PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pergi latihan.


__ADS_3

Setelah mendengarkan cerita dari Li Fang, Fan Yuzhen tidak menganggap itu sebagai sebuah sebuah kebetulan saja, melainkan adalah takdir.


“Kamu tidak perlu menyembunyikan kekuatanmu dari mata tuaku


ini, karena aku tahu jika sebenarnya kamu memiliki kekuatan yang tidak


diketahui oleh orang lain!” kata Fan Yuzhen.


Li Fang kebingungan, dia tidak mengerti akan ucapan Fan


Yuzhen, “Apa maksud senior, kekuatan apa yang senior maksud?” tanya Li Fang.


“Apa kamu selama ini tidak menyadari kekuatan yang dimiliki


oleh keponakanmu itu?” Fan Yuzhen justru balik bertanya.


Li Fang menatap Chinmi dan memperhatikan lebih teliti lagi,


namun dia tetap tidak merasakan apa-apa dari Chinmi sehingga membuat Li Fang semakin


kebingungan, “Senior pasti salah, keponakan saya ini tidak memiliki kekuatan


yang disembunyikan. Sejak lahir Dantian yang dimilikinya tidak akan bisa


menyimpan kekuatan besar seperti yang senior katakan tadi!” kata Li Fang.


“Mungkin kamu memang tidak merasakannya, namun tidak


bagiku!” Fan Yuzhen mendekati Chinmi yang masing tertunduk kemudian Fan Yuzhen


memintanya untuk mengangkat kepalanya.


“Apakah kamu mau menjadi muridku?”


Chinmi mengira Fan Yuzhen ingin menanyakan akan kekuatan


yang ia miliki’ namun ternyata Fan Yuzhen berkata lain membuat rasa


kekhawatirannya hilang sekaligus merasa heran.


“Senior, Chinmi sudah berlatih dibawah bimbingan saudara


Mang Xin sekaligus dipantau oleh ketua Ji Long! Jadi manamungkin  Chinmi bisa berlatih sama guru lainnya!”


“Hem..! Apa kamu meragukanku, atau kamu takut aku tidak mampu membimbingnya untuk menjadi seorang pendekar hebat?” Fan Yuzhen bertanya dengan mengangkat alisnya kepada Li Fang.


“Bukan itu maksud saya!” Li Fang kesulitan untuk menjelaskannya kepada Fan Yuzhen, menurut Li Fang, Fan Yuzhen adalah seorang


pendekar yang hebat, suatu keberuntungan bisa menjadi murid langsunya. Namun

__ADS_1


bakat Chinmi sangat kecil, rasanya tidak pantas seorang anak yang tidak


memiliki harapan untuk menjadi seorang pendekar berguru kepada seorang Pertapa.


“Sudahlah, apa kamu tidak ingin melihat keponakanmu itu menjadi seorang pendekar? Aku juga tidak akan melatihnya disini, jadi dia


tidak perlu khawatir!” kata Fan Yuzhen.


“Jadi senior akan melatihnya dimana?”


“Tentu saja ditempatku, aku akan menjemputnya besokt malam, dan


dia akan kembali setelah pagi harinya untuk berlatih disini,” Fan Yuzhen yakin


jika Chinmi memiliki alasan tersendiri kenapa dia menyembunyikan kekuatannya,


sehinnga Fan Yuzhen ingin melatih Chinmi


secara  sembunyi-sembunyi.


“Bagaimana anak muda? Apa kamu mau menjadi murid ku?” tanya Fan Yuzhen kepada Chinmi.


Chinmi bingung memutuskannya, jika Li Fang mengenal dan mengetahui akan jati diri Yuzhen, itu sudah biasa, karena semua pendekar pasti akan mengenalnya, namun Chinmi masih belum mengetahui akan siapa Yuzhen itu sehingga dia ragu.


Chinmi memandang Li Fang berusaha meminta pendapatnya, namun Li Fang hanya mengangkat kedua bahunya sehingga membuat Chinmi bimbang untuk memberikan jawabannya.


“Jika kamu ingin mencapai apa yang kamu inginkan, kamu harus bekerja lebih keras lagi untuk dapat mewujudkannya, jika tidak maka semua yang kamu cita-citakan akan menjadi


mimpi kosong saja,”


Chinmi terdiam, dia merenungkan perkataan Fan Yuzhen, Chinmi memiliki satu keinginan yaitu ingin menjadi pendekar yang kuat dan


menyelamatkan kedua orang tuanya yang saat ini ditahan oleh kerajaan  Bumi Barat.


“Terimakasih atas pencerahan Kakek, saya akan ikut dan berlatih bersama Kakek, mohon bimbingannya,” kata Chinmi.


“Apa kamu serius?” tanya Li Fang.


“Yakin paman!” jawab Chinmi kemudian berjalan menghampiri Fan Yuzhen dan berlutut dihadapannya.


“Kakek! Ah bukan tapi Guru! Guru, terimalah saya sebagai murid,”  Chinmi masih berlutut dihadapan Fan Yuzhen.


“Li Yao, dengan begini aku sudah menepati janjiku, sekaligus membalas  semua kebaikan ayahmu! Baiklah malam ini aku akan mengangkat mu menjadi muridku!”


“Terimakasih Guru, murid memberi hormat pada guru!” Chinmi bersujud tiga kali dihadapan Fan Yuzhen sebagai penghormatan dirinya sebagai murid.


“Bangunlah, untuk malam ini kita sudahi dulu pertemuan ini, besok malam aku akan datang lagi untuk menjemputmu!” kata Fan Yuzhen.


“Murid mengerti Guru,”

__ADS_1


“Baiklah aku pergi dulu,” Fan Yuzhen melangkah keluar dan diantar oleh Chinmi dan juga Li Fang, setelah berada di luar, Fan Yuzhen


melompat ke udara dan menghilang di langit malam.


“Chinmi, kamu sangat beruntung bisa menjadi muridnya,” setelah Fan Yuzhen menghilang, Li Fang memuji Chinmi.


“Paman, apakah Guru Fan itu adalah seorang Pendekar yang hebat?” tanya Chinmi.


“Suatu hari kamu akan mengetahuinya, sekarang yang terpenting kamu persiapkan dirimu, karena mulai besok latihan mu akan lebih berat dan juga sulit!”


Chinmi hanya mengangguk, dia juga tahu kalau mulai besok latihannya akan lebih sulit, namun dia akan menghadapinya agar bisa menjadi


seorang pendekar dimasa depan, karena usaha yang keras pasti memperoleh hasil yang sepadan.


Ke esokan harinya, Chinmi berlatih seperti biasanya dibawah bimbingan Mang Xin, dia


tetap berlatih namun dengan menambahkan sedikit kemajuan agar tidak ada yang


curiga jika dirinya sebenarnya  sudah


memiliki energi yang mencukupi untuk menyelesaikan semua latihan dasar fisiknya.


Saat malam tiba, Chinmi sudah tidak sabar ingin segera berlatih bersama Fan Yuzhen. Dia sudah mempersiapkan diri dan menunggu kedatangan Fan Yuzhen di depan rumahnya.


“Guru..!” Chinmi langsung menyambut kedatangan Fan Yuzhen dan memberi hormat padanya.


“Apa kamu sudah siap malam ini untuk berlatih?”


“Saya sudah sangat siap sejak tadi guru!”


Fan Yuzhen mengangguk, dia memperhatikan ke sekelilingnya mencari keberadaan Li Fang, karena dia sama sekali tidak melihatnya, “Kenapa pamanmu tidak kelihatan?”


“Paman belum datang, mungkin paman masih berada di rumah Bibi Rong! Ah, baru saja dibicarakan orangnya sudah datang!” kata Chinmi melihat Li Fang yang baru sampai di halaman rumahnya.


“Senior Fan!” Li Fang menyapa Fan Yuzhen, namun dia masih belum terbiasa ketika berada di hadapan Fan Yuzhen dan masih terlihat gugup.


“Aku akan membawa Chinmi berlatih malam ini, jadi kamu mau ikut dengan kami atau disini saja?”


“Saya disini saja senior!”


“Baiklah kalau begitu kami pergi dulu!” kata Fan Yuzhen.


“Paman saya pergi dulu!” Chinmi juga ikut berpamitan.


Li Fang hanya mengangguk, dia terlihat sangat kelelahan karena baru tiba. Selama seharian penuh Li Fang pergi menjalankan misi kecil yang diberikan oleh sekte kepada Yue Rong, merasa tidak ada yang bisa dilakukan, Li Fang ikut menemani Yue Rong sehingga dia terlihat kelelahan.


“Bersiaplah, aku akan membawamu terbang!” kata Fan Yuzhen kepada Chinmi.


Chinmi ingin mengatakan sesuatu namun tidak sempat karena Fan Yuzhen sudah lebih dulu memegang kerah bajunya kemudian terbang ke udara menuju ketempat latihan yang sudah ia persiapkan untuk latihan Chinmi.

__ADS_1


__ADS_2