
***
"Bagaimana dengan rencana kita, apakah semuanya berjalan dengan lancar?"
"Tenang saja, walau sedikit lama, namun aku pastikan jika rencana kita pasti akan berhasil."
"Aku tahu kamu pasti akan mampu menggulingkan Kerajaan Angin Selatan ini untuk kita kuasai."
"Hahaha... Kamu tidak perlu cemas, aku yakin dalam beberapa tahun ke depan, Kerajaan Angin Selatan pasti akan jatuh ke tangan kita, sekarang sebaiknya kita fokuskan kepada pangeran dan tuan putri itu supaya bisa jadi menikah."
"Tentu saja! Aku akan pastikan jika Pangeran Ming Zai pasti akan menikahi Tuan Putri Mu Liyi!"
Di perbatasan Kerajaan Api Timur, tepatnya disebuah desa kecil, Zu Chin sedang berbicara di dalam sebuah kamar penginapan dengan salah satu Pria paruh baya yang seumuran dengannya. Pria tersebut bernama Yuan Shu Chi, salah satu orang kepercayaan Zu Chin untuk mengurusi organisasi Singa Api.
Organisasi Singa Api dibangun oleh keluarga Zu Chin, dan saat ini Zu Chin menjadi penerus pimpinan dari organisasi tersebut.
Zu Chin memasuki Kerajaan Angin Selatan ketika berumur 16 tahun, dia ditugaskan oleh Ayahnya sebelum meninggal untuk menyelinap ke Kerajaan Angin Selatan dan mendapatkan tugas untuk mencari kelemahan dari kerajaan tersebut.
Zu Chin berhasil menjadi penasehat Raja Shao saat berumur 29 tahun, dan hingga Ayah Zu Chin meninggal, Zu Chin saat sekali tidak menemukan kelemahan Kerajaan Angin Selatan.
Ketika berumur 33 tahu, Zu Chin resmi menjadi pimpinan organisasi Singa Api, dan selama bertahun-tahun dia berada di Kerajaan Angin Selatan, kini dia menemukan kelemahan Kerajaan Angin Selatan.
Sejak dulu organisasi Singa Api memang berusaha untuk menaklukan Kerajaan Angin Selatan, nama organisasi Singa Api sendiri baru digunakan ketika Zu Chin baru lahir, sedangkan nama pertama dari organisasi sebelumnya bernama organisasi Hujan Darah.
Sarang dari organisasi Hujan Darah berada di hutan yang masih dalam wilayah Kerajaan Angin Selatan. Namun organisasi tersebut diberantas oleh raja Shao yang terdahulu.
Organisasi tersebut dipaksa pergi dari wilayah Kerajaan Angin Selatan hingga akhirnya mereka membuat markas baru, letak markas tersebut berada di salah satu rumah warga yang berada di tengah kota Kerajaan Api Timur.
Rumah yang dijadikan markas mereka berada di samping tembok istana, hal itu mereka lakukan karena belajar dari pengalaman pahit sebelumnya, dimana mereka harus terusir ketika berada hutan karena gempuran dari Kerajaan Angin Selatan.
Misi mereka saat ini adalah ingin menghancurkan Kerajaan Angin Selatan seagai balas dendam, tidak hanya sampai disitu, mereka juga ingin menguasai kerajaan tersebut.
Dengan memanfaatkan perjodohan Mu Liyi dengan Ming Zai, ini akan menjadi rencana besar mereka, terutama Zu Chin yang sudah lama menunggu kesempatan emas tersebut.
"Aku dengar Pangeran sombong itu saat ini menjadi tahanan istana, apa itu benar?" tanya Zu Chin karena kabar akan di penjaranya Ming Zai sudah sampai ke telinganya.
"hmm.. Yang kamu dengar memang benar! Pangeran sombong itu di penjara karena ingin berusaha mencuri Pedang Naga Langit milik Pendekar Naga Langit," kata Yuan Shu Chi.
"Apa kamu bilang tadi, apa aku tidak salah dengar, pendekar Naga Langit ada wilayah ini?" tanya Zu Chin yang tidak percaya jika Chinmi saat ini berada di wilayah Kerajaan Api Timur.
"Pendekar Naga Langit memang berada disini, aku tidak tahu dimana dia saat ini, namun yang jelas Permaisuri sempat meminta bantuan organisasi kita untuk melenyapkannya?"
__ADS_1
"Lalu apakah anggota kita sudah pernah menghadapinya?" tanya Zu Chin yang penasaran.
"Pernah, namun kami gagal menghabisi nya," jawab Yuan Shu Chi.
"Dasar bodoh..!"
Zu Chin memijat keningnya yang mulai terasa sakit, dia tidak menduga jika Chinmi saat ini sudah berada di wilayah Kerajaan Api Timur. Andai Chinmi bisa tinggal lebih lama, Zu Chin khawatir jika yang di penjara bukan hanya Ming Zai saja, bisa-bisa organisasinya juga bisa hancur dan dirinya juga bisa masuk ke penjara.
"Malam ini kamu sampaikan kepada seluruh anggota kita untuk jangan dulu keluar atau bertindak gegabah, usahakan juga jangan pernah mencari masalah dengan pendekar Naga Langit itu, terus pantai pendekar tersebut namun jangan mencari masalah!" kata Zu Chin kemudian dia bangkit dari tempat duduk nya.
"Pergilah dan segera laksanakan perintah ku!" Zu Chin pergi memasuki ruangan lain setelah menyampaikan pesan kepada Yuan Shu Chi yang masih duduk.
Yuan Shu Chi kembali malam itu juga ke markasnya untuk menyampaikan pesan kepada seluruh anggota kelompok organisasi Singa Api.
***
Chinmi, Lio Long dan Qie Yin kini sudah berada di dalam sekte Bukit Matahari, yang menyambut kedatangan mereka adalah ketua sekte sendiri yang bernama Jiu Sha, dan dua orang anak muda yang juga ikut menyambutnya, mereka adalah Fai Han dan Jiu Heng.
"Saudara Chinmi, aku tidak menyangka kamu akan datang kemari menemuiku, aku sungguh sangat senang sekali!" kata Jiu Heng.
"Sudah lama sekali semenjak terakhir kali kita bertemu! Lihat dirimu, sekarang kamu sudah dewasa dan juga tampan," Fai Han juga ikut berbicara.
"Senior terlalu memuji! Bagaimana kabar senior, apakah semua baik-baik saja?" tanya Chinmi.
Qie Yin yang memaki cadar mengerutkan dahinya. Bukan tanpa alasan, gadis kecil yang menculik mereka berdua beserta para peserta lainnya adalah dirinya.
"Eh sudah-sudah, sebaiknya kita lanjutkan pembicaraan kita di dalam saja!'' kata Jiu Sha yang selesai menyapa Lio Long.
Mereka semua berjalan memasuki ruangan, Jiu Heng dan Fai Han terkadang melirik ke arah Qie Yin yang sebagian wajahnya tertutup oleh kain hitam.
"Saudara Chinmi, apakah gadis di belakangmu itu adalah Nona Yue Yin?" tanya Fai Han.
Chinmi menoleh kearah Qie Yin sesaat dan kemudian kembali menghadap ke depan, "Bukan, dia adalah Nona Qie Yin!" jawab Chinmi.
"Owh...!" mereka berdua hanya menganggukkan kepala.
Mereka tidak tahu jika Qie Yin adalah gadis kecil yang dulu pernah berusaha menculik para peserta pertandingan di Kerajaan Es Utara. Andai mereka tahu, pasti mereka akan menjauh atau menyerang Qie Yin.
Qie Yin sendiri baru ingat akan siapa Chinmi, pemuda yang pernah bertarung dengannya di pinggir pantai di wilayah Kerajaan Es Utara.
Qie Yin tidak menduga jika akan bertemu untuk yang kedua kalinya dengan Chinmi, pertama kali bertemu sebagai musuh, namun pertemuan keduanya justru berjalan bersama.
__ADS_1
"Apa mungkin pemuda ini yang dimaksud oleh ayah? Ah tidak mungkin! Tapi...!" Qie Yin jadi larut dalam pemikirannya sendiri.
"Semuanya silahkan duduk, maaf jika saya tidak mempersiapkan jamuan yang istimewa!" Jiu Sha mempersilahkan mereka untuk duduk sekaligus meminta maaf karena hanya menyambut mereka dengan jamuan yang sederhana saja.
"Seharusnya kamilah yang harus minta maaf karena datang tanpa di undang!" jawab Lio Long.
"Senior Jiu Heng, aku tidak tahu jika kamu adalah tuan muda?" tanya Chinmi kepada Jiu Heng dengan berbisik.
"Saudara Chinmi, tolong jangan panggil aku senior, panggil saja aku seperti biasa saja," Jiu Heng tidak menjawab pertanyaan Chinmi.
"Iya-iya baiklah, aku akan manggil mu seperti biasa saja," jawab Chinmi sambil mengangguk-anggukan kepala.
"Kamu belum memperkenalkan gadis ini pada ku?" Fai Han memotong pembicaraan keduanya.
Chinmi terdiam sejenak, dia bingung harus memperkenalkan Qie Yin sebagai siapa. Jika Chinmi memberitahukan jati diri Qie Yin yang sebenarnya kepada mereka, Chinmi yakin mereka akan menangkap Qie Yin.
Qie Yin sendiri hanya terdiam, dia sama sekali tidak berbicara dan hanya berjalan mengekori Chinmi. Dia melakukan itu karena Chinmi yang memintanya untuk selalu mengikutinya jika dia ingin selamat.
"Dia adalah temanku yang akan mendampingi perjalanan ku nantinya!" kata Chinmi.
Mereka berdua saling berpandangan dan kemudian kembali menatap Chinmi.
"Maksud mu dia tunangan mu?" tanya Fai Han.
Chinmi terkejut mendengar hal itu begitu juga dengan Qie Yin, namun tatapan Qie Yin terlihat dingin karena pada dasarnya tatapan Qie Yin memang dingin.
"Tunangan? Tidak, kalian salah paham..!" jawab Chinmi.
"Salah paham apanya? Bukankah kamu sudah bilang jika dia itu adalah teman mendampingi perjalanan dirimu! Bukankah itu artinya dia adalah calon istrimu?" kata Jiu Heng.
Chinmi terbatuk-batuk mendengar penjelasan Jiu Heng, dia baru sadar jika dirinya sudah salah bicara, sedangkan Qie Yin menatap Jiu Heng dengan tatapan yang semakin dingin.
"Bukan itu maksud ku! Biar ku perjelas kepada kalian berdua! Nona Qie Yin ini adalah temanku yang akan menemaniku eee.. menemaniku berlatih! Iya itu maksud ku," kata Chinmi yang berusaha untuk memberi penjelasan yang ia sendiri juga tidak tahu untuk memberikan penjelasan yang jelas.
"Emm..! Baiklah aku mengerti, berarti sekarang kamu menjadi murid kakek itu, dan Nona Yin ini adalah teman..! Eh maksudku saudara seperguruan mu?"
"Iya itu maksud ku tadi, Hahaha...!" Chinmi membenarkan perkataan Fai Han sambil tertawa kaku.
Mereka berdua mengangguk-anggukan kepala karena sudah mengerti akan maksud dari perkataan Chinmi. Sedangkan Chinmi sendiri merasa tidak enak kepada Qie Yin karena ke salah pahaman tersebut.
"Saudara Chinmi, aku yakin kedatangan mu kesini tidak hanya semata-mata untuk menemui ku bukan? Aku yakin ada maksud lain dari kedatangan mu ke sekte ku ini!" tanya Jiu Heng.
__ADS_1
Chinmi menghela nafas panjang kemudian menjawab pertanyaan Jiu Heng, "Benar sekali Jiu Heng, kedatanganku kesini adalah...!"