
“Aku harap demikian, jika kamu mengulanginya lagi, maka aku tidak akan segan-segan membuang mu ketengah hutan, dan menjadikanmu santapan para Hewan Iblis itu!”
Bulu kuduk Chinmi berdiri ketika Fan Yuzhen berkata demikian, dengan cepat dia menggelengkan kepalanya, “Tidak Guru, baiklah mari kita mulai!” kata Chinmi kemudian segera mempersiapkan dirinya tanpa disuruh oleh Fan Yuzhen.
Fan Yuzhen tertawa kecil melihat Chinmi yang merasa ketakutan, setelah itu dia kembali mengangkat batu besar tersebut, “Aku akan melemparnya jadi persiapkan dirimu!”
Fan Yuzhen segera melempar batu tersebut kearah Chinmi, sedangkan Chinmi menarik nafas dalam-dalam kemudian menyalurkan Qi nya kejari telunjuk, lengan, punggung, kaki, serta lutut. Bagian-bagian yang terpenting saja yang dialiri oleh Qi sedangkan sisanya tidak perlu.
Brakkk!!!”
Batu tersebut jatuh dengan keras tepat dipunggung Chinmi sedangkan Chinmi berusaha menahannya walau seluruh jari telunjuknya tenggelam kedalam tanah.
“Keluarkan jarimu dan letakkan kembali di atas permukaan tanah, setelah itu Push Up lah sebanyak 100 kali!” kata Fan Yuzhen.
Chinmi hanya bisa mengumpat dalam hatinya dan menuruti perintah Fan Yuzhen. Jari telunjuk Chinmi terasa mau patah saja saat menahan beban batu seberat Dua ton lebih dengan usaha yang begitu keras Chinmi mulai melakukan Push Up dan dihitung oleh Fan Yuzhen.
Jika mengikuti latihan normalnya sebenarnya tidak seberat itu, namun Fan Yuzhen memiliki pemikiran lain, dia ingin Chinmi segera menjadi Pendekar tingkat Menengah secepatnya, karena jika sudah menjadi seorang Pendekar Menegah Chinmi seharusnya sudah bisa mengembangkan ilmunya sendiri di masa depan nantinya.
Tanpa terasa Chinmi sudah berlatih lebih dari Lima Bulan di dunia Hewan Iblis, atau lebih dari separuh malam di dunianya sendiri. Lima bulan yang dijalani oleh Chinmi sangat berat, dia mulai merindukan saat-saat latihan ringan di sekte Pedang Suci dan juga mulai merindukan Li Fang.
Chinmi tidak bisa menyelasaikan 100 kali Push Up nya, paling banyak hanya 20 kali saja, karena menahan beban seberat Dua Ton dengan satu jari telunjuknya bukanlah perkara yang mudah, namun setidaknya Chinmi sudah bertahan dan mampu melakukan Push Up sebanyak 20 kali saja, dan sebenarnya itu adalah target dari Fan Yuzhen.
__ADS_1
Fan Yuzhen meminta Chinmi untuk Push Up sebanyak 100 kali itu hanya mengada-ngada saja, sebab dia sudah tahu tidak mungkin Chinmi bisa melakukannya setidaknya 10 kali saja itu sudah termasuk pencapaian yang luar biasa untuk ukuran seorang Pendekar Tingkat Awal, karena yang mampu menyelesaikan itu hanya seorang Pendekar tingkat Menengah 2 saja.
“Chinmi waktu hanya tersisa sekitar Dua Bulan saja, sekarang kamu sudah memiliki kapasitas untuk memasuki dan menjadi seorang Pendekar Tahap Pemula, dan sekarang sudah waktunya bagimu untuk belajar ilmu pedang!” kata Fan Yuzhen.
“Guru, saya masih belum menyelesaikan 100 kali Push Up nya,” kata Chinmi.
“Tidak apa-apa, kamu bisa melanjutkannya lagi setelah kita kembali latihan kesini,” kata Fan Yuzhen, dia tidak mungklin berkata jika sebenarnya dirinya hanya membual saja.
“Baiklah Guru!” kata Chinmi walau sebenarnya dia masih merasa heran akan keputusan gurunya itu.
“Pertama Aku akan menjelaskan bagaimana cara kerja dari ilmu Pedang kelebihan dan kekurangannya, dengarkan baik-baik sekaligus perhatikan!” kata Fan Yuzhen.
Fan Yuzhen sudah membuat empat pedang dari batang kayu, setelah itu dia memberi Chinmi satu Pedang kayu padanya dan satu lagi dia yang memegangnya.
“Kamu harus bisa mempertahankan genggamanmu, jika kamu terlalu kuat maka gerakanmu akan kaku dan jika kamu terlalu lemas maka pedangmu akan terlepas dari peganganmu, aku akan mengajarkanmu Jurus Pedang Tiupan Angin, perhatikan baik-baik!” kata Fan Yuzhen kemudian memperagakan didepan Chinmi sekaligus memberi penjelasannya.
Fan Yuzhen memainkan jurus pedangnya dengan begitu cepat, kuat dan juga serangannya mengeluarkan hembusan angin yang mampu memotong daun yang jatuh menjadi dua.
“Kebanyakan orang mengira, Pedang hanyalah sebagai alat untuk berperang dan membunuh, tanpa sebuah Pedang seorang Pendekar ahli pedang akan seperti kehilangan sebagian
kekuatannya, namun semua itu salah. Jika kamu bisa menyatu dengan pedang, maka apapun bisa kamu jadikan pedang, ini namanya Jurus Pedang tanpa Pedang!” kata Fan Yuzhen kemudian menebas pohon besar dengan mengunakan pedang kayunya sehingga pohon tersebut terpotong dengan sangat rapi dan kemudian tumbang.
__ADS_1
Chinmi yang melihat itu sangat terkejut, dia tidak menduga jika pedang kayu yang tumpul ternyata bisa setajam itu saat digunakan oleh seorang pendekar yang ahli pedang. Sedangkan Fan Yuzhen tersenyum melihat keterkejutan Chinmi.
“Jika kamu ingin pedangmu menjadi tajam dan kuat, kamu harus mengalirkan energimu kepada kayu tersebut, sekarang kamu hanya memiliki satu jenis energi Qi murni saja, jadi kamu tidak perlu melakukannya cukup kamu peragakan saja jurus yang aku mainkan tadi!” kata Fan Yuzhen.
“Baik Guru!” kata Chinmi kemudian mulai mengikuti pergerakan yang sudah Fan Yuzhen peragakan tadi.
Fan Yuzhen tidak pernah mengetahui kelebihan lain dari Chinmi, Yaitu Chinmi tidak akan pernah melupakan akan apa yang pernah ia lihat, dan Chinmi bisa meniru gerakan orang sama persis seperti aslinya hanya dalam sekali lihat. Chinmi bisa menyalin semua yang ia lihat di dalam ingatannya sehingga dia bisa melakukan gerakan yang sama.
Sejak awal Chinmi sudah memiliki kelebihan tersebut, namun semua itu lebih kuat setelah pertemuan Chinmi dengan Leluhurnya Li Weifu. Sejak itu daya ingatan Chinmi semakin tajam.
Namun ada yang aneh dengan jurus yang diperagakan oleh Chinmi, seharusnya jurus pedang yang diperagakan oleh Chinmi mengeluarkan energi angin setidaknya walau sedikit, kerana itu adalah jurus Pedang Tiupan Angin yang Fan Yuzhen ciptakan sendiri.
Namun ditangan Chinmi justru berbeda, bukan Angin yang keluar dari setiap jurus yang diperagakannya, melainkan Debu halus yang mampu memotong daun di sekitarnya.
“Ini..!” Fan Yuzhen jelas terkejut melihat hal itu. Namun belum sempat hilang keterkejutannya, Chinmi kembali membuat Fan Yuzhen menganga.
“Jurus Pedang tanpa Pedang,” Chinmi menebas pohon yang tidak terlalu besar, namun bukannya terpotong Pohon tersebut jutru terangkat dengan akar-akarnya dan terbang mengikuti hembusan energi angin yang keluar dari tebasan Chinmi, bahkan di hadapan Chinmi saat ini terlihat seperti hutan yang terkena pusaran angin.
“Anak ini memiliki Pusat Roh Bumi dan Juga Angin?” Fan Yuzhen memang belum memeriksa Pusat Roh milik Chinmi, karena biasanya Pusat Roh akan aktif jika seorang Pendekar berhasil membuka salah satu kunci dari Tujuh kunci di dalam tubuh, dan kebanyakan pendekar hanya bisa menggunakan satu sihir Elemen saja, contohnya Fan Yuzhen yang hanya memiliki Satu Pusat Roh Elemen Angin.
Chinmi sendiri terdiam kaku melihat beberapa pohon di hadapannya yang tumbang dengan akar-akarnya, “Guru, apa ada gerakan saya yang salah?” tanya Chinmi.
__ADS_1
“Chinmi, ijinkan aku memeriksa pergelanganmu!” Fan Yuzhen bukannya menjawab justru ingin memeriksa Pusat Roh yang dimiliki oleh Chinmi.
“Mustahil, ini tidak mungkin..!” Fan Yuzhen terkejut setelah mengetahui Pusat Roh yang dimiliki oleh Chinmi.