PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Tubuh baru


__ADS_3

"Sihir Tanah-Hujan Naga Bumi."


Chinmi melepaskan ratusan bongkahan tanah kearah Ho Chen, sedangkan Ho Chen sama sekali terlihat tidak berusaha untuk menghindar.


"Jari Dewa Bumi."


Ho Chen mengerakkan jarinya ke arah bongkahan tanah yang mengarah padanya, dan seketika itu juga bongkahan tersebut berhenti bergerak dan bergerak balik menghadang bongkahan tanah yang lainnya.


"Ini mustahil, bagaimana mungkin aku bisa menandingi senior Chen!" gumam Chinmi kemudian dia kembali menyerang dengan sihir yang berbeda.


"Sihir Api-Sambaran Halilintar."


Chinmi memusatkan api berwarna biru di jarinya dan kemudian dia mengubahnya menjadi cahaya putih.


Dengan sekali gerakan jari saja, petir putih yang sangat kuat melesat kearah Ho Chen, sedangkan Ho Chen hanya tersenyum melihatnya.


"Tehnik Halilintar-Sambaran Penghancur."


Ho Chen juga mengarahkan jarinya dan kemudian keluar petir yang lebih besar dan membentur petir milik Chinmi.


Suara ledakan pecah dan suaranya terdengar ke seluruh dunia Alam Dewa membuat semua burung-burung lari beruamburan.


"Berhenti senior, percuma jika kita menjutkan pertandingan ini karena aku tidak mungkin bisa mengalahkan mu!" kata Chinmi.


"Chinmi, semudah itukah kamu mau menyerah, dulu saat aku masih memiliki kekuatan seperti dirimu, aku tidak pernah menyerah dan terus berusaha bertanding melawan Senior Yinfei. Walau saat itu aku belum bisa menandinginya, namun aku mendapatkan pelajaran dan pengalaman baru hingga akhirnya aku mampu menyainginya!" kata Ho Chen.


*Iya senior, namun aku masih baru memiliki kekuatan ini, jadi sedikit sulit untuk bisa mengendalikan dan membiasakan diri!" kata Chinmi.


"Jadi bagaimana? Apakah kamu hanya akan diam saja?" tanya Ho Chen dengan mengangkat sebelah alisnya.


"Bukan begitu senior, aku..!"


"Sihir Api-Tiga Dewa Api."


Chinmi belum selesai berbicara namun Ho Chen sudah lebih dulu menyemburkan tiga api dengan berbeda warna kearah Chinmi.


Chinmi yang terkejut dan panik segera membuat sihir airnya untuk menahan tiga api yang mengarah padanya.


"Sihir Air-Serangan Naga Air."


Chinmi melepaskan sihir airnya yang menyerupai seekor naga, dia segera mengarahkan Naga air yang ia buat kearah tiga api tersebut.


Namun begitu air tersebut membentur api milik Ho Chen, air tersebut justru menghilang menjadi uap, sedangkan api Ho Chen masih bergerak kearahnya.


"Gawat..!"


Chinmi terbang tinggi berusaha menghindari kejaran tiga api tersebut. Merasa tidak bisa menghindar lagi, Chinmi mengeluarkan sihir apinya juga.


Langit berubah merah dan awan-awan juga bergerak kearah Chinmi dan pada akhirnya lenyap setelah Chinmi melepaskan energi api yang begitu besar.


"Sihir Api-Pusaran Amarah."


Api yang sangat besar segera terlihat membuat seluruh langit berubah warna, hawanya sangat panas membuat Pohon-pohon yang sedang melayang terbakar.


Chinmi melepaskan pusaran api raksasanya kearah tiga api yang mengarah padanya, ketika sudah membentur api milik Ho Chen, cahaya putih menyilaukan menyebar menyinari seluruh Alam Dewa dan kemudian ledakan yang sangat besar terjadi.


Dunia Alam Dewa adalah dunia yang sangat kuat, tanahnya tidak bisa hancur walau terkena ledakan besar yang dahsyat dari benturan kekuatan api milik Chinmi dan Ho Chen.


Chinmi bernafas lega setelah merasa berhasil menahan serangan tiga api milik Ho Chen, namun setelah itu dia baru tahu jika api milik Ho Chen masih bertahan dan tetap mengarah padanya.


"Kuat sekali..!" seru Chinmi yang tidak menduga jika seluruh kekuatan yang ia gunakan demi menahan serangan api milik Ho Chen tidak berhasil.


Ketiga api tersebut dengan cepat menabrak tubuh Chinmi, sedangkan dia terpaksa membuat pelindung dari es agar tidak terbakar.


Ketiga api tersebut sudah menghilang setelah membakar habis es milik Chinmi, namun baju Chinmi tetap terbakar walau sudah terlindungi oleh energi es, hanya kulitnya saja yang selamat.


"Senior..!" Chinmi memandang Ho Chen yang sudah berada di dekatnya.


Ho Chen tertawa kecil melihat baju Chinmi yang hangus, untungnya dia tidak telanjang Karena masih ada sebagian kain yang menutupi tubuhnya, namun tetap terlihat gosong.


"Chinmi, kamu perlu pakaian yang lebih kuat dan juga tahan terhadap serangan apapun!" kata Ho Chen.


"Apa ada pakaian yang seperti itu senior?" tanya Chinmi.

__ADS_1


"Tentu saja ada, seperti pakaian ku ini."


Ho Chen menunjukkan baju yang ia kenakan, bajunya berwarna biru tua, namun baju tersebut sangat kuat bahkan She Long sekalipun tidak bisa merusak bajunya.


"Aku memiliki dua pelindung, yang pertama adalah baju ini, dan yang kedua adalah Zirah Sisik Naga yang saat ini menyatu dengan kulitku!" kata Ho Chen.


"Senior, dimana aku bisa memperoleh baju seperti milik senior?" tanya Chinmi.


Ho Chen tersenyum lembut kemudian dia menunjukkan sebuah gelang yang memiliki tujuh permata kemudian mengayunkannya.


Chinmi terkejut melihat hal itu, dia yakin jika gelang yang di kenakan oleh Ho Chen bukan gelang biasa, menurutnya gelang tersebut setara dengan permata kalung yang ia gunakan.


"Aku sudah mempersiapkan baju ini untuk mu, dan sebenarnya baju ini adalah pemberian guruku Cao Yuan, ambillah dan segera gunakan!" kata Ho Chen dan menyerahkan baju tersebut.


Warna baju tersebut tidak sama dengan baju milik Chinmi, warnanya biru langit tidak sepeti milik Ho Chen yang berwarna biru tua dan ada beberapa warna hitam di di bagian lehernya.


"Terima kasih senior!" kata Chinmi sekaligus menerima baju tersebut.


Chinmi segera turun untuk mengganti pakaiannya. Setelah dia memakainya, dia merasa baju tersebut seperti hidup karena dengan sendirinya bisa menyesuaikan dengan tubuh Chinmi.


"Ini...!?" Chinmi merasa baju tersebut seperti memberinya energi tambahan dan juga bisa memulihkan energinya yang sudah mulai berkurang.


"Baju itu sangat cocok bagimu, jadi gunakanlah dengan sebaik mungkin!" kata Ho Chen.


"Senior, sebenarnya apa nama baju ini?" tanya Chinmi.


Dia yakin jika baju yang ia kenakan bukanlah baju biasa dan pastinya sebuah pusaka yang memilik nama.


"Itu adalah kain khusus yang dibuat oleh benang yang hanya dimiliki oleh penenun dewa, namanya adalah Baju Dewa Rongyao yang artinya kemuliaan!" kata Ho Chen.


Chinmi mengelus bajunya yang terasa sangat lembut dan halus, dia yakin bahannya pasti terbuat dari benang sutra khusus yang tidak ada di dunianya.


Terlebih lagi baju tersebut secara terus menerus mengeluarkan aroma yang sangat wangi dan segar, membuat Chinmi tidak merasa gerah maupun kepanasan.


"Baiklah sekarang kami lanjutkan kembali untuk menyelesaikan penyerapan Bola Nirwana itu, ini adalah tahap terakhir jadi berkonsentrasi lah!" kata Ho Chen.


Chinmi mengangguk dan kemudian dia kembali menyerap Bola Nirwana, dan ini akan menjadi penyerapan yang terakhir karena Chinmi tidak akan berhenti lagi sebelum semua qi yang ada di dalam Bola Nirwana dia serap semuanya.


***


"Emm bisa dikatakan demikian! Ayo aku akan perkenalkan pada mereka!"


Yinfei kini datang membawa delapan sosok dari dunia lain, dan salah satu dari mereka adalah manusia.


"Semuanya, ini adalah Lio Long, dia adalah temanku sekaligus teman Ho Chen."


Lio Long mengangguk sekaligus tersenyum kepada mereka semua yang memiliki tubuh berbeda-beda.


"Ini adalah Hanzi, kamu pasti sudah mendengar akan dirinya bukan?" kata Yinfei kepada Lio Long.


Lio Long sebenarnya pernah mendengarnya, namun baru kali ini dia melihat nya secara langsung.


"Salam hormat senior!" kata Hanzi.


"Ini adalah Fei Ying, guru pertama Ho Chen," Yinfei mengenalkan Fei Ying.


"Salam hormat kepada senior!" kata Fei Ying.


"Sedangkan mereka ini juga teman-teman Ho Chen sekaligus mereka adalah Enam pecahan energi," kata Yinfei menunjuk kearah keenam sosok yang bercahaya, mereka tidak lain adalah Ming Hao, Yu, Yin, Yang, Kun, dan Niu.


"Salam hormat senior!" kata mereka berenam walau tidak secara serempak.


"Lalu di mana orang yang di juluki sebagai Raja Dewa Api itu?" Lio Long ingat jika Yinfei pernah menyebut nama Raja Dewa Api.


"Dia tidak jadi ikut, jika dia sampai ikut kesini, lalu siapa yang akan menjaga dunianya? Karena itu dia tidak akan pergi ikut dengan yang lainnya," kata Yinfei.


"Senior Yinfei, apakah ini dunia yang harus kami jaga?" tanya Hanzi sekaligus mengamati seluruh wilayah yang ada di sana dengan menggunakan mata dewa nya.


"Tidak bukan di dunia ini, melainkan dunia lain, dunia tempat dunia dari calon manusia Dewa berikutnya yang saat ini sedang di latih oleh Ho Chen!" kata Yinfei.


"Jadi Chen'er tidak ada disini?" Fei Ying bertanya.


"Dia sedang pergi untuk waktu yang lama di dunia ini, namun di dunia manusia kemungkinan hanya dua bulan saja lamanya!" kata Lio Long.

__ADS_1


Awalnya mereka ragu saat Yinfei datang dan mengajak mereka semua untuk melindungi dunia lain, namun setelah mendapatkan penjelasan dari Yinfei, Hanzi akhirnya setuju dan yang lain juga ikut setuju.


"Tidak ku sangka aku juga bisa ikut andil dalam kasus sebesar ini! Tapi biarlah, anggap saja ini sebagai jalan-jalan ke dunia lain!" kata Fei Ying dengan tertawa kecil.


"Fei Ying, kamu ini hanya membuat kami malu saja!" kata Niu.


"Senior Yinfei, sepertinya ada orang lain yang sedang meditasi di sana!" kata Hanzi setelah melihat orang lain sedang bermeditasi dengan menggunakan mata dewa nya.


"Owh, dia adalah murid ku yang akan melampaui mu juga, dan dia akan menjadi kuat seperti Ho Chen!" jawab Yinfei.


Hanzi hanya tersenyum tipis, dari semua murid yang di latih oleh Yinfei, hanya Hanzi yang terlemah, namun kekuatan Hanzi sama besar nya dengan kekuatan yang milik Lang Yu.


"Sudahlah sebaiknya kalian bersiap karena aku akan mengirimkan kalian kedua yang harus kalian lindungi!" kata Yinfei.


Mereka berdelapan segera membungkuk dan kemudian saling berpegangan, Yinfei menoleh kearah Lio Long dengan menganggukkan kepala dan kemudian menjentikkan jarinya.


Yinfei dan yang lainnya menghilang dan hanya tinggal Lio Long sendiri yang berdiri di sana, dia hanya menghela nafas panjang kemudian berjalan menuju ke tempat Qie Yin yang sedang bermeditasi.


***


Yinfei dan yang lainnya kini muncul di sebuah halaman rumah, beruntungnya tidak ada satu orang pun di tempat itu.


"Ini adalah rumah calon manusia Dewa itu, namanya adalah Chinmi, kalian bisa memulainya dari sini atau berpencar untuk melindungi seluruh wilayah ini," kata Yinfei.


Fei Ying mengaktifkan mata dewa nya dan melihat seluruh dunia tersebut dan diikuti oleh yang lainnya.


"Sepertinya ada tiga Kerajaan lagi selain kerajaan disini, dan keempat kerajaan berada di satu tanah yang sama kecuali Kerajaan yang di penuhi dengan es di sana!" kata Yinfei.


"Baiklah, aku sudah memberi sedikit penjelasan pada kalian, jadi selanjutnya kalian harus bisa melindungi dan menjaga keseimbangan di dunia ini," kata Yinfei kemudian dia menoleh ke arah Langit.


"Jika sesuatu yang besar menyerang kalian dan kalian tidak bisa menghadapinya, maka ada tiga sosok lagi yang akan melindungi kalian, dan sosok itu akan menjaga kalian dari langit," kata Yinfei.


Yinfei menyentuh masing-masing kening mereka dan memberikan informasi yang seharunya mereka ketahui agar tidak salah bertindak.


"Baiklah aku akan kembali karena menurut perhitunganku, tidak lama lagi Chinmi akan menyelesaikan latihannya, jadi aku percayakan di sini pada kalian!" kata Yinfei.


"Kami akan berusaha senior!" kata Hanzi dan diikuti oleh yang lainnya.


Yinfei menjentikkan jari sekali lagi, namun dia tidak menghilang. Yinfei mengubah penampilan mereka berdelapan termasuk wujud keenam pecahan energi agar terlihat seperti manusia, begitu juga dengan Hanzi agar tidak terlihat aneh dengan telinga nya yang runcing, sedangkan Fei Ying sama sekali tidak berubah.


"Aku akan pergi!" kata Yinfei dengan menjentikkan jarinya dan kali ini dia sudah benar-benar menghilang.


Kun menggaruk-garuk kepalanya saat melihat tubuh baru yang seperti manusia biasa, begitu juga dengan Yu dan yang lainnya yang memiliki tubuh manusia juga.


"Hai Yu, kamu memiliki tubuh tua!" kata Kun dengan terkekeh.


"Aku mungkin memilki tubuh yang tua, namun aku masih sangat kuat dan sangat kuat untuk menggulingkan tubuhmu!" kata Yu.


Kun saat ini mendapatkan tubuh yang sangat besar dan juga kuat dengan otot-otot yang sangat terlihat.


"Hei, apakah kita kesini hanya untuk bertengkar?" ucap Nih dengan nada lembutnya.


Niu mendapatkan tubuh langsing dan juga sangat muda nan cantik, dia merasa senang karena Yinfei memberinya tubuh yang sangat seksi dan juga memilki wajah yang sangat cantik.


Hanzi dan Yinfei hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah ketiga nya, sedangkan Ming Hao, Ying dan Yang tidak bertingkah aneh.


Keributan mereka membuat pemilik rumah keluar, mereka bertiga yang sedang bertengkar mulut langsung berhenti ketika pintu rumah terbuka.


"Maaf kalian siapa, dan kenapa kalian ribut di depan rumahku?" yang bertanya adalah Li Xiang yang saat ini berdiri dengan Zhinie.


Hanzi dan Fei Ying segera menghampiri Li Xiang, "Maafkan kami kerena telah menganggu tuan dan nyonya, kami datang dari jauh untuk datang ke tempat ini atas perintah Yin..! Ah Maksud ku permintaan Chinmi untuk melindungi dunianya!" kata Hanzi.


"Chinmi katamu? Dunia apa yang kalian maksud?" tanya Zhinie karena merasa heran.


Merasa sulit untuk menyampaikan dengan benar, Hanzi berpura-pura tersandung dan kemudian Li Xiang segera menangkap nya.


Hanzi mengalirkan energi dan mengirim ke ingatan Li Xiang, dia menggunakan kesempatan tersebut untuk mencari informasi dari ingatan Li Xiang.


"Owh maaf saya kurang berhati-hati," kata Hanzi.


"Tidak apa-apa! Mari kita duduk dulu!" kata Li Xiang sekaligus dia melihat kearah enam orang lainnya yang hanya terlihat berdiri.


"Kalian kemarilah, aku ingin mengenal semua teman-teman putra ku!" panggil Li Xiang.

__ADS_1


Li Xiang sudah beberapa kali di kejutkan oleh seseorang yang selalu datang dengan mengaku sebagai teman Chinmi, dan kebanyakan teman-teman Chinmi adalah orang-orang yang hebat.


Kun, Yu dan Niu terpaksa menghentikan pertengkaran mereka setelah Ming Hao, Ying dan Yang menahan mereka agar tetap diam sehingga mereka terlihat seperti orang-orang idiot yang hanya berdiri dengan senyum bodoh mereka kepada Li Xiang dan Zhinie.


__ADS_2