PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Jatuhnya Kerajaan Angin Selatan


__ADS_3

"Ketua Ji, aku harap dengan menjodohkan mereka berdua akan membuat sekte kita berdua semakin dekat dan bisa saling membantu jika salah satu dari kita ada yang mengalami kesulitan," kata Jiu Sha.


"Aku harap juga demikian ketua Jiu!" jawab Ji Long.


Pertunangan belum di laksanakan karena mereka semua sedang menunggu datangnya seseorang, dia adalah Fan Yuzhen, mantan ketua sekte Generasi ketiga dan pemberi nama dari Sekte Pedang Suci.


"Ayah, apakah dia tidak akan hadir?" Ji Sang bertanya dengan berbisik.


"Aku sudah mengirim undangan dengan burung merpati nya, sekarang kita hanya bisa menunggu apakah dia akan datang atau tidak," kata Ji Long kemudian memandang kesemua para undangan yang hadir.


"Namun jika sampai nanti sore Ketua Fan tidak datang, maka acara akan kita mulai!" lanjut Ji Long kemudian dia berdiri.


"Para undangan dari perwakilan berbagai sekte, baik ketua sekte maupun para perwakilan dari ketiga Kerajaan, saya minta maaf karena acara belum bisa kita mulai, kami sedang menunggu Pertapa Pedang selaku pendiri dan ketua generasi ketiga Sekte Pedang Suci," kata Ji Long berbicara dengan mengalirkan energi agar bisa di dengar ke seluruh ruangan.


"Bagaimana jika Pertapa Pedang tidak juga datang?" tanya salah satu perwakilan dari Sekte Tiga Bukit Kembar.


"Jika sampai sore Pertapa Pedang tidak juga datang, maka acara akan dilakukan walau tanpa kedatangan nya! Jadi saya mohon untuk bersabar," jawab Ji Long.


Semuanya hanya bisa bersabar dan saling berbicara satu sama lain, sedangkan Yue Yin, Yue Rong dan Mang Xin sedang berbicara dengan Zhihui, Bing Mei dan juga Li Fang.


Zhihui merasa senang karena kedatangan Li Fang, dan dia bercerita panjang lebar akan apa yang pernah Chinmi perbuat saat menyelamatkan nyawa nya, sekaligus menceritakan jika Chinmi sempat di jodohkan dengan Bing Mei, walau tidak ada jawaban "Iya" dari Chinmi.


Namun bagaimanapun juga Chinmi adalah mantan Ketua dari Sekte Pulau Es generasi ke Empat dan paling muda kemudian disusul oleh Bing Mei.


Yue Yin hanya bisa membuka tutup mulut nya saat Zhihui menceritakan akan perjodohan Chinmi dengan Bing Mei, sedangkan Li Fang sudah mengetahuinya langsung dari Chinmi sehingga dia tidak terlihat terkejut.


Siang sudah berlalu namun Fan Yuzhen belum juga datang, mau tidak mau acara pertunangan akan segera di laksanakan tanpa menunggu lagi akan kehadiran Fan Yuzhen.


"Para undangan semua, atas nama seluruh anggota Sekte Pedang Suci, saya ucapkan terima kasih atas kehadiran kalian semua, dengan ini acara pertunangan Cucu ku Ji Yue Yin dengan Tuan Muda dari Sekte Bukit Matahari Jiu Heng akan kita laksanakan," kata Ji Long kemudian dia manggil Yue Yin untuk mendekat serta meminta Jiu Heng juga maju lebih dekat.


Ketika Ji Long dan Jiu Sha sudah bersiap untuk memper tunangkan mereka berdua, tiba-tiba datang seorang prajurit dari Kerajaan Angin Selatan yang terlihat sedang terluka.


"Tolong..! Tolong saya..!" kata prajurit tersebut.


Para prajurit dari Kerajaan Bumi Barat yang dibawa oleh Li Fang segera mengelilingi prajurit dari Kerajaan Angin Selatan yang sudah terluka parah tersebut dengan mengarahkan senjata mereka kepada prajurit tersebut.


"Mundurlah kalian semua..!" seru Li Fang.


Semua para prajurit segera menarik kembali senjata mereka dan mundur berbaris kembali ke tempat mereka.


Li Fang dan Ji Long segera menghampiri Prajurit tersebut yang mengalami banyak luka tebasan di tubuhnya.


"Ambilkan air cepat!" kata Ji Long kemudian dia segera mengalirkan energinya kepada prajurit tersebut untuk menghentikan pendarahannya.


Li Fang menerima air yang di ambil oleh salah seorang dari sekte lain dan dia segera meminumkan air tersebut kepada Prajurit tersebut.


Walau dia adalah Prajurit dari Kerajaan Angin Selatan yang menjadi musuh bebuyutan Kerajaan Bumi Barat, namun Li Fang tetap menolongnya.


Tidak pantas rasanya jika harus membiarkan Prajurit tersebut yang sedang terluka parah begitu saja sehingga Li Fang tetap membantunya.


"To-tolong saya Tu-tuan! To-tolong se-selamtkan.. Tu-tuan pu-putri Liyi!" kata Prajurit tersebut dengan suara terputus-putus.


"Tuan Putri Liyi? Maksudmu putri Raja Shao Ming? Apa yang sudah terjadi?" tanya Ji Long.


Prajurit tersebut terbatuk-batuk dengan memuntahkan dara segar, nafasnya semakin melemah, namun dia tetap berusaha untuk berbicara dengan sisa nafas terakhirnya.


"Tu-tuan putri Liyi.. Be-berada di-depan," prajurit tersebut berusaha untuk tetap bertahan kemudian kembali melanjutkan ucapannya.


"Ke-kerajaan ka-kami di-diserang o..o.oleh ke-kelompok.. Be-benua Se-sela..!" ucapan prajurit tersebut terhenti karena dia sudah tidak tahan lagi dan meninggal di tempat itu.


Li Fang segera berlari keluar dan dia melihat seorang gadis juga tergeletak dengan beberapa luka dan satu anak panah juga menancap di bahu gadis tersebut.


Li Fang segara memeriksanya dan ternyata gadis tersebut masih hidup, namun sangat kritis.


Li Fang segera mencabut anak panah yang menancap dan kemudian menghentikan pendarahan gadis tersebut yang tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Setelah kulit wajah gadis tersebut tidak pucat lagi, Yue Rong dan Yue Yin segera datang menyusul dan kemudian mereka berdua meminta Li Fang agar memindahkan gadis cantik tersebut ke kamar Yue Yin.


"Apa yang sudah terjadi dengan Kerajaan Angin Selatan? Diserang oleh kelompok Benua Selatan? Apa maksudnya Kerajaan Angin Selatan di serang oleh anggota dari Benua Daratan Selatan?" gumam Ji Long sambil memperhatikan gadis yang dibawa ke dalam kamar Yue Yin.


"Ketua Ji, bagaimana ini? Apakah acara pertunangan ini akan dibatalkan?" tanya salah satu anggota sekte.


Ji Long tidak menjawab, dia sendiri bingung apa yang harus putuskan saat situasi belum jelas seperti ini.


"Semuanya saya minta maaf, namun sepertinya sedang terjadi kekacauan di Kerajaan Angin Selatan yang kemungkian sedang di serang oleh para pendekar dari Benua Daratan Selatan, sekarang situasi lebih buruk dari sebelumnya," kata Ji Long.


"Biarkan saja! Kerajaan Angin Selatan memang pantas mendapatkan ganjarannya karena telah berani bersekutu dengan Sekte aliran hitam!" kata salah satu anggota dari sekte Tiga Bukit Kembar.


"Semuanya, saya tahu jika kita semua sangat tidak suka kepada Kerajaan Angin Selatan, namun ini bukan waktunya bagi kita untuk saling menyalahkan," kata Ji Long.


"Ketua Ji, apa maksudmu?" tanya Zhihui yang saat ini hanya berdiri dengan anggotanya, main Qie Yin tidak ada di sana karena dia juga ikut Yue Yin kedalam kamar untuk membantu Li Fang dan Yue Rong.


"Dewi Naga Es, bukankah kamu juga tahu jika para pendekar dari Benua Daratan Selatan itu sangat hebat dan juga kuat, bahkan kekuatannya melebihi para pertapa! Jika sampai mereka menyerang Kerajaan Angin Selatan dan menguasai Kerajaan itu, maka selanjutnya Kerajaan yang lain juga pasti akan diserang dan seluruh Benua Daratan Tengah akan dalam bahaya!" kata Ji Long.


"Itu artinya Benua kita sedang di jajah, dan ini akan menjadi urusan semua orang yang ada di Benua ini," kata Lo Wei Xhen.


"Ketua Ji, kamu benar sekali. Kita kesampingkan masalah perjodohan ini, sebaiknya kita fokus kepada masalah yang akan datang! Apakah kamu punya solusi untuk masalah ini?" tanya Jiu Sha.


"Aku tidak memiliki solusi apapun, untuk saat ini kita tunggu hingga Putri Raja Shao sadar dan menanyakan padanya nanti, namun sekarang kami semua membutuhkan bantuan Pertapa Es!" kata Ji Long.


Ji Long berjalan dan melihat jasad prajurit tersebut, "Sekarang kita butuh bantuan Pertapa Es untuk menyampaikan informasi ini kepada para Pertapa yang lain, karena hanya dia yang mengetahui dimana para semua Pertapa berada," kata Ji Long.


Empat anggota Sekte Pedang Suci segera mengangkat jasad prajurit tersebut dan dibantu oleh para Prajurit kerajaan Bumi Barat, mereka akan mengubur Prajurit tersebut dengan layak.


"Ketua Ji, kalau begitu kami semua akan kembali ke Sekte, dan akan menyampaikan kabar ke seluruh Benua Daratan Utara!" kata salah satu pendekar dari Sekte Tiga Bukit Kembar.


Semuanya segera kembali ke sekte masing termasuk Lo Wei Xhen dan Lao Shi yang juga kembali Kerajaan mereka masing-masing untuk segera menyampaikan kabar tersebut.


Li Fang sendiri hanya mengirim kembali dua ratus prajuritnya sekaligus menitipkan surat kepada mereka untuk di serahkan kepada Li Xiang, sedangkan Bing Mei tidak ikut kembali bersama Zhihui.


***


"Tuan Putri Liyi, bagaimana keadaan Tuan Putri?" tanya Yue Yin saat melihat Mu Liyi sudah sadar.


"Siapa kamu dan berada dimana aku?" tanya Mu Liyi sambil mengamati seluruh ruangan kamar Yue Yin.


"Nama saya adalah Ji Yue Yin, dan Tuan Putri saat ini berada di Sekte Pedang Suci!" kata Yue Yin.


"Sekte Pedang Suci? Owh iya aku ingat, namun kemana Prajurit yang menolongku?" tanya Mu Liyi.


"Maafkan kami Tuan Putri, kami tidak bisa menyelamatkannya!" kata Yue Yin dengan suara pelan dan penuh penyesalan.


Ji Long dan Li Fang juga datang bersama dengan Yue Rong dan juga Ji Sang dan Mang Xin.


"Tuan Putri, bagiamana keadaan mu sekarang?" tanya Ji Long.


"Ini kakek Ji Long kakek saya sekaligus ketua Sekte ini!" kata Yue Yin memperkenalkan Ji Long kepada Mu Liyi.


"Ketua Ji, maaf sudah merepotkan ketua dan juga semuanya!" kata Mu Liyi yang ingin bangkit untuk memberikan hormat sebagai rasa terima kasihnya.


"Tuan Putri, sebaiknya anda jangan dulu banyak bergerak karena luka Tuan Putri belum sepenuhnya pulih!" kata Li Fang.


"Kau? Kau siapa?" tanya Mu Liyi.


"Dia adalah Paman Li Fang, Jendral dari Kerajaan Bumi Barat!" kata Yue Yin.


Mu Liyi sangat terkejut ketika mengetahui akan siapa Li Fang, dia ingin bangkit namun Yue Yin dan Yue Rong menahannya.


"Jendral Li, maafkan atas semua yang sudah ayahku lakukan, aku tahu ayahku memang salah karena telah bersekutu dengan Sekte aliran hitam! Aku juga tahu jika Kerajaan Angin Selatan dan Kerajaan Bumi Barat adalah dua Kerajaan yang saling bermusuhan, karena itu sebagai pengganti ayahku yang sudah tiada, aku mohon maafkanlah ayahku!" kata Mu Liyi.


Semuanya yang ada di ruangan tersebut terkejut bagai di sambar petir setelah Mu Liyi mengatakan jika Shao Ming sudah tiada.

__ADS_1


"Tuan Putri, apa yang tuan putri katakan? Kenapa tuan putri bilang jika Raja Shao sudah tiada?" tanya Li Fang.


Mata Mu Liyi mulai berkaca-kaca seolah-olwh tidak sanggup lagi untuk menahan air mata kemudian tangisnya pecah.


Yue Yin dan Mang Xin segera menenangkan Mu Liyi yang menangis, mereka bisa melihat jika ada kesedihan yang begitu mendalam sekaligus ada rasa takut di matanya.


Setelah beberapa saat tangis Mu Liyi mulai mereda dan kemudian dia mulai menceritakan akan apa yang telah terjadi kepada Raja Shao dan sekaligus akan jatuhnya Kerajaan Angin Selatan.


Raja Shao ternyata sudah mati dibunuh oleh seorang pria tua bertubuh tinggi, kejadian tersebut berlangsung saat malam hari dimana semua nya sedang beristirahat.


Mu Liyi sendiri menyaksikan ketika Ayah nya sedang di seret oleh pria tinggi tersebut. Malam itu seluruh istana Kerajaan langsung kacau dan banyak mayat prajurit dan pelayanan istana yang bergelimpangan bersimbah darah.


Yang lebih mengejutkan lagi, Mu Liyi bisa melihat Penasehat Zu Chin juga ikut terlibat dan menghianati Ayah nya.


Mu Liyi mendengar dari perkataan ayahnya saat sebelum di bunuh, ayah nya memanggilnya sebagai Panglima Gajah dari Benua Daratan Selatan.


Panglima Gajah ternyata datang membawa seratus pendekar yang semuanya memiliki kekuatan yang begitu tinggi, dan hanya dalam waktu semalam saja, istana Kerajaan Angin Selatan di penuhi dengan mayat dan bau amis darah tercium hingga keluar istana.


Raja Shao di bunuh dengan cara tubuhnya di belah menjadi dua, dan itu dilihat langsung oleh Mu Liyi.


Mu Liyi langsung berteriak histeris ketika melihatnya ayahnya yang mati secara mengenaskan dan hal itu di ketahui oleh Zu Chin.


Panglima Gajah langsung menginginkan Mu Liyi, namun salah satu prajurit yang masih selamat berhasil membawa nya kabur, namun kondisi prajurit tersebut juga tidak baik.


Zu Chin yang tidak mengetahui keinginan Panglima Gajah dan segera memanah kearah Mu Liyi yang dibawa lari oleh Prajurit tersebut.


Panah Zu Chin berhasil mengenai pundak Mu Liyi sehingga Mu Liyi jatuh dan tubuhnya menghantam bebatuan dan kayu tajam hingga tidak sadarkan diri.


"Tenyata Tuan Putri sudah melewati hal yang sangat berat, dan Yang Mulia Shao..! Aku tidak menduga jika akan berakhir seperti ini!" kata Ji Long.


"Tuan Putri, untuk sementara ini tuan putri tinggal dulu disini hingga situasi aman!" kata Yue Yin.


"Tidak mungkin ada kata aman bagi Tuan Putri, aku yakin saat ini mereka akan mencari dan memburunya!" kata Li Fang.


Mu Liyi hanya bisa diam, dia tahu jika dirinya akan menjadi buronan, terlebih lagi Zu Chin yang sudah menjadi pengianat.


"Kalau begitu biar dia ikut saya tinggal di Kerajaan Bumi Barat, disana pasti akan lebih aman!" kata Li Fang.


"Ti-tidak jendral, aku tidak mau kerajaan Bumi Barat terkena musibah hanya karena melindungiku! Dan kamu Yue Yin, maaf bukan aku mau menolak, namun sepertinya aku juga tidak bisa tinggal disini, karena jika sampai mereka menemukan ku disini, bisa-bisa mereka akan menghancurkan sekte ini!" kata Mu Liyi.


"Tuan Putri, mungkin memang benar jika mereka pasti akan mencari tuan Putri, namun sasaran mereka tidak mungkin akan mencari di sekte aliran putih melainkan aliran hitam, karena yang mereka tahu hanya aliran hitam yang kemungkinan akan menolongnya!" kata Ji Long.


Pemikiran Ji Long tidak salah karena Zu Chin yakin jika tidak akan ada yang akan ada satu sekte aliran putih maupun netral manapun yang akan menerimanya, karena sekte putih dan netral sudah menjadi musuh Kerajaan Angin Selatan.


Hanya sekte aliran hitam yang kemungkinan akan di datangi oleh mereka, dan pastinya mereka akan meneror sekte aliran hitam hingga Mu Liyi bisa di temukan.


"Kalau begitu mereka tidak mungkin akan mencari hingga sampai memasuki Kerajaan Bumi Barat, karena Kerajaan Angin Selatan adalah musuh terbesar bagi kerajaan ku, jadi mereka pasti tidak akan menduga jika sebenarnya dia berada di rumahku bukan?" kata Li Fang.


"Hemm..! Kamu ada benarnya, namun semua tergantung dari keputusan Tuan Putri!" kata Ji Long.


"Ketua dan Jendral, sekarang aku sudah tidak memiliki Kerajaan lagi dan ayah ku sudah tiada, jadi sekarang aku bukanlah seorang Tuan Putri lagi!" kata Mu Liyi.


"Aku punya ide, bagaiman jika nama tuan putri diubah agar tidak ada orang yang mengetahuinya!" kata Yue Rong.


"Benar sekali, sekarang kami akan memanggil Tuan Putri dengan nama Hua Mei Li!" kata Ji Long


"Nama yang bagus," Yue Yin memuji.


"Jika suatu saat Kerajaan Tuan Putri sudah bisa di rebut kembali, maka nama ini akan hilang dan nama Tuan Putri akan kembali sekaligus kami berharap Tuan Putri bisa menjadi pengganti Raja Shao!" lanjut Ji Long


"Itu benar sekali, aku juga berharap kamu bisa mengubah permusuhan antara Kerajaan Bumi Barat berubah menjadi Sekutu dan menciptakan kedamaian!" kata Li Fang.


"Bukankah keinginan kalian sangat mustahil bisa terwujud?" batin Mu Liyi dan kemudian dia hanya bisa menurut.


"Baiklah aku akan mengikuti kalian!" kata Mu Liyi.

__ADS_1


__ADS_2