
***
Chinmi dan Qie Yin pergi Dunia lain di alam semesta dimana Dunia tersebut tidak berpenghuni.
Dunia tersebut memiliki tanah gersang yang berbatu, sedangkan langitnya tertutupi oleh awan merah bercampur putih dan kecepatan anginnya sangat kuat seperti badai raksasa yang mampu merobohkan pohon besar.
"Kita akan melakukannya di sini saja, Dunia ini sangat aman karena tidak ada satu mahluk pun di tempat ini!" kata Chinmi sekaligus menciptakan Medan energi untuk melindungi mereka berdua dari hembusan angin kencang.
"Apa kamu yakin bisa melepaskan segel ini?" tanya lagi Qie Yin, dia sendiri merasa tidak yakin.
"Percayalah padaku!" kata Chinmi meyakinkan Qie Yin untuk mempercayainya.
Qie Yin terdiam, dia berusaha untuk mempercayai Chinmi, namun hatinya masih merasa ragu.
"Qie Yin! Apa yang membuat mu merasa ragu? Perlu kamu tahu, aku tidak akan menyakitimu. Demi kamu Dan masa lalu kita, aku akan melakukan apapun demi dirimu, dan akan aku pastikan ingatanmu akan kembali pulih," kata Chinmi.
"Chinmi! Mungkin aku saat ini masih belum mengingat akan siapa dirimu dan apa hubunganmu dengan ku di masa lalu! Namun aku merasa kamu memiliki tempat terpenting di hatiku, walau tidak jelas namun aku yakin jika bayangan buram yang aku lihat dalam ingatanku ini adalah dirimu!" kata Qie Yin.
"Aku tidak se yakin! Namun jika kamu memang merasa demikian aku merasa senang!" kata Chinmi.
Mereka saling berpandangan cukup lama dalam diam. Kedua pandangan mereka membuat Qie Yin merasakan sesuatu yang aneh dalam hatinya seperti sebuah perasaan yang sudah lama tidur dan kini mulai bangun.
"Mari kita mulai melepaskan Segel didalam kepalamu!" kata Chinmi sehingga membuatnya Qie Yin tersadar dan tersenyum canggung dengan perasaan malu sekaligus mengangguk pelan.
Qie Yin duduk membelakangi Chinmi, sedangkan Chinmi mengerahkan dua jari telunjuk ke kepala Qie Yin dari belakang sekaligus mengalirkan energi melewati jarinya.
Chinmi memeriksanya terlebih dahulu dengan energinya, apakah Segel yang pasang oleh She Long keingatan Qie Yin sangat kuat atau tidak, dan setelah cukup lama memeriksa Chinmi meminta Qie Yin untuk berbalik menghadap padanya.
"Segel ini memang tidak terlalu kuat, namun masalah nya segel ini tertanam di dalam otak mu!" kata Chinmi.
"Aku sudah pernah mencoba melepaskan Segel ini dengan kekuatan ku sendiri, namun gagal karena setiap kali aku mencoba, kepalaku serasa mau meledak!" kata Qie Yin.
"Sepertinya memang butuh kekuatan dari luar, namun membutuhkan kekuatan yang sangat besar seperti kekuatanmu saat ini!" kata Chinmi.
Qie Yin terlihat lesu dia berputar seperti memikirkan sesuatu dan berjalan pelan sambil merenung.
"Ada apa Qie Yin?" tanya Chinmi.
"Di dunia ini selain aku siapa lagi yang memilki kekuatan yang sama dengan kekuatan ku?" tanya Qie Yin dengan wajah lesu.
Chinmi tersenyum lembut kepada Qie Yin membuat Qie Yin mengangkat sebelah alisnya, "Kenapa kamu tersenyum seperti itu?" tanya Qie Yin.
"Banyak orang yang memiliki kekuatan setingkat dengan dirimu, jadi kamu tidak perlu lesu seperti itu!" jawab Chinmi.
"Siapa orangnya, cepat bawa aku padanya!" kata Qie Yin.
"Orang itu saat ini sudah berada di hadapan mu!" kata Chinmi.
"Benarkah, dimana dia?" Qie Yin mencari-cari keberbagai arah namun tidak melihat siapapun selain dia dan Chinmi saja.
Qie Yin menatap Chinmi dan menyadari jika orang yang di maksud oleh Chinmi adalah dia sendiri.
"Apa maksudmu kamu? Tidak mungkin! Terakhir aku lihat kekauatan mu setara dengan kekuatan Senior Xi Liyi dan Senior Lio Long!" kata Qie Yin.
"Apa kamu lupa jika aku sudah pergi berlatih bersama dengan Senior Ho Chen?"
"Aku tahu dan tidak lupa! Tapi aku tidak merasakan peningkatan kekuatanmu sama sekali!" kata Qie Yin.
"Aku sengaja menyembunyikan!" kata Chinmi kemudian dia mulai mengeluarkan sepertiga dari kekuatannya.
Awan merah dan putih mulai tidak beraturan karena angin kencang yang berhembus seperti tertahan oleh energi milik Chinmi dan kemudian seluruh tanah mulai terangkat keudara seperti berada di ruang hampa.
Dua Cahaya Merah dan Kuning terpancar dari tubuh Chinmi dan kemudian tubuh Chinmi mulai di selimuti aura emas.
Walau efeknya tidak merusak dunia, namun Qie Yin bisa merasakan jika kekuatan Chinmi benar-benar setingkat dengannya.
"Inikah hasil latihanmu selama beberapa bulan ini?" tanya Qie Yin yang tidak menyangka jika Chinmi tenyata memiliki kekuatan yang sama dengannya.
Chinmi tersenyum hangat sekaligus menganggukkan kepala nya, dia mendekati Qie Yin yang seperti kesulitan untuk melihatnya karena silau.
__ADS_1
"Apakah sekarang kamu sudah percaya?" tanya Chinmi.
"A-aku percaya! Aku percaya!" jawab Qie Yin dua kali.
"Kalau begitu tinggu apa lagi? Ayo aku akan melepaskan segel itu!" kata Chinmi.
Qie Yin mengangguk kemudian dia menutup mata saat Chinmi mulai membuat segel tangannya dan kemudian sebuah huruf emas tertulis (Cahaya) di telapak tangan kanannya.
"Cahaya Sang Buddha."
Chinmi menempelkan telapak tangannya yang ada huruf (Cahaya) tersebut ke kening Qie Yin dan kemudian mengalirkan energinya agar tulisan itu masuk kedalam kepala Qie Yin.
Qie Yin merasa ada sesuatu yang sangat sejuk mengalir ke semua urat syaraf kepalanya sebelum akhirnya dia merasakan sakit yang luar biasa.
Chinmi melepaskan telapak tangannya dan kemudian dia mulai membaca Sutra Buddha sebagai kekuatan terkuat untuk bisa melepaskan segel She Long.
Qie Yin berteriak sangat keras sehingga teriakannya hampir menghancurkan medan energi yang melindungi mereka berdua.
Aura hitam mulai keluar menutupi tubuh Qie Yin yang masih mencengkram kepalanya, dan secara perlahan-lahan kesadaran nya mulai memudar seiring bertambah kuatnya energi hitam tersebut dan tidak lama kemudian Qie Yin secara sepenuhnya tidak sadar dan tubuhnya di ambil alih oleh energi hitam.
Kedua mata Qie Yin berubah menjadi hitam sepenuhnya dan aura hitam terlihat seperti api yang menyala sangat besar menyelimuti tubuh Qie Yin.
"Beraninya kau mengganggu istirahatku!" kata Qie Yin yang suara nya menggema dan seluruh Dunia tak berpenghuni tersebut bergetar akibat suara Qie Yin.
Chinmi membuka matanya dan melihat aura hitam yang mengendalikan tubuh Qie Yin, Chinmi ingat aura itu dulu pernah mengambil alih tubuhnya saat berusaha untuk menolong Qie Yin.
"Siapa kamu sebenarnya, dan kenapa kamu tidak membiarkan Qie Yin melepaskan segel di dalam kepalanya?" tanya Chinmi.
"Aku sebuah kekuatan kegelapan, dan tubuh ini adalah pemilik kekuatan kegelapan ini, aku tidak mau tuan ku kesakitan karena memaksa untuk melepaskan segel yang di tanam di dalam kepalanya, karena siapapun yang berani menyakiti tuanku dan mengganggu istirahatku, maka dia pantas untuk aku binasakan!" kata Qie Yin.
"Kau bilang Qie Yin adalah tuan mu, lalu kenapa kamu tidak membiarkan tuan mu kembali mendapat kan ingatannya lagi? Walau dia harus merasa kesakitan, semua itu juga demi dirinya juga agar tidak lebih tersiksa karena lupa akan masalalu nya!" kata Chinmi.
"Kau tidak tahu, tuanku ini adalah seorang Dewi Kegelapan, sudah sepatutnya dia memiliki sifat kejam dan masa lalunya hanya menghambat tuan ku untuk berkembang menjadi lebih kuat! Karena kamu sudah berani mengusik kami, maka kamu harus aku binasakan!" kata Qie Yin kemudian dia melepaskan energi yang sangat kuat.
Chinmi segera bangkit karena seperti nya energi hitam yang mengendalikan tubuh Qie Yin tidak bisa diajak bicara baik-baik.
Kekuatan yang di lepaskan oleh energi hitam jauh lebih kuat dari kekuatan Qie Yin, dan saat yang bersamaan Chinmi juga terpaksa melepaskan energi yang sama besarnya dengan aura hitam.
Chinmi sendiri tidak mengeluarkan atau membuat senjata apapun karena dia tidak mau melukai tubuh Qie Yin.
"Kau memiliki kekuatan yang besar, jadi aku akan menggunakan seluruh kekuatanku, jadi bersiaplah!" kata Qie Yin kemudian dia mengedip kan kedua matanya kearah Chinmi.
Chinmi bisa merasakan ada sebuah energi yang tidak bisa lihat dan samar-samar bisa dirasakan sedang melesat kearahnya dengan kecepatan yang sangat luar biasa.
Chinmi memiringkan kepalanya ke kanan mengindari serangan energi tersebut yang mengarah ke kepalanya dan kemudian tanah di belakangnya hancur bergitu saja, andai Chinmi tidak menghindar, pasti akan mengenai kepalanya.
"Kau bisa menghindari energi mata ku? Serangan tersembunyi ternyata tidak bisa mengelabui mu!" kata Qie Yin kemudian dia maju menyerang Chinmi dengan Pedang Hitam buatannya.
Chinmi segera maju untuk menyambut serangan tersebut, dan ketika pedang hitam hampir mengenai lehernya, Chinmi menangkap Pedang tersebut dengan menjepit pedang hitam dengan dua jari dan kemudian mematahkan pedang tersebut menjadi dua.
Pedang patahan di tangan Chinmi tiba-tiba berubah lagi menjadi butiran hitam dan kemudian menyatu dengan patahan yang berada di tangan Qie Yin dan pedang tersebut kembali ke bentuk semula dan Qie Yin kembali menyerang Chinmi.
Chinmi tetap menyambut serangan Qie Yin namun tidak memberikan serangan balasan padanya. Chinmi sedang menunggu energi hitam itu lengah dan Chinmi berencana untuk menangkap tubuhnya dan akan menenangkan energi hitam dengan menggunakan energi milik Chinmi sendiri.
Qie Yin mengangkat pedang hitamnya keatas dan kemudian hitam dari berbagai arah mulai terlihat terserap kearah ujung pedang tersebut.
"Tebasan Pedang Kegelapan."
Qie Yin melepaskan tebasan nya dan kemudian energi hitam yang terhisap tadi kini keluar dari ujung pedang dan terbentuk seperti bulan sabit melesat dengan cepat kearah Chinmi.
Biasanya setiap energi pedang apapun pasti akan membuat apapun yang di lewatinya akan berhamburan.
Anehnya setiap sesuatu yang di lewati oleh energi hitam bukan berhamburan, justru semua yang di lewati malah terhisap.
Chinmi segera membuat mantra tangan dan dengan cepat dia mengarahkan kedua telapak tangannya kearah energi hitam tersebut.
"Pusaran Penghisap."
Sebuah pusaran hitam muncul dari tengah-tengah kedua telapak tangan Chinmi dan kemudian semua yang ada di hadapannya langsung terhisap dan daya hisapnya lebih kuat dari energi hitam.
__ADS_1
Semua segera masuk kedalam pusaran tersebut termasuk energi hitam dari Pedang Hitam milik Qie Yin.
Tidak hanya sampai di situ, bahkan Qie Yin juga tidak mampu menahan hisapan dari Pusaran Penghisap walau sudah menggunakan energinya untuk melawan hisapan Pusaran tersebut yang sangat kuat.
Pada akhirnya Qie Yin yang di kendalikan oleh energi hitam tidak mampu dan tubuhnya mulai menuju ke Pusaran Penghisap milik Chinmi.
Saat tubuhnya hampir sampai di Pusaran Penghisap, Chinmi segera menghentikan dan kemudian dengan cepat merangkul tubuh Qie Yin dengan erat dan satu telapak tangannya langsung menyentuh kening Qie Yin kembali.
Qie Yin atau energi hitam berusaha melepaskan diri dari Chinmi, namun tidak berhasil dan Energi hitam berniat mengambil alih tubuh Chinmi dengan mengalirkan energi hitamnya ke tubuh Chinmi.
Namun Chinmi sudah tidak seperti dulu yang pernah di kendalikan oleh Energi hitam tersebut.
Tubuh Chinmi dan Qie Yin sama-sama tertutupi oleh energi hitam, namun aura emas di tubuh Chinmi berhasil membuat energi hitam tersebut kembali kepada Qie Yin dan pada akhirnya aura emas juga menutupi tubuh Qie Yin.
Qie Yin masih tetap tidak sadarkan diri walau energi hitam sudah berhasil di tenangkan oleh Chinmi dan sekarang Chinmi lah yang mengendalikan energi hitam milik Qie Yin, dan saat ini Qie Yin masih berada di rangkulan Chinmi.
***
"Tempat apa ini?"
Qie Yin berjalan di sebuah Dunia asing lagi dimana banyak kabut yang menutupi hampir dunia tersebut.
"Yin'er..!"
Qie Yin menoleh kebelakang saat mendengar suara laki-laki memanggil namanya.
"Ayah! Apakah itu kamu?" panggil Qie Yin.
Tidak lama ada kabut berwarna lain mulai berkumpul dan membentuk satu kabut tebal berwarna putih cerah dari semua kabut yang ada dan kemudian mulai berubah wujud menjadi satu sosok laki-laki.
"Ayah!" Qie Yin segera menghampiri sosok tersebut yang tidak lain adalah mendiang Ayah nya Ho Luan Xi.
"Kamu sudah dewasa, tapi sayang aku tidak bisa melihat mu tumbuh dewasa!" kata Ho Luan Xi.
"Ayah! Aku sudah membunuh She Chin dan membalas dendam atas kematian ayah!" kata Qie Yin.
"Aku tahu, namun aku ingin tahu, apakah kamu merasa lega setelah berhasil membunuhnya?" tanya Ho Luan Xi yang dibalas dengan gelengan kepala oleh Qie Yin.
Ho Luan Xi tersenyumlah lembut kemudian dia menyentuh dagu Qie Yin dan mengangkatnya keatas agar Qie Yin melihat wajahnya.
"Kamu ingat ayah memintamu pergi kearah timur dan carilah seorang anak muda di sana sebagai pelindung mu?"
Qie Yin terdiam sejenak berusaha mengingat kembali akan cerita ayahnya dan sesaat kemudian kedua mata Qie Yin melebar.
"Chinmi...!" seru Qie Yin saat teringat saat pertemuan nya dengan Chinmi ketika dalam pelariannya.
"Ayah memintamu melakukan itu agar kamu bisa pergi jauh dari She Chin dan tidak lagi kembali kesana, dan pemuda itu akan menjadi pelindung mu, namun sepertinya takdir berkata lain!" kata Ho Luan Xi.
"Ayah sebenarnya aku melakukan itu karena ingatanku saat itu hilang karena di Segel oleh Mahluk jahat, aku lupa segalanya kemudian ingatan pertamaku adalah ayah dan ibu sekaligus kematian Kelian berdua, sisanya tidak lagi kecuali saat ini!" kata Qie Yin.
Qie Yin tidak menduga jika semua ingatannya kembali begitu saja saat ayahnya kembali membahas masa lalunya sehingga Qie Yin mulai mengingat semuanya.
"Aku datang bukan untuk menegurmu, namun kedatangan ku hanya ingin melihat dirimu sekali lagi! Yin'er, yang sudah terjadi biarlah terjadi dan jangan di sesali lagi, sekarang pikirkan masa depan mu saja dan jika bisa jangan pernah membunuh siapapun juga kecuali dalam keadaan mendesak!" kata Ho Luan Xi.
"Ayah! Apakah suatu saat nanti ayah akan datang lagi seperti ini menemui ku?" tanya Qie Yin.
"Tidak Yin'er, ini adalah kesempatan terakhir ayah, dan setelah ini Ayah harus bersiap untuk bereinkarnasi!" kata Ho Luan Xi.
"Ayah! Jadi ayah datang hanya untuk menyampaikan pesan padaku?" tanya Qie Yin.
"Hanya ini yang bisa ayah lakukan sekarang, Raja Akhirat memberikan ijin kepada ayah untuk pergi menemui mu sekali saja! Jadi ayah hanya bisa menmuimu sebentar!" kata Ho Luan Xi.
"Terima kasih banyak Ayah! Berkat Ayah aku bisa mendapatkan ingatanku kembali!" kata Qie Yin.
"Baiklah nak, sebenarnya masih banyak yang ingin di sampaikan padamu, namun karena keterbatasan waktu, akhirnya ayah hanya bisa melihat wajahmu saja!" kata Ho Luan Xi.
Tidak lama kemudian tubuh Ho Luan Xi mulia akan berubah menjadi kabut, "Yin'er, ayah harap kamu bisa segera memiliki suami yang bisa melindungi dan menjagamu! Selamat tinggal!" kata Ho Luan Xi kemudian tubuhnya menghilang dan akhir berubah menjadi kabut.
"Terima kasih ayah!" kata Qie Yin kemudian secara perlahan-lahan tubuh juga mulai menghilang.
__ADS_1
Sebenarnya Ho Luan Xi datang hanya ingin membantu Qie Yin mendapatkan ingatan putri nya kembali, dan semuanya berhasil karena ingatan Qie Yin telah kembali