
***
Di dunia yang lain tampak seorang perempuan berparas cantik sedang berdiri menatap suaminya yang sepertinya akan pergi.
"Lin'er, setelah semuanya usai aku berjanji akan mengajakmu pergi ke dunia Chinmi!" kata suaminya dengan tersenyum lembut kepada istrinya, dia tidak lain adalah Ho Chen yang sudah bersiap untuk pergi setelah cukup lama berada di dunia nya.
"Apa kau yakin kepergian mu kali ini untuk menyelesaikan tugas terakhir mu itu?" tanya istrinya yaitu Qiao Lin.
"Tentu saja aku yakin! Lagi pula aku sudah merasakan firasat buruk sejak seminggu terakhir ini, aku yakin firasat ini ada hubungannya dengan Chinmi!" jawab Ho Chen.
Qiao Lin berusaha untuk tersenyum walau dia sendiri masih belum bisa melepaskan Ho Chen untuk pergi, mengingat semua ini demi keselamatan seluruh dunia dan alam semesta, Qiao Lin dengan berat hati menerimanya.
"Aku harap ini adalah perjalanan mu yang terakhir, berikutnya aku berharap kau sering berada di sini bersamaku! Aku tidak terlalu berharap ingin pergi ke dunia lain, karena yang kuharap hanyalah keselamatan mu, jadi tetap berhati-hati saat sudah berhadapan dengan mahluk itu dan berjanjilah padaku jika kamu pasti akan kembali untuk ku!" kata Qiao Lin.
"Hei.. Kenapa kamu terlihat sangat sedih?" tanya Ho Chen yang mengerti akan kekhawatiran Qiao Lin.
"Istri mana yang tidak sedih jika suaminya akan pergi mempertaruhkan hidupnya demi keselamatan seluruh Alam Semesta? Walau kamu sudah memiliki tubuh abadi dan juga kekuatan Dewa, namun jika tidak berhati-hati tetap saja ke abadian akan bisa musnah!" jawab Qiao Lin.
"Percayalah pada suami mu ini! Sekarang aku berjanji akan kembali padamu dengan selamat saat pertarungan ini sudah selesai!"
Qie Yin sedikit lega hatinya mendengar sumpah suaminya, dia segera memeluknya dan Ho Chen juga membalas pelukan Qiao Lin dengan hangat.
"Ehem-ehem!" Ho Chen dan Qiao Lin segera melepaskan pelukannya saat Ming Hao, Hanzi, Feng Ying dan Wang Dunrui berada di depan pintu.
"Kalian ini berpelukan seperti remaja yang baru menikah saja! Ingat umur kalian itu sudah tua!" kata Ming Hao.
"Kamu bicara seperti itu seolah-olah kamu sendiri tidak tua! Bukankah dari segi umur kamu yang lebih tua dari ku?" balas Ho Chen.
"Sudah jangan memperdebatkan hal yang tidak penting!" kata Hanzi kemudian dia menatap Ho Chen, "Ho Chen aku dan ke-enam pecahan energi sudah siap untuk pergi ikut denganmu, bagaimana apakah acara pelukan kalian sudah selesai?" tanya Hanzi.
Wajah Qiao Lin memerah mendengar pertanyaan Hanzi, yang ia tidak sangka-sangka adalah kemunculan Feng Ying, Hanzi dan Ming Hao di depan pintu ketika dirinya sedang berpelukan dengan Ho Chen.
Ho Chen hanya tersenyum canggung kemudian dia menatap Qiao Lin, "Jaga diri baik-baik!" kata Ho Chen berpesan kepada Qiao Lin.
"Bukankah seharusnya aku yang berpesan seperti itu? Lagi pula siapa yang akan membahayakan ku di dunia ini?"
Ho Chen tersenyum hangat kemudian dia berjalan keluar dan berdiri di hadapan Feng Ying, "Guru aku pamit!" kata Ho Chen.
"Berhati-hatilah Ho Chen, ingat pastikan kamu bisa melenyapkan mahluk itu jika memang dia tidak bisa di jinakkan!" pesan Feng Ying.
Ho Chen mengangguk dan kemudian bersama dengan Hanzi sekaligus ke-enam pecahan energi berdiri melingkar dengan saling berpegangan tangan.
Ho Chen menatap Qiao Lin sesaat, sebenernya dia tidak terlalu khawatir karena tidak akan ada satu orang pun yang akan membahayakan Qiao Lin di dunianya, di tambah lagi masih ada Wang Dunrui yang menjaga dunia nya, jadi sudah bisa di pastikan jika dunia nya akan aman.
Ho Chen, Hanzi, Ming Hao, Yu, Ying, Yang, Kun dan Niu langsung menghilang secara bersamaan dari hadapan Qiao Lin dan Feng Ying.
"Aneh sekali! Sejak kapan dia berpamitan seperti tadi saat mau pergi? Biasanya dia hanya akan bilang mau pergi ketempat ini dan itu tanpa berpamitan seperti tadi," gumam Feng Ying.
"Dewa tolong jaga suamiku!" batin Qiao Lin yang berdoa kepada Dewa untuk suaminya.
***
Suara gemuruh di luar angkasa begitu keras sehingga terdengar seperti gemuruh petir yang sangat banyak sedang menyambar keberbagai arah.
Walau Alam Semesta begitu luas hingga tidak bisa dihitung seberapa luasnya Alam Semesta, terlihat tiga sosok yang mengambang dan sedang sama-sama saling beradu serangan mereka.
Tubuh She Long kini terlihat berbeda, di dahinya terlihat ada muncul sisik Naga dan juga ada dua tanduk di atas kepalanya, terlebih lagi dia memancarkan aura merah Pakat dari tubuhnya.
Begitu juga dengan tubuh Ye Shi yang memiliki perubahan.Walau wajahnya masih normal, namun sebagian tubuhnya sudah mulai di penuhi banyak bulu dan kuku tangan juga sedikit lebih panjang dan tajam.
Aura Hitam yang bercampur dengan kilatan-kilatan kecil juga membuat Ye Shi sangat berbeda.
Kekuatan mereka berdua sama-sama tidak bisa lagi diukur oleh manusia biasa, andai mereka melepaskan kekuatan mereka di salah satu planet, pastinya planet itu akan mengalami kehancuran dan yang paling buruk bisa hancur.
__ADS_1
Walau kekuatan mereka berdua sudah sama-sama berada di tingkat Dewa Agung, namun kekuatan She Long lebih tinggi dari kekuatan Ye Shi.
She Long dan Ye Shi memang memiliki kekuatan yang sangat besar, namun mereka berdua juga sempat terkejut ketika melihat perubahan pada penampilan Chinmi.
Kali ini Chinmi sudah berubah dan kekuatannya juga sama dengan kekuatan She Long. Pakaian Chinmi juga berubah menjadi baju Zirah emas dan Chinmi juga mengenakan mahkota Panglima Dewa Perang yang mirip dengan mahkota milik Cao Yuan.
Dengan melihat penampilan Chinmi, She Long bisa menebak jika status Chinmi saat ini sudah bukan lagi manusia, melainkan dia sudah resmi menjadi Dewa.
She Long dan Ye Shi juga melihat ada Lima warna aura yang berbeda terpancar dari tubuh Chinmi.
"Rasakan pukulan petir ku ini!" kata Ye Shi kemudian dia menyerang Chinmi dengan serangan beruntun.
Pukulan Ye Shi mengandung energi petir yang sangat besar, setiap kali kepalan tangan Ye Shi ditahan oleh Chinmi akan menciptakan petir yang sangat kuat dan menyambar keberbagai arah.
She Long tidak mau hanya menjadi penonton saja, dia juga segera maju dan menyerang Chinmi dengan anergi api nya yang sangat kuat.
Chinmi merasa sangat kesulitan menghadapi serangan kombinasi kedua mahluk tersebut, Chinmi masih mencari cara untuk bisa mengimbangi serangan mereka berdua.
Dalam posisi masih bertahan, Chinmi melihat ada celah sehingga dengan cepat Chinmi melepaskan energi yang mengejutkan Ye Shi dan juga She Long.
"Sihir Api - Sambaran Dewa Petir."
Chinmi mengarahkan jari telunjuknya dan kemudian muncul petir yang begitu kuat dan menyambar She Long dan Ye Shi.
She Long dan Ye Shi secara refleks menghindar dengan cara mundur hingga beberapa puluh meter kebelakang, padahal mereka tahu jika petir Chinmi tidak mungkin bisa membunuh mereka berdua, karena efek dari terkejut, mereka tetap berusaha menjauhi sambaran petir milik Chinmi.
Chinmi merasa lega karena tipuannya berhasil membuat mereka mundur, Chinmi tidak sepenuhnya berharap bisa membunuh mereka dengan petirnya, dia hanya membuat kejutan sesaat saja agar bisa memecahkan kombinasi serangan mereka berdua.
"Dia juga bisa melepaskan energi petir?" kata Ye Shi yang sedikit terkejut.
"Aku juga melihat nya, namun sepertinya ini bukan ilmu andalannya, bisa ku tebak ini hanyalah sebuah serangan kejutan agar kita mundur," kata She Long.
Chinmi mengatur energinya agar tidak terlalu banyak yang terkuras, dia berusaha sebisa mungkin untuk bertahan hingga bantuan datang.
Sejauh ini tidak ada yang terluka dari mereka bertiga walau She Long dan Ye Shi sudah menyerang Chinmi secara bersamaan.
Chinmi juga kesulitan untuk memberikan serangan ke tubuh mereka, mereka bertiga tidak hanya sama-sama kuat, namun sama-sama memiliki pertahanan yang sangat kuat.
"Kita tidak boleh menyerang sendiri-sendiri, aku masih yakin jika dia pasti akan memiliki batasan, jadi kita sibukkan dia sampai energinya berkurang," kata Ye Shi.
She Long mengangguk setuju, dia juga yakin jika kekauatan Chinmi pasti memiliki batasan, jika She Long dan Chinmi bertarung satu lawan satu, She Long yakin akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan pertarungan mereka.
Chinmi sendiri sebenarnya juga menyadari satu hal, yaitu merasa masih belum mampu mengalahkan She Long seorang diri, Chinmi berpikir hanya bisa mampu bertahan saja jika dia bertarung dengan She Long, namun jika di gabung dengan Ye Shi, Chinmi tidak yakin akan bisa menang.
"Mari kita lanjutkan lagi!" kata She Long yang mulai melepaskan aura terkuat nya, begitu juga dengan Ye Shi.
Chinmi hanya bisa tersenyum kecut melihat kedua musuhnya sudah mulai melepaskan kekuatan penuh mereka.
Chinmi menghela nafas sesaat kemudian dia juga melepaskan kekuatan penuhnya juga.
Beruntungnya mereka sudah berada di luar angkasa dimana jarak setiap planet sangat berjauhan, jika tidak pasti akan ada bencana besar jika sampai ada satu planet di dekat mereka, atau yang terburuk akan ada planet yang hancur.
Tidak menuggu terlalu lama, She Long dan Ye Shi maju secara bersamaan, mereka berdua berniat memberikan serangan sihir terkuat mereka dan akan di susul dengan serangan dari jarak dekat.
Chinmi sendiri segera melapisi tubuh dengan lima warna auranya untuk menyambut serangan keduanya.
Ketika jarak mereka sudah hampir berdekatan, mendadak muncul lingkaran hitam dan kemudian Qie Yin muncul di tengah-tengah mereka bertiga sehingga mengejutkan She Long, Ye Shi dan Chinmi.
"Qie Yin? Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Chinmi dengan mata yang melebar.
"De-Dewi Kegelapan!" She Long dan Ye Shi sama-sama bersuara kemudian mereka berdua saling berpandangan.
Qie Yin menatap Chinmi dan kemudian ingin mengatakan sesuatu, namun dia mengurungkan niatnya karena perhatian teralihkan kepada She Long dan Ye Shi.
__ADS_1
"Kalian berdua seharusnya tidak menyerang Chinmi secara bersamaan! Apa kalian tidak malu dengan kekuatan kalian?" kata Qie Yin dengan nada dingin.
"Dewi Ke..."
"Namaku Qie Yin!" Qie Yin memotong perkataan She Long yang akan memanggilnya dengan panggilan Dewi Kegelapan.
"Baiklah! Dengar aku tidak ingin melawan mu, jadi aki harap kamu tidak ikut campur!" kata She Long.
"Maaf kerena apa yang kamu inginkan tidak bisa aku penuhi! Aku tidak akan membiarkan kalian mengeroyok nya, jadi salah satu dari kalian harus menjadi lawan ku," kata Qie Yin kemudian dia melepaskan energi hitam yang sangat kuat.
She Long terkejut setelah merasakan kekuatan penuh Qie Yin yang sudah sempurna, "Sejak kapan kekuatan menjadi se-sempurna ini," batin She Chin.
Aura Hitam yang begitu pekat mulai menutupi tubuh Qie Yin hingga sulit untuk melihat nya, bagiku juga dengan Chinmi yang tidak bisa melihat Qie Yin dengan jelas karena terhalangi oleh aura hitam yang seperti energi.
"Cukup sudah, akan aku hadapi dia!" kata Ye Shi kemudian dia melepaskan sihir petirnya kearah Qie Yin.
She Long ingin mengehentikan Ye Shi namun dia terlambat karena Ye Shi sudah terlanjur melepaskan sihir petirnya kearah Qie Yin.
Chinmi segera membuat mantra sihir berniat untuk melindungi Qie Yin. Namun sebelum sihir petir tersebut sampai ke tubuh Qie Yin, tiba-tiba saja Qie Yin menghilangkan auranya dan kemudian maju kearah petir tersebut dan membiarkan tubuhnya terkena sambaran petir milik Ye Shi.
"Hey.. Apa yang kau lakukan?" Chinmi terkejut melihat tindakan Qie Yin, namun berikutnya Chinmi langsung mematung.
Qie Yin tetap terus melesat kearah Ye Shi dengan menembus petir tersebut seperti sebuah bayangan ilusi.
She Long dan Ye Shi sama-sama terkejut, namun mereka berdua terlambat menyadari jika jarak Qie Yin dan Ye Shi sudah sangat dekat.
Qie Yin langsung memberikan serangan tapak dan serangannya langsung mengenai bahu Ye Shi.
Tubuh Ye Shi terputar dan mundur beberapa meter kebelakang. Ye Shi merasa aneh karena tidak merasakan sakit dari bekas serangan tapak Qie Yin.
Ye Shi tersenyum mengejek kepada Qie Yin karena dia merasa kekuatan Qie Yin bukan sempurna, melainkan cacat.
"Pujian mu terhadap dia sangat berlebihan She Long! Lihat saja serangannya, walau sudah mengenaliku, namun serangan sama sekali tidak terasa sakit!" kata Ye Shi.
"Apa kamu yakin?" Qie Yin bertanya sekaligus tersenyum kepada Ye Shi.
Ye Shi mengerutkan dahi karena merasa ada yang salah kepada Qie Yin.Merasa tidak sakit sama sekali, Ye Shi berniat kembali menyerang Qie Yin.
Ye Shi baru ingin maju, mendadak Ye Shi merasa bahu serta tangan kirinya seperti mati rasa, bahkan mau mengangkat tangan kirinya pun tidak bisa.
"Ada apa ini? Kenapa tangan ku tidak..!"
Ye Shi belum sempat menyelesaikan kalimatnya ketika lengan hingga bahu bagian kiri hancur menjadi potongan-potongan daging kecil.
Ye Shi langsung meringis kesakitan sambil menahan bahu kirinya yang sudah hilang. Ye Shi ingat jika dulu Qie Yin pernah menghancurkan lengannya dengan sekali kedipan matanya saja.
"Ye Shi.. Apa kamu baik-baik saja?" tanya She Long sekaligus mendekati Ye Shi yang nafasnya memburu.
Ye Shi hanya bisa mengumpat dalam hati kepda She Long, dia ingin mengatakan jika dirinya tidak sedang baik-baik saja, namun dia hanya bisa menahan amarahnya kemudian menatap kearah Qie Yin.
Walau tidak ada perubahan khusus terhadap Qie Yin, namun kekuatannya mampu membuat lengan hingga bahunya hancur, itu pertanda kekuatan Qie Yin setara dengan kekuatan dirinya atau setidaknya lebih besar dari dirinya.
"Aku baik saja! Jangan kamu pikir dengan hancur lenganku ini, bukan berarti aku akan lemah! Kamu tahu sendiri bukan jika aku memiliki regenerasi tubuh yang sangat cepat?" kata Ye Shi kepada She Long.
She Long tentu tahu itu, namun tetap saja untuk meregenerasi tubuh Ye Shi yang sudah hilang akan mengurangi energinya.
Ye Shi segera bangkit dan kemudian daging bahunya bergerak-gerak sendiri dan kemudian daging tersebut mulai terbentuk dan dengan cepat lengan serta bahunya sudah kembali lagi.
Qie Yin tersenyum menyeringai melihat lengan Ye Shi yang tumbuh kembali, "Tenyata lawanku ini sangat hebat juga, aku yakin ada harga mahal untuk itu bukan?"
Ye Shi terdiam dan tidak menjawab sepatah katapun dari pertanyaan Qie Yin, namun Qie Yin kembali berbicara kepada Ye Shi yang membuat wajah Ye Shi terlihat memburuk.
"Jika kamu meregenerasi tubuh mu yang hilang satu kali saja bisa mengurangi energi mu seperti ini! Bagaimana jika aku terus menghancurkan bagian tubuh mu yang lain berkali-kali? Apakah energi mu masih cukup untuk meregenerasikannya?" tanya Qie Yin.
__ADS_1
She Long hanya bisa menggelengkan kepala pelan, inilah yang dia khawatir terhadap Ye Shi, "Dasar ceroboh!" batin She Long.