
***
Sudah hampir seminggu Chinmi dan kawan-kawannya berada di Kerajaan Es Utara. Selama hampir seminggu yang mereka lakukan adalah berlatih dengan sangat giat agar bisa meningkatkan kemampuan bertarung mereka bertiga.
Chinmi memang bukan peserta yang akan mengikuti pertandiangn tersebut, namun bukan berarti dia harus santai-santai saja.
Sebenarnya Chinmi ingin sekali pergi menikmati pemandangan malam di pusat kota, namun dia teringat akan pesan Li Wiefu dan juga Xi Liyi akan takdirnya.
Chinmi memilih untuk berlatih dan meminta Xuao Lan untuk menjadi teman dan lawannya untuk berlatih tanding untuk meningkatkan kemampuannya.
Bunyi gendrang mulai terdengar di sebuah lapangan yang sangat luas dan itu pertanda di mulainya hari pertandingan.
Chinmi dan Xuao Lan bergegas menuju ke asal suara gendrang tersebut berbunyi, terlihat banyak kursi kayu yang sudah tersusun rapi dari depan sampai kebelakang, posisinya rendah di depan dan semakin meninggi kebelakang.
"Senior Xuao, kemana Bibi Rong?" tanya Chinmi karena tidak melihat Yue Rong dan juga yang lainnya.
"Nona Rong saat ini sedang menemani yang lainnya untuk mengambil tanda pengenal peserta. Kamu tunggu saja nanti dia datang kesini!" kata Xuao Lan.
Chinmi kembali menatap keseluruh lapangan dan mereka menyebutnya stadion pertandingan.
Chinmi menatap ke sebuah bangunan tinggi di atas pintu gerbang, dia melihat beberapa prajurit sedang berdiri tegak menjaga dua orang yang sedang duduk di sebuah kursi singgasana.
"Kenapa tidak ada arena pertandingannya?" kata Xuao Lan yang terlihat seperti keheranan.
Chinmi yang sedang melihat-lihat keseluruh atas tembok besar segera menoleh kearah Xuao Lan, "Ada apa, senior? Apa ada yang salah?" tanya Chinmi.
Xuao Lan menjelaskan biasanya sebuah pertandingan akan pasti akan ada arena yang di siapakah seperti Batu yang disusun segi Empat dengan luas Lima meter persegi dan tinggi setengah meter.
Namun sekarang yang terlihat justru hanya lapangan salju tanpa pembatas apapun membuat Xuao Lan keheranan.
"Mungkin mereka memiliki acara yang berbeda senior," kata Chinmi yang mencoba memberikan kesimpulan.
__ADS_1
"Mungkin saja!" kata Xuao Lan yang sudah tidak mau memikirkan hal itu lagi.
Semakin banyak orang yang datang dan menduduki kursi yang telah di sediakan dan semakin lama kursi tersebut terlihat hampir semuanya terisi.
Ketika sudah banyak yang hadir di kursi penonton, suara gendrang pun berhenti berbunyi, dan terlihat seorang pria dengan memakai baju Zirah berjalan di tengah-tengah lapangan yang luas tersebut.
Pria tersebut kemudian berbalik dan menghadap ke arah Raja Bao yang duduk diatas bangunan dengan sang permaisurinya kemudian membungkukkan badan dan Raja Bao mengangkat telapak tangannya yang artinya sang Raja mempersilahkan untuk memberikan kata sambutan akan mulainya jalan pertandingan.
"Bibi Rong, mana yang lainnya?" Yue Rong datang ketempat Xuao Lan dan Chinmi berada, namun dia datang seorang diri saja.
"Mereka itu peserta dan sebentar lagi kamu akan segera melihat mereka," kata Yue Rong.
"Selamat datang semuanya di Kerajaan Es Utara, saya Jendral Whu Lang mewakili Raja Bao untuk menyampaikan terima kasih kepada perwakilan dari berbagai sekte besar dan kecik, perwakikan dari Kerajaan dan juga kepada seluruh para undangan yang hadir.
Hari ini saya akan mengumumkan akan hadiah yang akan di dapatkan oleh para peserta yang nantinya berhasil memenangkan pertandingan," kata Jendral Whu Lang kemudian membuka sebuah gulungan.
"Juara tiga akan mendapatkan hadiah Koin emas sebanyak 500 koin emas dan 5 Mustika abu-abu dan satu Mustika Merah.
Dan yang terkahir yaitu Juara satu akan mendapatkan hadiah Koin emas sebanyak 2000 koin emas ditambah satu buah pusaka Langit yaitu Pedang Pusaka Naga Langit ditambah dengan 25 Mustika abu-abu, 5 Mustika merah dan 5 Mustika Hitam."
Semua para penonton yang duduk di kursi bersorak sorai mendengar hadiah yang di disebutkan oleh Jendral, sedangkan Chinmi hanya memasang wajah menyesal karena tidak mengikuti pertandingan sebab hadiahnya adalah Mustika Hitam.
"Sebagai tambahan untuk juara satu akan menyandang gelar sebagai Pendekar Naga Langit, sedangkan hadiah berupa Mustika adalah persembahan hadiah dari Asosiasi Tujuh Bintang dan penyerahannya akan di berikan langsung oleh manager Du Mong selaku manager di toko Asosiasi Tujuh Bintang di kerajaan Es Utara."
Jendral Whu Lang menunjuk kesalah satu kursi yang terlihat berbeda dari yang lainnya dan terlihat ada sekitar 10 Pendekar Menengah yang sepertinya sedang menjaga seorang pria paruh baya yang saat ini berdiri dan membungkukkan badan kesemua para penonton, pria paruh baya tersebut adalah Du Mong manager Asosiasi Tujuh Bintang di kerajaan Es Utara.
Para penonton bersorak dan bertepuk tangan ketika Du Mong memberikan hormatnya pada mereka, namun ada juga sebagian yang tidak ikut tepuk tangan, bahkan terlihat tidak suka terhadap manager Asosiasi Tujuh Bintang tersebut.
Chinmi memperhatikan Du Mong dengan seksama, dia juga bisa merasakan jika Du Mong adalah seorang pendekar Puncak.
"Asosiasi ini sebenarnya toko atau sekte?" batin Chinmi yang merasa aneh karena para penjaga maupun manager Asosiasi Tujuh Bintang adalah para pendekar.
__ADS_1
"Peserta yang ikut bertanding mencapai 140 peserta dan ini sangat banyak, untuk mempersingkat jalannya pertandingan, maka pertandingan akan dijadikan tiga tahap yaitu, tahap pertama adalah pertandingan perebutan tanda pengenal dimana setiap peserta akan bertarung dengan peserta lain untuk mendapatkan tanda pengenal mereka yang berbentuk lencana bulat yang terbuat dari perak dan terus mengumpulkan sebanyak-banyaknya agar bisa masuk ke 10 besar untuk bisa masuk ke tahap berikutnya," kata Jendral Whu Lang.
"Owh begitu, pantas tidak ada arenanya!" seru Xuao Lan.
Chinmi berpikir akan semua itu, dan menurutnya yang paling di untungkan adalah peserta yang memiliki teman satu peserta lainnya atau satu sekte, Chinmi berpikir jika Xian Fai, Lian Cao dan YueYin bekerja sama kemungkian mereka untuk maju ke tahap berikutnya akan sangat besar, bisa dibilang ini adalah tahap penyisihan untuk mencari 10 besar yang bisa bertahan.
"Benar-benar pertandingan yang akan berlangsung singkat!" gumam Xuao Lan yang didengar oleh Chinmi dan dia tidak menduga jika Xuao Lan juga memiliki pemikiran yang sama dengannya.
"Aturan dalam pertandingan adalah dilarang membunuh sengaja atau tidak di sengaja, jika sampai para peserta membunuh lawannya maka peserta yang menjadi tersangka akan di keluarkan dari pertandingan dan akan di beri hukuman," kata Jendral Whu Lang.
Semua orang mulai bimbang antara setuju atau tidak setuju denga cara tahap pertama tersebut, alasannya terlalu cepat sehingga dalam satu pertandingan saja maka akan banyak yang keluar karena kalah.
Yang lebih tidak setuju lagi adalah para sekte yang hanya mengikutkan satu peserta saja, sehingga ini di anggap tidak adil.
Namun peraturan tetaplah peraturan yang sudah di tetapkan dan tidak bisa dirubah lagi sehingga mereka hanya bisa mengikuti saja tanpa bisa berbuat apa-apa.
"Semua peserta harap segera memasuki arena stadion!" seru Jendral Whu Lang.
Gendrang kembali berbunyi dan dari bawah tempat Raja Bao duduk, pintu gerbang pun di buka dan semua peserta yang akan ikut bertanding segera berjalan ke arah stadion tersebut.
Semua bisa melihat ada sekitar 140 peserta dan bebarapa di antaranya masih berumur 12 sampai 14 tahun dan yang tertua terlihat berumur 15 sampai 17 tahun.
Chinmi bisa melihat yang paling muda umurnya adalah Lian Cao, Yue Yin, dua Putri Kembar Mei, dan satu wanita lagi terlihat berumur 12 tahun memakai baju hitam dan wajahnya ditutup dengan cadar hitam juga, sehingga tidak bisa dilihat dengan jelas, sedangkan sisanya kebanyakan sudah berumur 15 sampai 17 tahun.
Semua bersorak sorai meberikan semangat kepada para peserta yang sudah berdiri di stadion pertandingan tersebut.
Jendral Whu Lang memandang kearah Raja Bao. Raja Bao menganggukan kepalanya kepada Jendral Whu Lang dan jendral Whu Lang pun berseru keras.
"Baiklah saya minta kepada keempat jendral untuk segera berdiri di sudut lapangan untuk membuat perisai es."
Setelah itu muncul empat orang jendral dan berdiri dimasing-masing sudut stadion dan membuat perisai es penghalang agar tidak ada kecurangan dari luar, namun semua penonton masih bisa melihat dengan sangat jelas.
__ADS_1
"Baiklah dengan ini Pertandingan tahap pertama di mulai," kata Jendral Whu Lang yang di sertai suara gong pertanda pertandingan di mulai.