PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Undangan Pertandingan


__ADS_3

"Kalian berdua sudah besar, dan sebentar lagi kalian akan menjadi gadis dewasa. Nenek harap kalian bisa menjadi pendekar hebat dan juga bisa mendapatkan jodoh yang hebat juga!" kata Zhihui.


"Kenapa nenek bicara masalah Jodoh pada kami? Nek kami masih 11 tahun dan kami tidak ingin memikirkan akan apa yang nenek pikirkan!" Bing Mei protes begitu juga dengan Zhu Mei


Terlalu dini bagi mereka untuk membicarakan masalah perjodohan, namun pemikiran Zhihui berbeda, lebih baik kedua Mei bersaudara mengetahuinya agar kelak mereka bisa memahami akan hubungan antar lawan jenis dan juga bisa menjaga diri dari godaan para kaum lelaki.


Alasan Zhihui tidak lain karena Wajah kedua Cucu kembarnya yang sangat cantik, jika umur 11 tahun saja mampu menarik perhatian orang, apa lagi jika sudah dewasa nantinya.


"Sudahlah, lebih baik kita membahas yang lain saja dari pada bicara masalah yang tidak penting!" kata Zhu Mei.


"Em baiklah, bagaimana jika kita membahas akan hasil latihan kalian! Apakah kalian sudah menguasai ilmu Pembekuan Air dengan sempurna?"


"Belum Nek, itu sangat sulit sekali bagi kami untuk menyempurnakannya!" jawab Zhu Mei.


Zhu Mei dan Bing Mei sama-sama memiliki Akar Roh Elemen Es yang sangat murni, dan mereka sangat cocok untuk mempelajari ilmu Sihir Elemen Es.


"Pelajarilah pelan-pelan nanti kalian pasti akan bisa menyempurnakannya!" kata Zhihui.


Ilmu Pembekuan Air adalah ilmu sederhana dari ilmu sihir Elemen Es, ilmu ini mampu membekukan air apapun dan juga bisa dibuat untuk membangun tembok dengan ilmu itu.


Walau dibilang ilmu sederhana, namun nyatanya untuk bisa mempelajarinya sangat sulit apa lagi menyempurnakan ilmu tersebut.


Zhu Mei dan Bing Mei saat ini sudah berada ditingkat Pendekar Pemula Tingkat 1, dan mereka sudah bisa mengendalikan Qi mereka dan juga mereka berdua juga sudah mampu mempelajari ilmu Sihir Elemen.


Setiap masing-masing sekte pasti akan memiliki salah satu murid paling berbakat, sama seperti Xian Fai yang juga menjadi murid paling berbakat di Sekte Pedang Suci.


Zhu Mei dan Bing Mei juga termasuk yang paling berbakat di Sekte Pulau Es sehingga suatu saat nanti mereka digadang-gadang akan menjadi penerus sekte Pulau Es.


"Ketua, ada utusan dari Kerajaan Es datang kesini ingin menemui ketua," saat masih sedang berbicara dengan kedua cucunya, Salah seorang murid datang melapor padanya.

__ADS_1


"Ada urusan apa mereka datang selarut ini? Apa mereka tidak bisa menunggu sampai besok saja?" Zhihui merasa kesal karena merasa terganggu oleh utusan yang datang malam-malam untuk menemuinya.


"Sepertinya utusan itu ingin menyampaikan hal penting kepada ketua, jika dilihat lagi sepertinya utusan tersebut terlihat terburu-buru dan tidak mungkin bisa menunggu sampai besok!" kata Murid tersebut.


"Benar-benar menganggu!" gerutu Zhihui kemudian menatap ke dua cucunya.


"Ini sudah malam sebaiknya kalian berdua istirahat agar besok bisa bangun lebih pagi dan kembali latihan," kata Zhihui dengan berkata halus disertai dengan senyuman hangat.


"Baik Nek, kami pergi dulu!" kata kedua Mei bersaudara kemudian pergi dari tempat tersebut.


Zhihui tersenyum sambil memandangi kedua cucunya yang memasuki kamarnya, dan setelah kedua cucunya tidak terlihat, senyuman Zhihui menghilang berubah kembali menjadi dingin.


"Aku akan menemui utusan itu!" kata Zhihui kemudian pergi meninggalkan tempat itu diikuti oleh murid tersebut dari belakang.


Di dalam ruangan sekte Pulau Es ada sekitar tiga orang sedang menunggu kedatangan seseorang, ketiga orang tersebut adalah utusan dari Kerajaan Es.


Mereka bertiga berdecak kagum saat memandang seluruh ruangan tersebut, semua dinding dan atap hingga pilar terbuat dari Es bening terlihat seperti Es yang mengkristal, bahkan kursi ketua juga terbuat dari Es membuat suhu dalam ruangan sangat dingin.


"Penasehat Sai, ruangan ini benar-benar berbeda dengan ruangan istana!" kata salah seorang dari mereka.


"Benar sekali, ini sungguh berbeda sekali Jendral Wong," jawab sang penasehat tersebut yang bernama Tio Sai sang penasehat Raja.


Sedangkan dua rekannya adalah jendral perang yang bernama Bai Wong dan Jin Ping. mereka berdua adalah jendral yang memiliki kekuatan Pendekar Puncak tingkat 3.


Jarang sekali Raja mengutus seorang Penasehat beserta dua jendral ke sekte-sekte besar manapun kecuali ada hal yang sangat penting barulah Raja akan mengirim mereka.


Setelah agak lama mereka berada di sana, akhirnya orang yang mereka tunggu-tunggu tiba juga didalam ruangan.


"Hormat kami kepada ketua Sekte Pulau Es!" mereka bertiga berdiri dan memberi hormat kepada Zhihui yang baru tiba di ruangan.

__ADS_1


Zhihui langsung duduk di kursinya kemudian mempersilahkan mereka untuk duduk, "Sekarang katakan kenapa kalian datang malam-malam begini ke Sekte ku?" tanya Zhihui dengan wajah dinginnya.


Jin Ping bangkit dan menyampaikan alasannya mereka memaksa untuk bertemu walau hari sudah sangat larut malam.


"Maaf atas ke lancangan kami karena telah mengganggu ketua, namun ini sangat mendesak jadi maafkan kami!" kata Jin Ping.


"Baiklah sekarang katakan apa yang Raja kalian inginkan?" tanya lagi Zhihui.


Penasehat Tio Sai bangkit kemudian menyerahkan sebuah gulungan surat kepada Zhihui membuat Zhihui kebingungan.


"Hanya ingin menyerahkan satu surat ini saja kalian tidak bisa menunggu sampai besok?" tanya Zhihui yang merasa kesal.


"Benar ketua, namun kami bukan hanya harus mengantarkan satu surat saja, melainkan masih ada beberapa surat lagi yang harus kami antarkan malam ini, dan semuanya harus selesai malam ini juga," kata jendral Bai Wong.


"Maaf ketua karena surat dari Yang Mulia sudah berada sama ketua, kami mohon pamit karena masih harus mengantarkan surat Ke Sekte yang lain!" kata Penasehat Tio Sai.


Zhihui ingin mengumpat mereka bertiga namun membatalkannya dan hanya mengangguk saja.


Mereka bertiga langsung bangkit dan membungkuk memberi hormat kepada Zhihui kemudian pergi untuk menyerahkan surat yang masih tersisa.


"Benar-benar tidak punya moral Raja baru Kerajaan Es ini!" gerutu Zhihui sambil memegang surat tersebut.


Zhihui penasaran akan isi surat tersebut kemudian mulai membuka segalanya dan membuka surat tersebut.


Zhihui mengerutkan dahi setelah membaca isi surat tersebut, "Begitu ya, baiklah aku akan mengikutinya!" kata Zhihui kemudian berjalan kearah kamarnya untuk beristirahat.


Setelah membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya, Zhihui hanya membuka tutup matanya memikirkan pesan dari surat Sang Raja tersebut.


"Undangan Pertandingan ya? Sudah sangat lama sekali tidak pernah diadakan pertandingan di Kerajaan ini!" gumam Zhihui.

__ADS_1


Dalam surat tersebut tertulis jika Raja ingin mengadakan pertandingan terbuka antar Sekte, dan pertandingan ini tidak ada hubungannya dengan acara politik pemerintahan kerajaan.


Hadiah yang akan didapatkan bagi pemenang sangat besar, walau tidak tahu apa bentuk hadiah tersebut, namun Zhihui yakin pastinya sesuatu yang besar dan berharga, dan pertandingan akan diadakan dalam tiga bulan lagi.


__ADS_2