
"Bagaimana bisa, apa ini ilusi?" Chinmi sulit untuk tidak mengakuinya.
Di hadapan Chinmi saat ini ada sekitar 10 Xi Liyi yang berdiri menatapnya dengan tersenyum hangat padanya.
Chinmi pernah membaca jika ada ilmu ilusi yang bisa membuat tubuh bayangan, namun semua itu hanya ilusi dan tidak nyata. Sedangkan di hadapannya sekarang ada 10 bayangan Xi Liyi yang semuanya terlihat nyata.
Chinmi mencoba memegang tangan semuanya dan benar saja semua terlihat sangat nyata. Chinmi juga merasakan sedikit pancaran energi dari masing-masing bayangan tersebut yang artinya bayangan tersebut kemungkian juga bisa bertarung dan membunuh.
"Ini adalah ilmu membelah diri! Sekarang ilmu ini akan aku berikan padamu, karena hanya ilmu ini yang bisa kamu pelajari jika aku memberikan ilmu yang lain, maka kekuatanmu masih belum cukup," kata Xi Liyi yang kemudian semua bayangannya menghilang menjadi kepulan asap putih.
"Bersiaplah!" kata Xi Liyi kemudian mulai menyentuh kening Chinmi dengan telunjuk jarinya.
Chinmi dapat merasakan sesuatu pengetahuan baru memasuki pikirannya, dia mendapatkan ilmu baru dan juga pengetahuan baru.
"Hanya itu saja yang bisa aku berikan padamu, andai saja Bunga Lotus Emas yang kujaga masih ada kemungkinan besar kamu tidak akan kesulitan untuk memiliki kekuatan keabadian dengan cepat, namun sayang sekali Bunga Lotus Emas ditakdirkan harus dimiliki orang lain!" kata Xi Liyi dengan pelan.
"Siapa orang yang ditakdirkan itu Tuan Putri?" tanya Chinmi penasaran akan orang tersebut.
"Dia bukan berasal dari duniamu melainkan dari Dunia lain yang letaknya berada di Galaxy Pusaran Cincin. Kelak kamu pasti akan bertemu dengan pemuda tampan itu."
"Owh dia masih muda!" kata Chinmi dengan semangat.
"Iya di antara kami berempat dialah yang termuda kemungkian sekarang umurnya sudah lebih dari 500 tahun," kata Xi Liyi dengan tenang.
Chinmi ingin muntah darah mendengarnya, orang yang dimaksud dibilang masih mudah sehingga dia pikir tidak akan terlalu jauh umur orang tersebut dengan dirinya, namun ternyata umur pemuda tersebut lebih tua dari Ji Long sekalipun.
"Apanya yang pemuda," gumam Chinmi dalam hati.
"Tentu saja muda, aku saja berumur ribuan tahun, karena itu aku bilang dia yang termuda setelah aku," Xi Liyi menjawab apa yang pikirkan oleh Chinmi.
"Kau bisa membaca pikiranku?" kata Chinmi namun kini Chinmi ingin pingsan mendengarnya setelah mengetahui jika wanita cantik di hadapannya ternyata tidak semuda yang ia lihat.
__ADS_1
"Kami semua dapat mendengar akan apa yang orang lain pikirkan, kelak kamu juga akan memilikinya juga saat dirimu sudah memiliki kekuatan yang sama dengan Kami," kata Xi Liyi.
"Baiklah apa ada lagi yang ingin kamu pertanyakan?" tanya Xi Liyi.
"Ada, bagaimana caranya agar aku bisa memiliki kekuatan Dewa itu?" tanyanya.
"Suatu saat nanti akan ada salah satu dari kami yang akan melatihmu, di lebih Senior dariku, jadi selagi menunggu dirinya datang menemuimu, sebaiknya kamu berlatih dulu dan meningkatkan kekuatanmu."
"Kenapa tidak Tuan Putri saja yang melatihku? Bukankah sama saja?" tanya Chinmi.
"Tidak bisa! Masih banyak tugas yang harus aku kerjakan, karena itu aku hanya bisa memberimu ilmu dari pada melatihmu."
"Em begitu! Kalau begitu terimakasih banyak atas semuanya!" kata Chinmi dengan membungkukkan badannya.
"Kalau begitu kita sudahi saja pembicaraan ini!" kata Xi Liyi yang kemudian melangkah keluar.
Chinmi juga mengikutinya dari belakang sembari memakai kalungnya. Banyak pertanyaan yang memenuhi pikiran Chinmi akan siapa sebenarnya Xi Liyi itu, walau Xi Liyi sudah mengatakan akan siapa dirinya namun Chinmi masih penasaran.
Yang kedua Chinmi penasaran akan Dewa Muda yang di katakan oleh Xi Liyi, dan yang ketiga dia juga penasaran akan siapa yang akan datang untuk mengajarinya.
Kini Chinmi akan memandang Dunia dari sudut pandang yang berbeda, Chinmi juga tidak sabar ingin bertemu dengan sosok yang akan mengajarinya untuk memperoleh kekuatan keabadian itu.
***
"Kenapa mereka berdua lama sekali?" Yue Rong mondar-mandir di dekat kursi membuat Lian Cao merasa pusing melihatnya.
"Kira-kira apa yang mereka bicarakan didalam ya?" tanya Yue Yin kepada Lian Lian Cao dan juga Xian Fai.
Mereka berdua hanya mengangkat bahu karena sama-sama tidak mengetahui apa yang Chinmi bicarakan dengan Xi Liyi di dalam kamar.
Xuao Lan sesekali melirik Jendral Lang Yu yang sejak tadi berdiri didepan pintu kamar dengan tegak dan Toya ditangan kanannya yang berdiri lurus dan berkilauan.
__ADS_1
Xuao Lan tidak bisa mengukur kekuatan Jendral Lang Yu, bahkan sama sekali tidak merasakan jika dia adalah seorang Pendekar.
Setelah mereka menunggu cukup lama, akhirnya pintu kamar terbuka. Mereka semua secara Refleks menoleh dan melihat Xi Liyi keluar lebih dulu dari dalam kamar dan kemudian Chinmi juga terlihat di belakangnya.
"Chinmi..!" Yue Rong dan yang lainnya segera menghampiri Chinmi yang terlihat baik-baik saja.
"Tuan Putri, apakah Tuan Putri akan pergi sekarang?" tanya Chinmi setelah mereka berdua sudah berada di luar kamar, sedangkan Jendral Lang Yu sudah kembali ke pintu depan rumah.
"Urusanku disini bersamamu sudah selesai, jadi aku akan pergi malam ini juga." kata Xi Liyi.
"Sekali lagi terimakasih Tuan Putri atas semuanya," Chinmi kembali membungkukkan badannya.
"Jangan begitu Formal, lagi pula cepat atau lambat kita akan bertemu lagi, jadi ingatlah pesanku itu!"
"Tentu Tuan Putri, saya akan mengingatnya," jawab Chinmi.
"Baiklah kalau begitu saya pergi dulu."
"Tunggu dulu Tuan Putri, apakah Tuan Putri benar-benar akan pergi malam ini?" tanya Xuao Lan yang sejak tadi hanya diam dan memandangi wajah Xi Liyi tanpa berkedip.
"Benar..! Memangnya kenapa?" tanya Xi Liyi.
"Tidak, bukankah sebaiknya berangkat besok pagi saja, ini sudah malam dan di luar sangat gelap, terlalu berbahaya jika kalian berdua berjalan malam-malam di luar karena di hutan kabarnya ada Hewan Iblis yang berkeliaran," kata Xuao Lan memperingati Xi Liyi, namun sebenarnya dia masih ingin lebih lama memandang wajah Xi Liyi.
Xi Liyi tersenyum lembut kepada Xuao Lan membuat jantung Xuao Lan serasa berhenti berdetak.
"Tidak akan ada satu makhluk pun di duniamu ini yang akan mampu menghentikan langkah ku," kata Xi Liyi dengan terlihat tenang.
"Auuukkk!!!"
Lolongan srigala tiba-tiba terdengar dari luar serasa mengetahui keberadaan mereka.
__ADS_1
"Itu suara Srigala, jangan-jangan mereka itu Hewan Iblis!" Lian Cao terlihat sedikit gugup mendengar lolongan anjing tersebut.
Mereka Semua segera ke luar untuk memastikan jika itu Hewan Iblis atau bukan, mereka melihat Jendral Lang Yu masih berdiri dengan tenang dan bahkan tidak memperdulikan gerombolan srigala besar yang menuju ke arahnya.