
Sosok bertopeng misterius tersebut mengamati Li Fang dengan teliti dari balik topengnya kemudian kembali menatap Fu Shen dengan menggelengkan kepalanya.
"Tuan, apakah anda adalah seorang pendekar? Jika ia berarti tuan ini pasti pendekar yang baru memiliki kekuatan besar di dunia tuan ini!".kata sosok bertopeng misterius tersebut.
"Apa hubungannya dengan memiliki kekuatan baru atau lama, bagiku mereka berdua harus aku bunuh, setelah itu semua keturunannya juga akan aku binasakan!" kata Fu Shen.
Sosok bertopeng tersebut kini menatap Li Xiang, kemudian berjalan kearahnya, "Apakah tuan baik-baik saja?" tanyanya tanpa menghiraukan Fu Shen yang kesal padanya.
Li Xiang mengerutkan dahinya saat mendengar suara sosok bertopeng misterius tersebut, dia seperti mengenali pemilik suara tersebut namun dia tidak tahu dimana dia pernah mendengarnya.
"Aku baik-baik saja dan terima kasih karena anda sudah menyelamatkan adik saya!" kata Li Xiang dengan memberi hormat.
Sosok Pria bertopeng tersebut menoleh kearah Li Fang yang masih berlutut dengan satu kaki dan pedangnya dia jadikan penahan tubuhnya.
"Beraninya kau mengacuhkan ku!" kata Fu Shen yang mulai emosi.
Nyatanya perkataan Fu Shen sama sekali tidak di dengar oleh pria bertopeng tersebut, dia melangkah mendekati Li Fang dan kemudian menyentuh pundaknya.
"Jangan lawan energi ku tuan! Energi ku ini akan bisa memulihkan luka dalam tuan!" kata pria tersebut.
Li Fang menurut ketika pria bertopeng tersebut menyentuh pundaknya, tidak lama kemudian Li Fang dapat merasakan hawa energi yang begitu dingin mengalir di dalam tubuhnya.
"Istirahatlah untuk beberapa saat jika luka dan energi mu sudah pulih, setelah itu tuan boleh pergi membantu para prajurit di sana!"
Li Xiang yang juga tiba di tempat mereka berdua, "Tuan muda, bagaimana dengan..!" Li Xiang ingin bertanya masalah Fu Shen, namun tenyata Fu Shen sudah menyerang lebih dulu.
"Akan aku bunuh kalian bertiga sekaligus!" seru Fu Shen yang saat ini melayang di udara.
"Batu Api Alam, Ledakan Batu Api."
Fu Shen mengerahkan seluruh qi yang ia miliki menyatu ke telapak tangannya, seluruh bumi mulai bergetar ketika Fu Shen mengeluarkan seluruh energinya, bahkan angin kencang mulai berhembus kencang hingga membuat semua batu-batu beterbangan.
"Pergilah biar aku yang mengurusnya!" kata Pria bertopeng tersebut.
__ADS_1
Li Xiang sedikit ragu, namun dia juga tidak mungkin mampu untuk menahan serangan Fu Shen yang mungkin dapat melenyapkan kota besar dalam satu kali serangan.
"Matilah!" seru Fu Shen yang di sertai dengan semburan batu dan di gabung dengan energi api.
Li Xiang dan Li Fang beserta semua pasukan yang berperang berhenti karena merasakan hawa panas. Mereka juga melihat ada sekitar puluhan batu sebesar rumah yang mengarah ke seorang yang mengenakan topeng putih. Sedangkan pria bertopeng sama sekali tidak berpindah atau membuat pertahanan sama sekali.
"Ini sihir tingkat tinggi!" kata Li Xiang.
Saat pertama kali merasakan kekuatan Fu Shen yang mencapai tingkat pertapa, Li Xiang sangat penasaran dari mana dia bisa mencapai tingkat tersebut.
Fu Shen sendiri yakin jika pria bertopeng tersebut pasti mati karena dia sudah menggunakan seluruh energinya pada serangannya.
Puluhan batu besar yang menyala-nyala tersebut jatuh tepat di tempat pria bertopeng tersebut berdiri sehingga ledakan maha dahsyat membuat malam yang gelap menjadi sangat terang. Bumi berguncang hebat dan guncangannya tidak hanya terasa oleh wilayah kerajaan Bumi Barat, melainkan seluruh kerajaan dapat merasakannya.
Daya kejut ledakan dari puluhan batu yang menghantam tanah membuat seluruh tempat pertempuran jadi hancur dan tercipta cekungan tanah yang begitu dalam dan luas.
Semua para prajurit termasuk para jendral dan para ketua sekte terhempas hingga sangat jauh, baik teman atau lawan banyak yang mati karena ledakan tersebut.
Fu Shen tertawa keras karena dia tidak melihat pria bertopeng tersebut, menurutnya pria bertopeng tersebut mungkin sudah hancur.
"Kekuatanmu telah membuat kerusakan separah ini, aku yakin kamu mendapatkan kekuatan ini dari Naga Batu Meteor bukan?" tanya pria bertopeng dan dia mulai turun kembali kebawah.
Semua para pasukan dan prajurit kembali bangkit, mereka sebenarnya malas untuk melanjutkan pertempuran, namun musuh masih ada didepan mata sehingga mau tidak mau peperangan kembali di lanjutkan walau wilayah pertempuran sudah hancur berantakan.
Fu Shen terkejut mendengar pria bertopeng menyebut Naga Batu Meteor, naga yang dimaksud pastilah She Long, karena hanya She Long satu-satunya naga bertubuh batu yang menyala dan panas.
"Kau mengenal She Long?" tanya Fu Shen yang bersiap untuk kembali menyerang.
"Aku hanya tahu dan tidak mengenalnya," kata Pri bertopeng kemudian dia memainkan jarinya seperti meminta Fu Shen untuk maju.
Tubuh Fu Shen ternyata di tarik kearah pria bertopeng tersebut karena mengikuti jarinya. Dengan berbagai cara Fu Shen berusaha agar dirinya tidak tertarik kearah Pria bertopeng, namun semuanya sia-sia karena Fu Shen sendiri hampir tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
"Kemarilah dan jangan melawan karena aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya ingin mengetahui tempat keberadaan She Long saja!" kata pria bertopeng yang menarik tubuh Fu Shen hanya mengunakan jarinya saja.
__ADS_1
"Ke-kekuatan macam apa ini?" batin Fu Shen yang kesulitan memgendalikan tubuhnya sendiri.
Tubuh Fu Shen sudah sampai di depan pria bertopeng dan pria bertopeng menyentuh kepala Fu Shen.
Fu Shen panik bukan main, dia berpikit pria bertopeng tersebut berniat mencelekainya, namun ternyata tidak.
Fu Shen merasa ada sesuatu memasuki kepalanya dan setelah itu ingatan masa lalunya kembali terlintas di kepalanya.
Saat Pria bertopeng masih menyentuh kepala Fu Shen untuk melihat ingatannya, di Medan perang, Huang Sing yang sedang berhadapan dengan Mei Xin merasa kesulitan.
Huang Sing memang seorang pendekar tingkat Sihir Elemen Alam, sedangkan Mei Xin masih setingkat di bawahnya.
Namun masalahnya, Huang Sing benar-benar sangat kesulitan untuk mengalahkan Mei Xin, dia benar-benar tidak menduga jika Mei Xin begitu gesit dan lincah, di tambah lagi kecepatannya sangat tidak tidak masuk akal, seakan-akan Mei Xin berada ditingkat pertapa.
"Sial, apa selain berlari kamu tidak memilki keahlian lain? Ayo hadapi aku sebagai pendekar sejati, bukan sebagai pendekar pengecut yang hanya bisa berlari dan menyerang dari belakang!" kata Huang Sing yang sangat kesal kepada Mei Xin.
Mei Xin berhenti berlari dan berada dihadapan Huang Sing sejauh Lima meter, "Inilah keahlian utamaku, aku menamainya Kecepatan Kilatan Cahaya! Bagaimana? Apa kamu terkesan?" tanya Mei Xin.
"Terkesan kepalamu!" seru Huang Sing dengan geram kemudian dia kembali menyerang Mei Xin dengan tongkatnya.
Kecepatan Huang Sing sama sekali tidak bisa menandingi kecepatan Mei Xin, ketika Huang Sing memukul tongkatnya ke arah Mei Xin, ternyata Mei Xin sudah menghilang dan hanya menyisakan debu dari tepak kakinya.
Mei Xin memberikan serangan dari arah yang tidak bisa di tebak, namun semua serangannya juga tidak bisa melukai Huang Sing karena Huang Sing sudah melindungi tubuhnya dengan energinya.
"Wanita bedebah! Aku berjanji, jika aku berhasil membunuhmu, akan aku ambil tengkorak kepalamu dan akan aku jadikan sebagai hiasan pintu gerbang sekte ku!" gerutu Huang Sing, namun dia tetap waspada terhadap serangan dadakan dengan mengamati setiap suara angin.
"Berhenti Mei Xin, sebaiknya kamu bantu para prajurit, dan biar aku yang menanganinya!" suara Li Xiang terdengar oleh Huang Sing.
Mei Xin kembali terlihat, namun dia muncul di samping Li Xiang, "Jendral Li Xiang, dia sangat kuat, sepertinya tubuhnya dilindungi oleh energi yang cukup kuat!" kata Mei Xin.
"Aku tahu, dia memang kuat, bahkan dia belum menggunakan seluruh kekuatannya!" jawab Li Xiang.
Li Xiang sudah mengetahui kekuatan Huang Sing yang sebenarnya sehingga dia menebak jika Huang Sing akan menggunakan seluruh kekuatannya di saat energi Mei Xin sudah berkurang atau kelelahan.
__ADS_1
***
Satu lagi akan menyusul, mungkin agak lama dan kemungkinan juga bisa saat sudah dini hari.