
"Kalian tidak apa-apa?"
Xuao Lan dan Pria paruh baya tersebut masih bertarung, sedangkan Chinmi menghampiri Xian Fai yang lainnya dan menanyakan kondisi mereka.
"Kami baik-baik saja, namun kami kehabisan Qi," jawab Xian Fai.
Chinmi mengeluarkan tiga mustika Hewan Iblis yang berwarna abu-abu dan menyerahkan kepada mereka bertiga."
"Seraplah Qi mustika ini, jika perkiraanku tidak salah seharusnya Qi kalian akan terisi sebagian atau lebih!" kata Chinmi.
"Ini..! Bukankah ini mustika Hewan Iblis? Dari mana kamu mendapatkannya?" tanya Xian Fai dengan expresi terkejut, begitu juga dengan Lian Cao dan juga Yue Yin.
"Nanti aku jelaskan, sebaiknya kalian secepatnya menyerap Qi mustika itu," kata Chinmi mendesak mereka untuk segera menyerapnya.
Chinmi sengaja hanya mengeluarkan lima mustika dan menyimpannya dibalik bajunya, masih ada sekitar 20 Mustika yang Chinmi bawa, dan semuanya Chinmi simpan di buntilan perbekalannya yang berada dikamar.
"Terimakasih Chinmi!" kata Xian Fai kemudian mulai pindah ketempat yang aman dan menyerap Qi yang ada di mustika tersebut dan diikuti oleh Lian Cao dan juga Yue Yin.
Chinmi kembali memperhatikan pertarungan mereka dan ternyata Yue Rong sudah ikut bertarung membantu Xuao Lan yang terlihat kesulitan menghadapi Pria bergadah Perak itu.
***
Xuao Lan dan Yue Rong sama menyerang pria paruh baya tersebut, Pertarungan mereka bertiga menimbulkan banyak kerusakan di tanah.
Walau pria paruh baya tersebut sendiri dan melawan Xuao Lan dan Yue Rong secara bersamaan, ternyata pertarungan tersebut terlihat berimbang.
Yue Rong sampai menggunakan kedua pedangnya dan menyerang pria paruh baya tersebut dengan Jurus pedangnya.
"Bayangan Pedang Angin."
Yue Rong bergerak lincah dan memutar kedua pedangnya menyerang Pria paruh baya tersebut.
Yue Rong memutar pedangnya dan kemudian tercipta Energi Angin yang juga ikut berputar mengikuti putaran pedang dan tubuh Yue Rong.
Chinmi sampai terpana melihat itu, dia melihat Yue Rong seperti sedang menari dan berputar-putar sehingga terlihat sangat indah.
Energi Angin yang berputar mulai melepaskan Empat sabetan energi Angin namun terlihat samar.
Pria Paruh baya tersebut melompat mundur dan segera memutar gadahnya juga."
__ADS_1
"Gadah Perak Pusaran Kematian."
Gadah tersebut diputar sangat cepat sehingga terlihat Energi perak menyilaukan menyelimuti gadah tersebut, tidak lama dia mengarahkan gadah tersebut kedepan dan energi tersebut juga melesat kedepan dan berbenturan dengan energi Angin milik Yue Rong.
"Pedang Angin, Tebasan Penghancur."
Xuao Lan tidak tinggal diam, dia juga melepaskan Jurusnya ketika melihat energi musuh hampir mengalahkan energi Angin milik Yue Rong.
Angin berkumpul dipedang Xuao Lan semakin lama semakin tebal dan terlihat semua angin tersebut berkumpul dalam satu titik sehingga terlihat cahaya transparan yang padat.
Xuao Lan melepaskan energi Angin tersebut dan energi tersebut membentuk sebuah pedang besar dan malesat beradu dengan energi perak milik pria paruh baya tersebut.
Jdarrr!!
Jdarrr!!
Ledakan demi ledakan tercipta dari ketiga energi yang berbenturan tersebut, dan ternyata energi perak milik pria paruh baya tersebut adalah asap padat yang mampu mengeluarkan energi listrik.
Semua para warga yang menyaksikan sesegera mungkin menjauh karena khawatir terkena energi nyasar.
Energi perak lebih kuat dan mampu mendorong kedua energi Angin milik Xuao Lan dan Yue Rong.
"Pedang Pusaran Angin."
Chinmi melompat kesamping Yue Rong kemudian mengalirkan semua energi yang dimiliki ke pedangnya dan memutar-mutar pedangnya kearah depan.
Pusaran Angin kecil tercipta dari putaran pedang tersebut semakin lama semakin membesar. Semua benda-benda kecil mulai terhisap kepusaran Angin tersebut.
Semua terkejut melihat aksi Chinmi Baik pria paruh baya dan Xuao Lan maupun Yue Rong sama-sama terkjut melihat Chinmi mampu membuat energi Angin sekuat dan sebesar itu, namun mereka bertiga tidak bisa berbuat apa-apa karena masih sama-sama saling beradu energi. Setelah semua sudah siap, Chinmi melepaskannya Energi Angin tersebut.
Pusaran Angin yang dilepaskan oleh Chinmi menggulung apapun yang dilewatinya termasuk energi milik Xuao Lan dan Yue Rong yang terhisap dan menyatu dengan Energi Angin milik Chinmi.
Setelah Pusaran Angin tersebut berbenturan dengan Energi milik Pria paruh baya tersebut, Energi perak tersebut langsung terhisap dan Energi Pusaran Angin langsung menembus hingga mencapai tubuh pria paruh baya tersebut sehingga tubunya digulung hingga sejauh 200 meter.
"Tidak..! Ketua..."
Kwe Xhang berteriak keras memanggil pria paruh baya yang terlempar hingga dua ratus meter tersebut.
Gadah putihnya juga ikut terlempar namun jatuh di tempat yang berbeda, Sedangkan Pria paruh baya tersebut mengerang kesakitan dengan tubuh yang dipenuhi banyak luka dan kedua tulang kakinya patah.
__ADS_1
Xian Fai, Lian Cao dan juga Yue Yin yang sedang menyerap Energi mustika abu-abu sampai berhenti melihat kejadian tersebut, mereka bertiga tertegun menatap Chinmi, Xuao Lan dan juga Yue Rong yang berhasil mengalahkan pria paruh baya tersebut.
Mereka bertiga baru melihat energi besar yang dilepaskan oleh Chinmi, namun mereka tidak mengetahui jika semua itu akan menguras habis semua energi Qi yang Chinmi miliki.
Chinmi yang kehabisan Qi berlutut dengan satu kaki dan pedang yang dipegangnya dijadikan sebagai pegangan agar tubuhnya tidak ambruk.
Yue Rong menyarungkan pedangnya, sedangkan Pedang Xuao Lan harus patah menjadi beberapa bagian karena jurus yang ia gunakan seharusnya menggunakan pedang pusaka seperti pedang Rajawali milik Ji Long yang saat ini masih berada di punggungnya.
Yue Rong segera membantu Chinmi untuk bangkit dan dibantu oleh Zhao Ma yang terlihat senang karena para perampok sudah berhasil dikalahkan.
Chinmi yang di bantu oleh Yue Rong dan dan Zhao Ma dibawa ke tempat Xian Fai dan yang lainnya berada. Xian Fai dan Yue Yin segera membantu Chinmi untuk duduk dan mereka tidak berbicara apa-apa.
"Terimakasih, sekarang Bibi bisa membantu Senior Xuao untuk menangkap Pria menyebalkan itu agar dia tidak lari." kata Chinmi menunjuk ke arah Pria berbadan kekar yang terlihat sangat menyedihkan sejak gadah pusakanya terbelah menjadi dua.
"Tapi bagaimana denganmu?" tanya Yue Rong.
"Bibi tenang saja, aku bisa memulihkan diri sendiri dengan cepat, lagi pula disini ada Senior Xian dan yang lainnya yang akan menemaniku jadi bibi tidak perlu khawatir," kata Chinmi meyakinkan Yue Rong.
"Baiklah kalau begitu," kata Yue Rong kemudian segera pergi ketempat pria kekar tersebut berada, sedangkan Xuao Lan berada di tempat pria paruh baya yang sekarang tidak bisa lagi untuk berdiri.
Semua warga Penduduk desa bersorak gembira dan sesekali melempari batu ke anggota Gadah Hitam yang mulai diikat oleh para warga yang lain.
"Aku mau dia mati!" Low Shan berjalan kearah salah satu pria besar yang sedang terikat.
Pria tersebut adalah orang yang telah membunuh ayahnya yaitu Low Gwo, dengan sebilah pisau ditangan dan mata yang me merah ditambah rasa sakit di hatinya, Low Gwo ingin membalas dendam akan kematian ayahnya kepada orang tersebut.
"Tidak Low Shan jangan lakukan itu hentikan..!" teriak Chinmi yang masih belum memiliki energi untuk bangkit.
Semuanya segera menoleh dan melihat Low Shan sudah berada tepat dihadapan pria besar tersebut.
Tidak ada yang sempat menghentikan Low Shan yang sudah berada di hadapan pria tersebut dan wajah pria tersebut terlihat pucat akibat ketakutan karena tidak berdaya karena tubuhnya yang terikat.
Dengan sangat cepat Low Shan langsung menancapkan pisau tersebut ke ubun-ubun pria besar tersebut.
Darah keluar sangat deras dan Pria besar tersebut sempat mengerang sesaat sebelum akhirnya tewas dengan mata terbuka dan darah masih menyembur keluar.
"Mati kamu! Mati! Mati!" Low Shan yang seperti kerasukan menusuk-nusuk kepala pria tersebut yang sudah tidak bernyawa berkali-kali hingga kepala tersebut berantakan.
Semua teman-teman satu rekan yang lain hanya menelan ludah dan bergidik ngeri mereka berharap semoga Low Shan tidak membunuh mereka juga.
__ADS_1
Low Shan yang seperti kerasukan dan berlumuran darah berhasil di tenangkan oleh Yue Rong kemudian dibawanya kedalam.