
"Chinmi boleh aku bertanya sesuatu padamu?" saat tinggal berdua saja Yue Yin membuka pembicaraan terlebih dahulu.
Chinmi menatap Yue Yin kemudian mengangguk, "Mau bertanya apa?"
"Apa suatu hari nanti kamu ada renacana untuk keluar meninggalkan Sekte Pedang Suci?"
Chinmi mengerutkan dahinya kemudian menatap Yue Yin dengan keheranan, "Kenapa Kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?"
"Tidak ada aku hanya bertanya saja!" jawab Yue Yin.
Yue Yin mengetahui jika Chinmi tidak ada ikatan apapun dengan sekte Pedang Pedang Suci, dia tidak sengaja mendengarkan pembicaraan Ji Long dengan Yong Chun saat mereka sedang mengobrol berdua.
Yue Yin jelas terkejut ketika mengetahui jika Chinmi sebenarnya adalah murid Fan Fan Yuzhen, andai Fan Yuzhen masih menjadi ketua sekte atau setidaknya masih menjadi anggota sekte, kemungkinan besar Chinmi akan tetap menjadi bagian dari sekte.
Namun sekarang semuanya berbeda mengingat Fan Yuzhen yang sudah tidak mau lagi bergabung dengan sekte, walau dia adalah mantan ketua namun sekarang dia sudah tidak memiliki ikatan apapun lagi.
Karena itu Yue Yin yakin jika Chinmi suatu saat nanti pasti akan pergi meninggalkan. sekte dan kemungkinan besar dia akan mengikuti Fan Yuzhen.
Walau Yue Yin sudah mengetahui yang sebenarnya, namun dia sama sekali tidak menceritakan kepada siapapun akan hal itu, dan dia akan selalu menjaga rahasia tersebut jika Chinmi sendiri menutup diri untuk tidak bercerita kepada orang lain.
"Yue Yin, masa depan tidak ada yang tahu, begitu juga denganku. Aku tidak tahu apakah aku akan tetap berada di sekte, atau justru keluar dari sekte. Aku hanya mengikuti perjalanan takdir ku dan mengikuti arusnya saja," kata Chinmi.
"Namun setidak kamu pasti memiliki sebuah rencana kan?" tanya Yue Yin sambil menatap Chinmi dengan tajam.
"Rencana? Iya tentu saja ada! Namun semua itu belum tentu akan berjalan dengan apa yang aku rencanakan!" kata Chinmi dengan tersenyum lebar.
Yue Yin hanya membuka tutup mulutnya, dia ingin berkata sesuatu namun membatalkannya.
"Yue Yin, keluar atau tidaknya diriku dari sekte, kamu tidak perlu risau karena aku akan selalu menganggap kalian sebagai bagian dari diriku," kata Chinmi dengan tidak menyadari jika perkataannya ditangkap lain oleh Yue Yin.
"Maksudmu?" tanya Yue Yin.
"Maksudku itu anu, kalian akan tetap menjadi temanku!" kata Chinmi sambil menggaruk pipinya.
"Owh..!" Yue Yin hanya mengangguk pelan.
__ADS_1
Setelah beberapa saat terlihat Yue Rong dan yang lainnya datang menghampiri mereka. Terlihat juga ada tiga anak lain yang ikut dengan mereka.
"Kalian berdua saja disini? Kemana senior Xuao dan yang lainnya?" tanya Yue Rong setelah dia berada di hadapan Chinmi dan Yue Yin.
"Mereka lebih dulu pergi ke penginapan dan kami berdua dipesankan untuk menunggu kedatangan kalian," jawab Yue Yin.
"Bibi Rong, mereka bertiga siapa?" tanya Chinmi sambil menatap tiga anak yang seumuran dengan Xian Fai.
"Ah iya, perkenalkan ini adalah Fai Han, dan yang ini adalah Jui Heng, dan Nona ini adalah Rui Ling. Mereka salah tiga murid dari sekte Bukit Matahari," kata Xian Fai memperkenalkan mereka bertiga kepada Chinmi.
Mereka bertiga membungkuk dengan sopan kepada Chinmi begitu juga dengan Chinmi, "Namaku Chinmi, senang bisa berkenalan dengan senior bertiga," kata Chinmi yang juga memperkenalkan diri.
"Chinmi Kami habis berkeliling pelabuhan ini, andai kamu ikut pasti kami akan sangat senang karena pemandangan disini..!"
"Berantakan dan ramai!" Yue Yin menjawab perkataan Lian Cao Yang berniat untuk menjelaskan pemandangan dan situasi di sekitar pelabuhan.
"Yue Yin, aku kan belum selesai bicara!" kata Lian Cao dengan wajah kesal.
Mereka Semua tertawa melihat wajah Lian Cao yang terlihat kesal sedangkan Rui Ling memperhatikan Chinmi dengan seksama.
"Tidak Nona Ling, Chinmi hanya ikut kami saja, lagi pula jika dia ikut dia pasti akan menjadi peme...! Auww.. saaakit..! Chinmi kenapa kamu menginjak kakiku?"
Lian Cao belum sempat meneyelesaikan kaliamatnya Chinmi lebih dulu menginjak kaki Lian Cao sehingga Lian Cao merintih kesakitan dan menatap Chinmi dengan matanya yang mulai berair.
"Owh maaf aku tidak sengaja!" jawab Chinmi dengan menatap kearah lain sedangkan Rui Ling melihat itu merasa curiga jika Chinmi memang sengaja menginjak kakinya.
"Jika Kalian masih ingin mengobrol disini silahkan, aku akan duluan pergi ke penginapan!" kata Yue Rong.
"Saya ikut senior!" kata Jiu Heng.
"Aku juga!" Lian Cao juga sama.
mereka bertiga kemudian pergi lebih dulu ke penginapan dan hanya tersisa Chinmi, Yue Yin, Xian Fai, Rui Ling dan Fai Han.
"Wah wah wah! Lihat kumpulan tikus-tikus tidak berguna sedang berkumpul disini."
__ADS_1
Setelah Yue Rong sudah pergi tiba-tiba saja datang sosok anak muda memakai pakaian mewah memegang kipas ditangan dan ditemani oleh 10 prajurit istana.
Chinmi, Yue Yin dan Xian Fai melotot setelah pemuda itu berkata jika dirinya dan yang lainya adalah kumpulan tikus.
"Pangeran Ming Zai, jaga ucapanmu itu!" kata Fai Han dengan tatapan marah.
"Kenapa, apa ada yang salah dengan ucapanku tadi?" kata Ming Zai dengan nada menghina.
Chinmi mendengar Fai Han memanggilnya Pangeran Ming Zai teringat ketika Tian Xing dan Xue Binyue menyebut namanya.
"Apakah dia itu Pangeran Ming putra dari Raja Kerajaan Api Timur?" tanya Chinmi kepada Rui Ling dengan berbisik.
Rui Ling mengangguk sedangkan Xian Fai dan Yue Yin merasa tidak terima karena merasa di rendahakan oleh Ming Zai.
"Pangeran, jangan karena kamu adalah putra mahkota dari Kerajaan yang besar kamu bisa sesuka hati berbicara dan menghina semua orang, ingatlah akan reputasi dan kebesaran ayahmu, apakah pangeran mau ayahmu dan kerajaanmu jadi bahan pembicaraan banyak orang hanya karena ucapan putra mahkotanya yang tidak ada sopan santunnya?" kata Fai Han.
"Jangan bawa-bawa Ayah dan juga Kerajaanku, jika kamu tidak terima dengan ucapanku, silahkan kalian mau apa. Mau bertarung? Aku terima," kata Ming Zai dengan sombongnya.
Xian Fai ingin maju untuk memberinya pelajaran namun Rui Ling segera menahannya, "Tenanglah Saudara Xian, sebaiknya tahan amarahmu," kata Rui Ling.
"Baiklah Pangeran aku akan menantangmu, namun bukan disini melainkan di pertandingan nanti," kata Fai Han.
Chinmi juga diam-diam mengukur kekuatan Ming Zai dan dia merasakan jika Ming Zai adalah Pendekar Pemula Tingkat 3.
"Baik aku terima tantanganmu tikus kecil, akan aku tunggu kalian semua di pertandingan nanti, ingat jangan sampai kalah sebelum melawanku," kata Pangeran Ming Zai kemudian pergi meninggalkan mereka dengan tertawa keras.
"Sombong sekali pangeran itu!" gerutu Xian Fai dengan wajah kesal.
"Apa Kamu yakin akan tantangan itu saudara Han?" tanya Xian Fai.
"Tentu saja, aku ingin sekali memberinya pelajaran!" jawab Fai Han.
"Sudahlah sebaiknya kita kembali ke penginapan saja dan beristirahat siapa tahu besok kapalnya sudah bisa berangkat!" kata Chinmi mengajak mereka semua untuk segera kembali ke penginapan.
Mereka semua akhirnya mengikuti perkataan Chinmi dan segera kembali ke penginapan, sedangkan Rui Ling masih penasaran kepada Chinmi, karena dia sama sekali tidak bisa merasakan kekuatan yang Chinmi miliki.
__ADS_1