PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Aku akan pulang


__ADS_3

Fan Yuzhen terkejut ketika merasakan Pusat Roh Chinmi yang hanya satu saja. Walau hanya satu, namun bisa berubah-ubah, namun yang paling aktif adalah Pusat Roh Elemen Bumi dan juga Angin.


“Ada apa Guru?” tanya Chinmi keheranan melihat reaksi Fan Yuzhen.


Fan Yuzhen menatap  Chinmi sesaat sebelum akhirnya menghela nafas panjang, “Chinmi, aku baru tahu jika jika Pusat Roh mu sangat unik,” kata Fan Yuzhen.


“Maksud Guru?” tanya Chinmi, dia sama sekali tidak mengerti maksud perkataan gurunya.


Fan Yuzhen menjelaskan jika sebenarnya seorang Pendekar akan memiliki Satu Roh kuat dalam dirinya, namun ada juga yang memiliki dua Pusat Roh bahkan sampai Tiga atau lebih, dan yang paling berbakat adalah Pendekar yang hanya memiliki Satu Pusat Roh Elemen saja.


Sedangkan Chinmi mau dibilang sebagai Calon Pendekar berbakat sangat sulit, memang benar Chinmi hanya memiliki satu Pusat Roh saja, namun Satu Pusat Roh yang dimilikinya justru dapat berubah-ubah Elemen, bahkan sampai bisa berubah Empat Elemen secara bersamaan.


“Guru, apa mungkin saya tidak akan bisa menjadi seorang Pendekar seperti Guru?” tanya Chinmi dengan sedikit sedih dan kecewa akan Pusat Roh nya yang aneh.


“Bisa atau tidaknya dirimu untuk menjadi seorang Pendekar tergantung dari tekadmu sendiri! Jadi kamu jangan berkecil hati terlebih dahulu, ada aku yang akan membantumu,” kata Fan Yuzhen.


“Terimakasih Guru!” Chinmi bersujud di hadapan Fan Yuzhen, dia merasa tersentuh akan perhatian Fan Yuzhen padanya.


“Sudah-sudah cepat bangun! Bukankah kamu masih harus melanjutkan latihanmu?” kata Fan Yuzhen.


“Baik Guru!” Chinmi bangkit dan kemudian bersiap untuk melanjutkan latihannya.


Chinmi kembali berlatih jurus Pedang Tiupan Angin. Diberi nama seperti itu karena setiap serangan akan mampu menghasilkan Energi Angin. Jurus tersebut tarbagi menjadi  Enam tahap, Tahap yang pertama “Pedang Pencari Angin” jurus ini menggunakan serangan menebas dan berputar sehinnga akan bisa menciptakan perisai angin yang


kuat namun juga bisa mematikan.

__ADS_1


Tahap yang kedua adalah “Pedang Mata Angin” Jurus ini menggunakan serangan tususkan beruntun namun setiap tususkan akan menghasilkan energi angin tipis namun tajam dan akan mampu menembus batang pohon besar.


Tahap yang ketiga adalah “Pedang Membelah Angin” Jurus ini menggunakan serangan dalam sekali tebas yang akan mampu menciptakan energi yang besar juga, jurus ini sangat cocok untuk serangan jarak jauh.


Tahap yang keempat adalah “Pedang Badai Angin” Jurus ini sangat membutuhkan Energi Qi yang sangat banyak karena dalam setiap serangan harus mampu menciptakan Energi Angin yang sangat besar, sedangkan Chinmi hanya bisa mempelajari gerakannya saja tanpa mengalirkan Qi ke pedannganya.


Tahap yang kelima “Pedang Pusaran Angin” gerakan dari jurus ini tidak sulit namun penggunanya harus mengalirkan Qi yang sangat banyak, pengguna jurus ini hanya perlu memutar-mutar pedangnya kedepan dengan mengalirkan Qi terhadap pedangnya tersebut dan kemudian akan muncul energi Angin yang akan membentuk seperti pusaran yang akan menggulung apapun dihadapannya.


Tahap yang terakhir adalah “Pedang Angin Pencabut Nyawa” sesuai namanya, jurus ini khusus untuk mengeksekusi musuh, jurus ini mampu membunuh ratusan nyawa hanya dalam satu kali ayunan saja, caranya hanya menebaskan pedang yang telah dialirkan Qi kedepan, setelah itu akan muncul gelombang angin yang kuat dan tajam kemudian akan membelah apapun yang akan dilewatinya.


Fan Yuzhen juga mengajarkan ilmu pedang lainnya kepada Chinmi, mulai dari cara bertahan dan menyerang, seperti cara pendekar yang ahli dalam menngunakan ilmu pedang pada umumnya.


Walaupun Fan Yuzhen telah mengajarkan Chinmi ilmu-ilmu pedang yang hebat, namun Chinmi hanya bisa mempelajari pola gerakannya saja, karena Qi Chinmi masih belum cukup banyak, jika Chinmi memaksa bisa-bisa dirinyalah yang akan celaka.


seorang Pendekar Tahap Pemula Tingkat 2.


“Istirahatlah dulu sekarang! Setelah itu kita akan segera keluar dari sini, dan jika nantinya kembali kesini, aku harap saat itu kamu sudah siap untuk berlatih bersama Hewan Iblis yang ada disini,” kata Fan Yuzhen.


“Kapan kita akan kembali berlatih disini Guru?”


“Mungkin sekitar sebulan lagi di Dunia kita,” kata Fan Yuzhen dengan tenang.


“Bukannya Guru bilang kita akan berlatih setiap malam?”


“Chinmi, masih ada urusan yang harus Guru selesaikan, dan kemungkinan butuh waktu sebulan untuk menyelesaikannya!” kata Fan Yuzhen.

__ADS_1


Chinmi mengangguk dan tidak lagi mempermasalahkannya lagi, sedangkan Fan Yuzhen mulai meditasi setelah Chinmi tidak menanyakan apa-apa lagi padanya. Chinmi yang awalnya ingin istirahat untuk melepas lelah langsung membatalkannya setelah melihat Fan Yuzhen.


Melihat gurunya beristirahat dengan cara meditasi, Chinmi pun mengikutinya, dia juga mulai meditasi dan juga menyerap Qi yang sangat tebal itu. Dan setelah mereka semua sudah tidak lagi merasa lelah dan tubuh mereka seperti dipenuhi oleh Qi mereka pun keluar dari Dunia Hewan Iblis itu.


Seperti biasa, Fan Yuzhen membuka kembali pintu batu diruangan yang sangat gelap, yaitu tempat pertama kali Chinmi dan Fan Yuzhen memasuki dunia tersebut dan setelah tiba di dalam Goa, Chinmi merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya.


“Apa ini? Kenapa tubuhku terasa ringan?” kata Chinmi dengan heran, ia merasa itu bukanlah tubuhnya.


Fan Yuzhen melihat itu tersenyum kemudian menjelaskan akan apa yang terjadi kepada Chinmi.


Dunia Hewan Iblis bukan hanya karena kepadatan Qi nya saja yang besar, namun Gravitasinya disana sangat besar sehinnga tubuh akan terasa sedikit berat walau tidak terlalu disadari oleh Chinmi.


Ibarat memikul batu besar dipundak kemudian melepaskannya, maka tubuh akan terasa ringan tanpa beban. Begitulah yang dirasakan oleh Chinmi saat ini, ditambah lagi dia sudah menjadi seorang Pendekar Tahap Pemula Tingkat 2, dan juga sudah memiliki Qi didalam tubuhnya membuat dirinya seperti ingin terbang keudara.


“Paman, Aku sudah selesai latihan dan aku akan pulang!” kata Chinmi, walau hanya semalam mereka berpisah, namun bagi Chinmi dia sudah berpisah dengan Li Fang selama 10 bulan di dunia Hewan Iblis.


Dengan perasaan senang Chinmi melangkah keluar dari dalam Goa, dan setelah tiba di luar Goa dia langsung terkejut bukan main, “Guru, apa kita tidak salah menghitung waktu?” tanya Chinmi.


Chinmi merasa gurunya salah perhitungan, seharusnya dia kembali saat pagi hari ke sekte, namun nyatanya bukan pagi hari yang ia lihat, melainkan hari sudah hampir siang.


“Emm! Entahlah, mungkin memang aku yang salah menghitung waktu!” Kata Fan Yuzhen disertai dengan tertawa.


“Pasti saat ini Senior Xin akan mencariku, dan pasti aku akan mendapatkan Hukuman darinya karena telat,” kata Chinmi dengan wajah terlihat lesu.


“Sudahlah sebaiknya kita segera kembali sebelum seluruh anggota sekte mencarimnu kemana-mana?” kata Fan Yuzhen setelah itu dia memegang kerah baju Chinmi dan segera terbang menuju ke sekte Pedang Suci.

__ADS_1


__ADS_2