PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Dua sosok berjubah hitam


__ADS_3

"Segel Tapak Buddha."


Chinmi Kembali membuat segel kedua, kali ini dia membuat Segel Tapak Buddha hanya sendirian saja, Chinmi sudah mampu membaut Swastika dengan sempurna, bahkan Cahaya emas dari Swastika lebih terang dan mengandung tekanan dari energi hitam.


She Long yang belum sempat memulihkan diri hanya bisa mengumpat habis-habisan, dia inginkan membuat lingkaran portal namun energinya di serap oleh Aura Hitam.


Dalam sekali gerak, Segel tersebut sudah mengurung She Long dengan cahaya emas nya dan aura hitam menyerap energi milik She Long.


Dengan seluruh energi yang di miliki oleh She Long, dia mencoba menghancurkan Segel tersebut, namun apalah daya karena energinya dengan sangat cepat di serap oleh segel tersebut.


Daya serap Aura Hitam kali ini lima kali lebih cepat dari pada serapan dari Empat Pilar energi kurungan sehingga dalam beberapa tarikan nafas saja, hampir dari separuh energi She Long sudah di serap.


Wujud She Long kini terlihat sangat menyedihkan, dia yang awalnya memiliki wujud manusia dan berwajah Ming Zai kini terlihat seperti seekor kadal yang kehilangan satu kaki depannya.


Walau sudah berada di dalam kurungan, She Long masih bisa melihat Chinmi dengan jelas dan bahkan suaranya juga masih bisa di dengar keluar dari segel.


"Kau mungkin sangat senang karena bisa mengalahkan ku manusia! Walau sekarang kamu memiliki kekuatan yang mampu melewati kekuatan Dewa Agung, namun itu tidak ada apa-apa nya jika di bandingkan dengan Tuan Ku Kaisar Kegelapan!" kata She Long.


Chinmi yang ingin segera menyegel She Long langsung menghentikannya setelah mendengar nama Kaisar Kegelapan di sebut.


Chinmi menatap She Long dengan dingin kemudian dia bertanya padanya, "Kaisar siapa yang kamu maksud?" tanya Chinmi.


"Hahahaha... Sampai matipun aku tidak akan memberitahu mu! Suatu saat nanti kau pasti akan bertemu dengannya, namun sebelum kamu bisa menemuinya, temui dan hadapi dulu Dua Puluh Pengawal Kaisar Kegelapan, dan aku yakin hanya salah satu Pengawal saja sudah cukup untuk melenyapkan kalian semua dengan satu jarinya saja!" kata She Long.


Chinmi hanya memasang wajah datar sambil menggelengkan kepalanya, dia mulai merasakan jika kekuatan gabungan sudah mulai melemah.


Chinmi merapatkan telapak tangan nya dan kemudian berbicara, "Jika tidak mau menjelaskan nya kamu tidak perlu banyak bicara! Selamat tinggal," kata Chinmi kemudian dia memulai membaca mantra pengurungan.


Cahaya emas dari Swastika kini semakin terang dan menutupi tubuh She Long seutuhnya. Yinfei, Ho Chen dan semua yang menyaksikan itu hanya bisa menatap dengan penuh harap.


Suara tawa She Long masih bisa di dengar di waktu-waktu akhir, setelah itu sebuah kalimat terakhir She Long sempat di dengar oleh semuanya.


"Kematian diriku hanyalah awal dari sebuah perang besar antara Manusia dan Iblis yang akan melawan para Dewa!"


Suara She Long sepenuhnya menghilang tertutup oleh Cahaya Emas yang sangat kuat, dan kemudian cahaya tersebut masuk kembali kedalam Swastika.


Pedang yang berada di pinggang Chinmi bergerak dengan sendirinya dan kemudian berubah menjadi seekor Naga yang sangat besar sekali.


Yinfei, Lio Long, Qie Yin terkejut saat melihat wujud penampakan Naga Emas yang sangat besar, bahkan besar nya sama seperti wujud She Long terdahulu.


Naga emas meraung dengan sangat keras dan mengeluarkan tekanan aura berwarna emas yang sangat terang dan juga kuat.


Andai Ho Chen dan yang lainnya tidak berada di dalam Perisai Pelindung, mungkin mereka tidak akan sanggup menahan tekanan dari Naga Emas, semua itu karena energi mereka yang masih belum di kembalikan oleh Chinmi.


Chinmi sendiri juga terkena dampak dari tekanan aura tersebut, namun dengan cepat pula dia menetralkan aura milik Naga Emas dengan Aura Kaisar dan Aura Raja secara bersamaan.


Namun semua itu hanya mampu bertahan sesaat saja karena tekanan Naga Emas ternyata jauh lebih kuat.


Naga emas melebarkan sayap nya sedangkan kakinya langsung mencengkram, Swastika yang terlihat kecil di telapak kakinya kemudian diremas hingga hancur menjadi serpihan-serpihan emas yang sangat halus, di saat yang sama, ke-empat Pilar Energi Kurungan juga memudar dan kemudian menghilang.

__ADS_1


Chinmi hanya bisa melihat butiran-butiran emas halus tersebut yang ber tebaran keberbagai arah. Chinmi yakin jika kali ini She Long sudah benar-benar lenyap selamanya, bahkan jiwanya sekalipun tidak akan bisa bangkit dan terburuknya, She Long tidak akan pernah bereinkarnasi lagi.


Setelah Swastika lenyap, Naga emas kembali menjadi kecil dan berubah kembali menjadi Cincin di jari Chinmi.


Chinmi menarik kembali auranya setalah Aura dari Naga Emas sudah hilang, dia menatap Cincin nya dengan perasaan campur aduk.


Walau sudah pernah melihat tubuh Naga Emas milik Kaisar Langit, ketika melihat Naga Emas pemberian Bodhisattva, tetap saja Chinmi masih merasakan sensasi yang berbeda.


"Apakah jika She Long tidak di Segel dia tidak akan menampakkan wujud asli dan kekuatan nya?" batin Chinmi sambil mengelus-elus Cincin nya.


Naga Emas bukannya tidak mau bertindak saat She Long masih dalam kondisi prima, alasan Naga Emas adalah Aura nya yang akan mampu menekan semuanya sehingga Naga Emas hanya muncul sesaat saja untuk melenyapkan She Long di dalam Segel Tapak Buddha.


Setalah yakin jika She Long benar-benar tidak bisa bangkit lagi, Chinmi segara kembali ke dalam Perisai Kurungan buatan Ho Chen karena dia akan mengembalikan kekuatan mereka semua.


"Akhirnya selesai sudah semuanya!" kata Yinfei yang merasa lega begitu juga dengan Lio Long.


"Mungkin saja seperti itu senior, anggap saja jika saat ini tugas kita untuk menghentikan She Long sudah selesai, namun aku masih khawatir dengan ucapan She Long saat-saat terakhir tadi!" kata Chinmi.


Chinmi segera mengembalikan kekuatan pemberian mereka semua karena dia sendiri juga sudah hampir mencapai batas nya juga kerena masih belum terbiasa dengan kekuatan sebesar itu.


Walau tidak bisa dirasa oleh siapapun, namun bagi Chinmi, itu adalah kekuatan yang sangat besar dan membebani tubuhnya sehingga dia tidak bisa menyimpan terlalu lama kekuatan tersebut di dalam Dantian nya.


Setelah energi mereka semua sudah di kembalikan, Ho Chen kembali menyingung masalah ucapan terakhir She Long yang dikatakan oleh Chinmi.


"Benar Senior, She Long sempat berkata jika kematian dirinya hanya lah awal dari sebuah kehancuran, suatu saat nanti akan ada kekacauan yang sangat besar di para manusia dan iblis akan bersatu melawan Dewa," kata Chinmi.


"Itu tidak mungkin terjadi! Menurut manusia mana yang akan sanggup menghadapi kekuatan para Dewa? Aku yakin She Long berbicara seperti itu karena merasa putus asa saja!" kata Lio Long yang menurutnya She Long hanya panik sehingga berbicara tidak jelas.


"Senior Yinfei, Senior Lio Long dan semuanya! Adakah dari kalian yang pernah mendengar atau mengetahui nama Kaisar Kegelapan?" tanya Chinmi.


"Kaisar Kegelapan? Aku tidak pernah dengar!" jawab Lio Long.


"Aku juga!" Hanzi juga ikut menjawab kemudian di susul Yinfei dan Ho Chen.


"Ada apa Chinmi? Kenapa tiba-tiba saja kamu menyebut Nama Kaisar Kegelapan?" tanya Ho Chen.


"She Long tadi sempat menyebut nama Tuan nya yang ia panggil sebagai Kaisar Kegelapan! Kaisar Kegelapan memiliki kekuatan yang sangat tinggi, dan dia memiliki Dua Puluh Pengawal yang juga memiliki kekuatan sangat besar, satu Pengawal nya sanggup mengalahkan kita semua dengan jarinya!" kata Chinmi.


"Jika hal itu benar, seharusnya Buddha sudah memberitahukan hal itu pada kita! Kenyataan nya, Buddha mampu guru Cao Yuan tidak bicara atau menyingung nya!" kata Ho Chen.


"Aku harap semoga yang di katakan oleh She Long itu tidak benar-benar menjadi kenyataan!" gumam Chinmi.


Qie Yin yang hanya terdiam menyentuh pundak Chinmi, dia merasa sangat familiar dengan nama Kaisar Kegelapan, namun Qie Yin sendiri tidak tahu pernah mengetahui nama itu dari siapa dan dimana.


"Sudahlah Chinmi, yang penting sekarang masalah She Long sudah selesai, dan kita berharap Kematian She Long bisa membawa kedamaian di seluruh Alam Semesta," kata Qie Yin.


Chinmi tersenyum lembut kepada Qie Yin, dia sadar semua keberhasilan ini berkat saran dan bantuan dari Qie Yin.


"Aku sungguh benar-benar sangat letih sekali, setelah ini aku ingin pulang ke dunia ku dan menjalani hidup disana dengan damai! Bagaimana dengan mu?" Lio Long mengutarakan keinginannya dan kemudian bertanya kepada Yinfei.

__ADS_1


Yinfei hanya bisa menghela nafas, dia adalah yang paling lama hidup dari mereka semua yang ada di tempat itu.


Hari demi hari sudah di laluinya, tidak ada kata tenang setelah dia mendapatkan pesan dari seseorang yang pernah menolong dan membantu nya memiliki kekuatan Dewa Abadi.


Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, dan tahun berlalu sangat lama hingga mencapai jutaan tahun, dan saat ini Yinfei baru bisa bernafas lega.


Jika saja dia hanya sendirian di tempat itu, mungkin saja dia akan meneteskan air mata karena merasa bahagia, namun dia tidak melakukan nya.


"Aku juga akan kembali ke dunia ku, hidup dengan sederhana, siang melihat burung terbang, dan malam akan menatap bulan dan bintang, rasanya pasti akan sangat damai karena tidak ada lagi masalah yang harus di pikirkan!" kata Yinfei.


"Bagaimana dengan mu Hanzi?" tanya Lio Long.


"Seperti biasa, aku akan kembali ke dunia ku dan akan tinggal di Bukit Awan Daun!" jawab Hanzi dengan singkat.


Lio Long mengangguk kemudian dia menatap kearah Ho Chen, Chinmi, dan Qie Yin, "Bagaimana dengan kalian bertiga? Apa yang akan kalian rencanakan setelah dari sini?" tanya Lio Long.


Chinmi melirik Qie Yin yang ada di samping nya kemudian memegang tangan Qie Yin, "Setelah dari sini, aku akan memulihkan beberapa tempat yang sudah hancur akibat pertarungan ini di Duniaku, setelah semuanya selesai, aku akan melamar Qie Yin dan menikahinya," kata Chinmi sambil memegang tangan Qie Yin.


Qie Yin tersenyum saat Chinmi berniat akan menikahi nya, sedangkan Ho Chen tertawa kecil kemudian juga ikut bersuara.


"Kalau begitu, aku juga akan datang membawa Istriku ke dunia mu saat acara pernikahan nanti!" kata Ho Chen.


"Apakah saat kamu menikah nanti kamu tidak akan mengundang kami?" Yinfei bertanya.


"Apa yang senior katakan? Kalian adalah senior dan juga teman terbaikku, jadi mana mungkin aku tidak mengundang kalian?" jawab Chinmi.


"Benar juga! Nanti kita bisa berpesta minum arak bersama!" kata Ho Chen dengan tersenyum lebar.


Chinmi hanya tersenyum kecut, dia ingin mengatakan jika dirinya tidak bisa minum arak karena tidak memiliki toleran terhadap alkohol.


Terakhir dia minum dulu saat bersama dengan Jendral Zuo Yujiu dirumahnya, saat itu dia hampir tidak sadarkan diri namun masih di bilang beruntung karena masih bisa mengontrol pikiran dan energi, jika tidak pasti Kerajaan Bumi Barat saat itu langsung akan kacau di buatnya.


Ho Chen berhenti tertawa dan seperti teringat sesuatu, "Ini aneh sekali, biasanya saat kita hampir membunuh salah satu dari makhluk-makhluk itu, Dewi Kwan Im pasti akan datang! Namun kenapa hari ini dia tidak datang?" kata Ho Chen.


"Entahlah! Mungkin saja Dewi Kwan Im juga menginginkan She Long dan Ye Shi mati!" kata Chinmi.


Ho Chen terdiam sesaat karena hal ini tidak seperti biasanya, "Chinmi, setelah semuanya sudah selesai, kita harus kembali ke Kahyangan, bukan kah sekarang tempat kita berada disana?" kata Ho Chen yang mulai ingat jika dia dan Chinmi berstatus sebagai Dewa Pelindung Alam Semesta.


Chinmi menepuk jidatnya, dia juga sempat lupa jika dirinya saat ini adalah seorang Dewa, jadi mereka berdua sudah memiliki tempat tersendiri dan juga memiliki ribuan pasukan langit yang siap datang kapanpun jika mereka menginginkan nya.


"Chinmi, sebaiknya kita kembali sekarang karena Nona Xi Liyi berada di dunia kita membawa senior Lang Yu!" ajak Qie Yin.


"Owh benar sekali! Aku sampai lupa jika Putri Xi Liyi masih di dunia mu! Ayo kita kesana dan menyampaikan kabar Kematian She Long padanya!" ajak Yinfei dan kemudian mereka berenam segera menghilang.


Kini sudah tidak ada siapa-siapa lagi di tempat itu setelah kepergian mereka berenam kecuali debu emas yang masih berterbangan saja, namun terlihat ada gerakan hitam yang melesat dengan kecepatan sangat tinggi dan kemudian berhenti di tempat musnahnya She Long.


Dua sosok berjubah hitam berdiri disana, mereka tampak memperhatikan sesuatu, "Manusia-manusia berkekuatan Dewa itu benar-benar melenyapkan Naga lemah itu!" kata salah satu dari keduanya yang bersuara wanita.


"Sepertinya mereka kembali ke tempat Sao Lao Cin berada, dan jika aku tidak salah melihat, salah satu dari mereka tadi adalah Dewi An Hei Ling!" kata satunya lagi yang suaranya seperti seorang pria paruh baya.

__ADS_1


"Kalau begitu kita sampaikan ini kepada Yang Mulia Kaisar Kegelapan, lagi pula mereka akan diurus oleh Sao Lao Cin, walau Sao Lao Cin adalah yang terlemah dari kita semua, namun tidak ada satupun dari mereka yang menjadi tandingan nya," kata sosok bersuara wanita itu.


Sosok bersuara pria paruh baya itu menangkap salah satu debu emas yang melewati nya kemudian dia mengamatinya sesaat, setelah beberapa saat kedua sosok tersebut berubah menjadi aura hitam dan menghilang.


__ADS_2