
Sekte Penakluk Kegelapan kini resmi masuk ke salah satu Sekte Aliran Netral, masalah kekuatan tidak perlu di ragukan lagi.
"Nona Yin! Aku ucapkan selamat atas di terimanya Sekte mu!" kata Zhihui.
"Senior Zhihui! semua ini juga berkat bantuan senior, tanpa bantuan senior aku tidak akan bisa mencapai hingga sejauh dan seberhasil seperti saat ini!" jawab Qie Yin.
"Aku hanya membantu sedikit saja, selebihnya adalah usahamu sendiri, jadi bukankah kamu pantas mendapatkan pujian ini!"
"Saya ucapkan terima kasih senior, namun pujian ini terasa berlebihan bagiku! Aku hanya ingin Sekte ku bisa di terima oleh semua orang itu saja, selebihnya tidak ada lagi!" kata Qie Yin.
Selama ini Qie Yin hanya hidup tanpa mengenali siapapun dan berlindung di balik bayang-bayang balas dendam, dan hanya Chinmi saja yang ia kenal di dunianya, berbeda dengan Lio Long dan Yinfei yang berasal dari dunia yang berbeda.
Masih di tempat yang sama, Ji Long dan para ketua Sekte lainnya juga sedang berbincang-bincang dengan Chinmi sekaligus mereka juga ingin lebih mengenali Chinmi lebih dekat seperti Ji Long dan Jiu Heng yang mengenal Chinmi lebih dekat.
"Saudara Jiu! Saat memakamkan ayah dan semua anggota mu, aku sudah berjanji kepada ayahmu jika aku tidak akan membiarkan dirimu merasa hidup sendirian, aku pastikan kau akan mendapatkan teman dan saudara di Sekte Pedang Suci!" kata Chinmi kepada Jiu Heng.
"Terima kasih saudara Chinmi! Sekarang selain ketua Ji dan semua anggota Sekte Pedang Suci, aku sudah tidak memiliki keluarga lain lagi! Aku tidak tahu jika keputusan ayah ku yang ingin mencari tempat baru untuk Sekte kami justru akan berakhir seperti ini! Andai aku tahu, aku mungkin.. aku..!" Jiu Heng terdiam sambil menundukkan kepala nya dan air mata menetes tanpa ia tahan ataupun ia sembunyikan.
"Tabahkan hatimu! Ketua Jiu Sha pasti sangat bahagia karena kamu tidak ikut bersamanya saat itu sehingga kamu tidak ikut menjadi korban dalam kejadian itu, dan aku yakin beliau pasti sangat menginginkan mu untuk terus tetap hidup dan melanjutkan apa yang dia inginkan darimu!" kata Chinmi.
Jiu Heng mengangkat kepalanya menatap Chinmi, dia ingat jika yang ayahnya memiliki harapan besar padanya setelah menikah nanti.
"Ayah pernah berkata padaku jika suatu saat nanti aku dan Nona Yue Yin menikah, dia menginginkan agar aku dan Nona Yue Yin hidup seperti manusia biasa, tidak perlu ikut campur masalah dunia beladiri maupun ilmu Sihir, namun nyatanya sekarang dia bahkan tidak menunggu ku menikah dan memilih pergi lebih dulu meninggalkanku!" kata Jiu Heng.
"Itulah takdir kehidupan! Kita tidak tahu kapan kematian itu akan datang! Janganlah menyalahkan sesuatu yang sudah terjadi, namun cobalah untuk mempelajari dari apa yang sudah terjadi, karena masa lalu adalah guru untuk masa depan!" kata Ji Long sambil menepuk pundak Jiu Heng.
"Ketua Ji! Mulai saat ini saudara Jiu Heng adalah bagian dari keluarga mu, tolong jaga dia hingga kelak dia dan Nona Yue Yin menikah!" kata Chinmi.
"Tentu saja! Aku sudah menganggap Jiu Heng sebagai Cucu ku sendiri, jadi kamu tidak perlu khawatir padanya!" jawab Ji Long.
"Terima kasih ketua Ji! Owh iya setelah nanti kalian sampai di Sekte, jangan lupa akan pesanku!" kata Chinmi.
"Aku akan mengumpulkan semua pendekar terkuat di sekte ku dan akan mengumpulkan semua orang di desa-desa kecil untuk di giring menuju ke istana Kerajaan Angin Selatan!" kata Ji Long yang tidak lupa akan pesan Chinmi.
"Ketua dan kalian semuanya, agar tidak terjadi konflik dan juga masalah yang lebih panjang, sebaiknya kalian bersosialisasi terlebih dahulu dengan semua orang, beri mereka pengertian agar mereka tidak salah paham dan nantinya semua orang akan pergi bukan karena tekanan, melainkan karena kesadaran mereka sendiri jika semua ini demi keselamatan mereka masing-masing!" kata Chinmi.
"Apa yang kau katakan benar sekali Pendekar Naga Langit! kita memang harus menerangkan terlebih dahulu agar mereka tidak salah paham, dan semoga mereka juga dapat mengerti!" kata Fui Juihu.
"Aku harap juga demikian! Kalau begitu kalian teruskan saja obrolan kalian, aku akan kembali ke Kerajaan Bumi Barat untuk menyampaikan ini kepada Ayahku, dan kalian juga sampaikan semuanya kepada Kerajaan lainya kecuali Kerajaan Api Timur, karena aku sendiri yang akan pergi untuk menemui Raja Ming!" kata Chinmi.
"Kami tentu akan melakukannya, namun jika sampai Pangeran Ming Zai itu datang dan berniat menyerang kami, apa yang harus kami lakukan?" tanya Yuan Feng.
"Jangan takut! Jika tiba-tiba saja salah satu dari kalian di datangi oleh Ming Zai maka yang pertama kali harus kalian lakukan adalah usahakan untuk mengulur waktu sebanyak mungkin agar anggota kalian bisa pergi, dan gunakan ini jika memang kalian tidak sanggup untuk menahan Ming Zai lebih lama lagi!" kata Chinmi sekaligus memberikan sebuah benda kecil mirip biji kacang.
Semuanya melihat biji kacang tersebut yang berwarna emas, mereka semua sama-sama bingung dan tidak mengerti apa gunanya biji tersebut bagi mereka.
__ADS_1
"Apa ini? Apa kamu menyuruh kami untuk bercocok tanam saat di situasi genting?" tanya Ji Long.
Chinmi tersenyum mendengar pertanyaan Ji Long, Chinmi sadar jika Ji Long dan yang lainnya pasti akan mengatakan hal itu.
"Ini adalah Kacang Emas yang aku peroleh saat latihan di Nirwana, kacang memiliki pohon yang sangat tinggi dan bersinar sehingga bisa di lihat dari dunia lain jika sampai tumbuh! Jadi kalian tinggal melemparkannya ke tanah dan selanjutnya pohon kacang akan tumbuh saat itu juga dan akan menjadi Pelindung kalian untuk sementara waktu!" kata Chinmi.
"Berapa lama pohon kacang ini bisa bertahan?" tanya Ji Long.
"Paling lama tiga hari! Namun pastikan semua orang sudah berada di area yang akan di lindungi dan setelah itu lemparkanlah biji ini dan dengan sendirinya Pohon Kacang Emas ini akan membuat pelindung selebar Seratus meter dan Ming Zai tidak akan mampu berada di dalamnya karena cahaya bertentangan dengan sifat Ming Zai!" kata Chinmi kemudian dia membagi-bagikan Kacang Emas tersebut sekaligus meminta kepada Ji Long untuk membagikan nya kepada Sekte-sekte yang lain.
"Baiklah aku akan pergi dulu!" kata Chinmi kemudian dia berjalan kearah Qie Yin yang sepertinya sudah selesai berbincang-bincang dengan Zhihui dan Shi Yie Mei.
"Ayo kita kembali ke Sekte! Jendral Lang, mari kita pulang!" Chinmi mengajak Qie Yin dan Jendral Lang untuk pulang.
"Nona Yin, ijinkan aku menemani Tuan Muda Jiu Heng hingga dia kembali ke Sekte Pedang Suci, setelah itu aku akan segera kembali ke Sekte Penakluk Kegelapan!" kata Tian Xiang.
"Tidak apa-apa senior, datanglah kapanpun kamu mau!" jawab Qie Yin.
"Terima kasih Nona Qie Yin!" kata Tian Xiang sekaligus memberi hormat sebagai tanda terima kasih nya.
Qie Yin dan Chinmi sekaligus Lang Yu berjalan keluar dari aula pertemuan, setelah berada di luar dan berada di pinggir pantai, mereka bertiga menghilang dan hanya menyisakan jejak kaki mereka di pasir sebelum akhirnya jejak kaki mereka terhapus oleh ombak.
***
Semua Sekte besar aliran putih dan netral kini bekerja sama dan juga mulai berpencar untuk mengarahkan para warga agar segera bersiap-siap untuk menyambut bencana berikutnya.
Tidak hanya dari semua Sekte, bahkan Kerajaan pun juga mulai ikut serta membantu Sekte-sekte dalam menyelamatkan semua orang karena waktunya yang hanya lima bulan saja.
Dari semua Kerajaan yang aktif, hanya Kerajaan Api Timur yang tidak melakukan apa-apa karena Raja Ming tidak tahu dan tidak ada yang memberi tahu soal kejadian tersebut.
Bukannya tidak ada sekte yang tidak ingin memberi tahu, melainkan karena keberadaan Pangeran Ming Zai lah yang membuat mereka tidak mau datang kesana dan memberi tahu Raja Ming akan bencana yang akan datang dari putranya sendiri.
Semua itu juga tidak lepas dari pesan Chinmi dimana selain dirinya, tidak boleh ada orang lain yang boleh memberitahukan kepada Raja Ming selain Chinmi sendiri.
Dan semua Sekte besar dan kecil Aliran Putih atau Netral sama-sama bekerja sama dengan para pemerintah untuk mengumpulkan semua orang dalam satu tempat, tanpa mereka ketahui jika cara mereka justru membuat Sekte Aliran Hitam semakin leluasa bergerak mencuri banyak jenazah para pendekar, dari jenazah para prajurit hingga pendekar-pendekar biasa lainnya.
"Ketua Meng Ling bagaimana? Semua yang kamu minta sudah kami kerjakan! Lalu sekarang apa lagi yang harus kami lakukan?"
"Hihihi...! Tidak ada ketua Huan Sing! sekarang kamu tinggal menyaksikan saja kebangkitan para Pendekar hebat baik itu dari aliran kita maupun aliran putih dan netral! Mereka akan segera bangkit menjadi mayat hidup dan akan menjadi pasukan kita paling kuat di seluruh dunia!" kata Meng Ling dengan tertawa keras.
"Aku juga sudah tidak sabar! Cepatlah ketua Meng Ling!" kata Tong Liung.
"Baik-baik!" kata Meng Ling kemudian dia maju dan menancapkan senjatanya yang mirip sabit hitam besar itu ke tanah.
Meng Ling menatap ribuan jenazah manusia biasa yang sudah di kumpulkan dari berbagai tempat, dan tentu saja itu tidak mudah.
__ADS_1
"Wahai Seluruh Roh penghuni alam baka, dengan sihir pengendali Roh ku, aku panggil kalian semua kembali ke dunia! Bangkitlah dan jadilah budak ku! Bangkitlah.....!"
Meng Ling merapalkan mantra tangan dan selanjutnya seluruh tanah mulai bergetar dan langit juga berubah menjadi sangat gelap karena awan hitam yang sangat tebal berkumpul di langit.
Semua orang baik ketua sekte di berbagai tempat mengira akan turun hujan karena getaran tanah hanya terasa di Sekte Lembah Hantu saja.
Tanah-tanah mulai naik dan mulai membungkus ribuan jenazah manusia biasa tersebut sebelum akhirnya sambaran petir mulai menyambar ketanah dan kilatannya menyebar keseluruh jenazah di tempat itu dan kemudian suara ribuan teriakan terdengar sangat memilukan.
"Di setiap tubuh mereka sudah aku simpan masing-masing setiap potongan yang berhubungan dengan tubuh para Pendekar yang akan aku bangkitkan, jadi mereka akan bangkit secara bersamaan kecuali ke tiga mayat ini!" kata Meng Ling.
"Memangnya kenapa dengan ketiga mayat ini? Siapa yang akan kamu bangkitkan?" tanya Huan Sing.
"Siapa lagi jika bukan She Chin, Fu Shen dan...!"
"Dan..!? Dan siapa?" tanya Tong Liung yang sangat penasaran.
"Pendekar pengendali elemen tanah terkuat di Benua Daratan Tengah ini!" jawab Meng Ling.
"Siapa memangnya? Seingatku tidak ada yang memiliki pengendalian elemen tanah terhebat selain anggota dari keluarga Kerajaan Bumi Barat yaitu para anggota keluarga Li!" kata Tong Liung.
"Benar sekali! Kalau begitu sambutlah kebangkitan ketiga! Aku memanggil kalian bertiga! She Chin, Fu Shen, Li Yao! Aku memanggil Roh kalian, datanglah dan Bangkitlah...!" kata Meng Ling.
Semuanya hanya bisa melihat dengan harap-harap cemas, mereka semau sudah tahu siapa itu She Chin dan Fu Shen, namun Li Yao, ini baru pertama kali mereka mendengar namanya.
Kini tanah seperti mau terbelah saat ketiga mayat tersebut terbungkus oleh tanah sebelum akhirnya ketiganya berteriak dan terdiam dengan wajah mereka bertiga yang sama-sama berubah.
"She Chin dan Fu Shen! Akhirnya kalian kembali ke dunia ini!" kata Meng Ling.
"Em..!? Meng Ling! Kenapa aku berada di dunia lagi?" tanya Fu Shen begitu juga dengan She Chin.
"Benar sekali, seingatku aku dibunuh oleh murid durhaka ku!" kata She Chin.
"Pendekar Racun Kabut Merah, kau baru beberapa bulan mati, tentu saja disini kamulah yang paling baru, dan aku ucapkan selamat datang karena sekarang kalian sudah kembali lagi ke dunia sebagai mayat hidup!" kata Meng Ling.
"Kau membangkitkan ku kembali dalam kondisi menjadi mayat hidup? Siapa kamu? Mengapa kamu berani melanggar aturan langit?" tanya salah satu mayat hidup yang bangkit bersama She Chin dan Fu Shen.
"Em..!? Siapa dia?" She Chin dan Fu Shen juga sama tidak tahunya dan bertanya kepada Meng Ling.
"Namaku Meng Ling, ketua Sekte Lembah Hantu sekaligus tuan baru mu Pendekar Raja Bumi Li Yao! Kau adalah ahli sihir Elemen Tanah terbaik sekaligus sahabat Sang Pertapa Pedang Fan Yuzhen bukan?" kata Meng Ling.
"Kenapa kau membangkitkan ku?" tanya Li Yao.
"Aku butuh kekuatan mu untuk menguasai seluruh Dunia, aku tahu kau gagal jadi Pertapa dimasa lalu, namun sihir Bumi mu lebih baik dari para semua Pertapa! Karena itu aku membangkitkan mu lagi untuk membantu kami aliran hitam menguasai seluruh Dunia!" kata Meng Ling.
"Hahahaha..! Kau hebat sekali Meng Ling, sekarang aku ingat jika Li Yao adalah Sang Pendekar Raja Bumi sekaligus kerabat Li Xiang! Bagus-bagus aku suka ini! Sekarang aku ingin melihat apa yang akan terjadi dengan Bangkitnya Tiga mayat berkekuatan Pertapa!" kata Fu Shen.
__ADS_1
Mereka semua hanyalah sebuah mayat hidup sehingga energi mereka tidak bisa terasa, namun aura mereka semua dapat dirasakan oleh beberapa orang, yaitu Ming Zai, dan Qie Yin, karena kejahatan yang di gunakan oleh Meng Ling adalah Energi Kegelapan.