PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Kekuatan Dewa Agung


__ADS_3

***


Ho Chen berputar-putar di alam semesta yang luas mencari keberadaan keempat mahluk yang diduga sudah bertransformasi ke wujud manusia.


Semenjak menghilangnya Singa Hitam, dia sama sekali tidak menemukan jejak dari para keempat mahluk tersebut.


Ho Chen akhirnya memilih kembali ke dunianya yang berada di galaxi pusaran cincin. Sudah lebih dari dua tahun Ho Chen meninggalkan dunianya sehingga ia memilih untuk kembali terlebih dahulu, setelah itu dia akan kembali mencari setelah pulang.


Butuh waktu cukup lama bagi Ho Chen untuk tiba di galaxi pusaran cincin, setelah dia sudah dekat dengan dunianya, dia merasakan energi milik Wang Dunrui.


Bukan hanya energi milik Wang Dunrui saja yang ia rasakan, melainkan Feng Ying dan yang lainnya dan ada satu energi lagi yang lebih kuat juga dapat ia rasakan.


"Wujud itu...? Tidak salah lagi, dia pasti salah satu mahluk yang aku cari," kata Ho Chen setelah mengamati dengan menggunakan mata dewanya.


Dia melihat Wang Dunrui dan yang lainnya yang sudah berada di satu tempat yang sama, dan juga Wang Dunrui terlihat sedang bertukar serangan dengan salah satu sosok yang menyerupai manusia namun berwajah Srigala.


Dengan cepat Ho Chen berpindah tempat dengan menggunakan Sihir Ruang Waktu, dan dalam waktu singkat, dia sudah berada di samping Qiao Lin yang saat ini sedang memulihkan kondisi Kun.


"Lin'er, apa yang terjadi terhadap Kun?" tanya Ho Chen sehingga membuat Qiao Lin dan semua yang berada di dekatnya menoleh dan melihat Ho Chen sudah berada disana.


"Chen, akhirnya kamu datang juga..!" kata Qiao Lin sekaligus berhenti mengalirkan energi es nya ke tubuh Kun.


Jika tidak ada orang, biasanya Qiao Lin memanggil Ho Chen dengan sebutan sayang, namun kali ini dia hanya memanggil namanya saja karena adanya Feng Ying dan yang lainnya.


Ho Chen melihat cahaya di tubuh Kun yang belum seutuhnya kembali bercahaya, sehingga mengirimkan energi Es miliknya untuk memulihkan kondisi Kun.


Qiao Lin sendiri yang baru bangkit untuk berbicara kepada Ho Chen baru teringat kembali jika dirinya sedang menyalurkan energi Es nya kepada Kun, "Kun.. Ma-maaf aku hampir saja melakukan kesalahan!" kata Qiao Lin dengan perasaan malu karena terledor.

__ADS_1


Beruntungnya Ho Chen sudah menyalurkan energi Es nya, jika terlambat 30 detik saja, maka energi Es milik Qiao Lin akan membunuh Kun, itu karena Energi kristal es tidak bisa dihentikan ketika sedang disalurkan dalam mode pengobatan.


Andai Kun sudah sadar pastinya dia akan mengumpat kepada Qiao Lin yang hampir saja membuat dirinya celaka.


"Sudahlah sekarang dia sudah pulih, dia hanya butuh istirahat untuk menstabilkan kondisinya, jadi biarkan dia dalam kondisi tidak sadar seperti itu," kata Ho Chen kemudian menoleh ke arah Wang Dunrui yang sedang berhadapan dengan Huo Lang.


Ho Chen tersenyum lembut kepada Huo Lang yang ternyata juga menatapnya. Qiao Lin sendiri merasa kesal karena Ho Chen datang bukan memberikan senyuman padanya, namun malah memberikan senyumnya kepada mahluk aneh yang menurut Qiao Lin tidak jelas mau disebut apa.


"Sekarang katakan padaku, apa yang sudah terjadi!" kata Ho Chen.


Qiao Lin terlihat malas untuk menjelaskannya, kemudian Wang Dunrui tiba-tiba datang di hadapan Ho Chen, "Saudara Chen, akhirnya kamu kembali," kata Wang Dunrui.


"Saudara Dunrui, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Ho Chen karena dia juga melihat Wang Dunrui yang terkena pukulan Huo Lang.


"Aku tidak apa-apa, sepertinya mahluk aneh itu sangat kuat, dan mungkin hanya kamu yang bisa menandinginya," kata Wang Dunrui.


"Hem.. jadi para siluman saat ini sedang dalam kendali mahluk itu, dan ke empat ke kaisaran di serang oleh para siluman? Baik aku mengerti," kata Ho Chen kemudian melihat Huo Lang yang sudah mulai turun kearahnya.


"Istirahatlah kalian dan ingat, buatlah perisai pelindung yang kuat agar kalian tidak terkena imbas dari pertarungan kami!" kata Ho Chen kemudian melangkahkan kakinya ke arah Huo Lang yang saat ini sudah mendaratkan kakinya diatas salju.


"Apa Chen'er mengenalnya?" bisik Qiao Ho kepada Qiao Lin.


"Kakek tanya sendiri saja padanya," kata Qiao Lin dengan nada kesal.


Qiao Ho kebingungan mendengar jawaban Qiao Lin yang sepetinya kesal kepada Ho Chen, "Suamimu baru saja datang setelah pergi lebih dari dua tahun! Jadi kenapa kamu terlihat kesal setelah dia sudah datang?" tanya Qiao Ho.


Qiao Lin tidak menjawab, namun tatapannya terlihat marah kepada Ho Chen, Qiao Lin hanya bisa menggerutu dalam hati dan suara hatinya terdengar oleh Ho Chen.

__ADS_1


"Sepertinya setelah semua ini selesai aku harus menghadapi masalah lain lagi," gumam Ho Chen yang saat ini sudah berada di depan Huo Lang.


"Manusia, berani-beraninya kamu memalingkan perhatianmu saat sudah berhadapan denganku, apa kamu tahu, kekuatan Dewa mu itu tidak akan cukup mampu untuk mengalahkan ku!" kata Huo Lang yang kesal karena merasa diremehkan oleh Ho Chen.


"Huo Lang dari Galaxi Bintang Hitam, bukankah kamu terlalu jauh dari duniamu?" kata Ho Chen membuat Huo Lang terkejut karena Ho Chen tenyata mengetahui asal dunianya.


"Bagaimana kamu mengetahuinya?" tanya Huo Lang dengan expresi terkejut.


"Bagaimana aku tahu? Aku mengetahui semua tentang kalian berempat, bahkan aku mengetahu rencana kalian berempat. Kalian bukan berencana ingin menguasai seluruh alam semesta, melainkan kalian ingin memilki kekuatan Dewa Agung agar bisa menghancurkan kerajaan langit bukan?" kata Ho Chen.


"Kau...!?" Huo Lang sulit berkata-kata, dia tidak menduga sosok yang terlihat muda tersebut mengetahui rencana asli mereka.


"Perlu kamu tahu Huo Lang, untuk mengalahkan Kaisar Langit saja, tidak cukup hanya dengan memiliki kekuatan Dewa Agung, bahkan kamu saat ini tidak akan sanggup jika harus berhadapan dengan Guruku, yaitu Jendral Dewa Perang Cao Yuan, atau mungkin saat ini kamu belum tentu mampu mengalahkanku."


Perkataan Ho Chen membuat telinga Huo Lang seperti ditarik oleh ribuan tangan saat Ho Chen menyebut nama Jendral Dewa Perang Cao Yuan. Huo Lang segera menjaga jarak setelah mendengar hal itu.


"Jendral Dewa Perang Cao Yuan tidak mengetahui akan renacana kami, bagaimana kamu bisa mengetahuinya?" tanya Huo Lang, namun kali ini timbul rasa khawatir di hatinya.


"Soal itu aku tidak akan mengatakannya, sekarang tugasku hanyalah menghentikan kalian. Namun percayalah jika kalian tidak mau berhenti, Kaisar Langit tidak hanya akan mengutus Guru Cao Yuan saja, namun dia juga akan mengirim para dewa yang lain untuk membinasakan kalian, jadi sebaiknya kalian menyerah saja."


"Menyerah, jangan bermimpi! Kami tidak akan menyerah sampai kami benar-benar bisa memiliki kekuatan Dewa Agung dan menduduki kahyangan mengalahkan para Dewa sekaligus para Budha!" kata Huo Lang kemudian seluruh tubunya memancarkan aura panas.


Seluruh wilayah Sekte Gunung Es yang sangat luas kini mulai mencair, bahkan gunung es sekalipun secara perlahan-lahan meleleh akibat panas dari aura panas milik Huo Lang.


"Ingin mengalagkan Budha juga? Sepertinya otak kalian di penuhi banyak mimpi kosong saja, dan kalian benar-benar sangat sulit untuk di nasehati, baiklah kalau kamu memang tetap keras kepala! Aku harap kamu tidak menyesalinya!"


Ho Chen juga mengeluarkan aura yang sangat dingin, bahkan lebih dingin dari suhu sekte Gunung Es sekalipun.

__ADS_1


__ADS_2