
"Ho Chen masih belum datang, aku juga tidak tahu kapan dia akan kembali!" kata Qiao Lin.
"Lin'er, kemana Ho Xuan? Kenapa sejak tadi dia tidak terlihat?" Feng Ying bertanya akan keberadaan ketua sekte Gunung Es yaitu Ho Xuan, Cicit Ho Chen dan Qiao Lin.
"Ho Xuan pergi melakukan pertemuan dengan sekte Pilar Angin dan juga sekte Hutan Bambu, mungkin dia akan pergi sangat lama!" kata Qiao Lin menjelaskan.
"Eyang Buyut, mereka ini siapa?" seorang gadis kecil berumur 6 tahun dan bermata biru keluar dan bertanya kepada Qiao Lin.
"Owh Yin'er, ini adalah para guru dari eyang buyut Chen. Ayo beri salam juga pada mereka!" kata Qiao Lin. Gadis kecil tersebut bernama Ho Liyin, Cucu Ho Xuan.
"Hormat saya para guru semua!" kata Ho Liyin dengan suaranya yang sangat mungil dan halus.
"Cantik sekali kamu nak, siapa namamu?" tanya Yin.
Ho Liyin mundur kebelakang Qiao Lin karena merasa takut kepada Yin, walau begitu dia masih sempat menjawab pertanyaan Yin, "Na-nama Saya Ho Liyin!" jawabnya.
"Yin sudahlah jangan membuatnya semakin takut, sebaiknya kita berjaga diluar saja, dan biarkan Tuan Hanzi bersama Feng Ying saja yang berbicara di sini!" kata Kun.
"Aku tidak menakutinya! Aku hanya...!" Yin ingin berkata sesuatu namun membatalkannya.
Sebenarnya Kun juga sangat ingin menyapa Ho Liyin, namun melihat Ho Liyin yang ketakutan ketika Yin menyapanya, dia membatalkan niatnya karena teringat akan kejadian dulu saat Anak Ho Chen berumur 5 tahun.
Saat Ho Fang berumur 5 Tahun, Kun berniat ingin menyapa sekaligus ingin menemani Ho Fang, namun siapa sangka Ho Fang akan ketakutan ketika melihat Kun yang tubunya bercahaya sekaligus agak menyeramkan.
Ho Fang yang ketakutan akhirnya lari sekuat tenaga tanpa peduli jika di hadapannya ada jurang kecil. Kaki Ho Fang pun terperosok ke jurang kecil tersebut hingga lututnya patah.
Ho Chen segera muncul setelah mendengar teriakan Ho Fang yang kesakitan. Kun yang ingin menolong Ho Fang akhirnya mengurungkan niatnya saat Ho Chen sudah berada disana.
Kun mengira Ho Chen akan marah padanya akan kejadian itu sehingga ia lari dan bersembunyi karena takut Ho Chen akan mencarinya.
Namun nyatanya Ho Chen sama sekali tidak marah, bahkan Ho Chen menyembuhkan Ho Fang di saat itu juga, namun Ho Chen sudah mengetahui akan semua yang terjadi melalui ingatan dari Ho Fang.
__ADS_1
"Benar sekali kata Kun, sebaiknya kalian berjaga-jaga di luar!" kata Feng Ying kepada ke enam pecahan energi tersebut.
Keenam pecahan ingin melangkah keluar sebelum akhirnya langkah mereka terhenti ketika merasakan getaran dari lantai es yang mereka pijak.
"Mereka datang!" kata Hanzi kemudian berjalan kearah pintu gerbang sekte.
"Yin'er, masuklah kembali temui ibumu, bilang padanya agar jangan keluar," kata Qiao Lin kepada Ho Liyin yang segera menuruti perintah Qiao Lin.
Mereka semua pergi keluar, namun mereka sama sekali tidak melihat tanda-tanda akan kedatangan para siluman tersebut, "Ini Aneh..! Jelas-jelas aku merasakan energi mereka berada di sini, tapi dimana?" tanya Niu.
Mereka semua juga sama bingungnya kecuali Qiao Lin, "Tidak sepertinya mereka akan segera terlihat!" ucapnya.
Semuanya menyapa Qiao Lin dengan bingung sebelum akhirnya menyadari akan perkataan Qiao Lin. Tiba-tiba wilayah yang dipenuhi salju dan es tersebut suhunya berubah hangat. Semakin lama semakin panas.
Sebuah percikan api kecil terlihat sebelum akhirnya membesar dan terus membesar dengan cara berputar kemudian membentuk sebuah cincin api yang cukup besar.
Mereka semua dapat melihat dengan jelas jika dari dalam api tersebut terdapat sekitar ratusan siluman yang memiliki kekuatan Alam Dewa. Satu demi satu mereka semua keluar, ada yang berbentuk Kalajengking sebesar kereta kuda, Singa, Burung dengan berbagai spesies dan beberpa juga melompat ke laut. Jumlah mereka mencapai ratusan dan semuanya rata-rata memiliki kekuatan Puncak Alam Dewa.
Semua para murid-murid yang dimiliki oleh Sekte Gunung Es segera keluar bersiap untuk menyambut serangan yang akan datang, walau mereka sendiri sadar jika musuh yang akan datang bukanlah lawan biasa.
"Tarik mundur semua murid-murid sektemu Qiao Ho!" kata Hanzi, dia tidak ingin ada jatuh korban karena para murid sekte tidak mungkin bisa menghadapi para siluman tersebut.
Qiao Ho mengerti akan maksud dari Hanzi, dia segera menyuruh seluruh para murid-murid dari sektenya untuk mundur, namun setelah itu ia terkejut setelah melihat Qiao Lin yang melayang di atas para siluman Tersebut.
"Lin'er apa yang kamu lakukan? Cepat mundur..!" teriak Qiao Ho.
Qiao Lin sama sekali tidak memperdulikan teriakan Qiao Ho, dia memandangi para siluman tersebut dengan tatapan dingin sebelum akhirnya mengarahkan telapak tangannya ke langit.
Langit yang dipenuhi awan kini semakin tebal dan seiring dengan meningkatnya kekuatan milik Qiao Lin.
"Tehnik Es - Hujan Pisau Es."
__ADS_1
Qiao Lin mengubah arah telapak tangannya kebawah kearah para siluman yang masih menatap Qiao Lin yang berada di atas mereka.
Setelah Qiao Lin mengerahkan telapak tangannya ke arah para siluman tersebut, turunlah hujan es yang sangat banyak. Semua Es yang jatuh berbentuk seperti pisau yang sangat tajam dan juga runcing.
Hujan Es tersebut menyiram para siluman yang berada di bawah. Para Siluman tersebut ada yang menghindar, ada juga yang berusaha menahan hujan tersebut dan ada juga yang melawannya dengan energi yang sama.
Setiap pisau yang mengenai tubuh mereka akan mampu menembus kulit tebal dari para siluman tersebut, namun bagi yang memiliki kulit yang super keras seperti siluman Buaya tidak akan bisa menembusnya, namun cukup untuk membekukan sebagian tubuhnya.
Namun tetap saja mereka bisa menetralkan tubuh mereka yang sebagian membeku, bukan hanya itu beberapa dari mereka mulai terbang kearah Qiao Lin untuk memberikan serangan balasan.
"Mau mengeroyok ku? Ayo majulah kalian semua!" seru Qiao Lin kemudian menaikan tingkat energinya.
Sekitar Lima belas siluman terbang kearah Qiao Lin dan bersiap memberikan serangan balasan, namun sebuah gelombang energi menyerupai bulan sabit bergerak dengan sangat cepat menuju kearah ke Lima belas siluman tersebut dengan kecepatan yang sangat tinggi.
"Rasakan itu..!" kata Qiao Lin.
Qiao Lin melepaskan gelombang energi yang sangat dingin dengan cara mengibaskan telapak tangannya. Tehnik yang ia gunakan adalah Tehnik Kristal Es yang ia pelajari dari Ho Chen.
Gelombang Energi tersebut sangat cepat dan berhasil mengenai Empat ekor siluman, sedangkan ke sebelas sisanya berhasil menghindar.
Tubuh ke empat tubuh siluman yang terkena gelombang tersebut membeku, kemudian tubuh mereka terjatuh kebawah dan kemudian tubuh mereka yang sudah beku hancur akibat benturan tubuh mereka ke bawah yang begitu keras.
"Sebagai istri Tuan Chen, dia sungguh sangat hebat!" seru Yin yang kagum akan kekuatan Qiao Lin yang sangat menakjubkan walau dia sama-sama memiliki kekuatan di Tingkat Alam Dewa dengan para siluman tersebut, namun Qiao Lin ternyata mampu membunuh para beberapa siluman dengan sangat cepat.
*** pengumuman penting ***
maaf hanya ini saja yang tersisa dari sisa naskah yang ada di laptop suamiku, sisanya menunggu suamiku sehat kembali ya.
saya tidak bisa mengarang kelanjutannya karena saya hanya menyalin tulisan yang ada di laptop suamiku saja, sekali lagi jika ada tulisan saya yang keliru maaf, dan biar nanti suami saya saja yang memperbaikinya setelah dia pulang dari rumah sakit.
salam dan selamat natal bagi kalian yang merayakannya.
__ADS_1