PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
tamu tak diundang yang lain


__ADS_3

Yinfei hanya menghela nafas panjang jika mengingat masa lalunya, walau masa lalunya tidak se tragis masa lalu Xi Liyi, Lio Long dan Ho Chen, namun yang paling berkesan akan masa lalunya adalah wajahnya yang mirip perempuan dan selalu menjadi biang masalah.


"Senior Yinfei, apakah kamu masih marah padaku?" tanya Lio Long.


"Tidak! Yang kamu katakan tadi tidak salah, dengan wajahku yang seperti ini memang sepantasnya aku bergabung dengan para wanita itu, namun nyatanya aku ini adalah seorang pria!" kata Yinfei.


"Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing!" kata Lio Long kemudian dia duduk sekaligus menyadarkan punggungnya ke dinding rumah.


"Ingin rasanya aku hidup tenang dan damai, namun sepertinya tidak akan pernah ada kata damai bagi kita yang memiliki banyak tugas dan tanggung jawab!" kata Lio Long.


Tugas mereka sebagai manusia yang memiliki kekuatan Dewa sungguh sangat banyak dan juga berat, semua tugas harus menunggu hingga berabad-abad untuk menyelesaikan satu tugas.


"Sudahlah, tugas kita ini juga berguna untuk kedamaian seluruh alam semesta, jika memikirkan semua itu, bisa-bisa kitalah yang akan menjadi gila, jadi jalani saja!" kata Yinfei.


Mereka berdua kembali mengobrol di dalam, sedangkan Xi Liyi dan yang lainnya juga masih tetap saling berbincang-bincang di luar.


***


She Long merasa kesal karena selama beberapa hari, dia dan Ye Shi serta Huo Lang terpaksa selalu bersembunyi saat berjalan melewati keramaian, sedangkan Qie Yin berjalan dengan santainya tanpa memperdulikan kekesalan ketiga mahluk yang berada di belakangnya.


"She Long, apakah ini benar? Kita harus berjalan kaki, bersembunyi dan selalu saja melakukan hal-hal lain bagai manusia biasa saja!" gerutu Huo Lang.


""Aku tahu kamu merasa kesal dan juga bosan! Aku sendiri juga merasakan hal yang sama sepertimu!" kata She Long.


"Andai dia bukan Dewi Kegelapan, dari tadi sudah aku lenyapkan dia itu," Ye Shi juga ikut menggerutu.


Dia tidak akan lupa atas perbuatan Qie Yin ketika menghancurkan tangannya sekaligus berusaha menyerap energinya, walau tangannya bisa di tumbuhkan kembali, namun itu tidak mudah bagi Ye Shi.


"Ye Shi, apakah energi mu ingin aku serap lagi?"


Ye Shi dan yang lainnya terkejut ketika Qie Yin berbicara kepada Ye Shi, Qie Yin dapat mendengar dengan sangat jelas percakapan mereka bertiga sehingga dia menegur Ye Shi dengan pertanyaan yang membuat Ye Shi berhenti berbicara.


"She Long, pertanyaan ku sebelumnya kenapa tidak kamu jawab dengan benar?" kata Qie Yin bertanya sambil berjalan pelan.


"Dewi, aku sudah menjawabnya benar, kamu ini benar-benar adalah reinkarnasinya Dewi Kegelapan," jawab She Long.


"Jujur saja, aku sendiri masih tidak ingat apapun, baik itu masa laluku maupun siapa saat ini diri ku yang sekarang ini!" kata Qie Yin.


Qie Yin berhenti berjalan dan dia menatap kearah bukit yang ingin dia datangi, bukit tersebut sudah mulai terlihat dengan jelas dengan pandangan mata biasa.


"Aku merasa seperti pernah kesini sebelumnya!" batin Qie Yin.


Qie Yin memperhatikan kesekelingnya, dia merasa tidak asing ketika melihat tempat di sekitarnya, dan samar dia merasakan bayang-bayang putih di ingatannya, namun tidak jelas bayangan siapa yang ada di ingatannya.


Qie Yin memijat kepalanya yang terasa sakit, bayangan putih yang ada di pikirannya tetap terus terlintas dimana bayangan tersebut seperti beberapa orang sedang bertarung dengan beberapa orang juga.


"Ada apa Dewi?" tanya She Long saat memperhatikan Qie Yin yang seperti sedang berusaha mengingat sesuatu, dan dia berharap Qie Yin akan mengingat jika dia adalah Dewi Kegelapan.


"Aku merasa seperti pernah melewati tempat ini sebelumnya, namun aku lupa!" jawab Qie Yin.


She Long kaget, dia mulai merasa cemas dan khawatir, dia sudah menggunakan ilmu sihirnya untuk menghilangkan ingatan Qie Yin, namun sepertinya kekuatan dari sihir tersebut sedikit demi sedikit mulai memudar.


She Long mulai takut, dia tidak mau jika sampai Qie Yin kembali mengetahui akan siapa dirinya yang sekarang, jika itu sampai terjadi, maka semua rencananya tidak hanya akan berantakan, kemungkinan besarnya Qie Yin akan menjadi ancaman berikutnya yang paling berbahaya.


"Gawat, aku harus menguatkan kembali sihir segel itu!" batin She Long dan kemudian dia berniat menyentuh kepala Qie Yin.


"Apa yang ingin kamu lakukan?"


Qie Yin menangkap lengan She Long kemudian dia mencengkeramnya dengan sangat keras dan suara batu seperti mau pecah terdengar oleh Ye Shi dan Huo Lang bahkan She Long sendiri mengerang kesakitan.


"A-aku hanya ingin melihat kepalamu! Mu-mungkin ada sesuatu yang membuatmu merasa sakit," jawab She Long.


Tubuh She Long yang seperti batu dengan hawa panas yang sangat luar biasa itu ternyata tidak berpengaruh kepada Qie Yin, justru She Long merasa energinya sepertinya terhisap oleh Qie Yin.


"Jangan sekali-kali kamu menyentuh ku!" kata Qie Yin kemudian dia mendorong tangan She Long.


She Long terseret mundur saat Qie Yin mendorong lengannya, dia bukan tidak sanggup untuk menahan dorongan tersebut, namun dia hanya tidak siap saja karena masih merasakan rasa sakit di pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Maafkan aku Dewi, aku tidak akan berani melakukannya lagi!" kata She Long.


She Long merasa menyesal karena sebelumnya dia tidak memperkuat sihir nya kepada Qie Yin.


Kini semua sudah terlambat, She Long yakin jika suatu saat nanti ingatan Qie Yin bisa saja kembali seiring berjalannya waktu.


"Aku harus bisa membuat Dewi bisa mengingat kembali akan siapa dirinya yang terdahulu," batin She Long.


Sakit kepala yang dirasakan oleh Qie Yin mulai reda seiring banyangan putih diingatnya yang juga mulai menghilang.


Tanpa berbicara sepatah katapun, Qie Yin kembali melanjutkan perjalannya, sedangkan Ye Shi dan Huo Lang hanya bisa menahan rasa kekesalan mereka dan tanpa bisa berani berbuat apa-apa.


Mereka kembali berjalan mengikuti Qie Yin dari belakang, dan tidak satupun dari mereka yang tahu jika tempat tersebut adalah tempat saat Qie Yin dan Chinmi bertemu untuk yang kedua kalinya hingga akhirnya Qie Yin ikut pergi bersama Chinmi dan Lio Long.


"Ada apa lagi sekarang?" tanya Huo Lang ketika melihat Qie Yin berhenti berjalan.


"Aku marasakan ada dua orang berkekuatan besar, satu berkekuatan sama dengan kekuatanmu She Long!" kata Qie Yin menatap kearah bukit tempat Sekte Bukit Matahari berada.


She Long dan yang lainnya mencoba mendeteksi akan apa yang Qie Yin rasakan, namun mereka tidak berhasil.


"Kekuatan mereka sangat murni, dan sepertinya kekuatan mereka tidak cocok untukku!" kata Qie Yin.


"Dewi, ijinkan aku untuk melihat kesana!" kata She Long.


"Pergilah..!" ucap Qie Yin.


She Long segera terbang dengan kecepatan penuh, dan dalam waktu singkat, dia sudah berada di Sekte Bukit Matahari, namun dia terbang dan bersembunyi di balik awan yang masih menjatuhkan butiran-butiran es halus, She Long juga menyembunyikan energi kekuatannya agar tidak ketahuan.


"Murid Cao Yuan dan yang satu itu anak manusia yang pernah aku hadapi baru-baru ini!" gumam She Long.


She Long bernafas lega karena dia tidak melihat yang lainnya selain dua orang tersebut yang saat ini sedang masuk kedalam sekte Bukit Matahari dan terlihat dia sedang di temani oleh beberapa orang yang sepertinya adalah anggota Sekte Bukit Matahari jika dilihat dari pakaiannya.


"Kalau begitu ini adalah kesempatan bagus, aku dan Dewi Kegelapan bisa membunuh murid Cao Yuan, dan satunya lagi biar di habisi oleh Ye Shi dan Huo Lang!" kata She Long kemudian dia kembali ketempat Qie Yin berada.


"Bagaimana She Long, apakah kamu melihatnya?" tanya Qie Yin.


"Manusia berkekuatan Dewa? Dan siapa Jendral Dewa Perang Cao Yuan itu?" tanya Qie Yin.


"Manusia yang memiliki kekuatan Dewa itu dibari nama Manusia Dewa Abadi walau sebenarnya mereka masih bisa untuk di bunuh! Sedangkan Cao Yuan adalah Panglima dari salah satu Panglima yang memimpin tentara langit!" kata She Long menjelaskan.


"Apakah yang bernama Cao Yuan itu sangat kuat?" tanya Qie Yin yang sepertinya sangat tertarik setelah mengetahui nama Cao Yuan.


"Eee... Kekuatan Cao Yuan berada di atas kekuatanku, jadi dia yang terkuat dari para Manusia Dewa Abadi itu, sedangkan kekuatan murid Cao Yuan itu juga hampir mendekati Cao Yuan!" kata She Long.


"She Long, ini bukan hal baik, sebaiknya kita tidak kesana!" kata Huo Lang, dia masih trauma jika mendengar nama murid Cao Yuan.


"Apa mereka menjadi ancaman?" tanya Qie Yin setelah mendengar perkataan Huo Lang.


"Mereka memang ancaman bagi kita Dewi, oleh karena itu hari ini kita harus membunuh mereka berdua hari ini juga!" kata She Long.


"Baiklah kalau begitu kita akan tetap kesana, aku juga ingin melihat mereka berdua secara langsung!" kata Qie Yin.


Kali ini Qie Yin tidak lagi berniat untuk berjalan kaki, dia memilih terbang menuju ke Sekte Bukit Matahari karena sudah tidak sabar ingin melihat kedua orang yang menurut She Long menjadi ancaman bagi mereka.


"Apa yang kamu katakan She Long, apakah kita akan menghadapi murid Cao Yuan itu?" tanya Huo Lang.


"Tenang saja Huo Lang, kamu tidak perlu menghadapi murid Cao Yuan itu, biar aku dan Dewi saja yang menghadapinya, kamu urus saja yang satunya!" kata She Long kemudian dia segera menyusul Qie Yin.


"Perasaanku tetap merasa tidak enak, sepertinya ini bukan hal baik!" gumam Huo Lang.


Ye Shi menepuk pundak Huo Lang dan kemudian dia terbang menyusul She Long begitu juga dengan Huo Lang.


"Sekarang hidup mu akan berakhir, ini sebagai balasan atas perbuatan mu dulu padaku!" batin She Long.


Dia sudah tidak sabar ingin melihat murid Cao Yuan itu mati sehingga terus memasang wajah senang dan merasa tidak sabar ingin segera menghadapinya.


***

__ADS_1


"Jadi disini tempatnya?"


"Iya, inilah Sekte Bukit Matahari, tempat dimana aku mendapat Cakram Matahari ini!"


Ho Chen dan Chinmi kini berada di depan pintu gerbang Sekte Bukit Matahari.


"Berhenti, siapa kalian..!" dua orang murid Sekte Bukit Matahari datang dan menghadang Chinmi bersama Ho Chen.


"Senior, kami ingin bertemu dengan tuan muda Jiu Heng!" kata Chinmi.


"Maaf tuan, kami tidak bisa mengijinkan dan sembarang membawa masuk tamu yang tidak diundang sebelum mengetahui akan siapa kalian!" kata salah satu dari mereka.


"Kamu masuk saja dan sampai kepasa Jiu Heng jika teman lamanya datang ingin bertemu!" kata Chinmi sedangkan Ho Chen hanya mendengarkan saja.


"Maaf tuan, nama tuan berdua?" tanya lagi salah satu murid tersebut.


"Bilang saja Li Chinmi ingin bertemu!" kata Chinmi.


"Chinmi! Sepertinya aku pernah mendengar nama itu! Tapi sudahlah," kata salah satu dari mereka.


"Namaku Ho Chen teman Chinmi!" Ho Chen juga mengenalkan dirinya.


"Baiklah kalau begitu, silahkan tunggu di sini sebentar!" kata salah satu dari mereka kemudian segera bergegas masuk kedalam.


"Emm..!?"


Ho Chen menoleh kebelakang dia merasakan ada sesuatu di tempat yang agak jauh, dia merasakan ada kekuatan dengan aura jahat namun pemiliknya seperti menyembunyikannya.


"Ada apa senior?" tanya Chinmi.


"Entahlah, aku akan melihatnya dulu!" kata Ho Chen.


Chinmi dan Ho Chen berniat sama-sama ingin melihat kearah yang di tatap oleh Ho Chen dengan mata Dewa mereka berdua, namun belum sempat keduanya mengaktifkan ilmu mata dewa mereka, Jiu Heng datang dan menyapa Chinmi dengan suara besar.


"Saudara Chinmi..! Akhirnya kamu datang menemui ku juga."


Chinmi dan Ho Chen sama-sama menoleh kearah Jiu Heng yang datang dari dalam Sekte dan sedang berjalan kearah mereka berdua.


Jiu Heng ternyata tidak datang berdua dengan salah satu murid yang melapor, Jiu Sha ayah Jiu Heng sekaligus sebagai ketua Sekte juga datang untuk menyambut kedatangan Chinmi dan Ho Chen.


"Saudara Jiu, kau sudah banyak berubah tenyata!" kata Chinmi.


"Tentu saja banyak yang berubah, umur ini semakin lama akan terus bertambah dan akan segera berubah menjadi tua!" kata Jiu Heng.


"Ketua Jiu Sha, bagaimana kabar ketua?" tanya Chinmi sekaligus menyapa Jiu Sha.


"Aku baik-baik saja! Owh iya kenapa kamu tidak mengabari kami jika mau datang, jika tidak kami pasti akan melakukan penyambutan untuk mu!" kata Jiu Sha.


"Tidak perlu ketua, lagi pula kedatangan kami berdua kesini juga karena hanya kebetulan lewat!" kata Chinmi.


"Saudara Chinmi, pemuda ini temanmu?" tanya Jiu Heng.


"Ah..Owh iya maaf hampir lupa, dia adalah temanku sekaligus senior ku, namanya adalah Ho Chen," kata Chinmi memperkenalkan Ho Chen.


"Salam kenal, namaku Ho Chen!" kata Ho Chen yang juga memperkenalkan diri setelah Chinmi sudah memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.


"Namaku Jiu Heng teman Chinmi, dan ini ayah ku Jiu Sha," kata Jiu Heng.


"Mari kita ngobrol didalam saja!" kata Jiu Sha.


Mereka semua masuk kedalam, sedangkan Ho Chen masih bisa merasakan aura jahat yang sepertinya sedang berusaha untuk di sembunyikan.


Setelah mereka hampir memasuki pintu rumah Jiu Sha, Ho Chen dan Chinmi dapat merasakan ada empat sosok berkekuatan sangat besar sedang menuju kearah mereka dengan kecepatan tinggi.


"Sepertinya kita akan kedatangan tamu tak diundang yang lain, dan aku mengenali Aura yang dimiliki tiga sosok dari mereka, dan satunya aku tidak tahu!" kata Ho Chen kemudian dia dan Chinmi mengaktifkan mata Dewa mereka.


Jiu Heng dan Jiu Sha serta semua yang melihat kedua mata Chinmi dan Ho Chen yang bercahaya sangat terkejut, cahayanya bagai cahaya matahari yang terlihat dari sebuah lubang di tempat yang sangat gelap.

__ADS_1


"Qie Yin...!" kata Chinmi setelah melihat akan siapa yang sedang menuju kearahnya dengan mata Dewa nya, namun aneh nya, Chinmi merasa banyak perubahan dari tubuh Qie Yin sekaligus aura yang begitu kuat dan kental juga dapat ia rasa walau jaraknya masih sangat jauh.


__ADS_2