PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Hutan terlarang


__ADS_3

***


Ji Long pergi menemui Xian Fai yang saat ini berada di ruang perawatan, Xian Fai memang tidak mendapatkan luka sama sekali, namun kejiwaannya mulai sedikit terganggu.


Xian Fai tidak bisa melupakan tatapan Chinmi yang penuh dengan amarah dan juga kesedihan, namun yang paling menakutkan adalah Aura Energi aneh yang dipancarkan olehnya.


Xian duduk dipinggir tempat tidur dengan di temani oleh keempat temannya. Semenjak kejadian tersebut Xian Fai tidak banyak bicara sehingga membuat keempat teman-temannya bingung apa yang harus mereka lakukan agar Xian Fai kembali ceria seperti semula.


"Bagaimana, apa dia sudah mau bicara?" tanya salah satu guru pelatih kepada teman-teman Xian Fai.


Mereka hanya menjawab dengan gelengan kepala, guru pelatih tersebut ingin kembali bertanya namun tiba-tiba Ji Long masuk dan menyapa mereka semua.


"Apa dia terluka?" tanya Ji Long.


"Tidak ada luka serius ketua, hanya luka memar di lengan kirinya saja!" kata Guru pelatih tersebut.


"Saat kejadian awal apakah kalian mengetahui semuanya, akan apa masalah yang sebenarnya?" Ji Long menatap ke Empat teman Xian Fai.


Mereka berempat mengangguk serempak, sedangkan Xian Fai masing duduk dengan tatapan kosong, dia sama sekali tidak mendengar akan obrolan mereka.


"Ikut denganku keluar, aku ingin kalian menceritakan semuanya padaku!" kata Ji Long kemudian keluar dan diikuti oleh mereka semua kecuali Xian Fai.


"Sekarang ceritakan semuanya padaku!" kata Ji Long setelah semuanya sudah berada diluar.


Tanpa ada yang ditutup-tutupi, mereka menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Ji Long akan asal mula permasalahan mereka berdua hingga pemicu kemarahan Chinmi akibat ucapan Xian Fai yang telah menyinggung Chinmi.


Mendengar semua itu Ji Long sangat menyesali sikap Xian Fai yang sangat arogan. sebagai murid berbakat, sikap Xian Fai sangat tidak pantas sama sekali. Andai Xian Fai tidak mengalami trauma, Ji Long pasti sudah memberikan hukuman berat kepadanya.


"Kalau begitu kalian kembali kedalam, nanti jika Xian Fai sudah mau bicara suruh dia untuk menemuiku di rumah!" kata Ji Long kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.


Keempat murid tersebut kembali kedalam untuk menemani Xian Fai, sedangkan Ji Long pulang kerumahnya dengan kepala terasa sakit akibat memikirkan kejadian tersebut.

__ADS_1


***


Chinmi membuka matanya, setelah kembali sadar dia sudah mendapati dirinya sudah terbaring ditempat tidur di kamarnya sendiri.


Chinmi segera bangkit dan duduk, kepalanya terasa sakit dan yang terlebih lagi leher bagian belakangnya.


Chinmi tidak bisa mengingat apa yang terjadi dengan dirinya sehingga dirinya tiba-tiba sudah terbaring ditempat tidurnya. Yang Chinmi ingat dia sedang bertarung dengan Xian Fai.


Ingatan terakhirnya adalah ketika Xian Fai menghina kedua orang tuanya. Chinmi tiba-tiba merasakan hawa yang sangat panas dari dalam tubuhnya seperti api yang membakar dari dalam, dan bahkan panas tersebut naik ke atas kepalanya.


Yang Chinmi rasakan adalah isi kepalanya yang seperti sedang direbus, semakin lama semakin panas sehingga membuat pandangan Chinmi menjadi gelap, dan saat itulah dia tidak bisa mengingat apa-apa lagi.


Selama hampir setengah hari Chinmi tidak sadarkan diri, dia bangkit kemudian melangkahkan kakinya keluar sambil mengusap-usap lehernya yang masih terasa sakit.


"Paman, Bibi!" sesampainya diluar kamar, Chinmi melihat Li Fang dan Yue Rong sedang duduk di kursi sambil berbicara kemudian Chinmi menyapanya.


Mereka berdua menoleh dan melihat Chinmi sudah berdiri didepan pintu kamarnya, "Owh kamu sudah bangun! Bagaimana kondisimu sekarang?" tanya Li Fang.


Li Fang tersenyum lembut kemudian menghampiri Chinmi dan mengusap kepala Chinmi dengan lembut, "Itu hanya sakit biasa dan nanti pasti akan sembuh," kata Li Fang.


"Hei sampai kapan kalian akan mengobrol? Chinmi pergi bersihkan diri dulu, setelah itu kita makan malam bersama," kata Yue Rong.


Yue Rong memang membawakan makanan untuk mereka, dan hari ini Li Fang meminta Yue Rong untuk ikut makan bersama.


Chinmi segera pergi mandi dan setelah itu dia mengganti pakaiannya. Setelah selesai dia segera berkumpul dengan Li Fang dan Yue Rong untuk ikut makan bersama.


"Paman, sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan ku?" saat sedang makan malam, Chinmi bertanya akan apa yang terjadi pada dirinya.


"Apa kamu tidak ingat?" tanya Li Fang dengan heran.


Chinmi menggelengkan kepala, dia sama sekali tidak ingat akan apa yang terjadi kepada dirinya.

__ADS_1


Li Fang pun mulai menceritakan akan apa yang telah terjadi pada Chinmi mulai dari Aura aneh yang dikeluarkannya hingga dia berakhir terbaring ditempat tidur.


"Tidak mungkin! Aku menyerang guruku sendiri?" Chinmi tidak percaya akan apa yang telah diceritakan oleh pamannya, namun jika merasakan rasa sakit di lehernya Chinmi akhirnya bisa percaya akan cerita Li Fang.


"Chinmi, apa benar sebelum sempat pulang kesini, kamu telah lebih dulu menyerap Qi dalam jumlah besar?" tanya Li Fang.


Chinmi mengerutakan dahinya mendengar pertanyaan dari Li Fang, "Benar Paman! Memangnya kenapa?" tanya Chinmi.


Li Fang kembali menjelaskan akan apa yang Fan Yuzhen katakan. Kini Chinmi ingat jika dirinya memang menyerap Qi, namun dia tidak tahu jika dirinya sudah terlalu banyak menyerap Qi bahkan melebihi batas kemampuannya sendiri.


"Terimakasih paman atas cerita dan penjelasannya, lain kali aku akan lebih teliti lagi saat latihan bersama guru! Owh iya, Guru kemana?" tanya Chinmi, dia baru sadar jika gurunya tidak ada.


"Gurumu sedang ada urusan penting, dia akan kembali kesini sebulan lagi untuk menjemputmu kembali untuk latihan," kata Li Fang.


Chinmi terdiam sesaat, dia ingat juga gurunya memang berjanji akan kembali lagi dalam sebulan lagi dan akan kembali melatihnya di Dunia Hewan Iblis.


"Chinmi, paman ingin bertanya padamu! Semalam kamu berlatih apa, dan juga berlatih dimana?" tanya Li Fang.


Chinmi diam sejenak kemudian menjawabnya, "Aku dan guru berlatih disebuah hutan besar dan sepi, hutan tersebut sangat jauh dan juga gelap," kata Chinmi, dia tidak mungkin memberitahu dimana sebenarnya dia dan Fan Yuzhen berlatih.


"Apa maksudmu Hutan Terlarang?" tanya Yue Rong yang sejak tadi hanya makan sambil mendengarkan obrolan mereka berdua.


"Hutan terlarang? Aku tidak tahu Bibi karena guru tidak menjelaskan akan tempat itu," kata Chinmi.


Hutan terlarang memang berada di tempat yang sangat jauh, tempat tersebut terkenal karena dulu sempat muncul beberapa ekor Hewan Iblis yang sudah lama tidak pernah terlihat.


Sebelum diberi nama Hutan terlarang, nama Hutan tersebut adalah Hutan Wo yang artinya Hutan yang subur, karena disana ada desa besar yang semua penduduknya adalah para petani.


Namun sejak kemunculan Hewan Iblis, desa tersebut hancur dan semua para penduduknya pindah karena takut.


Banyak para pendekar yang pergi kesana, namun banyak diantara mereka yang tidak selamat setelah memasuki Hutan tersebut, dan setelah kejadian tersebut hutan tersebut berganti nama menjadi Hutan terlarang.

__ADS_1


__ADS_2