
"Serang! Bertahan! Serang!"
Suara seorang prajurit yang sedang melatih para anggota prajurit baru terdengar lantang. Para prajurit baru tersebut berlatih dengan menggunakan tombak dan tameng, mereka bergerak sesuai aba-aba dari suara sang pelatih.
Ternyata pertandingan yang dimaksud oleh Zuo Yujiu bukankah pertandingan satu lawan satu, namun satu kelompok melawan kelompok lainnya.
Setiap kelompok terdiri dari 15 orang prajurit, mereka semua dilatih tanding bagaimana caranya agar mereka bisa bekerja sama di medan perang.
"Yang Mulia akan tiba...!"
Seruan penjaga depan terdengar oleh semua orang yang berada di sana, setelah itu terlihat sebuah tandu besar dan megah dipikul oleh 10 orang yang semuanya memiliki tubuh besar dan juga kekar.
Tandu besar tersebut diturunkan, kemudian kaki seorang pria paruh baya mengenakan sepatu berwarna emas terlihat keluar dari dalam tandu tersebut.
Semua para prajurit langsung berlutut termasuk Li Xiang dan juga Li Fang, "Hormat kepada Yang Mulia, semoga Dewa memberikan Yang Mulia umur panjang!" kata semuanya secara serempak.
Chinmi juga ikut berlutut karena ditarik oleh ayahnya, namun dia tidak ikut mengucapkan seperti apa yang telah diucapkan oleh semua para prajurit. Bukan karena tidak mau, namun karena Chinmi tidak tahu.
"Bangunlah kalian semua," kata Raja Tao.
"Terima kasih Yang Mulia...!" ucap mereka secara bersamaan kemudian mereka semua bangkit kembali.
Li Xiang segera mendekat kearah Raja Tao. Li Xiang mempersilahkan Raja Tao untuk duduk di kursi khusus yang sudah di persiapkan.
"Terima kasih Jendral Li," kata Raja Tao.
Li Xiang membungkuk dan berjalan mundur tiga meter, "Para prajurit-prajurit ku, baik yang masih baru, maupun yang lama."
Raja Tao mulai berpidato di hadapan para prajuritnya yang beberapa kelompok masih baru dan juga muda.
"Keluarkan semangat kalian, kalian jangan bertarung demi diriku. Bertarung lah kalian semua demi kerajaan ini! Aku harap kalian semua berlatih dengan sungguh-sungguh." kata Raja Tao yang berpidato sangat panjang.
"Sekarang mulai lah kembali latih tanding kalian!" kata Raja setelah selesai berpidato.
Mereka semua kembali melanjutkan pertandingan dan sebagian masih baru berlatih. Raja Tao ikut melihat latih tanding dari beberapa kelompok melawan kelompok lainnya.
"Li Xiang, aku dengar putramu sudah pulang! Apa kabar itu benar?" sambil menyaksikan latihan para prajurit baru, Raja Tao berbicara kepada Li Xiang yang berdiri disampingnya.
"Benar yang mulia!"
"Kenapa kamu tidak membawanya untuk menemuiku? Kamu kan tahu kalau aku sangat ingin bertemu dengan putramu itu."
"Maafkan Hamba Yang Mulia, kemarin Chinmi sedikit lelah jadi dia istirahat lebih awal," Li Xiang beralasan, dia tidak mungkin bilang kalau Chinmi itu lagi mabuk.
"Owh begitu! Jika begitu kemana dia sekarang? Apakah dia tidak ikut kesini?"
__ADS_1
"Dia sudah berada disini sebelum Yang Mulia tiba!" kata Li Xiang sambil menatap kearah Chinmi yang sekarang bersama Li Fang.
"Benarkah? Lalu dimana anakmu sekarang?" tanya Raja Tao sambil mengamati seluruh orang yang berada di sana.
"Di Sana Yang Mulia," Li Xiang menunjuk kearah Li Fang dan Chinmi berada.
Raja Tao menyipitkan mata melihat kearah yang di tunjuk, dia melihat Li Fang sedang berbicara bersama dengan seorang pemuda yang tidak ia kenal.
"Panggil dia kesini, aku ingin melihat wajahnya lebih dekat!" perintah Raja Tao, dia ingin melihat wajah Chinmi lebih jelas.
Li Xiang segera pergi ke tempat Chinmi berada, dengan kondisi yang sesak karena banyaknya orang yang ada di sana membuat Li Xiang cukup kesulitan untuk tiba di tempat Chinmi berada.
"Chinmi!" Li Xiang sudah sampai di samping Chinmi dan memanggilnya.
"Iya Ayah, ada apa?" tanya Chinmi.
"Yang Mulia ingin bertemu denganmu! Ayo ikut aku untuk menemuinya!" kata Li Xiang.
"Cepatlah ke sana Chinmi!" Li Fang ikut bersuara.
Karena ayahnya sendiri yang menjemputnya, Chinmi pun menurut dan berjalan mengikuti Li Xiang di belakang. Mereka berdua menemui Raja Tao yang memang sudah tidak sabar ingin melihat Chinmi.
"Yang Mulia, ini putra hamba Chinmi," kata Li Xiang memperkenalkan Chinmi kepada Raja Tao.
Chinmi membungkuk hormat di hadapan Raja Tao, "Nama hamba Chinmi! Yang Mulia maaf sebelumnya, ada keperluan apa Yang Mulia ingin bertemu dengan hamba?" tanya Chinmi.
"Jika kamu tidak keberatan, datanglah nanti malam ke istana, ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu!" kata Raja Tao.
"Maaf Yang Mulia hamba tidak bisa janji, namun hamba akan usahakan untuk memenuhi undangan Yang Mulia," kata Chinmi.
"Bagus-bagus, kalau begitu nanti malam aku akan menunggu kedatangan mu," kata Raja Tao. Jika dicermati bahasa raja Tao, bahasanya terdengar memaksa agar Chinmi tetap datang.
Raja Tao, Li Xiang dan Chinmi sama-sama menyaksikan para prajurit yang sedang berlatih tanding. Raja Tao terkadang melirik kearah Chinmi, dia penasaran akan kekuatan yang Chinmi miliki, hingga akhirnya satu ide terlintas dalam pikirannya.
"Chinmi, apakah boleh aku meminta sesuatu padamu?"
Chinmi menoleh kearah Raja Tao dengan sedikit bingung, namun dia tetap menjawabnya, "Yang Mulia, apa yang ingin Yang Mulia pinta dariku?" tanya Chinmi.
"Ini mungkin terdengar aneh, namun jika kamu tidak keberatan, maukah kamu berlatih tanding dengan salah satu Jendral ku?"
Chinmi dan Li Xiang saling bertatapan satu sama lain, mereka berdua sama-sama terkejut akan permintaan Raja Tao.
Raja Tao bukan bermaksud menguji atau meragukan kemampuan Chinmi, dia hanya ingin melihat sendiri kekuatan Chinmi. Kabar akan kekuatan Chinmi sudah terdengar kesemua kerajaan termasuk Kerajaan Bumi Barat.
Bahkan Kerajaan Bumi Barat bisa bersekutu dengan kerajaan Es Utara juga karena Chinmi. Akan tetapi, Raja Tao tetap ingin melihat secara langsung kekuatan yang dimiliki oleh Chinmi.
__ADS_1
"Maaf Yang Mulia, kenapa Yang Mulia tiba-tiba menginginkan hamba untuk berlatih tanding dengan salah satu Jendral di sini?" tanya Chinmi.
"Benar Yang Mulia, kenapa?" Li Xiang juga ikut bertanya.
"Aku hanya ingin melihat pertandingan yang lebih besar, jadi apa kamu mau?"
"Yang Mulia, bukannya hamba tidak mau, namun hamba ragu tidak akan bisa menang melawan jendral yang paduka miliki!" kata Chinmi.
"Hahaha...! Kamu terlalu merendah diri Chinmi! Aku tahu akan siapa dirimu, seharusnya akulah yang ragu apakah para jendral ku ada yang sanggup untuk melawanmu atau tidak? Karena itu cobalah!"
"Yang Mulia, aku sungguh tidak..!"
"Pendekar Naga Langit, ku mohon berlatih tanding lah dengan para jendral ku."
Raja Tao tetap memaksa Chinmi untuk berlatih tanding dengan para jendral yang ia miliki, bahkan Raja Tao sampai harus menyebut gelar Chinmi.
"Apa raja ini mau menguji aku? Sepertinya raja ini lebih menyebalkan dari Senior Zhi," batin Chinmi yang membanding-bandingkan Raja Tao dengan Zhihui.
"Penasehat Wong, umumkan sekarang akan pertandingan ini!" kata Raja Tao kepada pria sepuh yang berdiri di belakangnya.
Penasehat tersebut bernama Yen Wong satu-satunya penasehat Raja Tao. Penasehat Yen Wong pun bergegas menuju ke tempat latih tanding para prajurit dan segera menghentikannya.
"Perhatian semuanya! Yang Mulia akan mengadakan latih tanding hari ini antara para jendral dengan anak satu-satunya dari salah satu Jendral terhebat kita, dia adalah Pendekar Naga Langit sang pahlawan kerajaan Es Utara!"
Semua para prajurit yang ada di sana saling berbicara dan ada juga yang memandang ke arah Chinmi yang terlihat kesal karena diminta untuk berlatih tanding dengan para jendral.
Para Jendral pun terkejut mendengar hal itu termasuk Li Fang dan Zuo Yujiu. Mereka tidak menduga jika Raja Tao ingin mengadakan pertandingan seperti itu.
"Maaf Yang Mulia, kenapa Chinmi harus berlatih tanding dengan para jendral, mereka tidak mungkin...!"
"Tenanglah Xiang, aku tidak akan membuat dirimu bertarung dengan anakmu sendiri, bagaiamanapun tidak mungkin ada yang bisa mengalahkan mu, bahkan anakmu pun tidak mungkin bisa mengalahkan mu. Karena kamu adalah Jendral terkuat dan terhebat disini."
Li Xiang hanya menghela nafas, dia ingin menyampaikan jika sebenarnya tidak mungkin ada yang bisa mengalahkan Chinmi, bahkan dirinya sekaligus.
Li Xiang sudah mengetahui seberapa besar kekuatan Chinmi. Saat Chinmi sedang mabuk, Li Xiang sangat terkejut karena ternyata kekuatan Chinmi melebihi kekuatannya.
"Andai aku tahu akan begini, seharusnya dari awal aku tidak perlu ikut ke tempat ini!" batin Chinmi.
Sekitar tiga Jendral sudah berdiri di sana, mereka adalah Li Fang, Zuo Yujiu dan Mei Xin. Mei Xin adalah seorang Jendral wanita, dia diangkat menjadi jendral lima hari setelah pengangkatan Li Fang menjadi jendral.
***
Saya tahu jika saya sering update satu bab, namun satu bab saja sebanding dengan dua bab, karena terkadang satu bab bisa lebih dari 2000 kata, dan jika saya update 2 bab itu semua mencapai 3000 kata.
__ADS_1
Sekarang ceritanya akan semakin berat, namun saya akan usahakan untuk terus update disaat ada waktu lenggang, jadi saya minta pengertiannya. terima kasih.