PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Perpisahan


__ADS_3

***


Saat selesai berlatih l, Chinmi saat ini hanya duduk memandangi Bola Nirwana yang ia pegang, dia penasaran terhadap bola tersebut.


"Tidak lama lagi senior Ho Chen akan segera datang untuk melatih ku, namun aku masih baru membuka tiga pintu dari enam pintu dalam diriku," batin Chinmi.


Chinmi sudah berhasil membuka pintu yang ketiga yaitu pintu Kebijaksanaan. Saat ini Chinmi akan membuka pintu yang keempat yaitu pintu Kematian.


Sebenarnya Chinmi sedikit iri karena Qie Yin yang belum menyempurnakan salah satu pondasinya sudah mencapai tingkat Raja Bumi.


Walau dirinya sudah berada di tingkat Raja Langit, rasanya sama saja karena hanya setingkat lebih tinggi dari Qie Yin.


Namun yang membedakannya adalah energi dan kekuatan Chinmi jauh lebih kuat dan lebih besar karena keempat pondasi sudah kokoh sempurna di tambah lagi terbukanya ketiga pintu dalam dirinya.


"Chinmi, jika kamu mampu membuka pintu Kematian maka kamu akan menembus tingkat Raja Alam," kata Lio Long.


"Apakah kita akan memulainya sekarang?" tanya Chinmi.


"Tentu saja, sebenarnya kita tidak punya banyak waktu lagi, namun jika terlalu tergesa-gesa hasilnya juga tidak baik!" jawab Lio Long.


Lio Long sudah tahu jika She Long sedang merencanakan sesuatu, dia sudah meminta bantuan Xi Liyi untuk memantau dunia Chinmi saat Ho Chen nantinya pergi dari sana.


Sementara Yinfei tidak di ketahui pergi kemana, namun sepertinya Yinfei juga memiliki rencana sendiri terkait di temukan nya tempat persembunyian She Long.


Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Lio Long segera meminta Chinmi untuk mempersiapkan diri untuk membuka pintu yang keempat.


Chinmi masih sedikit ragu, dia menoleh kearah Qie Yin yang sedang berusaha membangun salah satu pondasi pertamanya, namun anehnya wajah Qie Yin terlihat berseri-seri seperti sedang bahagia.


Tidak seperti Chinmi yang direndam di dalam kolam racun, Qie Yin hanya mendapatkan sedikit demi sedikit cairan racun.


Ini sudah kelima kalinya Qie Yin melakukannya, dan sudah empat kali tidak sadarkan diri, dan saat tidak sadarkan diri Chinmi lah yang merawat dan menjaganya.


Saat tersadar Qie Yin tidak tahu jika Chinmi lah yang merawatnya hingga saat keempat kalinya Lio Long baru menceritakan kepada Qie Yin jika selama dia tidak sadar sampai empat kali, Chinmi lah yang merawatnya.


Karena itu untuk kelima kalinya Qie Yin sama sekali tidak merasakan rasa sakit dari sedikit racun yang masuk ke dalam tubuhnya.


Qie Yin hanya membayangkan akan seperti apa Chinmi saat merawatnya, sehingga yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Chinmi dan melupakan rasa sakit dari racun yang memasuki tubuhnya.


"Aneh sekali, padahal sebelumnya dia selalu berteriak keras sebelum akhirnya dia tidak sadarkan diri! Apa mungkin dia sudah bisa menyerapnya?" batin Chinmi.


"Dari pada kamu memikirkan orang lain, sebaiknya pikirkan dirimu sendiri!" Lio Long berbicara saat mengetahui akan apa yang Chinmi pikirkan.


"Baiklah senior, mari kita lakukan!"


Chinmi segera pergi kesebuah pondok kecil yang ia bangun sendiri, pondok tersebut ia bangun dengan menggunakan sihir elemen kayunya dan dia membuatnya khusus untuk latihan.


"Chinmi seperti biasa kamu harus bermeditasi, konsentrasikan dirimu untuk membuka pintu Kematian."


Lio Long menjelaskan jika untuk bisa membuka pintu Kematian, Dia barus bisa mematikan perasaannya dan berusaha melepaskan semua hal dunia.


Tidak hanya dunia bahkan seluruh orang yang di ia sayang juga harus di lepaskan agar tidak ada beban untuk membuka pintu Kematian dan menembus tingkat yang lebih tinggi.


Chinmi yang bermeditasi berusaha untuk melepaskan hal duniawi nya dan itu berhasil karena Chinmi tidak tertarik kepada harta, walau dia sendiri juga memiliki banyak harta di dalam kalung nya.


Yang menyulitkan Chinmi adalah mematikan perasaanya dan melepas orang-orang yang ia kenal mulai dari teman dan keluarga.


"Lepaskanlah Chinmi, jika kamu tidak bisa maka jangan berharap kamu akan mampu menembus ketingkat selanjutnya dan kamu akan membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk menembus ke tingkat Keabadian dan memilki kekuatan Dewa!" kata Lio Long.


Chinmi menghentikan meditasi nya dan kemudian dia menatap Lio Long, "Senior, demi keluarga aku siap untuk menerima latihan seberat apapun itu, demi keluarga dan teman juga aku bertekad untuk menjadi lebih kuat agar. bisa melindungi mereka.


Namun jika aku harus melepaskan semua ikatan ini, untuk apa aku harus menjadi kuat jika aku tidak memiliki hubungan apapun lagi?"


Lio Long tersenyum lembut dan menjelaskannya semuanya kepada Chinmi jika sesungguhnya yang diputuskan hanyalah perasaannya saja dan bukan hubungan.


Mungkin setelah dia berhasil membuka pintu tersebut, dia akan sedikit merasa seperti orang asing jika melihat teman, sahabat dan keluarga, dan rasa tersebut bisa kembali seiring berjalannya waktu.


Setelah mempertimbangkan segalanya, Chinmi akhirnya memutuskan untuk tetap melakukannya dan mengikuti akan apa yang sudah Lio Long sampaikan.

__ADS_1


Chinmi mencoba menghapus kenangan akan semua teman dan keluarganya, wajah Li Xiang, Zhinie, Li Fang, Yue Rong dan Li Yu Hua terlihat jelas di pikirkan nya.


Sangat sulit bagi Chinmi untuk melepaskan ikatannya tersebut walau hanya sebentar saja, namun tetap saja itu masih terasa berat baginya.


Chinmi berusaha menghilangkan ingatan akan wajah mereka satu persatu dengan diiringi air mata mulai mengalir di pipinya.


Setelah mengalami beberapa dilema namun pada akhirnya Chinmi mampu memutuskan akan semua hubungan penting terhadap semua keluarganya, dan kini yang ada diingatan nya adalah Ji Long dan seluruh orang-orang yang ada di sekte Pedang Suci dan teman-teman lainnya termasuk Fan Yuzhen dan kedelapan Naga yang pernah melatihnya hingga yang paling terakhir adalah Lio Long dan Qie Yin.


Di sinilah dia harus bisa melepas semuanya, namun karena ikatan tersebut tidak terlalu erat, Chinmi dengan sangat mudah menghilangkan semuanya, dan dia tidak tahu jika sebenarnya sudah hampir seminggu dia meditasi.


Tubuh Chinmi mulai melayang dalam kondisi duduk bersila, sedangkan gravitasi di sekitarnya terasa sangat ringan.


Chinmi membuka matanya dan tatapannya sangat tajam dan dia bisa melihat benda kecil yang berada sejauh seratus meter, bahkan jika ada seekor semut sekalipun yang jaraknya sejauh tanpa menggunakan ilmu apapun, Chinmi sudah bisa melihatnya dengan sangat jelas.


Chinmi turun secara perlahan dan dia segera bangkit, dengan tatapan yang tajam dia berjalan keluar dan melihat kearah Lio Long dan Qie Yin yang berada di bawah pohon besar.


Chinmi hanya berdiri menatap mereka berdua, dan Lio Long sudah mengetahui jika Chinmi sedang menatapnya.


"Nona Qie Yin, sepertinya dia sudah selesai membuka pintu keempatnya!" kata Lio Long.


Qie Yin segera menoleh dan melihat tatapan Chinmi yang tajam ke arahnya, "Tatapannya sangat tajam dan dingin," kata Qie Yin.


"Memang demikian, setelah dia berhasil membuka pintu yang keempat, maka kamu jangan terkejut jika nanti sifat Chinmi akan berubah, dia akan seperti saat pertama kamu mengenalnya," kata Lio Long.


Chinmi ternyata tidak pergi menghampiri mereka berdua, dia pergi ketempat lain tanpa menoleh lagi kearah mereka berdua seolah-olah Chinmi tidak mengenali mereka.


Qie Yin melihat itu langsung bergegas menyusul Chinmi karena dia ingin memastikan apakah Chinmi benar-benar sudah mematikan semua perasaanya terhadap semua orang termasuk dirinya.


"Chinmi tunggu..!" seru Qie Yin sambil mengejar Chinmi.


Chinmi berhenti melangkah dan menoleh kebelakang, melihat tatapan dan expresi wajah Chinmi, Qie Yin merasa seperti baru mengenal Chinmi.


"Ada apa Nona Qie Yin?" tanya Chinmi dengan nada dingin.


"Ka-kamu mau kemana?" tanya Qie Yin.


"Aku akan pergi berlatih sendirian jadi jangan mengganggu pergilah!" kata Chinmi sambil mengibaskan tangan kepada Qie Yin.


"Chinmi, apakah seperti hasil dari pembukaan pintu Kematian itu? Jika demikian aku tidak akan membuka pintu itu, aku tidak akan pernah mematikan semua ikatan terhadap semua orang-orang yang aku sayangi termasuk dirimu!" kata Qie Yin dan kemudian dia pergi berlari dengan mata tergenang air mata dan meninggalkan Chinmi berdiri seorang diri.


Melihat Qie Yin yang berlari sedih karena sikapnya, Chinmi sama sekali terlihat tidak peduli, namun jauh dari dalam lubuk hatinya terasa ada yang berontak ingin keluar.


Chinmi kembali melangkahkan kakinya dan pergi lebih jauh dari tempat Qie Yin dan Lio Long berada untuk berlatih seorang diri.


Qie Yin berlari kearah rumah pohon dan duduk bersimpuh di depan pintu pohon tersebut dengan isak tangisnya.


"Kenapa jadi seperti ini, apakah sejak awal kamu tidak memiliki sedikit perasaan padaku sehingga kamu juga tega memutuskan ikatan mu dengan ku, kenapa?" kata Qie Yin sambil tersedu-sedu.


"Ayah, bukankah kamu yang mempertemukan ku dengan Chinmi, kau mengatakan dia akan melindungiku dan menjagaku, apa aku salah orang? Jawablah Ayah?"


Qie Yin menggenggam erat kedua tangannya. Selama ini dia tidak pernah membuka hatinya untuk siapapun karena tidak menemukan pemuda yang pantas untuk mengisi hatinya.


Sekarang hatinya sudah terisi oleh nama Chinmi, semenjak Yinfei mengajari akan perasaan Cinta dan kasih sayang padanya, dia akhirnya mengerti jika perasaan aneh yang di alaminya terhadap Chinmi adalah perasaan Cinta.


Saat dia sudah mulai membuka hatinya untuk Chinmi, namun sekarang hatinya terasa tergores oleh penyesalan, walau dia tahu jika Chinmi berhasil membuka pintu kematian nya, besar kemungkinan Chinmi akan sedikit berubah padanya.


Namun bukan hanya sedikit perubahan Chinmi padanya, melainkan sangat besar hingga membuat hati Qie Yin terluka.


"Jika aku harus mematikan perasaan ku dengan pintu kematian, aku tidak akan mematikan perasaan ini padamu, aku hanya ingin kamu mengerti Chinmi, namun sejak awal kamu sama sekali seperti tidak peduli padaku hingga sampai kamu berhasil membuka pintu Kematian mu!"


Lio Long merasa sedih mendengar keluh kesah Qie Yin yang terdengar sangat sedih, dia tidak tahu apakah sebelumnya Chinmi juga merasakan hal yang sama atau tidak.


"Nona Qie Yin, aku tahu kamu sangat sedih, namun bersabarlah, setelah Chinmi berhasil membuka pintu Keabadian nya, maka perasaannya akan kembali seperti semula, bahkan akan jauh lebih kuat dar pada perasaan yang sebelum nya!" kata Lio Long.


Qie Yin menatap Lio Long dengan mata memerah karena menangis, "Biarlah senior, jika dia memang dengan mudah bisa melupakan ku, maka aku juga bisa melakukannya jika aku mau, namun aku tidak akan melakukannya!" kata Qie Yin.


Walau Lio Long sudah berkata jika perasaan Chinmi hanya sementara, namun dia merasa itu akan sangat lama.

__ADS_1


"Tidak bisa seperti itu Nona Qie Yin, jika kamu ingin membuka pintu kematian dengan sempurna, mau tidak mau kamu harus melupakan semuanya jika tidak, maka jangan harap kamu akan bisa membukanya!" kata Lio Long.


"Jika memang demikian, aku tidak akan pernah membukanya!" jawab Qie Yin.


"Itu semua hanya kamu yang bisa memutuskannya, namun jika kamu ingin mencapai tingkat Raja Alam, maka kamu harus bisa membuka empat pintu dari keenam pintu di dalam dirimu!" kata Lio Long.


"Aku mohon senior pergilah, aku saat ini ingin sendirian, jadi aku mohon tinggalkan aku sendiri!" kata Qie Yin memohon.


Lio Long mengerti akan apa yang di pikirkan oleh Qie Yin, "Baiklah, namun ingat jangan terlalu lama larut dalam kesedihan, dan ingat kamu masih harus membangun pondasi mu!" kata Lio Long kemudian dia pergi meninggalkan Qie Yin dan pergi ke tempat Chinmi berada.


Qie Yin terdiam, dia memang sangat sedih saat ini, namun dia ingat jika dirinya harus tetap berlatih, setelah beberapa saat dia sadar akan satu hal.


"Seharusnya dengan kekuatanku saat ini, aku sudah lebih kuat dari para pertapa, dan seharusnya selain Chinmi, tidak akan ada yang bisa mengalahkan ku."


Kekuatan energi Qie Yin saat sudah cukup untuk menjadi pendekar paling sakti di dunia nya, itupun jika tidak memasukkan Chinmi dalam daftar.


"Dari pada aku tetap di sini, sebaiknya aku minta kepada Senior Lio Long untuk mengantarkan ku kembali karena aku sudah tidak ingin tersiksa oleh perasaan ini," gumam Qie Yin.


Qie Yin tidak kuat jika terus mengingat sikap Chinmi padanya sehingga berencana untuk kembali ke dunianya.


Dengan kekuatannya saat ini seharusnya sudah tidak satu pendekar pun yang mampu mengalahkannya dan dia juga sudah tidak perlu lagi meminta perlindungan kepada siapapun lagi.


Qie Yin segera bangkit dan menyusul Lio Long yang saat ini juga pergi ketempat Chinmi berada untuk menyampaikan keinginannya untuk kembali ke dunianya.


Setalah tiba di sana ternyata Lio Long tidak melatih Chinmi, dia justru hanya melihatnya dari jauh.


"Senior, aku kira senior melatihnya!"


"Tidak Nona Qie Yin, dia juga melakukan hal yang sama padaku, yaitu bersikap dingin dan seolah seperti tidak mengenalku!" jawab Lio Long sambil tertawa kecil.


Walau Chinmi juga bersikap acuh padanya, namun dia tidak sakit hati karena dia tahu jika Chinmi pasti akan bersikap demikian.


"Senior, aku ingin meminta sesuatu pada senior!"


"Aku tahu itu, namun sebaiknya kamu pikirkan baik-baik, apakah keputusan mu untuk kembali itu adalah keputusan yang tepat? Ingatlah jika Guru mu sendiri memintamu untuk tetap berada disini! Walau terdengar aneh, namun Yinfei itu bisa meramalkan masa depan seseorang!" kata Lio Long kembali mengingatkan Qie Yin.


Qie Yin terdiam sejenak, dia juga tahu jika Yinfei memintanya untuk tidak kembali ke dunianya, Yinfei mengatakan jika ini ada hubungannya dengan Dewa nya kegelapan.


"Aku sudah memikirkan ini baik-baik senior, jadi aku mohon antarkan aku kembali ke dunia ku!" pinta Qie Yin.


Lio Long menghela nafas panjang, "Nona jika kamu ingin pergi karena merasa kecewa kepada Chinmi, aku sudah menjelaskan itu sebelumnya, namun jika kamu ingin kembali untuk membalas dendam, sebaiknya tahan dulu karena musuh kami juga berada di duniamu dan bahkan salah satu dari mereka lebih kuat dariku!"


"Aku tidak ada hubungannya dengan semua itu, yang aku inginkan hanya ingin melenyapkan sekte Kalajengking Merah sampai ke akar-akarnya!" kata Qie Yin.


"Baiklah ini semua atas keinginanmu, namun aku tidak mau nantinya jika Yinfei menyalahkan semua ini padaku, dan sekalian kamu berpamitan kepada nya!" kata Lio Long sambil menoleh ke arah Chinmi.


Qie Yin segera menurut dan pergi kearah Chinmi, namun setalah dia sudah hampir sampai, tiba-tiba Chinmi melepaskan gelombang energi yang begitu besar hingga membuat Qie Yin terpental hingga belasan meter.


Beruntungnya Lio Long sudah berhasil menyelamatkannya, sedangkan Chinmi datang dan menegur Qie Yin.


"Apa yang kamu lakukan, jika aku sedang berlatih seharusnya kamu tidak mendekatiku!" kata Chinmi memarahi Qie Yin.


Qie Yin terkejut bukan main, selama ini Chinmi tidak pernah berkata kasar perdanya baik itu secara fisik maupun secara lisan.


Namun hari ini untuk pertama kalinya Chinmi memarahi dirinya sehingga dia terkejut bukan main.


Air mata secara perlahan mengalir di pipinya, dia segera mendekati Chinmi dan berbicara padanya, "Maafkan aku tuan muda Chinmi, aku hanya ingin mengucapkan kata perpisahan padamu karena aku hari ini akan kembali ke dunia ku!" kata Qie Yin.


Chinmi awalnya terkejut hatinya ingin melarang nya namun perasaanya tetap tidak bisa ditahan, "Benarkah, kalau bergitu jaga dirimu baik-baik!"


Hati Qie Yin semakin hancur, dia berharap Chinmi akan menahannya, namun ternyata Chinmi seolah tidak peduli.


"Aku tidak butuh perhatian mu! Selamat tinggal," kata Qie Yin dengan air mata yang semakin deras.


"Senior antar aku ke dunia ku sekarang!" kata Qie Yin.


Lio Long tidak bisa mencegah keputusan Qie Yin sehingga hanya bisa menghela nafas panjang, dia tahu alasan Qie Yin ingin pergi sehingga menahannya juga akan merasa percuma.

__ADS_1


Walau berat hati, Lio Long menuruti permintaan Qie Yin, dia mengatakan Qie Yin kembali ketempat dimana dia bertemu pertama kali dengan Qie Yin.


Sedangkan Chinmi sendiri terdiam memandang tempat menghilangnya Qie Yin dan Lio Long, hatinya sedikit merasa sakit melihat kepergian Qie Yin, namun tetap pengaruh dari pintu kematian lebih kuat dari perasaannya yang lebih dalam.


__ADS_2