
"Semoga kali ini berhasil."
Chinmi kembali mengarahkan telapak tangannya ke arah sebatang pohon yang lapuk itu, kini dia tidak lagi berencana untuk mengembalikan kondisi kayu tersebut, melainkan membuat batang kayu tersebut berubah menjadi sebuah mata tombak.
Keringat mulai keluar dari dahi Chinmi. Setelah beberapa saat, kayu tersebut tidak menjadi mata tombak, pohon tersebut justru terkikis hingga habis.
"Ternyata memang sulit..!" gumam Chinmi dengan nafas terengah-engah.
Selama setengah hari Chinmi hanya berlatih sendirian sedangkan Mu Long sendiri sebenarnya melihat Chinmi dari jauh. Dia ingin melihat apakah Chinmi bisa berkembang sendiri atau tidak.
Setelah sore hari, mata Mu Long melebar melihat Chinmi berhasil membuat sebuah mata tombak dari kayu tersebut, walau bentuknya tidak terlalu bagus, setidaknya Chinmi berhasil membuat ukiran senjata dari kayu dengan menggunakan Sihir Elemen kayunya.
"Akhirnya...!" Chinmi sedikit lelah setalah berhasil membuat sebuah mata tombak, namun dia sangat senang karena usaha latihannya sudah sedikit ada kemajuan.
Chinmi menjauh diri di tanah dengan posisi tubuh terlentang, dia menstabilkan nafasnya sekaligus merasakan tubuhnya yang terasa kesakitan.
"Sebaiknya aku istirahat dulu untuk semalam ini!" gumam Chinmi dan matanya malai sayup-sayup karena diterpa angin yang sejuk.
Chinmi yang terlihat lelah akhirnya tertidur di tempat itu tanpa kembali ke gubuk yang ia bangun di dekat bangunan istana emas milik ke delapan Naga.
Chinmi yang sudah tertidur lelap tidak mengatahui jika kedelapan Naga saat ini sudah berada di dekatnya menatap Chinmi yang sudah tertidur lelap.
"Tinggal Tiga lagi, maka anak ini akan menguasai ke delapan kekuatan kita, namun dia masih harus bisa membuka keenam gerbang dan keempat pondasinya agar bisa mencapai tingkat Pertapa!" kata Huo Long.
"Sebaiknya setelah ini selesai, dia menyempurnakan salah satu pondasinya dan membuka satu atau dua gerbang terlebih dahulu agar dia dengan mudah bisa menguasai ketiga elemen yang tersisa," kata Mu Long.
"Jika dia harus menyempurnakan pondasinya terlebih dahulu, kapan aku bisa melatihnya?" Bing Long tidak terima karena dia harus menunggu lebih lama lagi.
"Tidak, Chinmi akan tetap berlatih denganmu sekaligus berusaha menyempurnakan pondasinya dan membuka satu atau dua gerbang secara bersamaan!" kata Feng Long.
"Itu akan membuatnya semakin tertekan, karena proses latihan sihir elemen Es itu sangat sulit," ucap Bing Long.
"Bing Long, jika dia benar-benar ingin menjadi seorang pertapa, maka dia harus menerima latihan seberat apapun itu. Lagi pula aku yakin jika Chinmi akan dengan cepat menyempurnakan dan membuka gerbang menunju ke tingkat Pertapa dengan cepat, dan dia akan menjadi Pertapa termuda dari ke empat Pertapa yang ada di dunianya," kata Shui Long.
__ADS_1
Semua setuju akan pendapat Shui Long, saat ini saja Chinmi sudah mencapai ke tingkat pendekar puncak, dan jika berhasil maka dia akan mampu berada di Tingkat Sihir dengan sangat cepat.
Jika Chinmi berhasil membangun keempat posndainya dengan cepat sebelum berusia 30 tahun, maka Chinmi akan menjadi seorang pertapa termuda sepanjang sejarah.
Tu Long secara perlahan mengangkat tubuh Chinmi dengan menggunakan Sihir Elemen Tanah, tubuh Chinmi dipindahkan ke gubuknya dan kemudian membiarkannya istirahat selama satu malam dan ke esokan harinya, Latihan Naga kembali di lanjutkan.
"Bagus sedikit lagi Chinmi!" Mu Long berusaha menyemangati Chinmi agar lebih berkonsentrasi untuk menyempurnakan Sihir Elemen Kayu nya.
Chinmi dengan konsentrasi penuh berusaha untuk menyempurnakan ukiran senjatanya tanpa harus menggunakan pisau ataupun pedang.
Dengan usaha yang cukup keras, Chinmi hampir berhasil menyempurnakan maya tombak tersebut, hanya ujungnya saja yang belum sempurna.
"Sedikit lagi hampir berhasil," kata Chinmi.
Dia sama sekali tidak mau menyerah dan tetap berusaha menyempurnakan pengendalian elemen kayunya. Jika Chinmi sampai berhasil menyempurnakan Sihir pengendalian elemen kayunya, maka dia bisa membuat apa saja dengan kayunya tersebut.
Chinmi kemungkinan akan mampu membuat seekor Naga dengan menggunakan kayunya dan mengendalikan kayu naga tersebut menyerang lawan atau melindungi kawan.
Sejauh ini Chinmi sudah berhasil menguasai lima elemen, dan itu semua berkat bantuan dan bimbingan dari para Naga.
"Yaaaho..! Akhirnya aku berhasil..!" Chinmi melompat kegirangan setelah berhasil menyempurnakan pengendalian elemen kayunya.
Mu Long sendiri memandang Chinmi dengan takjub, Chinmi berhasil menyelasiakn latihannya pengendalian kayunya selama satu tahun 3 bulan, dan itu termasuk sangat cepat.
"Bagus Chinmi, sebelum kamu berlatih elemen lain, sebaiknya kamu biasakan diri terlebih dahulu dengan ilmu barumu itu, agar tidak kaku seprti tadi!" Kata Mu Long.
"Tentu senior, aku akan membiasakan diri dulu dengan pengendalian elemen kayu ku ini," Chinmi sangat setuju dengan saran Mu Long.
Sepetinya tidak ada lagi yang bisa kamu pelajari dariku, jadi aku akan menyerahkan latihan ini kepada Bing Long."
Chinmi memberi hormat kepada Mu Long sebagai tanda terima kasih padanya yang telah mengajarinya selama lebih dari satu tahun.
Mu Long membalikkan badan kemudian pergi ke istana emasnya untuk menemui Bing Long, sedangkan Chinmi memandangi kayu yang sudah berbentuk mata tombak sedang melayang di hadapannya.
__ADS_1
"Apa aku bisa membuatnya," batin Chinmi kemudia menghentikan kakinya sekali ka tanah dan muncul satu pohon besar dari dalam tanah.
"Sihir Naga Kayu."
Chinmi meletakkan telapak tangan kanannya ke Pohon yang sudah berdiri tegak di hadapannya, setelah itu dari dalam kayu seperti sedang bergerak dan terus bergerak hingga memiliki pohon tersebut memiliki bentuk.
Semakin lama batang pohon tersebut mulai membentuk tubuh seekor Naga yang agak besar, dan setelah itu kapala naga pun berhasil terbentuk.
Wajah serta tubunya hampir mirip dengan Mu Long, namun besarnya masih besaran Mu Long yang termasuk Naga yang asli.
"Sepertinya sudah cukup," kata Chinmi sambil tersenyum puas.
Tidak lama setelah itu, Bing Long dan Mu Long tiba di tempat Chinmi berada.
"Hah...!?"
Mu Long dan Bing Long sama-sama melotot dengan mulut menganga lebar, tiga helai kumis besar mereka sampai bergetar melihat sosok Naga Kayu yang menyerupai Mu Long sedang berdiri di samping Chinmi.
Alis Mu Long terlihat naik turun melihat ada naga lain yang menyerupai dirinya sebelum akhirnya dia sadar jika itu hanyalah Naga Buatan, atau lebih tepatnya Sihir Naga Kayu.
"Hahaha...! Tidak kusangka kamu bisa membuat tiruan Mu Long, lihat tubuhnya yang cebol itu, sepertinya memang pantas..!" kata Bing Long yang tertawa melihat Naga Kayu tiruan Mu Long.
Ekor Mu Long segera menghancurkan Naga Buatan tersebut dengan mata memerah karena marah sekaligus malu.
"Chinmi, apa maksud mu, kenapa kamu membuat tiruan diriku seperti itu?" tanya Mu Long dengan nada kesal.
"Ma-maaf Senior Mu Long, aku tidak bermaksud untuk menghinamu, tapi aku hanya ingin membuat patungmu saja sebagai ucapan terima kasih ku!" kata Chinmi mencari alasan agar amarah Mu Long bisa reda.
"Aku bukan mau memarahinya karena membuat tiruan diriku, melainkan wujud yang kamu buat tidak sepenuhnya menyerupai diriku, lain kali bikin yang bagus dan buat patungmu sama gadahnya denga diriku!," pinta Mu Long.
Chinmi melongo mendengar permintaan Mu Long, itu artinya Mu Long setuju akan apa yang ia buat, "Terima kasih senior, aku akan berusaha lagi," kata Chinmi.
"Sudah hentikan dulu latihan pengendalian kayu mu itu, sekarang aku yang akan melatihmu, jadi ku harap kamu sudah siap untuk membuat Pusat Roh Elemen mu menjadi enam cabang!" kata Bing Long.
__ADS_1
"Tentu saja aku sudah sangat siap senior Bing Long," jawab Chinmi.
"Kalau begitu baiklah, sebentar malam kita akan muali membuat cabang di pusat Roh Elemen mu," kata Bing Long.