PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pusat Roh Alam


__ADS_3

Di dalam bangunan tersebut memang benar-benar sangat megah. Tiang penyangganya terbuat dari batu giok asli, dan temboknya terbuat dari berbagai logam mulia lainnya, bahkan istana kerajaan sekalipun tidak akan bisa membuat bangunan semegah itu.


Namun sayang penghuni bangunan tersebut bukanlah manusia melainkan delapan hewan saja yaitu para Naga. Kedelapan Naga tersebut sudah mengecilkan tubuh mereka karena tidak mungkin mereka berada didalam bangunan tersebut dengan wujud asli mereka, bisa-bisa bangunan megah itu akan hancur karena tidak muat dengan besar tubuh mereka semua.


Fan Yuzhen dan Naga Angin tiba didalam ruangan yang cukup besar dan berkilauan, di sana sudah ada tujuh ekor Naga dengan berbeda warna dan pastinya tubuh mereka semua sudah mengecil.


"Mau apa lagi kamu datang kesini Fan Yuzhen?" setibanya didalam Naga Api yang berwarna Oren bercampur merah menyala menyambutnya Fan Yuzhen dengan pertanyaan.


"Naga Api, apakah kamu masih marah denganku?" tanya Fan Yuzhen dengan tersenyum lebar kepada Naga Merah.


"Memangnya kami akan melupakan sikapmu itu, walau sudah ratusan tahun berlalu kami tidak akan pernah melupakannya!" Naga Es juga ikut berbicara.


"Semuanya, maaf atas sikapku terdahulu yang kurang pantas, aku akui jika semua itu adalah salahku," kata Fan Yuzhen dengan berbicara halus dengan membungkukkan badannya.


"Masalah yang lalu biarlah berlalu dan jangan lagi membahas masalah itu lagi! Sekarang jelaskan apa maksud tujuanmu datang ke tempat ini?" Naga Bumi angkat suara.


"Terimakasih Naga Bumi! Kedatanganku kesini kali ini ingin menanyakan sesuatu kepada kalian semua!"


Mereka semua saling berpandangan kemudian Naga Air bertanya, "Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Naga Air penasaran.


"Apakah kalian pernah mendengar tentang Satu Pusat Roh yang bisa berubah-ubah elemennya?"


Mereka semua terkejut mendengar pertanyaan Fan Yuzhen kecuali Naga Angin karena dia sudah mengetahui pertayaan itu terlebih dahulu.


"Kenapa kamu menanyakan itu, dan apa hubunganmu dengan pertanyaan itu?" Naga Api balik bertanya.


"Jadi benar kamu mengetahuinya? Tentu saja aku memiliki hubungan dengan pertanyaanku itu, jika tidak mana mungkin aku akan jauh-jauh datang kesini hanya untuk bertanya saja!" kata Fan Yuzhen dengan mendengus kesal.

__ADS_1


"Aku akan menjelaskannya namun aku juga harus tahu dulu siapa pemilik Pusat Roh itu!" ucap Naga Api.


Fan Yuzhen hanya bisa pasrah dan memberitahukan akan siapa pemilik Pusat Roh tersebut sekaligus hubungannya dengan dirinya, "Dia adalah muridku dan namanya adalah Chinmi," kata Fan Yuzhen.


"Owh, jadi pemilik Pusat Roh tersebut adalah manusia? Beruntung sekali manusia itu," kata Naga Hitam dengan suara seperti terkejut.


"Apa maksudnya dengan kata beruntung?" batin Fan Yuzhen yang kebingungan akan perkataan Naga Hitam, menurutnya yang seharusnya paling beruntung jika seseorang hanya memiliki satu Pusat Roh dengan satu Elemen saja.


Naga Api dapat melihat kebingungan Fan Yuzhen kemudian mulai menjelaskannya padanya.


"Jika kamu tidak tahu akan hal itu, baiklah aku akan menjelaskannya!" kata Naga Api.


Satu Pusat Roh dengan memiliki Elemen yang berbeda-beda disebut Pusat Roh Alam, karena Elemen yang dimilikinya sumbernya berasal dari Alam.


Dahulu sebelum Pemimpin Hewan Iblis terpecah menjadi delapan pemimpin, Ada satu pemimpin utama dari mereka semua yang memiliki satu Pusat Roh yang sama seperti Chinmi.


Dia juga adalah seekor Naga juga namun dia adalah Naga Batu. Saat itu populasi manusia masih belum terlalu banyak sehingga para Hewan Iblis lah yang menjadi penghuni terkuat saat itu.


Naga Batu semakin kuat seiring berjalannya waktu, namun tubuhnya juga semakin membesar. Keinginan Naga Batu hanya satu, yaitu ingin menguasai seluruh Alam semesta dari Galaxy Garis Bintang hingga ke galaxy yang lainnya.


Naga Batu akhirnya memutuskan untuk menyerahkan kepemimpinannya kepada Delapan Hewan Iblis yang satu Kaum dengannya hingga terbentuklah delapan Pemimpin Hewan Iblis semuanya adalah para Naga.


Naga Batu akhirnya terbang ke angkasa dan menghilang hingga jutaan tahun, dan sampai saat ini tidak ada yang mengetahui dimana dia berada.


Setelah menghilangnya Naga Batu, tidak pernah ada lagi hewan Iblis yang memiliki Satu Pusat Roh dengan berbagai Elemen seperti Naga Batu.


Karena itu Naga Api dan Naga lainnya terkejut ketika mendengar dari Fan Yuzhen. Mereka tidak menduga jika sekarang pemilik Satu Pusat Roh tersebut adalah seorang anak manusia.

__ADS_1


Fan Yuzhen mendengarkan penjelasan Para Naga tersebut dengan mengangguk-anggukan kepalanya pertanda mulai mengerti.


"Lalu bagaimana caraku mendidiknya agar bisa memiliki kekuatan seperti Naga Batu tersebut?" tanya Fan Yuzhen.


"Mudah saja, kamu hanya perlu melatihnya hingga kuat hingga dia memiliki kemampuan yang setara dengan Pendekar Menengah, setelah itu bawa muridmu kesini untuk menemuiku!"


"Kenapa aku harus membawanya kesini?" Fan Yuzhen jadi heran, dia beranggapan jika Naga Api memiliki maksud lain terhadap Chinmi atau setidaknya dia menginginkan sesuatu terhadap Chinmi.


"Kamu tidak perlu berprasangka buruk dulu kepadaku!" suara Naga Api terdengar kesal kemudian melanjutkannya kembali.


"Bukankah kamu sudah tahu jika Elemen itu terbagi menjadi Delapan, dengan Pusat Roh nya maka dia akan mampu menguasai Delapan Elemen sekaligus dalam satu Pusat Roh saja," kata Naga Api.


"Apa kamu berencana mengajarinya untuk bisa menguasai kedelapan Elemen tersebut?" tanya Fan Yuzhen yang mengatahui maksud dari perkataan Naga Api.


"Bukan hanya aku yang akan mengajarinya melainkan kami semua kedelapan Naga yang akan mengajarinya,"


"Ka-kalian semua yang akan mengajarinya..!" Fan Yuzhen sampai tidak bisa tenang setelah mendengarnya, dia tidak bisa membayangkan akan seperti apa Chinmi nantinya jika diajari oleh kedelapan Naga itu.


Hingga saat ini saja, Fan Yuzhen masih belum mengetahui seberapa kuat para Naga yang ada di hadapannya itu, "Jika begini bukankah Chinmi akan mampu mengejar atau melampauiku!" gumam Fan Yuzhen dengan tersenyum kecut namun dia juga merasa senang karena muridnya kemungkinan akan menjadi seorang Pendekar yang lebih hebat dari dirinya.


Saat ini tidak ada yang tau apakah kekuatan diatas Pertapa itu ada atau tidak, kalau ada mungkin akan seperti cerita pendekar yang sudah menghilang.


"Baiklah jika sudah tiba waktunya nanti, aku akan membawa Chinmi ke tempat ini untuk menemui kalian. Sekarang aku akan pulang dan akan kembali setelah muridku sudah berada di Tingkat Pendekar Menengah," kata Fan Yuzhen kemudian berbalik dan berjalan keluar.


Fan Yuzhen kembali membelah Air Laut dari dalam kemudian dia keluar dan terbang kearah Goa yang ia huni selama ini.


Jarak antara Lautan tempat kedelapan Naga dengan Kerajaan Angin Selatan cukup jauh, setidaknya membutuhkan waktu terbang selama Lima Hari dengan kecepatan yang Fan Yuzhen miliki.

__ADS_1


***


Maaf jika lama, kendalanya kerana Ayah saya meninggal jadi kemungkinan update nya tidak bisa teratur dan tidak bisa memastikan hingga semua urusan saya selesai, atas pengertiannya Terimakasih.


__ADS_2