
***
Ho Chen dan Qiao Lin akhirnya sampai di Dunia Chinmi, mereka berdua segera di sambut oleh Fan Yuzhen dan membawa mereka masuk ke dalam Sekte.
"Jadi acara pernikahannya bukan di sini?" tanya Ho Chen.
"Sebenarnya Chinmi ingin melangsungkan pernikahannya di sini, namun mengingat dia sudah menjadi Raja, mau tidak mau harus menikah di istananya!" jawab Fan Yuzhen.
Saat tiba di Sekte Penakluk Kegelapan memang sedikit sepi karena semua orang sedang pergi ke istana karena Chinmi dan Qie Yin sedang melaksanakan acara pernikahan mereka di sana.
"Chinmi menjadi Raja?" tanya Ho Chen yang terkejut.
Qiao Lin hanya berjalan melihat-lihat sambil mendengarkan perbincangan antara Ho Chen dan Fan Yuzhen.
"Iya, sekarang dia sudah diangkat menjadi Raja oleh seluruh Rakyat!" kata Fan Yuzhen.
Ho Chen menghela nafas panjang, kini ada dua orang pendekar Dewa yang memiliki jabatan sebagai Raja, pertama Xi Liyi, dan yang ke-dua adalah Chinmi.
Walau semuanya telihat baik, namun menjadi seorang Raja itu sangat merepotkan, kecuali ada orang lain yang bisa di percaya untuk membantu mengurusi rakyatnya.
"Apakah kamu mau kesana?" Fan Yuzhen bertanya.
"Tentu saja, karena kedatangan kami kesini untuk menghadiri pernikahan Chinmi!" jawab Ho Chen.
Fan Yuzhen melihat kearah Qiao Lin yang tidak bicara sama sekali dan melihat ke sekelilingnya, "Apakah Nona ini..!?" Fan Yuzhen ingin menebak namun Ho Chen sudah lebih dulu menjawabnya.
"Owh maaf aku lupa memperkenalkannya, dia adalah Qiao Lin, istriku! Lin'er ini adalah Guru Fan, gurunya Chinmi!" kata Ho Chen memperkenalkan mereka berdua.
"Guru Fan!" kata Qiao Lin menyapa sekaligus membungkukkan sedikit badannya memberi hormat.
"Tidak perlu se formal itu nyonya!" kata Fan Yuzhen, dia sadar jika umur Qiao Lin pasti jauh lebih tua darinya karena dia mengetahui umur Ho Chen yang sesungguhnya.
"Sudahlah, mari kita bergegas ke istana!" ajak Fan Yuzhen.
Ho Chen, Qiao Lin dan Fan Yuzhen akhirnya pergi bersama ke istana dimana pernikahan Chinmi sedang di laksanakan.
***
Saat ini Chinmi sedang melaksanakan upacara pernikahan bersama Qie Yin, mereka berdua mengenakan gaun pengantin berwarna merah.
Disana juga hadir ke-dua orang tua Chinmi yang menjadi wali dari pihak laki-laki, sedangkan dari Qiao Lin di wakilkan kepada Zhihui karena Qie Yin sudah tidak memiliki orang tua lagi.
Sejak Qie Yin sering meminta saran dan bantuan akan cara menjaga sekaligus mengatur Sekte nya kepada Zhihui, hubungan mereka jadi semakin dekat.
Zhihui menganggap Qie Yin sebagai pengganti Zhu Mei, saudara kembar Bing Mei yang sudah lama tiada.
"Beri Hormat kepada Langit!" Chinmi dan Qie Yin membungkukkan badan tiga kali di depan papan nama Kaisar Langit.
Sesuai ritual adat mereka saat menikah, ke-dua pasangan pengantin harus memberi hormat kepada Dewa Langit, Dewa Bumi, para Leluhur, kepada orang tua, dan yang terakhir kepada para tamu yang hadir.
Acara upacara pernikahan berlangsung labih dari setengah hari, para tamu yang datang bukan dari luar Kerajaan, melainkan seluruh Rakyat adalah tamu, dan mereka semuanya berbahagia bersama tanpa memandang status dan derajat.
Ho Chen, Fan Yuzhen dan Qiao Lin tiba saat masih dilaksanakan upacara, kemudian di susul oleh Xi Liyi dan Lang Yu.
__ADS_1
Tidak berselang terlalu lama, Yinfei, Lio Long, Hanzi bersama ke-enam pecahan energi juga datang sehingga membuat Chinmi sangat bahagia karena teman-teman nya dari dunia luar juga hadir dan memenuhi janji mereka untuk datang.
"Selamat kepada kalian berdua! Sekarang kalian sudah resmi jadi suami istri!" kata Zhihui kepada Chinmi dan Qie Yin.
"Senior Zhi, aku ucapkan banyak terima kasih karena senior bersedia menjadi wali untuk Istri ku, aku tidak tahu lagi bagaimana cara membalas kebaikan senior ini!" kata Chinmi.
"Aih.. kamu ini bicara apa? Qie Yin sudah aku anggap sebagai cucu ku sendiri sekaligus sebagai pengganti Zhu Mei!" kata Zhihui.
"Eh yang lagi seneng gak mau nengok kesamping!" Bing Mei menggoda Qie Yin.
"Saudari Bing..! Maaf aku sampai lupa kalau saudari Bing berada di situ," jawab Qie Yin dengan senyum malu.
"Hihihi...! Nenek lihat sendirikan, karena terlalu bahagia dia sampai tidak menyadari jika ada orang di samping nya!" kata Bing Mei.
Bing Mei menatap Chinmi dan dengan rasa cangung dia pun mengucapkan selamat kepada Chinmi.
"Saudara Chinmi! Selamat atas pernikahan kalian berdua!" kata Bing Mei dengan rasa cangung.
"Terima kasih saudari Bing!" jawab Chinmi yang juga merasa canggung.
Mereka berdua sebenarnya tidak lupa jika sebelumnya mereka berdua sempat di jodohkan saat kematian Zhu Mei, namun ke-dua nya sama-sama menolak.
Bing Mei mengakui jika Chinmi adalah pemuda yang sangat hebat, semua perempuan pasti menginginkan suami yang memiliki kemampuan tinggi seperti Chinmi.
Namun masalahnya Bing Mei sama sekali tidak menyukainya, dia hanya menanggap Chinmi sebagai teman, dan soal urusan memiliki suami, dia masih belum menemukan laki-laki yang bisa membuat dirinya jatuh hati.
Saat ini kekuatan Bing Mei sudah sangat tinggi, dia sudah berada di Tingkat Raja Alam dan itu sudah puncak kekuatannya, sesuai dengan yang ia inginkan, Bing Mei akan siap memiliki jodoh jika sudah memiliki kekuatan tertinggi.
Tapi pertanyaannya, siapa yang akan menjadi jodoh Bing Mei? memang masih banyak pemuda di Benua Daratan Tengah, namun jika mencari pemuda yang sama seperti Chinmi, sepertinya tidak ada.
"Chinmi, selamat atas pernikahan kalian berdua!" kata Ho Chen.
"Kalian berdua benar-benar terlihat pasangan yang serasi!" kata Xi Liyi.
"Putri Xi Liyi bisa saja! Kalian berdua juga sangat terlihat serasi!" kata Qie Yin
"Senior sekalian! Terima kasih atas kesedian kalian semua yang rela datang jauh-jauh untuk menghadiri pernikahan kami!" kata Chinmi sedangkan Qie Yin juga membungkukkan badan untuk memberikan rasa hormatnya, terutama kepada gurunya Yinfei.
Chinmi menatap kearah wanita yang berada di samping Ho Chen. "Senior! Apakah dia istri senior?" tanya Chinmi.
"Namaku Qiao Lin! Aku sudah mendengar cerita tentang dirimu dan istrimu darinya!" kata Qiao Lin yang lebih dulu menjawabnya.
Qie Yin menatap wajah Qiao Lin kemudian menyapanya, "Senior, maaf saya tidak tahu kalau senior adalah istri senior Ho Chen!" kata Qie Yin.
"Bagaimana dengan istri Tuan ku Ho Chen? Tidak kalah cantiknya bukan dengan wanita lain?" tanya Niu.
"Niu! Apa yang kamu katakan? Nona Yin juga cantik, jadi berhentilah membanding-bandingkan orang!" kata Qiao Lin sambil melotot kepada Niu
Niu mendekatkan mulutnya ke telinga Qie Yin kemudian dia berbisik, "Dia memang cantik, tapi sering cepat emosi seperti nenek sihir!" bisik Niu.
"Kamu membicarakan ku?" tanya Qiao Lin.
"Eh Tidak-tidak!" Niu segera menarik diri dan lari mejuah.
__ADS_1
"Niu berhenti jangan lari!" seru Qiao Lin saat melihat Niu yang lari dengan cepat menerobos keluar karena takut Qiao Lin mengejarnya, padahal Qiao Lin hanya tertawa kecil melihat Niu yang lari ketakutan.
"Kami ucapkan selamat atas pernikahan Yang Mulia, semoga kalian berdua bahagia!"
Yue Yin, Lian Mei, Xian Fai, Lian Cao dan Jiu Heng memberikan selamat kepada Chinmi, "Kalian semua, berhentilah memanggil ku Yang Mulia!" tolak Chinmi.
"Maaf Yang Mulia, tapi kami tidak berani lancang kepada Raja, siapapun orang itu baik orang lain atau teman, jika dia sudah menjadi Raja maka wajib bagi kami untuk menghormati nya," kata Xian Fai.
"Saudara Lian Cao, jadi kamu sampai hari ini belum menemukan calon?" tanya Chinmi.
"Memangnya siapa yang mau menjadi pasangan ku? Aku ini sangat lemah dan juga tidak memiliki peningkatan kekuatan apapun!" jawab Lian Cao sambil tersenyum kecut.
Sampai saat ini tingkat kekuatan Lian Cao hanya sampai di Tingkat Menengah saja dan tingkat kekuatan terhenti di tingkat itu saja.
"Kenapa tidak dengan Nona Bing saja! Dia juga masih belum memiliki pasangan!" kata Chinmi.
Bing Mei langsung melotot kearah Chinmi sedangkan Lian Cao hanya bisa tersenyum tipis. Lian Cao sadar jika dirinya tidak mungkin bisa bersanding dengan Bing Mei.
Lian Cao akui jika dirinya tertarik dan bohong rasanya jika harus menolak gadis secantik Bing Mei.
Namun masalah nya Lian Cao tidak percaya diri, Bing Mei tidak hanya cantik melainkan memiliki ilmu yang sangat tinggi, jika di bandingkan dengan dirinya, jelaskan Ilmunya tidak ada apa-apanya.
"Senio Xi, Saudari Yin, Senior Yin! Sebaiknya kita mengobrol di tempat lain saja!" ajak Bing Mei karena dia sangat kesal kepada Chinmi yang menjodohkan dirinya kepada orang yang tidak ia kenal.
***
Acara pesta pernikahan berlangsung selama tiga hari tanpa henti, itu semua khusus untuk menghibur para Rakyat agar bisa menikmati kebahagiaan yang sama seperti Chinmi.
Setelah acara pesta sudah selesai, semua Rakyat kini kembali ke tanah mereka sendiri, Chinmi juga membagi-bagikan uang untuk mereka membangun rumah mereka kembali, namun hanya bagi rakyatnya yang benar-benar kurang mampu.
Yinfei dan semuanya berada di Sekte Penakluk Kegelapan, kecuali Ho Chen dan Qiao Lin yang masih berada di istana.
Yinfei tidak ingin mengganggu tugas Chinmi sehingga memilih berkumpul dengan Fan Yuzhen untuk mengobrol bersama yang lainnya disana.
Setelah Chinmi selesai dengan semua urusannya, dia datang ketaman menghampiri Ho Chen yang sudah menunggu dirinya.
"Maaf jika senior lama menunggu!" kata Chinmi yang terlihat kelelahan karena banyak pikiran.
Ho Chen tersenyum hangat kemudian menggelengkan kepala, "Tidak apa-apa, lagi pula aku tahu sekarang kamu sudah menjadi orang yang paling sibuk, atau begini saja bagaiamana jika aku beri kamu julukan Pendekar Dewa Raja Sibuk?" kata Ho Chen sambil tertawa kecil.
Chinmi ikut tertawa mendengar Ho Chen yang menjuluki dirinya seperti itu kemudian dia menatap kearah Qie Yin yang sedang mengobrol dengan Qiao Lin agak jauh darinya.
"Ada apa senior, kenapa senior melihat ku seperti itu? Apa ada yang salah dengan diriku?" tanya Chinmi saat menyadari tatapan Ho Chen padanya.
"Tidak ada apa-apa Chinmi!" jawab Ho Chen kemudian dia bangkit dan menatap ke langit kemudian kembali berbicara kepada Chinmi.
"Chinmi! Andai suatu saat nanti aku dan kamu sampai menjadi musuh dan di tempat dalam sebuah pertarungan, kira-kira apa yang akan kamu lakukan?" tanya Ho Chen sambil melirik kearah Chinmi yang terkejut atas pertanyaannya.
***
Maaf jika cerita ini saya rubah, itu karena ada beberapa kata yang tidak seharusnya saya tulis, seperti korupsi dan yang lainnya yang bisa menyingung orang lain, dan juga pertanyaan sensitif yang seharusnya tidak saya tulis. Jadi saya hapus dan saya ganti dengan yang ini.
jika semalam tidak update, Semalam saya benar-benar sangat kelelahan, dan bukan karena ngambek ya, wkwkwk..
__ADS_1
Owh iya, kemungkinan tinggal satu bab lagi maka semuanya akan selesai, dan selanjutnya saya akan fokus ke Novel Kesatria Tombak Nirwana.
Sebenarnya saya berencana update juga di K...B..M, namun kita lihat saja nanti.