
Ke sebelas siluman yang tersisa kini kembali menyerang Qiao Lin, sedangkan Qiao Lin merubah pola serangannya.
"Biar kami saja yang mengurus mereka, Nona Lin cukup menonton saja di bawah!" Yin tiba-tiba muncul di samping Qiao Lin.
Qiao Lin sendiri membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, namun Yin buru-buru maju menghadang kesebelasan siluman yang berniat menyerang Qiao Lin secara bersamaan.
Yin tahu jika Qiao Lin pasti akan mengomel karena dia telah memanggil Qiao Lin dengan sebutan Nona. Karena itu dia segera maju untuk menghadapi ke sebelas siluman agar tidak mendengar omelan Qiao Lin.
"Kalian mau mengeroyok istri Tuan ku? Kalau harus bisa mengalahkan aku terlebih dahulu jika ingin menyerangnya!" kata Yin dengan tersenyum lebar.
Kesebelas siluman yang terkejut kembali bergerak menyerang Yin yang menghadangnya. Secara perlahan-lahan salju yang berada di bawah naik dan memutari tubuh Yin sebelum akhirnya berubah menjadi air dan berputar bagai cincin di tubuh Yin.
"Cih.. Terlalu pamer!" gerutu Kun kemudian dia juga ikut menyerang ke arah para ratusan siluman yang berada di bawah.
"Tehnik Matahari - Badai Api Matahari."
Feng Ying melepaskan sebuah matahari buatan yang ukurannya begitu besar, namun dia tidak melemparkannya ke langit melainkan melemparkan ke arah lingkaran cincin api yang menjadi pusat munculnya para siluman tersebut.
Matahari buatan tersebut sangat panas sehingga membuat es di sekitarnya mulai menguap dan semakin mencair.
Bomm!!!
Ledakan dari matahari tersebut menghancurkan bekuan es di sekitar pusaran cincin, namun pusaran cincinnya tidak menghilang.
Sekitar beberapa puluh siluman yang baru datang dari dalam pusaran hancur setelah terkena ledakan tersebut.
Feng Ying dan Qiao Ho sama-sama menyipitkan mata mereka melihat ke dalam pusaran cincin, "Itu wilayah kekaisaran Mu!" kata Feng Ying setelah melihat beberapa model bangunan yang ada di dalam pusaran cincin tersebut.
"Berarti pusaran cincin itu adalah sebuah portal? Tapi siapa pemilik portal itu?" kata Niu.
"Aku tidak peduli" kata Yang, kemudian melepaskan energi api ke arah pusaran Api tersebut.
Niu meletakkan kedua telapak tangannya ke atas salju setelah itu, satu akar kayu yang muncul dari bawah dan kemudian mengeluarkan banyak sekali akar-akar kecil dan mengejar para siluman yang berada di bawah.
__ADS_1
Yu juga mengeluarkan pusaran angin raksasa yang sangat besar sehingga membuat banyak es beterbangan sekaligus para siluman yang juga ikut terhisap kedalam pusaran angin tersebut.
Ming Hao menggunakan Sihir Ruang Waktunya untuk berpindah dari satu Siluman ke siluman yang lain. Dia muncul di salah satu Siluman kemudian membunuhnya dengan cara memukul kepala siluman tersebut hingga hancur kemudian berpindah lagi ke siluman yang lainnya.
Gerakan dan serangan Ming Hao sama sekali tidak membuat kerusakan seperti yang lainnya, hanya Ming Hao dan Hanzi saja yang menggunakan serangan jarak dekat untuk membunuh lawannya.
Hanzi menghentikan waktu sesaat kemudian membunuh beberapa siluman yang semuanya sudah tidak bergerak dengan cara memotong leher mereka dengan cepat.
Qiao Ho sama sekali tidak berbuat apa-apa, dia hanya bisa menyaksikan Feng Ying dan ke tujuh rekannya di tambah dengan Qiao Lin yang bertarung melawan ratusan siluman yang di duga sengaja di kirim dari kekaisaran lain lewat portal dimensi.
Qiao Ho sedikit cemas melihat lima energi yang bertarung penuh semangat, "Jika terus begini, bisa-bisa Wilayah Sekte Gunung Es akan hancur akibat energi mereka yang bertarung," gumam Qiao Ho dengan khawatir.
"Sial, kenapa mereka tidak ada habis-habisnya..!" seru Feng Ying saat menyadari jika para siluman tersebut ternyata tidak juga habis walau sudah banyak yang terbunuh.
Walau Feng Ying, Hanzi dan ke Enam pecahan energi sudah sangat kuat, namun tetap saja energi mereka ada batasnya.
Saat Feng Ying masih keheranan akan para siluman yang terus bertambah, beberapa serangan energi Tanah mengenai tubuhnya sehingga dirinya terlempar mundur sejauh 4 meter.
"Percuma saja, mereka tidak ada habis-habisnya..!" seru Kun yang saat ini semakin di persulit dengan lawannya yang semakin banyak.
"Ini mustahil, mereka bukan menambah melainkan kembali hidup lagi..!" Ming Hao baru menyadari jika para siluman tersebut bukanlah bertambah melainkan kembali hidup.
Tubuh para siluman yang mati, baik itu yang terpotong, hancur, bahkan hangus menjadi arang secara perlahan-lahan kembali hidup dan kemudian kembali menyerang.
"Bagaimana mungkin..? Ini pasti sebuah sihir tingkat tinggi! Tapi di mana pengguna sihir ini berada?" Feng Ying berusaha mencari orang yang telah mengendalikan dan menghidupkan meraka kembali, namun dia tidak menemukan siapa-siapa.
Qiao Lin yang bertarung melawan 3 ekor siluman burung walet seukuran anak sapi juga mulai kekurangan energi. Dia memperhatikan kesekelilingnya dan melihat tidak ada satu jasad pun dari para siluman yang telah berhasil di bunuh nya.
Qiao Lin mengigit bibirnya, dia merasa tidak memiliki pilihan lain selain membekukan mereka agar tubuh para siluman yang mati tidak kembali hidup.
Qiao Lin sadar jika ia menggunakan Tehnik Kristal Es sekali lagi, maka seluruh energinya pasti akan habis. Ia teringat akan pesan Ho Chen agar jangan terus menerus menggunakan Tehnik Kristal Es jika tidak dalam keadaan tersedak, karena energi yang dimiliki oleh Qiao Lin tidak sebanyak seperti energi milik Ho Chen.
Qiao Lin kembali turun di dekat Feng Ying kemudian berbicara padanya, "Guru, lindungi aku! Aku akan membekukan mereka semua," kata Qiao Lin.
__ADS_1
"Apa kamu yakin?" tanya Feng Ying yang sudah berhasil membunuh sekitar 12 Siluman, namun ke 12 Siluman tersebut kini kembali bangkit walau kepalanya sudah hangus terbakar, dan kemudian kepala itu kembali seperti semula.
"Yakin Guru!" kata Qiao Lin kemudian merentangkan kedua telapak tangannya kelangit.
Feng Ying segera meminta bantuan Hanzi dan Ming Hao untuk membantunya melindungi Qiao Lin, sedangkan Yin membantu menyalurkan energi Yin nya kepada Qiao Lin agar Tehnik yang digunakan oleh Qiao Lin semakin kuat.
"Tehnik Kristal Es - Pembekuan Es Abadi."
Suhu di wilayah Sekte Gunung Es menjadi lebih 10 kali lipat lebih dingin dari sebelumnya, bahkan pusaran cincin Api juga semakin meredup akibat suhu yang tiba-tiba lebih dingin dari sebelumnya.
Setelah beberapa tarikan nafas kemudian, sebuah hembusan angin segera bertiup cukup kencang. Hembusan Angin tersebut terlihat seperti berkabut tipis. Namun setelah angin tersebut mengenai para siluman, mereka segera membeku dan tidak bergerak sama sekali.
Dalam waktu singkat, ratusan siluman membeku semuanya, bahkan pusaran cincin Api juga ikut mati akibat dinginnya angin yang membekukan apapun yang dilewatinya.
Qiao Lin mulai kehabisan energinya setelah menggunakan Tehnik Kristal Es nya. Beruntungnya energi yang ia miliki memiliki unsur yang sama dengan energi milik Yin sehingga Yin dengan cepat memulihkan energi milik Qiao Lin.
Mereka menunggu beberapa saat untuk melihat hasilnya, apakah para siluman tersebut akan bangkit kembali, atau akan terus membeku.
Setelah cukup lama barulah mereka merasa lega karena tidak satupun dari para siluman yang membeku kembali bangkit.
"Bagus Lin'er, sepetinya tehnik yang kamu gunakan berhasil membuat mereka tidak bisa bangkit lagi!" kata Ming Hao.
Qiao Lin tidak menjawab, walau dia juga merasa puas karena dia akhirnya berhasil menghentikan mereka. Namun sebagai bayarannya, dia harus kehilangan separuh dari energinya. Semua itu karena Yin yang juga ikut memulihkan separuh dari energinya.
"Bagus-bagus...! Sepertinya aku sangat beruntung bisa menemukan para mahluk yang memiliki kekuatan besar di sini."
Saat mereka semua merasa senang karena para siluman sudah berhasil dihentikan, tiba-tiba sebuah suara yang begitu menekan terdengar dari langit.
Mereka semua menatap kearah sumber suara tersebut dan melihat ada sosok seperti manusia namun memiliki wajah dan kulit seperti seekor Srigala, dan bulu-bulu nya juga terlihat menyala seperti api.
"Siapa lagi itu..?" tanya Niu setelah melihat sosok aneh tersebut.
***
__ADS_1
Terima kasih atas Doa Kalian semua, pagi tadi saya sudah boleh pulang dari rumah sakit, dan alhamdulillah selama hampir satu minggu terbaring di rumah sakit karena penyakit lambung.
Terlebih terima kasih saya untuk istri saya yang telah membantu menyalin semua naskah yang saya simpan. Semoga kedepannya saya bisa kembali sehat sehingga bisa beraktifitas seperti biasanya dan bisa update 2 Bab perhari.