
***
Tong Liung berdiri dihadapan seluruh murid-muridnya, semuanya berkumpul untuk membahas sesuatu yang penting.
"Ketua, apakah yang ketua rencanakan akan berhasil?" tanya Peng Jincu.
"Saudara Peng, aku tahu ini terdengar gila, namun aku sudah mempertimbangkan semuanya, dan bukan hanya kekuatan semua sekte aliran hitam saja, melainkan kita juga ada tambahan batuan yang besar!" kata Tong Liung.
"Bantuan?" para pendekar sihir dan semua murid yang ada di hadapannya sama-sama penasaran.
"Iya Bantuan, aku dan She Chin mendapatkan bantuan pasukan dari kerajaan Angin Selatan!" kata Tong Liung.
"Wah, jika demikian kekuatan kita akan lima kali lebih besar, dan kita akan bisa menyelematkan saudara-saudara kita di sana!" kata salah satu murid.
Tong Liung segera berseru keras dan berbicara kepada semua murid-muridnya, "Mulai hari ini aku ingin kalian semua berlatih dengan keras, karena dua bulan lagi peperangan akan segera kita mulai!" kata Tong Liung.
"Dua bulan lagi? Apakah harus secepat itu?" tanya Zhi Ying.
"Apakah ada masalah?" Tong Liung balik bertanya.
"Ketua, bukannya kami keberatan, namun melatih mereka semua dalam waktu dua bulan adalah hal yang mustahil, dan di tambah lagi tidak mungkin dia tidak akan muncul nantinya di sana!" kata Peng Jincu.
Yang di maksud oleh Peng Jincu adalah Sosok pria bertopeng misterius yang sudah mengalahkan Fu Shen dan membuat She Chin bisa kembali begitu saja ke sekte nya.
"Aku yakin untuk serangan kita kali ini tidak mungkin karena menurut informasi pria bertopeng itu berasal dari kerajaan Api Timur, dan dia sudah kembali ke kerajaan nya!" jawab Tong Liung.
Tong Liung sudah mengirim beberapa anggotanya untuk menyusup dan menyamar sebagai prajurit untuk memata-matai dan memberikan informasi kepadanya.
Namun semua itu tidak akan bisa berhasil tanpa bantuan dari sekte Lembah Hantu.
"Aku tidak paham kenapa ada pendekar dari kerajaan Api Timur bisa ikut campur masalah di kerajaan lain!" kata Zhi Ying.
"Sudahlah yang penting sekarang dia sudah tidak akan menganggu rencana kita lagi, dan kita bisa menyelamatkan saudara-saudara kalian sekaligus merebut kerajaan itu menjadi milik kita!" kata Peng Jincu.
"Baiklah, mulai besok kita akan berlatih lebih keras dan sekaligus mempersiapkan diri untuk pertempuran besar kita!" kata Zhi Ying.
"Baiklah, aku akan pergi menghadiri pertemuan di sekte Kalajengking Merah, jadi selama sebulan ini aku tidak akan berada di sekte, jadi pastikan saat aku kembali nanti kalian sudah sangat kuat dan sudah siap untuk bertempur!" kata Tong Liung.
Semuanya segara bersujud kecuali para pendekar sihir, "Kami tidak akan mengecewakan ketua dan akan berlatih demi kejayaan sekte Golok Setan!" jawab mereka.
"Bagus kalau begitu, sekarang aku pergi dulu!" kata Tong Liung kemudian dia pergi dari tempat tersebut.
***
Sama dengan sekte Golok Setan, sekte Lembah Hantu saat ini juga sedang melakukan pertemuan, namun bedanya di sekte Lembah Hantu hanya ada Meng Ling dan beberapa pendekar sihir saja yang ikut dalam pertemuan tersebut.
"Ketua Meng, Kenapa ketua masih mau bekerja sama dengan She Chin, bukankah ketua sudah tahu jika She Chin itu adalah seorang pengecut," kata salah satu dari pendekar Sihir.
Sekte Lembah Hantu tidak mengetahui akan kabar di pindah nya She Chin oleh pria bertopeng misterius, mereka menganggap jika She Chin kembali ke sekte nya karena takut.
"Aku yakin jika Ketua She pasti memiliki alasan, karena itu aku ingin mengetahui alasan She Chin dan aku akan pergi untuk melakukan pertemuan disana!" kata Meng Ling.
Saat penyerangan kerajaan Bumi Barat, sekte Lembah Hantu hanya kehilangan 20 murid saja, sedangkan yang lain berhasil selamat.
"Ketua Meng, saat ini Pilar kekuatan sudah hampir terisi penuh, tunggulah sebentar lagi!" kata salah satu pendekar sihir.
Pilar kekuatan adalah salah satu pilar yang dibangun dengan menggunakan logam khusus yang dilebur dengan tulang dari jasad para pendekar yang tidak di kremasi.
Pilar tersebut memiliki kekuatan yang unik, setiap satu tahun sekali pilar tersebut akan memancarkan energi yang ia hisap dari energi alam.
__ADS_1
Energi yang sudah dikumpulkan akan diserap oleh Meng Ling agar kekuatannya semakin bertambah.
Hanya Meng Ling yang mengetahui kekuatan dari pilar tersebut, karena dialah yang menciptakan pilar tersebut.
Jika hanya pilar saja tidak mungkin bisa menyerap energi tanpa bantuan benda lain, benda tersebut adalah sebuah mustika yang ia curi dari kerajaan Api Timur, nama mustika tersebut adalah Mustika Gunung Api.
Mustika tersebut berada di ujung pilar dan menghadap ke atas, Mustika tersebut mampu menyerap energi alam, walau tidak banyak, namun itu cukup untuk memperkuat kekuatan pendekar Sihir Elemen Alam.
"Benar juga, ini sudah waktunya! Baiklah aku akan pergi setelah menyerap energi Pilar kekuatan!" kata Meng Ling kemudian dia segera pergi menuju ke arah Pilar kekuatan.
"Hemm..! Setelah menunggu selama setahun, kini sudah waktunya bagimu untuk memberikan energi ini padaku anakku!" kata Meng Ling kemudian dia menyentuh pilar tersebut.
Meng Ling menyerap energi dari pilar tersebut dan aura merah menjalar ke seluruh tubuhnya. Setelah beberapa saat aura merah mulai berubah menjadi hitam dan mulai masuk ke dalam tubuhnya.
"Terima kasih anakku, sekarang aku merasa lebih kuat!" kata Meng Ling sambil merasakan energi dalam tubuhnya yang seperti mau meluap.
Pilar kekuatan adalah hasil ciptaanya, karena itu dia memanggilnya anak. Walau kekuatan Meng Ling sudah meningkat namun dia tidak bisa menyusul kekuatan She Chin.
Meng Ling segera keluar dan berdiri di halaman sekte dan kemudian wajahnya mulai di selimuti aura hitam dan beberapa saat kemudian, wajahnya berubah menjadi Meng Yi.
"Hah!! Ke-ketua Meng Yi? Bu-bukankah ke-ketua sudah meninggal?" salah satu murid yang berjalan terkejut saat melihat Meng Yi berdiri di halaman sekte.
Meng Ling merubah bentuk wajah dan tubuhnya dengan sangat sempurna, bahkan tidak akan ada yang menyangka jika sebenarnya dia adalah Meng Ling, karena wujudnya yang sempurna dan kekuatannya juga terasa sama.
Meng Ling yang berubah menjadi Meng Yi tersenyum puas, kini dia bisa berubah menjadi siapapun yang ia mau, bahkan mungkin dia bisa berubah menjadi salah satu Pertapa.
Tanpa menghiraukan keterkejutan murid nya, Meng Ling segera terbang dan pergi menuju kearah sekte Kalajengking Merah dengan kecepatan tinggi.
Sedangkan murid yang melihat Meng Yi sedang terbang hanya bisa menganga dan berdiri kaku sambil memandang kearah Meng Yi yang sudah menghilang.
***
Li Xiang dan Li Fang sedang melakukan pertemuan dengan seluruh para jendral dan Mentri, dan tentu saja Sang Raja Tao lah yang mengumpulkan mereka semua.
Saat itu Yue Rong bertemu dengan mata-mata tersebut di dekat penginapan, mata-mata tersebut jelas mengetahui akan siapa Yue Rong, dia adalah istri dari salah satu Jendral kerajaan Bumi Barat.
Demi menghindari kecurigaan, mata-mata tersebut menyampaikan akan apa yang akan direncanakan oleh para sekte aliran hitam sekaligus bantuan yang akan di kirim oleh Kerajaan Angin Selatan.
Mata-mata tersebut juga mengatakan jika di istana saat ini ada mata-mata musuh yang menyamar sebagai prajurit.
"Jendral Li Fang, kau terkenal sangat cerdik, jadi aku minta padamu untuk mencari mata-mata musuh yang menyusup ke istana kita ini!" kata Raja Tao.
"Yang Mulia, butuh waktu untuk bisa menemukan mata-mata musuh, karena menurut laporan mereka semua berjumlah 16 orang, jadi untuk menemukan mereka membutuhkan rencana yang matang, jadi Hamba mohon beri waktu selama dua minggu untuk menyelidiki nya," kata Li Fang.
"Baik, aku akan memberikan mu waktu selama dua Minggu!" kata Raja Tao.
"Terima kasih Yang Mulia, jika demikian hamba akan segera menyelidiki nya!" kata Li Fang sambil membungkukkan badan.
"Fang'er berhati-hat lah!" kata Li Xiang.
Li Fang mengangguk kemudian dia segera pergi untuk menyusun rencana agar bisa menemukan penyusup.
"Jendral Mei Xin, kamu adalah yang tercepat dari semua jendral yang ada, aku ingin kamu mengirimkan surat ke kerajaan Es Utara, dan aku juga akan mengutus jendral Zuo Yujiu ke kerajaan Api Timur!" kata Raja Tao.
"Maaf Yang Mulia, jika kami semua pergi, siapa yang akan menjaga istana?" tanya Zuo Yujiu.
"Masih ada jendral Li Xiang yang menjaga kerajaan ini!" kata Raja Tao.
"Benar saudara Zuo, sebaiknya kamu segera laksanakan titah Raja, karena hanya kamu lah yang bisa keluar masuk ke kerajaan Api Timur, dan kamu juga yang memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan Api Timur!" Li Xiang menambahkan.
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan Xiang, bagaimana bisa kamu menjaga keamanan kerajaan seorang diri, bagaimana kalau mereka mendadak menyerang?" kata Zuo Yujiu.
"Saudara Zuo, aku mengerti akan ke khawatiran mu, namun percayalah jika Kerajaan ini akakn tetap aman, jika memang musuh menyerang sebelum kalian datang, maka aku terpaksa akan mengeluarkan pusaka rahasia milikku," kata Li Xiang.
Raja Tao terkejut saat Li Xiang akan mengeluarkan pusaka rahasianya jika kerajaan benar-benar di serang.
Raja Tao pernah mendengar seberapa kuat pusaka milik Li Xiang, namun selama ini dia tidak pernah menggunakannya, bahkan dia menyimpannya di suatu tempat yang tidak di ketahui oleh siapapun bahkan oleh Zhinie.
Raja Tao tidak bisa membayangkan seperti apa kehancuran yang di timbulkan jika sampai Li Xiang benar-benar akan menggunakannya.
Senjata tersebut adalah milik kakek leluhurnya yang sudah di wariskan secara turun temurun, senjata tersebut adalah sebuah Cambuk yang saat ini berada di dalam sebuah peti, dan Li Xiang menyimpannya di suatu tempat yang tidak seorang pun mengetahui letaknya.
Li Xiang memiliki banyak pusaka besar, namun ada beberapa pusaka yang tidak pernah ia gunakan, dan salah satunya adalah Cambuk milik leluhurnya yang bernama Cambuk Akar Bumi.
"Baiklah jika demikian, aku akan secepatnya kembali!" kata Zuo Yujiu.
Zuo Yujiu dan Mei Xin segera berlutut di hadapan Raja Tao untuk menerima surat dan mengantarkan surat tersebut ke dua kerajaan besar untuk meminta bantuan.
Selama ini kerajaan Bumi Barat dan kerajaan Api Timur tidak pernah bermusuhan dan saling mengusik, Kerajaan Api Timur yang sangat besar dan kuat juga tidak berniat untuk bermusuhan dengan Kerajaan Bumi Barat.
Begitu juga dengan Kerajaan Es Utara, kerajaan Es Utara justru menjadikan kerajaan Bumi Barat sebagai sekutunya, karena itu Raja Tao yakin jika Raja Bao pasti akan memberinya bantuan.
Zuo Yujiu dan Mei Xin segera berangkat, Zuo Yujiu menyamar sebagai pengembara agar tidak di ketahui jika dirinya adalah seorang Jendral oleh orang lain terutama oleh sekte-sekte aliran hitam.
Mei Xin sendiri juga pergi, namun dia tidak menggunakan kuda atau kereta, walau sudah menyamar sebagai rakyat biasa, Mei Xin tetap menggunakan kekuatannya untuk bergerak cepat menuju ke kerajaan Es Utara, dan dia hanya akan bergerak jika sudah berada di hutan atau jalanan sepi.
"Situasi di kerajaan sudah semakin memanas, aku khawatir jika kerajaan ini tidak bisa menghadapi bencana ini!" kata Raja Tao setelah kedua jendral yang ia utus sudah pergi.
"Maafkan Hamba Yang Mulia, jika hamba bisa memberi saran, sebaiknya kita juga meminta bantuan kepada sekte-sekte aliran putih!" kata Li Xiang.
"Jendral Xiang, hanya kamu dan Jendral Fang yang ada di kerajaan ini, sebenarnya aku tidak mau mengutus jendral Zuo Yujiu dan jendral Mei Xin, namun ini adalah surat penting dan tidak boleh jatuh ke tangan orang lain. Dan sekarang siapa lagi yang bisa aku utus untuk mengirim surat bantuan terhadap sekte aliran putih dan netral?" kata Raja Tao dengan memasang wajah lesu.
Raja Tao sudah tidak punya lagi orang yang bisa ia utus, mengingat ada penyusup yang memata-matai dirinya, dia sudah tidak bisa lagi sembarang mengutus seseorang terlebih lagi Li Xiang dan Li Fang, karena hanya mereka berdua saat ini yang bisa menjaga keamanan Kerajaan.
"Yang Mulia, ada orang yang ingin bertemu dengan Yang Mulia!" salah satu prajurit penjaga pintu datang memberi laporan.
"Siapa orang itu?" tanya Li Xiang.
"Orang itu hanya memberi saya ini dan tidak mengetakan apapun lagi selain ingin bertemu dengan Yang Mulia!" kata prajurit tersebut sambil menyodorkan sebuah lencana.
"Ini...!" Li Xiang mengenali lencana tersebut.
"Suruh dia masuk!" kata Li Xiang.
Prajurit tersebut segera pergi keluar setalah Li Xiang menyuruh orang tersebut untuk masuk, sedangkan Raja Tao hanya memandang lencana tersebut dengan heran.
"Apakah kamu mengetahui lencana ini?" tanya Raja Tao.
"Yang Mulia, apa yang ingin Yang Mulia rencanakan akan segara terwujud!" kata Li Xiang.
"Apa maksud mu?" tanya Raja Tao dengan heran.
"Yang Mulia tinggu saja, nanti Yang Mulia akan mengetahuinya!" kata Li Xiang.
Setelah beberapa saat, datanglah seorang pemuda dengan mengenakan kain seperti anak seorang saudagar.
"Hamba adalah Xian Fai murid dari sekte Pedang Suci memberi hormat kepada Yang Mulia!"
"Bangunlah Xian Fai!" kata Raja Tao.
__ADS_1
"Tidak kuduga sekte dari kerajaan Angin Selatan datang sejauh ini! Apakah ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan anak muda?" tanya Li Xiang dengan tersenyum kepada Xian Fai.
Xian Fai mengangguk kemudian dia menyerahkan sebuah gulungan surat kepada Li Xiang dan Li Xiang memberikan surat tersebut kepada Raja Tao.