
***
Di Kerajaan Api Timur, Raja Ming Shan sedang duduk sendirian dengan memijat kepalanya yang serasa sakit, dia terus menerus menghela nafas panjang seperti sedang ada beban berat yang sedang ia pikul.
"Apakah Yang Mulia memanggil Hamba?"
"Penasehat Ti Tao Xuan! Bukankah hubungan mu dengan Jendral Jin Hang sangat baik?"
"Memang benar Yang Mulia, hubungan kami sangat baik! Apakah ada masalah Yang Mulia?"
"Penasehat Ti! Aku tidak tahu harus bicara pada siapa dan aku sudah tidak percaya kepada siapapun lagi!"
Raja Ming Shan melambaikan tangan kepada Penasehat Ti Tao Xuan supaya mendekat kedepannya dan Penasehat Ti Tao Xuan menurut.
"Penasehat! Aku ingin bertanya sesuatu yang sangat rahasia padamu, namun aku minta padamu untuk tidak mengatakan kepada siapapun atau menyebarluaskan kepada siapapun akan percakapan kita hari ini! Apakah kamu sanggup menjaga rahasia ku?" tanya Raja Ming Shan.
"Yang Mulia! Saya akan menjaga rahasia Yang Mulia dengan nyawa hamba!" jawab Ti Tao Xuan.
"Terima kasih Penasehat Ti! Sekarang aku ingin bertanya padamu! Apa yang kamu ketahui akan hubungan Permaisuri Pei dengan Jendral Jin Hang?" tanya Raja Ming Shan sehingga Ti Tao Xuan terkejut mendengar pertanyaan Ming Shan.
"Eee..! Maaf Yang Mulia! Hamba tidak mengerti maksud pertanyaan Yang Mulia!" jawab Ti Tao Xuan.
"Penasehat Ti! Aku mencurigai Permaisuri ku memiliki hubungan yang spesial dengan Jendral Jin Hang, namun itu hanya perasaanku saja, karena itu aku ingin tahu dan aku yakin kamu mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui!" kata Raja Ming Shan.
Ti Tao Xuan terdiam dan terlihat bingung harus menjawab apa. Ti Tao Xuan memang sahabat Jin Hang sejak masih anak-anak, bahkan hingga saat ini pun mereka masih menjadi sahabat.
Ti Tao Xuan mengetahui semua rahasia Jin Hang begitu juga sebaliknya. Walau begitu tidak satupun dari mereka yang ingin membongkar rahasia masing-masing kepada orang lain.
Mereka berdua sudah sama-sama berjanji akan saling melindungi satu sama lain, dan sekarang persahabatan mereka kini harus di uji.
Ti Tao Xuan menjadi sangat serba salah, dia sudah berjanji kepada sahabatnya untuk tidak menceritakan apapun akan rahasianya kepada siapapun.
Namun Ti Tao Xuan juga memiliki sumpah kepada Raja saat pertama kali di angkat menjadi Penasehat Raja untuk tidak berbohong kepada Raja dan selalu siap untuk berkorban demi Kerajaan sekaligus mematuhi titah Sang Raja.
"Penasehat Ti? Apakah kamu mendengar apa yang aku katakan tadi?" tanya Raja Ming Shan.
"Ee.. Saya..! Saya mendengar Yang Mulia!" jawab Ti Tao Xuan.
"Kalau begitu apa yang kamu ketahui tentang hubungan mereka berdua?"
__ADS_1
"Ma..maafkan hamba Yang Mulia! Bukan maksud hamba ingin merahasiakan apapun dari Yang Mulia, namun semua itu tidak bisa hamba ceritakan kepada siapapun, bahkan kepada Yang Mulia sekalipun!" kata Ti Tao Xuan yang memberanikan diri untuk menjawab Ming Shan.
"Aku mengerti Penasehat Ti! Kesetiaan terhadap sahabat memang sangat penting, dan mungkin sumpah dan janji kalian bisa mengalahkan atau bahkan bisa melawanku!" kata Ming Shan.
"Ampuni Hamba Yang Mulia! Tidak sedikitpun terbesit di benak hamba ingin melawan Yang Mulia, hamba masih tetap setia kepada Yang Mulia!" kata Ti Tao Xuan yang berlutut di hadapan Ming Shan.
Ming Shan terdiam, dia sama sekali tidak meragukan kesetiaan Penasehatnya, namun tetap saja dia merasa sangat khawatir jika suatu saat nanti ada salah satu pejabat nya yang akan memberontak seperti yang di lakukan oleh Penasehat Angin Selatan Zu Chin.
"Penasehat Ti, jika kamu memang tidak mau memberitahuku tidak apa-apa, namun ingat jika suatu saat nanti aku mengetahui rahasia ini sendiri dan ternyata kamu mengetahui nya juga, maka jangan salahkan aku jika sampai aku menghukum kalian!" kata Ming Shan.
Ming Shan berencana akan menyelidiki kasus ini sendiri, namun dia akan melakukan nya secara diam-diam dan tidak akan meminta bantuan siapapun akan rencananya itu.
Ti Tao Xuan sendiri juga mulai takut dan khawatir jika sampai Raja Ming mengetahui akan kebenaran hubungan Jendral Jin Hang dan Permaisuri Pei sendiri, yang jelas Raja Ming pasti akan tahu jika dirinya juga mengetahui hubungan Jin Hang dan Pei Ling.
"Pergilah penasehat Ti, namun ingat jangan sampai pembicaraan kita ini di ketahui oleh siapapun!" kata Ming Shan.
Ti Tao Xuan membungkukkan badan dan kemudian dia keluar meninggalkan Ming Shan sendirian lagi di tempat itu.
Setelah cukup lama Ming Shan berada di sana seorang diri, Permaisuri Pei Ling pun juga terlihat datang bersama dua dayang yang menemaninya berjalan menuju ke arahnya.
"Paduka Raja, aku tadi melihat Penasehat Ti keluar dari tempat ini, apakah kalian dari tadi berbincang di tempat ini?" tanya Pei Ling dengan nada lembut sekaligus memberi kode kepada kedua dayangnya untuk pergi meninggalkan mereka berdua saja.
Kedua dayang tersebut menurut dan pergi meninggalkan Permaisuri Pei Ling dan Raja Ming Shan berdua saja.
"Pasti ada sesuatu yang penting yang sedang kalian bicarakan, jika tidak mana mungkin kalian berbicara berdua saja di ruangan ini?" kata Pei Ling sekaligus menuangkan secangkir Teh untuk Ming Shan dan menyerahkan nya.
Ming Shan menerima cangkir Teh tersebut dan meminum nya hingga habis kemudian mengembalikan cangkir tersebut kepada Pei Ling.
"Kami hanya berbicara masalah Ming Zai saja, jadi tidak ada rahasia penting lainnya yang sedang kami bahas!" kata Ming Shan.
"Hem..? Kalian membicarakan Pengeran Ming Zai? Ada apa dengan pangeran?" tanya Permaisuri seolah dia tidak mengetahui apapun akan kabar Ming Zai.
"Iya ini semua tentang putra kita! Beberapa waktu yang lalu, ada desas-desus kabar jika Putra kita sempat kembali kesini dan dia sempat melukai salah satu Pedagang, namun kabar itu tidak terlalu jelas, karena kabar yang sempat aku dengar juga sangat tidak masuk akal!" kata Ming Shan yang bangkit dari tempat duduknya.
Permaisuri Pei Ling terlihat sedikit gugup, dia juga tahu akan hal itu dan bahkan sempat meminta kepada para prajurit untuk tutup mulut.
Namun Pei Ling sadar jika saat itu tidak hanya para pasukan dan dirinya saja yang tahu akan kejadian tersebut, karena saat itu ada banyak orang yang melihatnya.
"Ti-tidak masuk akal bagaimana?" tanya Permaisuri.
__ADS_1
"Aku dengar Putra kita tidak hanya mencelakai pedagang saja, melainkan dia juga memakan lengan pedangang itu seperti sedang makan daging sapi panggang saja, itukan tidak masuk akal?" kata Ming Shan.
"Benar Paduka Raja! Mana mungkin putra kita melakukan hal sekeji itu, dia adalah putra kita, dan bukan keturunan Hewan Iblis, jadi mana mungkin dia melakukan itu?" kata Permaisuri mencoba menyakinkan Ming Shan agar tidak percaya akan kabar tersebut.
"Itu sebabnya aku tidak percaya dan membahas ini dengan Penasehat Ti, siapa tahu Penasehat Ti bisa memberikan saran atau setidaknya memberikan nasehat dan solusi padaku!" kata Ming Shan.
"Lalu bagaimana? Apakah Penasehat Ti menemukan solusinya?" tanya Pei Ling.
Ming Shan menggelengkan kepalanya kemudian menatap Pei Ling sesaat dan memalingkan wajahnya menatap kearah pintu.
Pei Ling sendiri merasa lega setelah mengetahui jika Ming Shan ternyata tidak mengetahui dan tidak mempercayai kabar tersebut.
Pei Ling tidak tahu jika sebenarnya Ming Shan sudah mengetahui jika Ming Zai berada di salah satu penginapan besar di tidak jauh istana, namun dia tidak langsung menangkap nya karena tahu jika Pei Ling lah yang membantu dan melindungi Ming Zai.
"Suatu saat nanti aku berharap Ming Zai datang kesini dan merubah semua sifat buruk nya agar nanti aku bisa menyerahkan tahta ini padanya jika dia mau bertaubat dan menyadari semua kesalahannya!" kata Ming Shan.
"Semoga saja!" jawab Pei Ling.
Ming Shan hanya tersenyum hangat menanggapi jawaban Permaisurinya itu, namun dalam hatinya masih bingung dan sama sekali tidak mengerti, kenapa Pei Ling tidak berterus terang dan jujur saja mengenai keberadaan Ming Zai saat ini.
Mereka berdua tidak tahu jika saat ini Di penginapan tempat Ming Zai menginap, ada satu sosok mayat hidup sedang melakukan pertemuan dengan Ming Zai, sosok tersebut tidak lain adalah She Chin.
Tidak sulit bagi She Chin untuk mencari keberadaan Ming Zai atau lebih tepatnya She Long karena She Long juga tahu dan merasakan energi jahat dan hitam milik She Chin belum lagi di tambah mendapatkan informasi dari Ye Shi tentang di mana She Long tinggal saat ini dengan memberikan sedikit petunjuk saja padanya.
"Tubuhmu sungguh menyedihkan sekali She Chin!" kata She Long sambil memperhatikan She Chin yang membuka penutup kepala nya.
"Yang Tuan katakan memang benar, namun mau bagaimana lagi? Setidaknya aku bisa kembali hidup dan berada lagi di dunia ini!" jawab She Chin.
"Hahahaha...! Kau ini masih saja menginginkan Dunia ini, walau saat ini kamu tidak ada bedanya dengan bangkai berjalan, namun keserakahan masih tetap berada di kepalamu!" kata She Long. She Chin juga ikut tertawa.
Setelah beberapa saat barulah tatapan Ming Zai atau She Long berubah menjadi serius, begitu juga dengan She Chin.
"Sekarang katakan padaku apa tujuanmu dengan kembali hidup sebagai Bangkai Hidup?" tanya She Long.
"Hem.. Seperti yang kamu tahu jika kami seluruh aliran hitam ingin mengambil alih dunia ini dengan menyerang seluruh dunia sekaligus aku ingin melakukan apa yang sebelumnya tidak bisa aku lakukan saat masih hidup, dan rencana awal akan menyerang dan meluluh lantakan Benua Daratan Tengah terlebih dahulu, baru setelah itu benua yang lain, dan kami berharap bantuan dari mu!" jawab She Chin sekaligus menyampaikan rencana Meng Ling.
"Hem..! Sebenarnya aku tidak terlalu tertarik, namun baiklah aku akan tetap membantu kalian! Sekarang katakan padaku kapan kalian akan bergerak?" tanya lagi She Long.
She Chin bangkit sekaligus memasang kembali penutup wajahnya, "Secepat nya! Jika bisa besok akan kita mulai, namun jika tidak sekarang pun juga bisa!" jawab She Chin.
__ADS_1
***
Maaf hanya sedikit dan terima kasih atas do'a kalian, berkat do'a kalian semua akhirnya saya sudah bisa pulang besok hari Senin dari rumah sakit. Saya sakit bukan karena terpapar virus, melainkan penyakit lama ku kambuh yaitu Tifus, jadi pelan-pelan saya akan nulis lagi semampunya walau hanya sedikit, dan besok lagi akan di lanjut lagi, dari pada hanya terbaring diam tanpa berbuat apa-apa.