
***
Lio Long yang sedang duduk bersila dan menutup mata lansung membuka matanya ketika merasakan energi Chinmi yang mulai meningkat.
"Sepertinya dia sudah berhasil!" gumam Lio Long kemudian dia segera menghampiri Chinmi.
Chinmi masih terlihat berbaring, namun seluruh tulang-tulang nya yang mulai hampir tersusun sempurna.
Semakin lama energi yang terpancar dari tubuh Chinmi semakin meningkat, bahkan tingkat energinya hingga mencapai tingkat puncak Raja Bumi setelah itu mulai terdengar suara tulang dari tubuh Chinmi.
Suara tulang tersebut seperti suara tulang yang kaku lalu di tarik hingga berbunyi sangat keras dan beruntun.
Pada waktu bersamaan, Chinmi mulai membuka matanya secara perlahan. Dia terkejut karena dia sadar jika dirinya dalam posisi berbaring dan bukan duduk bersila.
"Senior Lio!" sapa Chinmi kemudian dia mulai bangkit.
"Chinmi, apa yang terjadi padamu, kenapa kami sangat lama sekali untuk menyusun ulang tulang-tulang mu?" tanya Lio Long.
Chinmi terdiam sesaat karena berusaha mengingat akan apa yang sudah terjadi padanya, "Maafkan aku senior jika aku sedikit lama, waktu aku ada di dunia alam roh, aku..!"
"Cukup Chinmi, kamu tidak perlu menjelaskannya lagi," potong Lio Long.
Lio Long sudah dapat merasakan jika Chinmi juga berhasil membuka salah satu pintu dalam dirinya, karena itu dia menebak jika yang membuat Chinmi lama dalam menyusun ulang tulang-tulangnya adalah karena dia sedang berusaha untuk membuka salah satu pintu dalam dirinya.
"Senior, berapa lama aku tidak sadarkan diri?" tanya Chinmi sambil duduk bermeditasi.
"Emm, cukup lama! Bahkan aku pikir kamu akan gagal dalam membangun pondasi terakhir mu," jawab Lio Long.
Lio Long mendekati tubuh Chinmi kemudian menyentuh pergelangan tangannya untuk memeriksa tulang-tulang nya.
"Masih di tahap Dewa 3 rupanya!" gumam Lio Long.
Chinmi sudah tahu akan masing-masing nama kwalitas tulang nya, tulang yang pertama adalah tulang manusia biasa, tulang kedua adalah tulang Dewa, lalu meningkat ketingkat 1 dan yang paling terbaik adalah kwalitas tulang Dewa 5.
"Senior, bisakah kamu meninggalkan ku sendiri, aku ingin memulihkan semua tulang-tulang ku!" kata Chinmi.
Lio Long segera menurut, walau saat ini Chinmi terlihat baik-baik saja, namun sebenarnya semua tulang dalam tubuhnya masih belum ter bentuk dengan sempurna.
Chinmi sendiri sudah mengetahui bagaimana caranya agar tulang-tulang nya bisa memiliki kwalitas tingkat tulang Dewa 5, walau itu tidak mungkin, namun setidaknya dia bisa meningkatkan kwalitas tulangnya hingga mencapai kwlalitas Tulang Dewa 4.
Chinmi kembali berkonsentrasi, dia akan mencoba mengalirkan energi yang ia dapatkan dari Li Wiefu untuk manaikkan kwalitas tulangnya.
Chinmi mengalirkna Qi kedalam tulang-tulang nya, kali ini dia ingin memastikan jika tulangnya tidak akan kembali hancur ketika dirinya mengalirkan qi nya.
Setelah beberapa saat Chinmi merasa memiliki rasa sensasi baru pada tubuhnya, entah seperti apa, namun yang jelas seluruh organ-organ dalam tubuhnya seperti seratus kali lebih ringan dan dia juga merasa sangat kuat.
Namun anehnya Chinmi merasa kehilangan seluruh energinya saat sensasi tersebut ia rasakan.
__ADS_1
"Kenapa, apakah kekuatanku menghilang?" batin Chinmi kemudian dia mencoba mengeluarkan energinya.
Chinmi terkejut bukan main saat mengetahui akan apa yang terjadi pada dirinya. Saat dia mengeluarkan energinya, seluruh dunia buatan Lio Long seperti tidak bergerak selama satu kali tarikan nafas, dan setelah itu ledakan energi besar terpancar dari tubuhnya.
Seluruh hutan tempat ia berdiri seketika langsung hancur dan rata, yang ada hanyalah tanah yang berantakan karena seluruh pohon tersapu oleh ledakan tersebut.
Lio Long dan Yinfei muncul di hadapan Chinmi karena mengetahui jika Chinmi sedang mencoba kekuatannya.
"Hentikan Chinmi! Apa yang kami lakukan? Jika kamu terus melanjutkan nya, maka dunia ciptaan ku ini bisa hancur!" kata Lio Long.
Chinmi segera berhenti saat mendapat teguran dari Lio Long, "Senior, tadi aku sama sekali tidak merasakan kekuatanku, jadi aku mencobanya, tapi aku tidak tahu kalau akan jadi seperti ini!" kata Chinmi sambil melihat keseluruh hutan yang kini sudah lenyap.
"Hahaha...! Itu wajar, karena kekuatanmu kini tersimpan sangat dalam, dan di samping itu kamu jangan coba-coba mengeluarkan semua kekuatanmu di sembarang tempat," kata Yinfei dengan tertawa terbahak-bahak saat mengetahui keluguan Chinmi.
"Tersimpan sangat dalam? Apa maksudnya?" tanya Chinmi.
"Jika biasanya qi tersimpan di Dantian mu, namun saat dirimu sudah berada ditingkat puncak Raja Bumi, maka kekuatanmu akan masuk ke dalam seluruh tulang-tulang mu dan menyatu di dalamnya!" kata Yinfei menjelaskan.
"Aku baru mendengar akan hal itu!" gumam Chinmi.
"Jelas kamu tidak akan mengetahuinya karena hanya pendekar tingkat dewa saja yang mengetahuinya," jawab Lio Long.
Chinmi yang masih tidak mengerti ingin kembali bertanya, namun sebelum sempat ia bertanya Qie Yin datang ketempat mereka.
"Guru, senior tadi itu apa? Aku...! Apa ini?"
Qie Yin yang baru tiba terkejut karena hutan yang awalnya lebat kini sudah menjadi tanah yang gersang dan hancur tanpa ada satu pohon pun yang tersisa.
Chinmi ternyata juga tidak kalah terkejut seperti Qie Yin, dia bisa merasakan kekuatan Qie Yin yang naik pesat, dan mungkin hampir mencapai tingkat pertapa.
"A-aku..!" Qie Yin membatalkan niatnya untuk menjelaskan, sedangkan Chinmi tidak lagi memaksanya.
"Ini semua adalah ulah nya!" Lio Long menjawab pertanyaan Qie Yin.
Mata Qie Yin melebar seolah tidak percaya akan jawaban Lio Long, itu karena dia juga sama sekali tidak merasakan kekuatan Chinmi, namun seingatnya kekuatan Chinmi yang ia ketahui terakhir memang sangat besar, namun jika untuk meratakan seluruh hutan yang besar, itu sangat mustahil.
"Sudahlah, sebaiknya kita kembali karena aku ingin beristirahat!" kata Chinmi kemudian dia pergi meninggalkan mereka semua.
"Anak ini benar-benar tidak mengerti akan perasaan seseorang!" kata Yinfei.
Lio Long hanya bisa menggelengkan kepala saja, walau sebelumnya dia terkejut akan peningkatan kekautan Qie Yin, namun pada akhirnya dia sama sekali tidak memberikan perhatian atau mengerti akan perasaan Qie Yin.
Di sisi lain, Qie Yin juga merasakan hal yang sama, dia sudah berusaha untuk menjadi lebih kuat dengan usahanya sendiri agar bisa menyusul Chinmi, atau setidaknya bisa menarik perhatian Chinmi.
Namun ternyata hanya keyataan pahit yang harus ia dapatkan, namun Qie Yin berusaha untuk tidak berkecil hati.
Selama ini dia sama sekali tidak pernah ingin mengisi hatinya dengan laki-laki manapun, namun saat bersama dengan Chinmi, perasaan asing mulai mengisi hatinya.
__ADS_1
"Sudahlah, mungkin suatu saat nanti dia mungkin akan memiliki perasaan yang sama kepada Nona Qie Yin!" kata Lio Long.
***
Ho Chen saat ini sedang melayang di atas hutan terlarang, dia berputar-putar untuk memastikan jika She Long memang berada di dalam hutan itu.
"Apa yang harus aku lakukan? Jika aku turun sekarang maka aku bukan hanya akan menghadapi Huo Lang, melainkan juga harus menghadapi She Long!" batin Ho Chen.
Jika harus menghadapi mereka berdua secara bersamaan, rasanya mustahil untuk bisa menang, karena itu dia berusaha mencari solusi yang tepat.
"Sebaiknya aku menggunakan Sihir Dewa untuk merubah wujudku menjadi orang itu!"
Ho Chen memutar badannya satu kali lalu wajah dan tubuhnya berubah dan saat ini dia berubah wujud menjadi Fu Shen.
Ho Chen segera turun kebawah dan berhenti di dekat rumah kecil dan panjang. Tidak ada satu manusia pun di dalam hutan tersebut, yang ada hanya siluman yang berlalu lalang.
"Fu Shen, ternyata kamu sudah datang, bagaimana, apakah kamu sudah berhasil menghancurkan kerajaan yang kamu serang?"
Huo Lang yang tiba-tiba berada di belakang Ho Chen dan menyapa nya, dia mengira Ho Chen adalah Fu Shen.
"Tidak, aku gagal!" jawab Ho Chen dalam wujud Fu Shen.
"Benarkah? bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Huo Lang.
"Ada pendekar lain yang datang menghentikan ku, dia mengenakan jubah serba putih dan wajahnya tertutupi topeng yang juga berwarna putih, karena itu aku tidak tahu siapa pendekar itu, namun yang aku tahu dia sangat hebat dan juga kuat," kata Ho Chen.
"Apakah dia manusia yang pernah aku tangkap dua Naga waktu itu?" kata Huo Lang.
Ho Chen tidak tahu siapa yang Huo Lang maksud, namun dia tetap berusaha agar penyamarannya tidak ketahuan oleh Huo Lang.
"Ayo kita masuk, saat ini She Long berencana ingin memanggil kembali Ye Shi dan Lan Ying."
Ho Chen terkejut bukan main saat mendengar nama mereka, "Itu artinya mereka berempat akan segera berkumpul di sini!" batin Ho Chen.
Huo Lang memang dapat mendengar pikiran siapa saja, namun jika untuk pikiran She Long, Ye Shi dan Lan Ying, tentu tidak bisa karena kekuatan mereka berada di tingkat yang sama.
Hal itu yang membuat dirinya bingung karena sejak tadi dia sama sekali tidak bisa mengetahui akan apa yang Fu Shen pikirkan.
"Baiklah mari kita masuk, sudah lama aku tidak melihat mereka!" kata Ho Chen.
Ho Chen dan Huo Lang sama-sama masuk kedalam, mereka berdua menuju keruangan kecil dimana She Long sedang duduk di sana.
"Hem.. Kau datang lebih cepat dari yang aku perkirakan, bagaimana apakah kamu sudah berhasil mengambil alih kerajaan itu?" tanya She Long sambil menatap Fu Shen yang baru datang.
Ho Chen menceritakan hal yang sama kepada She Long akan adanya pendekar bertopeng misterius tersebut.
"Kekuatanmu memang sangat kuat, namun kamu mendapatkannya dengan instan, tentu saja kamu tidak akan mampu melawan pendekar yang memiliki tingkatan yang sama denganmu!" kata She Long yang tidak mencurigai Ho Chen yang saat ini sedang menyamar.
__ADS_1
She Long bangkit dan berjalan kearah sebuah tanah yang sudah ia ukir dengan gambar segel aneh dan dia berdiri di tengah-tengah.
"Hari ini aku akan memanggil kembali Ye Shi dan Lan Ying, sebaiknya kamu berdiri sedikit lebih jauh dari tempat ini karena hanya aku dan Huo Lang yang bisa melakukannya!" kata She Long kemudian dia mulai membuat mantra.