
Mereka bertiga kembali fokus mengawasi ke sekte Pedang Suci, mereka akan mengamati orang-orang yang keluar masuk sekte, namun mereka sama sekali tidak melihat keberadaan Li Fang keluar, mereka tidak mengetahui jika di belakang mereka saat ini ada satu orang yang justru mengawasi gerak-gerik mereka bertiga, orang itu adalah salah satu anggota sekte Pedang Suci yang berjaga diluar dengan sembunyi-sembunyi.
Sekte Pedang Suci memang melatih beberapa kelompok yang di beri nama Pengintai Bayangan, tidak akan ada satu orang pun yang akan mengetahui keberadaan mereka karena mereka sudah menyembunyikan Qi sekaligus seluruh aroma dan keberadaan mereka, dan yang menemukan cara itu adalah Fan Yuzhen saat masih menjadi ketua sekte, dan terus berlanjut hingga sekarang.
Masalahnya orang tersebut tidak akan bisa memberitahukan hal tersebut kedalam, karena kelemahan dari ilmu Pengintai Bayangan mereka tidak boleh melakukan pergerakan apapun sehingga mereka akan tetap disana hingga mereka bertiga pergi dari tempat tersebut, dan sepertinya itu akan tetap seperti itu sampai pagi.
***
Di Dunia Hewan Iblis, hari-hari latihan yang dijalani oleh Chinmi semakin lama semakin berat saja. Fan Yuzhen menyuruh Chinmi untuk mengangkat sebuah batu besar yang ukurannya sebesar kereta kuda dan beratnya lebih dari Satu Ton.
Tentu saja itu sangat sulit bagi Chinmi, Jangankan mengangkatnya menggesernya saja adalah hal yang tidak mungkin baginya“Gunakan Qi yang telah kamu kumpulkan setelah itu kamu angkat batu itu!” kata Fan Yuzhen.
Chinmi mencoba lagi dengan mengalirkan Qi nya ke tangan serta kakinya, setelah itu dia mencoba lagi, kali ini bukan di angkat melainkan dia dorong. Muka Chinmi memerah saat mendorong batu tersebut dan tidak ada tanda-tanda batu itu untuk bergeser.
“Guru ini sulit!” seru Chinmi.
“Jangan mengeluh! Lakukan terus sampai kamu berhasil jika sekarang tidak berhasil, maka kamu bisa melanjutkannya lagi besok,” Chinmi hanya bisa menurut, dia sudah menyerap dan merasakan Energi, bahkan Qi yang dimilikinya hampir separuh memenuhi Dantiannya.
Qi yang dimiliki oleh Chinmi setara dengan Qi yang dimiliki oleh seorang Pendekar awal, hanya saja chinmi belum mnguasai ilmu beladiri dan ilmu lainnya.
Chinmi terus berusaha berkali-kali, dia hanya beristirahat untuk mengisi Qi nya yang terkuras dan kemudian melanjutkannya lagi. Beruntungnya dia berlatih di dunia Hewan Iblis, sehingga dia bisa berlatih selama sebulan didunia tersebut tidak akan menjadi masalah.
__ADS_1
“Aku..! Aku harus bisa! Arghhhh.....!” Chinmi mengerahkan seluruh Qi yang dimilikinya dan berteriak keras mendorong batu tersebut, dan secara perlahan-lahan batu tersebut mulai sedikit bergerak dan bergeser.
“Aku berhasil...!” walau hanya bergeser sedikit saja, Chinmi sangat senang walau dia tahu itu masih belum sepenuhnya berhasil, namun Chinmi sudah cukup puas karena usaha kerasnya telah berhasil.
Chinmi tidak mau beristirahat terlalu lama, biasanya dia akan tertidur jika terlalu lelah, namun kali ini tidak, dia hanya meditasi sebentar kemudian melanjutkan lagi latihannya tanpa diperintah sama sekali oleh Fan Yuzhen.
“Haaah..!” Chinmi berhasil mengulingkan batu tersebut dan menganggkatnya sebentar, batu tersebut dipegang dengan kedua tangannya dan diangkat sekitar 10 detik dia meletakkannya kembali.
“Usaha Yang bagus, selanjutnya kamu harus berjalan membawa batu itu mengelilingi Pohon besar ini menuju ke Pohon besar yang ada di sana dan kembali lagi ke sini, lakukan berkali-kali hingga dirimu terbiasa! Terserah kamu mau kamu angkat batunya atau mau kamu tarik!” kata Fan Yuzhen.
Chinmi menelan ludahnya sambil melihat jarak antara Pohon yang dimaksud tersebut, jaraknya sekitar 500 meter. Andai dirinya disuruh berlari dan memutarinya sebanyak Lima ratus kali itu tidak akan ada masalah, namun kali ini dia harus membawa batu besar tersebut sehingga Chinmi merasa ujian ini semakin berat saja.
Fan Yuzhen benar-benar memberikan latihan yang sangat berat, semakin lama semakin berat saja latihan penempaan fisik yang diberikan olehnya. Walau berat Chinmi tetap menurut dan berlatih dengan penuh semngat. Selama Dua Bulan berlatih Di dunia Hewan Iblis, kini Chinmi sudah berhasil menjadi seorang Pendekar Awal 1.
Walau baru berada di awal 1 kekuatannya akan mampu mengimbangi Pendekar Awal 3. Sebenarnya Pendekar Awal masih belum bisa disebut sebagai seorang Pendekar karena Pendekar Awal adalah awal bagi seseorang untuk menjadi seorang Pendekar yang sesungguhnya.
Selama Chinmi berlatih di dunia Hewan Iblis, tidak ada satu pun Hewan Iblis yang datang mengganggunya selain Buaya yang sudah dibunuh oleh Fan Yuzhen. Namun di dari kejauhan beberapa pasang mata Hewan Iblis masih mengamati mereka berdua.
Sebulan berikutnya, Chinmi berhasil mengelilingi dua pohon besar yang berjarak sekitar 500 meter tersebut, dengan begitu Chinmi sudah bisa mengendalikan Qi yang dimilikinya. Kini Chinmi akan memasuki latihan tahap penempaan tubuh yang terakhir, yaitu melakukan Push Up dengan meletakkan batu besar diatas tubuhnya.
Jika Chinmi berhasil menyelesaikan latihan yang terakhir maka latihan apapun nantinya yang akan diberikan oleh sekte Pedang Suci nantinya akan lebih mudah.
__ADS_1
Tidak mudah untuk melakukan latihan tersebut karena latihan Push Up yang diberikan oleh Fan Yuzhen sangat berbeda, Chinmi harus menggunakan satu jarinya untuk Push Up, dengan beban batu diatasnya maka itu sama saja mustahil.
Chinmi mulai mempersiapkan posisinya, sedangkan Fan Yuzhen mengangkat batu yang dua kali lebih besar dari batu yang diangkat oleh Chinmi bagaikan mengangkat kapas, Fan Yuzhen meminta Chinmi untuk bersiap setelah itu Fan Yuzhen bukan meletakkan batu besar itu secara pelan-pelanmelainkan melemparkan batu tersebut kearah punggung Chinmi.
Chinmi jelas terkejut melihat hal itu dan secara refleks Chinmi menghindari batu yang hampir mengenai punggungnya.
Bukk!!!”
Chinmi berhasil menghindar, sedangkan tanah tempat batu tersebut menjadi retak dan debu beterbangan kemana-mana. Chinmi menelan ludah saat melihat batu yang sedikit tenggelam katanah dan banyak retakan besar ditanah mengelilingi batu tersebut.
“Guru ingin melatihku apa ingin membunuhku?” gerutu Chinmi.
“Kenapa kamu menghindar...?” Fan Yuzhen berbicara keras kepada Chinmi dengan tatapan marah, suara Fan Yuzhen begitu keras sehingga membuat Hutan seperti bergetar dan banyak Hewan Iblis berbentuk burung terbang menjauh.
Chinmi menutup kedua telingannya karena suara Fan Yuzhen sungguh terlalu keras serasa ingin meledakkan gendang telinganya. Chinmi kembali melepas tangannya dan menoleh kearah Fan Yuzhen yang terlihat marah padanya.
“Maafkan murid Guru, murid tadi belum siap dan juga itu tadi sangat menakutkan!” kata Chinmi.
“Chinmi, perlu kamu tahu! Pukulan seorang pendekar Puncak saja mampu menghancurkan satu bukit hanya sekali pukul, dan pukulan seorang Pendekar Sihir Elemen mampu menghancurkan satu Gunung, sedangkan pukulan seorang Pertapa mampu menghancurkan Lima gunung dalam satu kali pukul! Dan kekuatan batu ini tidak ada bedanya dengan kekuatan Pendekar Tahap Pemula 2, seharusnya Energimu mampu menahan jatuhnya batu itu, dan bukannya menhindar seperti seekor semut yang akan kejatuhan setetes Air hujan,” kata Fan Yuzhen.
Chinmi hanya menunduk menerima omelan Fan Yuzhen, dia sadar jika dirinya sudah membuat kesalahan, “Maaf Guru, murid tidak akan mengulanginya lagi!” kata Chinmi.
__ADS_1