mengusap dahi Bing Mei dan air mata Zhihui kembali menetes.


"Chinmi, permintaanku terakhirku padamu adalah, tolong jaga dan lindungi Bing'er, aku akan sangat berterima kasih jika kamu mau memenuhi permintaan ku yang egois ini," kata Zhihui.


"Permintaan terakhir? Apa maksud senior?" Chinmi jelas kebingungan dengan maksud permintaan terkahir tersebut, seolah-olah Zhihui akan pergi untuk selamanya.


"Aku akan pergi ke Sekte Kelelawar Hitam untuk menghancurkan sekte itu sampai ke akar-akarnya, kemungkian besar aku tidak akan bisa kembali pulang, jadi aku mohon padamu, jaga dan lindungi Bing'er apapun yang terjadi. Aku mungkin tidak bisa membalas kebaikanmu ini, namun sebagai rasa terima kasihku ini, tolong terimalah ini."


Zhihui memberikan sebuah lempengan giok berwarna putih salju, di tengahnya ada gambar balok dan di bawah gambar tersebut tertulis Pulau Es.


"Ini adalah Lencana kepemimpinan Sekte Pulau Es, terimalah ini! Dengan ini kamu akan menjadi pengganti diriku untuk menjadi ketua sekte Pulau Es," kata Zhihui membuat Chinmi sangat terkejut mendengarnya.


"Senior, ini tidak benar! Aku hanyalah orang luar, terlebih lagi Nona Bing Mei masih membutuhkan senior disini dari pada diriku, jadi maaf senior!" Chinmi berusaha untuk menolak.


"Tidak Chinmi, masalah yang terjadi sekarang ini karena ulah ku, jika aku tidak segera menyelesaikannya, maka hal ini pasti akan terulang kembali dan aku tidak mau terjadi apa-apa kepada Bing'er, jadi keputusanku sudah bulat. Kamu tidak perlu menolak apapun lagi. Aku tahu ini sangat memaksa, jika perlu kamu nikahi Bing'er agar kamu bisa selalu bersamanya," kata Zhihui sambil memandangi wajah Bing Mei dan air matanya tidak bisa berhenti.


Chinmi sulit berbicara saat Zhihui memintanya untuk menikahi Bing Mei, Chinmi hanya membuka tutup mulutnya, namun dia sama sekali tidak bisa berkata apa-apa.


"Aku Percayakan Bing'er padamu!" kata Zhihui sedangkan hati Chinmi masih bercampur aduk.


"Selamat tinggal Bing'er, nenek menyayangimu dan juga Zhi'er!"


Zhihui mencium kening Bing Mei dan air mata Zhihui jatuh ke wajah Bing Mei. Zhihui bangkit sambil menahan tangis dan menatap wajah Bing Mei untuk yang terakhir kali, Zhihui tersenyum lembut sesaat sebelum akhirnya dia melesat keluar dengan seruan yang terdengar ke seluruh penjuru sekte.


"Lung Chiu Xi tunggulah, aku akan membunuhmu..!" seruan Zhihui membuat semua murid dan juga pendekar pilar sekte Pulau Es terkejut, mereka ingin menyusul namun kecepatan Zhihui tidak bisa mereka kejar.


Chinmi sendiri masih berdiri mematung sambil merangkul tubuh Bing Mei yang masih tidak sadarkan diri, dia sama sekali belum berniat untuk terperangkap dalam tali pernikahan.


Masih banyak yang harus dipelajari oleh Chinmi, bahkan Chinmi masih ingin berlatih untuk memiliki kekuatan Dewa.


Chinmi menelan ludahnya saat membayangkan bertapa merepotkan nya jika sampai ia menikah di usia yang masih belum genap 19 tahun, jika itu sampai benar-benar terjadi Chinmi sangat takut untuk terus membayangkannya.


"Ini benar-benar kacau...!" gerutu Chinmi sambil memperhatikan Lencana di tangannya dan kemudian beralih menatap wajah Bing Mei.


"Ini tidak boleh terjadi..!" kata Chinmi kemudian mengangkat tubuh Bing Mei dan membayangkannya di ruangan yang ada tempat tidurnya.

__ADS_1


"Tunggulah Nona Bing, aku akan menyelamatkan nenekmu!" bisik Chinmi di telinga Bing Mei yang masih belum sadar.


Menurut Chinmi pernikahan ini tidak boleh terjadi karena dia belum siap untuk menikah. Jalan satu-satunya adalah menyelamatkan Zhihui agar ia tidak perlu menikahi Bing Mei.


__ADS_2