
"Beraninya kau menyerang ku saat aku sedang lengah!" kata Meng Yi dengan nada geram.
"Apa kamu lupa kalau kita sedang bertarung, salahmu sendiri kenapa lengah! Sekarang mari kita lanjutkan pertarungan kita yang tertunda," kata Zhihui kemudian kembali memegang kedua kipasnya.
Meng Yi yang mulai merasa kesal mengangkat sabitnya tinggi-tinggi. Ketika sabit tersebut sudah berdiri tegak, tiba-tiba separuh dari para hantu-hantu terhisap kearah sabit tersebut.
Zhihui mengerutkan dahi saat melihatnya, dia mengetahui apa yang akan Meng Yi lakukan, "Jurus Sabit Seribu Hantu!" gumam Zhihui kemudian dia juga melakukan beberapa gerakan dengan dua kipasnya.
Tubuh Zhihui mulai melayang ke udara dengan memegang kedua kipasnya sehingga sebagian anggota sekte Pulau Es terkejut melihat Zhihui yang mulai melayang di udara, mereka juga merasakan energi Zhihui yang semakin meningkat.
"Sabit Seribu Hantu."
"Tarian Dewi Naga Es."
Meng Yi menebas satu kali ke arah Zhihui. Hanya dengan sekali tebas, aura energi hitam melesat dengan sangat kuat sehingga dasaran yang terbuat dari es terbongkar dan melayang ke udara mengikuti energi hitam tersebut yang menyerupai sabit raksasa.
Tubuh Zhihui tiba-tiba tertutup oleh energi yang tiba-tiba berubah menjadi besar dan membentuk Naga putih raksasa dengan kedua sayapnya yang membentang lebar. Kedua sayap tersebut wujud dari kedua kipas Zhihui.
Groarrr!!!
Raungan keras terdengar ke seluruh wilayah sekte Pulau Es, walau sebenarnya itu adalah teriakan Zhihui dalam bentuk naga.
Hanya sekali raungan saja, sebagian sekte Pulau hancur menjadi bongkahan es kecil yang berterbangan keberbagai arah, bahkan energi hitam milik Meng Yi yang melesat kearahnya juga lenyap saat terkena imbas dari raungan Zhihui.
Meng Yi terlempar jauh dan tongkat sabitnya juga hancur berkeping-keping. Meng Yi terguling-guling di atas es dan kemudian terjatuh kedalam air laut.
Zhihui terbang menuju ketempat Meng Yi terjatuh kemudian dia membekukan laut tersebut dan kemudian mengangkat laut yang sudah membeku ke udara.
Meng Yi terlihat terjebak di dalam bekuan laut tersebut, namun Meng Yi masih belum mati.
__ADS_1
"Kamu yang meminta ini terjadi bukan? Karena itu rasakan kemarahan ku ini!" kata Zhihui yang berbentuk naga.
Walau berada di dalam bongkahan es, namun dia sedikit mendengar suara kecil Zhihui, dia juga melihat samar-samar jika kedua sayap sosok naga tersebut mulai terangkat ke udara.
"Matilah kamu Meng Yi!" seru Zhihui kemudian mengepakkan kedua sayapnya menghancurkan es tersebut menjadi serpihan es kecil, bahkan Meng Yi juga ikut hancur menjadi serpihan daging kecil yang membeku.
Hantu Merah panik saat melihat ketiga sosok Jiwa Tersesat yang tidak mampu mengalahkan Xie Wen, bahkan mereka seperti kewalahan.
Hantu Merah semakin ketakutan ketika melihat Meng Yi yang hancur dengan sekali kibasan dari Zhihui yang saat ini menyerupai se ekor naga.
"Apa yang harus aku lakukan?" pikir Hantu merah, "Kabur! Iya kabur. Aku harus secepatnya kabur dari sini!" gumam Hantu Merah yang berencana ingin kabur.
"Ini adalah segel gelembung, kalian tidak akan bisa keluar dari segel ini, bahkan walau tuan kalian sudah mati, tubuh kalian tetap akan tersegel di dalam ini!" kata Xie Wen.
Ketiga mahluk tersebut tetap berusaha menghancurkan gelembung tersebut dari dalam, namun usaha mereka bertiga tetap gagal.
Melihat mereka bertiga tidak menghiraukan ucapan Xie Wen, akhirnya Xie Wen memilih untuk mengecilkan gelembung tersebut.
"Aku akan menyimpan kalian di suatu tempat, kelak jika kalian ingin bebas, kalian harus menyetujui kontrak kerja sama dengan seseorang yang mau bekerja sama dengan kalian, hanya darah calon tuan kalian yang bisa menghancurkan gelembung ini, dan kalian harus menjaga tuan kalian kelak agar tidak mati," kata Zhihui kemudian menyimpan ketiga mahluk tersebut di dalam bambu kecil.
Ketiga mahluk tersebut akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa saat mereka bertiga harus terkurung di dalam gelembung aneh yang begitu kuat, dan mereka bertiga harus bersabar menunggu seseorang yang kelak mau menjadi tuan mereka.
Jika seseorang ingin bekerja sama dengan mereka, maka harus ada perjanjian kontrak dengan darah. Namun resikonya mereka harus bisa melindungi tuan mereka agar tidak mati, karena jika tuan mereka mati, maka mereka juga akan mati.
Kini Meng Yi dan ketiga makhluk yang dijuluki Tiga Jiwa Tersesat sudah berhasil dikalahkan. Hanya tersisa sedikit anggota bersama dengan Hantu Merah dan ratusan hantu yang dibawanya.
Tidak semua pendekar hebat ikut dalam penyerangan tersebut, salah satu diantaranya adalah Hantu Seribu Wajah yang tidak lain adalah Meng Ling, adik Meng Yi yang kekuatannya sama dengan Meng Yi.
"Mau kabur kemana kamu Hantu Merah? Kamu adalah dalang dari semua ini, jadi jangan pernah berharap untuk bisa kabur dari sini!" kata Zhihui yang tiba-tiba saja muncul dihadapan Hantu Merah dengan tatapan sangat marah.
__ADS_1
"A-aku..!" Hantu Merah semakin panik karena Zhihui yang sudah kembali ke wujud sempurna sudah berada di hadapannya.
Zhihui merasa tidak membutuhkan alasan atau penjalasan apapun dari Hantu Merah, dia mengibaskan kipasnya ke tubuh Hantu Merah sehingga tubuh Hantu Merah membeku dan kemudian dihancurkan oleh Zhihui dengan satu kali pukulan kuat.
Semua anggota yang dibawah Meng Yi dan Hantu Merah ketakutan dan berusaha lari, namun Zhihui sudah tidak ingin ada satupun dari mereka yang boleh pergi dan membekukan mereka semuanya.
Hanya satu yang berhasil lolos dengan cara bersembunyi di gelapnya bayangan tembok malam.
"Sifat neneknya kejam, namun sifat cucunya malah lembut!" gumam Xie Wen yang melihat Zhihui membantai anggota sekte Lembah Hantu yang terlihat olehnya.
Xie Wen melihat kesekelingnya dimana sebagian pulau telah hancur akibat pertarungan Zhihui dan Meng Yi di darat.
Andai Xie Wen juga bertarung di darat saat melawan ketiga mahluk tersebut, mungkin Pulau Es akan hancur tak tersisa.
"Terima kasih atas bantuan senior! Andai senior tidak datang tepat waktu, mungkin kami akan benar-benar sudah lenyap!" kata Zhihui.
"Sudahlah, lagi pula aku hanya mengurus tiga mahluk aneh itu saja, jadi kamu tidak perlu berterima kasih seperti itu padaku," jawab Xie Wen sambil memperhatikan banyak jenazah dari kedua belah pihak.
"Bagaimana senior bisa tahu kalau kami sedang diserang?" tanya Zhihui.
"Nanti akan aku jelaskan, lebih baik kita selesaikan dulu disini dan sekaligus mengurus semua yang telah gugur!" kata Xie Wen.
Zhihui mengangguk, memang saat ini banyak para murid sekte Pulau yang jatuh korban, kebanyakan dari mereka yang gugur adalah murid yang berada di tingkat Awal dan pendekar Pemula, sedangkan pendekar tingkat menengah hanya sedikit yang gugur.
Selama semalam mereka mengurus jenazah-jenazah tersebut, sedangkan Xie Wen mengembalikan kondisi pulau seperti semula.
Setelah urusan Xie Wen selesai, dia berpamitan kepada Zhihui untuk kembali karena Bing Mei sedang menunggunya di penginapan.
Xie Wen tidak ada waktu lagi untuk menjelaskan kepada Zhihui, bagaimana Xie Wen bisa mengetahui jika sekte Pulau Es akan diserang.
__ADS_1
Zhihui tidak keberatan karena dia mengetahui jika Xie Wen dikejar oleh waktu sehingga mengijinkan Xie Wen untuk segera kembali menemui Bing Mei.
"Setidaknya kematian Meng Yi akan mengurangi salah satu tokoh terkuat aliran hitam!" batin Zhihui sambil memandang langit yang mulai sedikit terang karena senja pagi akan segera muncul.