
Chinmi sama sekali belum sempat berbicara kepada Lio Long dan Yinfei karena Ho Chen keburu menjentikkan jarinya.
Chinmi sudah menghilang dan kembali ke dunianya, namun Ho Chen dan Yinfei maupun Lio Long ternyata tidak ikut bersamanya.
"Ho Chen, kenapa kamu memberi tugas seperti itu pada Chinmi? Lagi pula tugas yang kamu berikan terdengar aneh!" kata Lio Long.
"Senior Lio Long, aku tahu jika gadis itu sudah pergi dari sini, perlu senior Lio tahu jika gadis itu sedang di incar oleh She Long untuk di jadikan manusia terkuat, dan dia akan memiliki kekuatan Dewa juga, namun bukan Dewa biasa melainkan kekuatan Dewa Kegelapan!" kata Ho Chen.
"Aku sudah tahu akan hal itu, tapi apa hubungannya dengan Chinmi? Dan tugas ini terlalu berbahaya baginya," kata Lio Long.
"Tenang saja senior, aku akan bersamanya dalam wujud lain, dan aku akan selalu mengawasinya dan menjaganya."
Alasan lain dari pikiran Ho Chen adalah masalah perasaan Chinmi yang saat ini tertutup oleh pengaruh terbukanya pintu Kematian.
Ho Chen tahu jika Chinmi kemungkinan juga memiliki perasaan terhadap Qie Yin, hanya saja Chinmi hampir seperti dirinya di masa lalunya yang terlambat menyadari akan cinta dan tidak peka terhadap perasaan wanita.
"Lio Long, anggap saja ini sebagai mengembara menyelamatkan Cinta!" kata Yinfei.
"Itu dia yang aku maksud!" ucap Ho Chen.
"Ais kau ini membuat ku bingung saja, kenapa tidak sejak awal saja mengatakannya dari pada memberi penjelasan yang berputar-putar!" kata Lio Long.
"Maaf senior, sejak dulu aku tidak pandai dalam menyampaikan kata-kata!" ucap Ho Chen sambil terkekeh.
"Baiklah sekarang aku akan menyusul nya, kalian berdua pergilah menemui Tuan Putri Xi Liyi dan suruh dia untuk pergi ke dunia Chinmi untuk mengawasi She Long saat aku dan Chinmi nanti sudah kembali kesini untuk melatihnya," kata Ho Chen kemudian dia menjentikkan jarinya dan pergi menyusul Chinmi.
"Baik Ho Chen maupun Chinmi mereka berdua sama saja, pergi setelah berkata hal yang membingungkan!" kata Lio Long.
"Aku mengerti maksudnya, namun sudahlah mari kita pergi ketempat Xi Liyi dan Lang Yu untuk menyampaikan pesan Ho Chen kepada mereka!"
Lio Long mengangguk kemudian mereka berdua menghilang dan berpindah tempat ke galaxy lain.
***
Di Dunia lain yang tempatnya berada di galaxy yang berbeda, ada seorang pria seperti berumur 35 tahunan sedang berdiri diatas sebuah batu besar dan tinggi dengan memegang sebuah Toya Emas di tangan kanannya.
Pria tersebut mengenakan Zirah yang terbuat dari emas seperti seorang Jendral Emas karena semua yang ia kenakan berwarna emas termasuk Toya nya.
Pria tersebut menatap kearah bangunan besar dan megah dimana semua bangunan tersebut seperti terbuat dari emas.
Bangunan tersebut sebenarnya adalah bangunan istana, banyak sekali para warga yang berlalu lalang di tempat tersebut karena di sana juga terlihat seperti pusat kota.
"Jendral Lang, sudah hampir setahun ini pergerakan para siluman tidak pernah lagi terlihat, sepertinya pemimpin dari para siluman itu sudah pergi!" kata seorang wanita berumur 25 tahunan dengan wajah yang sangat cantik dan anggun di sertai dengan suaranya yang sangat lembut.
"Tuan Putri, sejak penyerangan para siluman, aku sudah membunuh banyak pimpinan mereka, mungkin karena itu mereka mulai mundur karena banyak pemimpin mereka yang mati di Toya ku ini!"
Mereka berdua tenyata adalah Xi Liyi dan Jendral Lang Yu yang berada di dunia mereka dan mereka membahas masalah penyerangan para siluman yang sudah hampir setahun sudah tidak lagi terlihat ada kekacauan.
"Tuan Putri, sebaiknya tuan putri kembali saja ke istana, biar hamba yang menjaga disini!" kata Lang Yu.
"Terima kasih Jendral, namun aku datang karena ingin mengajakmu masuk ke istana karena sebentar lagi ada dua senior kita yang akan datang berkunjung ke istana kita!" kata Xi Liyi.
Lang Yu sontak terkejut, dia jelas tahu siapa kedua senior yang dimaksud karena selama jutaan tahun senior mereka berdua yang masih ada hanyalah Yinfei dan Lio Long.
"Baiklah kalau begitu hamba akan kembali!" kata Lang Yu dan kemudian dia mengikuti Xi Liyi.
__ADS_1
Tempat Xi Liyi adalah wilayahnya sendiri dan nama tempat nya adalah kekaisaran Emas, dan yang membangunnya adalah Xi Liyi sendiri.
Dahulu kala kekaisaran Emas belum ada, sedangkan Xi Liyi sendiri adalah putri seorang kaisar dari kekaisaran Ming yang sudah hancur akibat perang.
Xi Liyi sendiri terpaksa mengasingkan diri bersama anak seorang jendral. Anak tersebut bernama Lang Yu, kaisar mengangkatnya menjadi jendral pelindung Xi Liyi.
Saat itu Xi Liyi baru berumur 8 tahun sedangkan Lang Yu sudah berumur 18 tahun. Ayah Xi Liyi atau sang kaisar berpesan untuk menjaga Xi Liyi apapun yang terjadi dan selalu menemaninya seumur hidupnya.
Lang Yu dan Xi Liyi kabur dari istana saat terjadi penyerangan kudeta kedua yang di lakukan oleh paman Xi Liyi sendiri, dan serangan tersebut menggugurkan ayah Lang Yu, sedangkan Ayah dan Ibu Xi Liyi dibunuh setelah paman Xi Liyi diangkat menjadi kaisar.
Kaisar baru mengetahui jika putri kakaknya berhasil lolos, namun dia tidak peduli karena anaknya hanyalah seorang putri.
Kaisar baru yakin jika Xi Liyi tidak akan mungkin mampu membalas dendam atau merebut kembali istana, karena dia adalah seorang perempuan.
Setiap hari kehidupan Xi Liyi sangatlah di penuhi dengan tantangan dan ujian, mereka terkadang harus menahan lapar karena tidak memiliki satu koin pun yang mereka bawa.
Mereka berdua selalu bersembunyi dan mereka menemukan satu tempat aman untuk berlindung, tempat itu adalah sebuah perguruan kecil aliran putih, dan di dalam perguruan tersebut semua murid-muridnya adalah seorang wanita kecuali Lang Yu sendiri.
Xi Liyi dan Lang Yu berada disana selama tiga tahun, mereka keluar dari perguruan tersebut karena perguruan tersebut mendapatkan serangan dari perguruan lain hingga akhirnya perguruan tempat Xi Liyi berlindung hancur.
Petualangan Xi Liyi berlanjut kembali setelah perguruan tempat berlindung nya sudah hancur. Setalah beberapa tahun berlalu tepatnya ketika umur Xi Liyi sudah 25 tahun, tanpa sengaja dia menemukan sebuah bunga Lotus berwarna Emas.
Baik Xi Liyi maupun Lang Yu tidak pernah mendengar akan adanya Lotus Emas tersebut sehingga mereka sama-sama heran.
Ketika Xi Liyi sudah berusia 27 tahun, barulah dia bertemu dengan Yinfei, saat itu Yinfei dikira adalah seorang wanita karena wajahnya yang sangat cantik.
Namun ternyata Yinfei adalah seorang laki-laki dan Yinfei jugalah yang akhirnya menjelaskan akan kegunaan dari Bunga Lotus Emas tersebut.
Atas bantuan Yinfei akhirnya Xi Liyi berhasil memiliki tubuh abadi dan juga memiliki kekuatan Dewa. Xi Liyi sama sekali tidak ingin merebut kembali istana nya dan berniat ingin melupakannya.
Selama dia menjadi Kaisar, dia sudah berhasil merebut wilayah kekaisaran lain sehingga kekaisaran Ming semakin kuat dan kekuasaannya sangat besar dan lebar.
Sang Kaisar saat itu berhasil menemukan keberadaan Xi Liyi yang berada di sebuah desa kecil dan letaknya sangat jauh dari istana.
Sang Kaisar mengirim dua Jendral dengan membawa dua ratus pasukan untuk menangkap Xi Liyi dan Lang Yu.
Ketika Pasukan sang Kaisar sudah tiba di desa kecil tersebut, namun tenyata Xi Liyi dan Lang Yu tidak ada di sana.
Bukannya pulang untuk melaporkan kepada Kaisar jika Xi Liyi dan Lang Yu tidak ada, mereka justru menyerang desa dan menghabisi seluruh warga desa tersebut hingga desa tersebut binasa.
Setalah yakin jika tidak ada satu orang pun yang hidup, mereka semua kembali untuk melaporkan semuanya.
Sang Kaisar justru senang mendengarnya, dia memuji tindakan Kedua jendral nya, sedangkan Xi Liyi dan Lang Yu yang beru kembali dari dunia Yinfei terkejut ketika melihat desa tempat tinggal mereka sudah rata dengan tanah.
Xi Liyi dan Lang Yu sangat marah karena melihat seluruh penduduk desa tewas secara mengenaskan, baik itu orang tua maupun anak-anak.
Masalahnya mereka berdua tidak tahu siapa yang melakukan semua itu karena tidak ada satu orang pun yang hidup.
Namun Lang Yu berhasil menemukan salah satu benda yang menjadi bukti jika penyerangan tersebut di lakukan oleh pasukan istana kekaisaran Ming.
Benda tersebut adalah sebuah lencana milik salah satu prajurit, benda tersebut tidak lain adalah patahan ujung tombak yang di belakang mata tombaknya ada kain berwarna biru.
Mengetahui semua itu, kemarahan Xi Liyi tidak bisa lagi di bendung, dengan kekuatan yang dimilikinya saat ini, dia sudah bisa menghancurkan seluruh dunia.
Xi Liyi dan Lang Yu tidak butuh waktu lama untuk tiba di istana, mereka berdua tiba-tiba saja muncul di hadapan Sang Kaisar yang tidak lain adalah pamannya sendiri yang saat itu sedang melakukan pertemuan dengan para pejabat istana.
__ADS_1
Kemunculan secara tiba-tiba Xi Liyi dan Lang Yu mengejutkan mereka semua. Kaisar sendiri tidak mengenali Xi Liyi karena Xi Liyi sudah berumur 27 tahun.
Xi Liyi dan Lang Yu segera menjelaskan akan siapa mereka berdua dan juga menjelaskan akan maksud tujuan mereka berdua.
Sang Kaisar terkejut bukan main saat mengetahui jika wanita di hadapannya adalah keponakannya yang ingin ia habisi.
Sang Kaisar tidak lagi berpikir dengan sehat akan bagaimana cara Xi Liyi dan Lang Yu bisa muncul secara tiba-tiba, yang ia inginkan adalah menangkap Xi Liyi dan Lang Yu kemudian menghukum mati mereka berdua.
Semua Jendral segera masuk kedalam istana dan diikuti oleh para prajuritnya, di tambah lagi disana ada para pendekar dari perguruan aliran hitam yang ikut mengepung mereka berdua sehingga ruang pertemuan menjadi penuh sesak.
Lang Yu mengangkat tangannya ke atas dan kemudian sebuah Toya Emas turun menembus atap istana hingga berlubang.
Lang Yu menghentakkan Toya emasnya dengan keras kelantai sehingga membuat getaran yang sangat besar dan meruntuhkan banyak atap istana yang runtuh dan menimpa beberapa pasukan yang mengepung dirinya.
Xi Liyi sendiri menatap pamannya dengan tatapan marah, dia tiba-tiba saja sudah menghilang membuat para jendral kebingungan mencari keberadaanya.
Setelah beberapa saat kemudian mereka semua baru sadar jika Sang Kaisar tenyata juga tidak ada ditempatnya.
Lang Yu dengan sangat buas menghancurkan istana yang besar tersebut dengan Toya Emas nya sehingga membuat sebagian pasukan yang berada di dalam ruangan tersebut lari kocar-kacir menyelamatkan diri termasuk para jendral, namun beberapa prajurit ada yang mati tertimpa reruntuhan istana tersebut.
Lang Yu melayang ke udara membuat semua para jendral dan semua orang yang melihat itu terkejut kerena melihat Lang Yu bisa melayang di udara.
Belum hilang keterkejutan mereka terhadap Lang Yu yang bisa melayang di udara, mereka semua kembali di kejutkan oleh sebuah cahaya emas menyilaukan dari arah lain.
Sosok tersebut tidak lain adalah Xi Liyi dengan aura emasnya dan ditangan kenan nya ada Sang Kaisar yang terlihat sangat ketakutan.
Lang Yu yang berniat ingin melenyapkan seluruh istana membatalkan niatnya setelah Xi Liyi memberinya isyarat.
Sang Kaisar sendiri menangis meronta-ronta karena takut, namun Xi Liyi tidak peduli dan justru menjatuhkan pamannya dari udara sehingga Sang Kaisar jatuh dan tewas dengan tubuh hancur.
Semua para pendekar aliran hitam yang melihat kejadian itu segera kabur karena takut, namun beberapa pendekar dari aliran hitam harus mati karena Lang Yu yang menghadang beberapa dari mereka.
Semua para pasukan dan juga para Jendral hanya bisa menelan ludah mereka kemudian segera berlutut dihadapan Xi Liyi yang mulai turun dari langit bersama Lang Yu.
Kabar akan kemunculan Xi Liyi dan Lang Yu yang memiliki kekuatan di luar nalar segera tersebar luas, sedangkan Xi Liyi mulai di kenali dengan nama Dewi Lotus Emas.
Xi Liyi membangun kembali istana yang hancur, namun kali ini bukan istana biasa, melainkan istana dari emas, dan nama kekaisaran dirubah menjadi kekaisaran Emas dan Xi Liyi yang menjadi kaisarnya, setelah itu Kisah Xi Liyi diabadikan oleh seluruh rakyat.
Xi Liyi dan Lang Yu sudah berada didalam istana emas mereka, Lang Yu segera meminta kepada para pelayan istana untuk segera menyiapkan jamuan besar untuk menyambut Yinfei dan Lio Long yang akan segara datang.
Namun belum sempat para pelayan mengerjakan tugas mereka, Yinfei dan Lio Long sudah berada dihadapan Lang Yu.
"Lang Yu, seharusnya kamu tahu jika kami tidak suka dengan acara jamuan besar-besaran, jadi kamu dan pelayanmu tidak perlu repot-repot!" kata Yinfei.
"Senior Yinfei, senior Lio Long, saya tidak tahu itu!" kata Lang Yu, dia sama sekali tidak pernah merasa jika Yinfei berkata seperti itu.
"Iya aku tahu kamu tidak mau, tapi saat ini aku lapar, jadi keluarkan saja semua makanannya!" kata Lio Long.
"Ba-baik senior..!" jawab Lang Yu sambil menggaruk kepalanya.
"Senior Yinfei dan Senior Lio Long, aku sudah menerima pesan kalian, jadi tugas apa yang akan senior berikan padaku!" Xi Liyi datang dan menyapa kedua seniornya sekaligus bertanya akan tugas yang akan di berikan padanya.
"Xi Liyi, saat ini kami mau makan dulu, sudah berapa hari ini aku tidak pernah makan enak!" kata Lio Long.
"Makan? Ah baiklah biar para pelayan menyiapkannya!" kata Xi Liyi yang sedikit melongo mendengarnya.
__ADS_1
"Dua manusia Dewa yang mungkin kelaparan!" batin Xi Liyi andai Xi Liyi tidak memiliki kekuatan Dewa pasti Yinfei dan Lio Long bisa mendengarnya.