PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Kekuatan Penuh Panglima Gajah


__ADS_3

***


Panglima Gajah saat ini merasa bingung karena alam yang berubah, angin yang begitu kencang dan langit yang menyala bagai terbakar membuatnya berpikir jika sudah terjadi pertempuran hebat tidak jauh dari tempatnya.


Panglima Gajah membuat perisai untuk melindungi Kerajaan nya, ketika baru selesai membuat perisai, tiba-tiba saja ada tidak tubuh seseorang jatuh di hadapannya.


"Panglima Elang? Apa yang terjadi padamu?" Panglima Gajah terkejut karena Panglima Elang jatuh di hadapannya.


"Tio Xiang..! Ma-maafkan aku!" kata Panglima Elang namun dia menghentikan perkataanya karena nafasnya sudah tidak bisa lagi bertahan.


Panglima Elang mengembuskan nafasnya di hadapan Panglima Gajah, sedangkan Panglima Gajah hanya bisa melihat kematian Panglima Elang tanpa bisa berbuat apa.


"Siapa yang sudah membuatmu seperti ini Zian Mei?" kata Panglima Gajah kepada Panglima Elang yang sudah tidak bernyawa lagi.


"Ternyata kamu juga bisa merasakan sedih dan kehilangan! Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sudah kamu bunuh?"


Tio Li datang bersama dengan ketiga Jendral lainnya, Mu Liyi, Feng Ying dan Hanzi juga datang bersama dengan mereka.


"Apakah kamu yang sudah membunuhnya? Tidak, aku yakin bukan kamu pelakunya!" kata Panglima Gajah, dia yakin jika hanya Keempat Jenderal saja tidak akan mungkin mampu mengalahkan Panglima Elang.


"Aku yang membunuhnya!" kata Feng Ying.


Sebenarnya yang membuat Panglima Elang terluka parah adalah Kun, karena Kun tidak ikut dengan mereka, Feng Ying lah yang mengaku sudah membunuh nya.


Mu Liyi menatap Panglima Gajah dengan tatapan ketakutan, dia masih belum bisa melupakan kekejaman Panglima Gajah yang sudah membunuh ayahnya.


Hanzi sendiri hanya menatap perisai yang mengurung seluruh wilayah Kerajaan Angin Selatan dengan mengangguk-anggukan kepala.


"Apakah kamu juga yang sudah melenyapkan kekuatan salah satu anggota ku?" tanya Panglima Gajah, dia melihat ciri-ciri tubuh Feng Ying sama dengan yang di ceritakan oleh Gou Zhing.


"Kamu sudah mengetahuinya sendiri bukan, memang senior ini lah yang sudah melenyapkan salah satu anggota mu yang kamu utus untuk mengikuti ku!" jawab Jendral Xie Ying.


"Benar sekali, tidak hanya itu, mereka juga yang sudah membunuh semua anggota yang Panglima Elang itu bawa!" Lu Xinxi menambahkan.


"Bagus-bagus, ternyata kalian datang sendiri menyerahkan nyawa kalian kesini, jadi aku tidak perlu repot-repot mencari kalian terutama kamu Tuan Putri!" kata Panglima Gajah dengan menjilati bibirnya.


Mu Liyi mundur beberapa langkah kebelakang karena takut, namun Hanzi segera menghalangi pandangan Panglima Gajah.


Panglima Gajah hanya tersenyum saat pandangannya terhadap Mu Liyi di halangi oleh Hanzi.


Panglima Gajah melemparkan sebuah benda kel langit dan kemudian ledakan kembang api meledak di udara sehingga cahaya sangat terang ke seluruh wailayah istana.


Tidak lama kemudian muncul sekitar 90 pendekar dari arah belakang istana, dan mereka semua segera berkumpul di belakang Panglima Gajah.


"Kalian lihat! Dengan kekuatan mereka saja sudah cukup untuk membunuh kalian semua!" kata Panglima Gajah.


"Kenapa tidak kalian coba saja!" kata Feng Ying.


"Serang dan habisi mereka..!" seru Panglima Gajah dan kemudian teriakan dari 90 pendekar berkekuatan Raja Bumi, Sihir Elemen Alam, dan Pertapa menyerang secara bersamaan.


"Mundurlah kalian dan cari tempat berlindung!" kata Hanzi kepada Keempat Jenderal dan Mu Liyi.


Mereka berdua melayang dan maju menyambut serangan mereka semua, namun mereka berdua tetap memperhatikan Panglima Gajah agar tidak menyerang keempat Jendral.

__ADS_1


Feng Ying dan Hanzi melepaskan energi mereka secara bersamaan sehingga membuat perisai pelindung milik Panglima Gajah hampir hancur.


Keduanya sama-sama mengeluarkan cahaya putih terang bagai matahari, dan pertempuran dua lawan 90 terjadi di langit.


Panglima Gajah sendiri terkejut dan tidak percaya ketika merasakan kekuatan Hanzi dan Feng Ying yang besar, walau tidak sekuat Dewa Penghancur, namun kekuatan Hanzi dan Feng Ying sudah cukup untuk mengalahkan semua anggotanya sekaligus dirinya.


"Kekuatannya setara dengan Pendekar pelindung Dewa Penghancur! Siapa sebenarnya mereka berdua?" batin Panglima Gajah.


Di luar perisai hujan api dan sambaran Petir mulai berkurang, sedangkan pertarungan Hanzi dan Feng Ying melawan 90 pendekar dari Benua Daratan Selatan masih berlangsung sangat sengit.


Ledakan energi terus tercipta dari benturan serangan mereka, dan satu persatu para Pendekar dari Sungai Darah mulai berjatuhan.


"Pedang Api Matahari."


Hanzi membuat pedang panjang bercahaya dari energinya, sedangkan Feng Ying hanya menggunakan serangan pukulan dan tendangan saja.


Namun kepalan tangan Feng Ying bercahaya terang, dan gerakannya sangat cepat dan sulit untuk di tangkap maupun di taklukkan.


"Cih, jika begini terus mereka semua bisa binasa!" kata Panglima Gajah kemudian dia melepaskan energinya yang besar dan segera melesat kearah Feng Ying.


Panglima Gajah mencari kelengahan Feng Ying dan menyerangnya dari belakang. Feng Ying menyadari itu dan kemudian dia dengan cepat menghilang ketika pukulan Panglima Gajah hampir mengenainya pinggangnya.


"Arrghh!!"


Pukulan Panglima Gajah mengenai salah satu anggotanya yang sedang berhadapan dengan Feng Ying, pukulannya yang sangat kuat menembus tubuh pendekar tersebut hingga tewas.


"Kemana dia?" Panglima Gajah yakin jika Feng Ying pasti tidak akan bisa menghindar karena di terlihat sangat sibuk.


Panglima Gajah kini melihat Feng Ying sudah berada di tempat lain menghadapi anggota lainnya.


Dia kembali melesat dengan kecepatan tinggi, seluruh tubuh Panglima Gajah seperti berubah menjadi logam, dan dengan kecepatan tingginya, dia menyerang Feng Ying dengan serangan terkuatnya.


"Tendangan Kaki Besi Gajah."


Feng Ying hanya tersenyum melihat Panglima Gajah yang menyerang dirinya dengan kekuatan penuhnya.


"Jadi dia memiliki tubuh besi dan otot sekuat gajah! Baiklah aku tahu harus menghadapi mu dengan cara apa!" gumam Feng Ying kemudian dia melapisi tubuhnya dengan api yang begitu terang dan panas.


Tendangan Panglima Gajah disambut degan tendangan yang sama sehingga menimbulkan daya kejut yang begitu kuat.


Feng Ying hanya mundur satu meter kebelakang, sedangkan Panglima Gajah terseret mundur hingga lima meter kebelakang.


"Ternyata dia lebih kuat dari yang aku duga! Pantas jika Zian Mei tidak mampu mengalahkannya!" batin Panglima Gajah.


Di sisi lain, Hanzi sedang di kepung dan diserang dari berbagai arah, namun Hanzi berhasil membuat mereka semua hampir tidak bisa bergerak dengan menggunakan Aura Raja.


Hanzi menyerang mereka satu persatu dengan sangat cepat, walau tidak membunuh mereka secara langsung, namun pukulan Hanzi berhasil membuat mereka sekarat.


"Kenapa kamu tidak sabar menunggu? Nanti akan tiba giliranmu juga!" kata Feng Ying.


Panglima Gajah merasa kesal, dia merasa sangat diremehkan oleh Feng Ying.


"Kau sudah membuat ku marah! Sekarang kamu akan mengatahui akan siapa sebenarnya diriku!" kata Panglima Gajah kemudian dia melepaskan seluruh energinya.

__ADS_1


Seluruh tubuh Panglima Gajah menjadi hitam mengkilat, bahkan tanah yang di pijaknya mulai retak.


"Kekuatan Gajah Sendi Pertama."


Aura hitam bercampur perak mulai keluar dari tubuhnya, semakin lama aura tersebut semakin pekat seiring dengan bertambahnya kekuatan Panglima Gajah.


"Kekuatan Gajah Sendi Kedua."


Kini mata Panglima Gajah juga berubah hitam, dan otot-otot tubuhnya terlihat membesar.


"Tahap Puncak Sendi Ketiga."


Panglima Gajah melepaskan energinya membuat seluruh bangunan istana terdekat langsung hancur berantakan, dan setelah itu aura yang menyelimuti nya berubah bentuk seperti seekor gajah besar dengan belalai panjang dan bayangan gading panjang.


"Celaka..! Cepat menjauh dari tempat ini..!" seru salah satu anggota Sungai Darah saat mengatahui Panglima Gajah yang mengeluarkan kekuatannya yang sesungguhnya.


Semuanya berusaha untuk menjauh sebisa mungkin dari Panglima Gajah, sedangkan Hanzi dan Feng Ying kini menatap Panglima Gajah dengan takjub.


"Dia menyembunyikan kekuatan sebesar ini, kekuatannya hampir setara dengan kekuatan Wang Dunrui!" kata Hanzi.


"Hem..! Sekarang kalian akan merasakan kekuatan Sang Gajah!" seru Panglima Gajah.


Kekuatannya saat ini sebenarnya sudah setara dengan Dewa Penghancur, selama ini dia selalu menyembunyikan kekuatannya dan hanya sedikit yang mengetahui kekuatan akan kekuatan nya yang sesungguhnya.


"Hanya karena kekuatanmu meningkat, bukan berarti kamu sudah lebih kuat dari ku!" kata Hanzi.


"Kalau begitu mari kita buktikan!" kata Panglima Gajah yang suaranya bisa menekan apapun di sekitarnya.


"Feng Ying, biar aku yang menghadapinya, kamu urus saja mereka itu!" kata Hanzi.


Feng Ying hanya menghela nafas panjang, dalam hatinya ingin sekali bertarung dengan Panglima Gajah, namun dia juga sadar jika hanya satu yang bisa menghadapinya, dan dia harus menyerang anggota Sungai Darah yang tersisa.


"Jika kamu tidak mampu, aku tidak keberatan jika kamu meminta bantuan ku nanti!" kata Feng Ying kemudian dia menghilang dan muncul kembali di hadapan puluhan anggota Sungai Darah.


Kini Hanzi dan Panglima Gajah saling berhadapan, Hanzi secara perlahan-lahan mulai meningkatkan kekuatannya yang sesungguhnya.


"Mari kita mulai!" kata Panglima Gajah kemudian dia segera menyerang Hanzi.


Hanzi juga maju menyambut serangan Panglima Gajah dengan serangan yang sama, keduanya sama-sama menyerang dengan pukulan dengan kekuatan yang setara sehingga kedua pukulan tersebut mengeluarkan suara bunyi yang sangat keras bagai dua besi yang saling berbenturan.


Pertempuran mereka berdua yang paling sengit dari semua pertempuran, sedangkan Panglima Gajah merasa heran karena kekuatan Hanzi justru semakin meningkat.


Padahal Hanzi sedang bertarung dengannya dan tidak terlihat sedang meningkatkan kekuatannya.


"Bagaimana caranya dia meningkatkan kekuatannya saat fokus bertarung seperti ini?" batin Panglima Gajah.


Panglima Gajah tidak tahu jika Hanzi memang bisa meningkatkan kekuatannya karena dia bisa menyerap energi Alam tanpa bermeditasi.


"Aku sudah mengeluarkan semua kekuatan penuh ku, namun kenapa dia masih bisa mengimbanginya?" batin Panglima Gajah yang merasa heran.


***


Maaf jika semalam tidak update, di samping kesibukan menjelang hari raya, saya masih memiliki kesibukan lain, yaitu sedang mempersiapkan rencana pernikahan adik ku yang akan di laksanakan setelah sepuluh hari lebaran, jadi jadwal updatenya mungkin akan semakin berkurang.

__ADS_1


__ADS_2