
***
"Chinmi, kenapa kamu cepat pulang, apakah acara jamuan makannya sudah selesai?" Zhinie bertanya ketika melihat Chinmi pulang lebih awal.
"Tidak ini, aku pulang lebih dulu karena ada hal penting yang harus aku urus," jawab Chinmi.
"Baiklah kalau begitu, ibu masuk dulu kedalam!" kata Zhinie dengan tersenyum lembut dan pergi meninggalkan Chinmi sendiri.
Chinmi berjalan ke halaman belakang dan melihat Bing Long berada disana bersama kera putih yang tidak jauh dari tempat Bing Long.
"Senior Bing, apakah senior sudah menemukan cara untuk bisa pergi kesana?" tanya Chinmi.
"Sulit Chinmi, aku sudah mensimulasi kan semuanya, namun sepertinya sulit, bahkan aku ingin mencoba membawa semua Naga yang ada untuk pergi kesana, namun sepertinya itu semua tidak akan berhasil," kata Bing Long.
"Memangnya apa yang membuat senior tidak yakin?" tanya lagi Chinmi.
"Srigala Api, dia menjaga pintu portal itu!" kata Bing Long dengan suara yang terdengar berat.
"Srigala Api? Siapa itu, kenapa aku baru mendengar nama itu?" tanya lagi Chinmi.
"Apa kamu ingat saat kamu dan Tie Long berada di Kerajaan Es Utara? Bukankah kamu pernah melihat salah satu dari mereka?"
Chinmi berusaha mengingat akan apa yang dikatakan oleh Bing Long, butuh waktu lama bagi Chinmi untuk mengingatnya, "Maksud Senior Singa Hitam?" tanya Chinmi.
"Benar, dia salah satu dari mereka, jadi bukankah kamu sudah melihat wujudnya?" tanya Bing Long.
"Tidak senior, saat itu aku tidak sempat melihat wujudnya, karena dia lebih dulu pergi saat aku hampir tiba disana karena..!" Chinmi terdiam dan mengingat sesuatu.
"Karena apa?" tanya Bing Long penasaran.
"Senior sepetinya ada cara untuk pergi kesana!" kata Chinmi.
"Benarkah! Katakan padaku bagaimana caranya?"
Chinmi mengeluarkan kembali Pedang Naga Langit, dia ingat jika Ye Shi lari karena takut ketika merasakan Aura Kaisar yang di pancarkan oleh Long Wang ketika memakai tubunya.
Bing Long mundur beberapa meter ketika Chinmi mengeluarkan pedang Naga Langit, karena Bing Long merasakan ada hawa Naga yang terpancar dari dalam pedang tersebut.
"Senior, Wang kali ini aku mungkin membutuhkan bantuanmu," kata Chinmi membuat Bing Long keheranan.
"Apa kepalamu terbentur sesuatu tadi di istana, kenapa kamu berbicara kepada sebilah pedang?" tanya Bing Long.
Chinmi menoleh kearah Bing Long dengan tatapan sinis dan disertai dengan senyuman sinis juga, "Sebaiknya senior diam, nanti senior akan mengetahuinya sendiri," kata Chinmi.
Bing Long memasang wajah penuh kesal setelah Chinmi berkata demikian. Walau kesal namun Bing Long tetap menurut dan tidak bicara apapun.
"Bantuan seperti apa yang kamu butuhkan, apakah kamu mau bertukar tempat denganku?" tanya Long Wang.
"Senior Wang, apakah selain diriku kamu bisa bertukar tempat dengan orang atau hewan lain?" tanya lagi Chinmi.
"Hem... Tentu saja aku bisa, memangnya siapa yang mau bertukar tempat denganku?"
Chinmi tersenyum lebar kemudian menoleh kearah Bing Long. Meliha lirikan Chinmi yang penuh arti, Bing Long merasakan hal buruk akan terjadi padanya.
"Senior Bing sepertinya cocok untuk senior, karena dia juga adalah Ras Naga yang sama dengan senior, dan kekuatannya juga tidak diragukan lagi," kata Chinmi.
"Memang dia adalah Naga yang sama denganku, dan juga kekuatannya lebih tinggi darimu, namun tetap saja aku hanya bisa menggunakan tubuhnya hanya sehari saja dan tidak lebih dari itu," kata Long Wang.
"Itu susah lebih dari cukup, jadi senior tunggu saja, aku akan membicarakan ini dengan Senior Bing terlebih dahulu!" kata Chinmi.
"Baiklah, aku akan menunggu dan selalu siap kapan saja!" kata Long Wang yang terdengar dari dalam pedang, namun hanya Chinmi saja yang mendengarnya.
Chinmi setuju dan menyarungkan kembali pedangnya, dia tidak memasukkan pedang Naga Langit kedalam kalungnya, namun menaruh pedangnya di punggungnya.
Chinmi segera mendekati Bing Long yang masih kebingungan melihat Chinmi yang sejak tadi terlihat seperti orang gila yang berbicara sendiri dengan sebilah pedangnya.
"Senior Bing, maafkan atas sikapku tadi, aku tadi sedang berbicara dengan Roh Pedang," kata Chinmi.
__ADS_1
"Roh Pedang!? Apa maksudmu?" tanya Bing Long keheranan.
"Iya Roh Pedang! Roh yang ada di dalam pedang ini!" kata Chinmi.
"Mana Mungkin? Bukankah itu hanyalah pusaka langit? Hanya pusaka Alam saja yang memiliki Roh di dalam sebuah Pusaka."
"Senior pedang ini memang pusaka Langit, itu yang dikatakan oleh orang-orang! Namun sebenarnya ini adalah pusaka Dewa!" kata Chinmi.
"Mana ada pusaka Dewa, selama ini aku belum pernah mendengarnya jika ada pusaka yang sebut pusaka Dewa."
Chinmi hanya tersenyum tipis kemudian mulai menjelaskan kepada Bing Long jika tidak semua hal bisa diketahui oleh para mahluk hidup, secara logika mahluk hidup hanya memiliki sedikit pengetahuan akan semua yang ada di dunia bahkan seluruh Alam semesta.
Karena itu Chinmi ingin menjelajah dunia, bahkan alam semesta untuk mengetahui segala hal yang tidak di ketahui seluruh mahluk hidup.
Pusaka Dewa adalah sebuah pusaka yang tidak akan pernah ditemukan di dunia, karena hanya para dewa yang memiliki pusaka tersebut. Dalam segi kekuatan, sudah jelas pusaka Dewa lebih tinggi dari pusaka Alam.
"Jadi seperti itu, akan tetapi darimana kamu mengetahui jika pedang itu adalah pusaka Dewa?"
"Dari Roh Pedang tentunya, namanya adalah Long Wang, dan dia adalah Roh Naga sekaligus Raja dari para Naga."
Perkataan Chinmi membuat Bing Long tercengang, menurutnya Chinmi sedang membual agar dirinya terlihat bodoh.
"Aku tahu jika senior tidak mempercayai perkataanku, aku yakin senior akan percaya setelah bertemu langsung dengan Senior Long Wang."
Chinmi mencabut kembali pedangnya dan menempelkannya ke kulit Bing Long. Bing Long merasa seperti ada yang menarik dirinya sebelum akhirnya semua pandangannya gelap.
"Di mana ini?" Bing Long terkejut ketika mendapatkan dirinya sudah berada di tempat yang berkabut.
"Si-siapa kamu..?" Bing Long melihat seekor Naga yang sangat besar, bahkan besar tubuh dirinya saja dalam ukuran maksimal sekalipun tidak sebesar sosok Naga yang ada di hadapannya.
"Akulah Long Wang, Raja dari seluruh para Ras Naga," kata sosok tersebut yang ternyata adalah Long Wang.
Bing Long sama sekali tidak bisa bergerak karena tubuhnya karena dia di intimidasi oleh Aura Kaisar yang Long Wang pamcarkan dari tubuhnya.
"Bing Long, Chinmi memintaku untuk bertukar tempat denganmu, apakah kamu setuju akan hal itu?" tanya Long Wang.
"Owh maaf aku lupa!" kata Long Wang kemudian menarik kembali Aura Kaisar nya.
Bing Long bernafas lega setelah Aura Kaisar sudah ditarik kembali oleh Long Wang, dia mengepakkan sayapnya karena merasa lega.
"Sekarang katakan padaku, apakah kamu setuju akan keputusan Chinmi?" tanya lagi Long Wang.
Bing Long terlihat berpikir, dia mencoba untuk mengukur kekuatan Long Wang namun tidak berhasil. Bing Long mengingat kekuatan dari tekanan Aura Kaisar langsung bisa menyimpulkan jika Long Wang memiliki kekuatan yang mungkin setara dengan kekuatan She Long.
"Baiklah, namun apa ada resiko dari pertukaran ini?" tanya Bing Long.
"Kalau untuk manusia ada," jawab Long Wang.
"Kalau untukku?"
"Kita sesama Ras Naga, tentu saja tidak ada, akan tetapi pertukaran ini hanya berlaku sehari saja, dan dalam waktu sehari itu aku harap semoga apa yang kalian rencanakan bisa selesai."
"Baiklah aku setuju, jika saat sudah tiba, aku akan dengan senang hati untuk bertukar tempat denganmu," kata Bing Long.
Long Wang mengangguk kemudian mulai berbalik dan menghilang di dalam kabut tebal tersebut tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada Bing Long.
Chinmi segera menyarungkan kembali pedangnya, dan seketika itu juga Bing Long sudah melihat Chinmi kembali.
'Bagaimana senior, apa sekarang senior percaya?" tanya Chinmi.
"Aku percaya jika Long Wang itu adalah Roh Naga, dan mungkin Raja Naga, namun aku masih tidak tahu dari mana dia dan kenapa kamu menyebut pedang itu sebagai Pusaka Dewa?"
"Baiklah aku akan menceritakan akan siapa itu senior Long Wang."
Chinmi akhirnya menceritakan akan kebenaran siapa itu Long Wang dan kenapa Long Wang bisa memilih dirinya untuk menjadi pemilik pedang tersebut.
Bing Long juga tidak menyangka jika Chinmi adalah salah satu orang yang terpilih sebagai Dewa terakhir dari lima dewa yang ada, dan yang paling mengejutkan adalah, Chinmi adalah keturunan salah salah satu Pendekar Dewa Li Wiefu yang dulu pernah menyegel sebagian Hewan Iblis.
__ADS_1
"Jika ceritamu benar, itu artinya kamu akan menjadi yang terkuat di dunia ini!" kata Bing Long.
"Entahlah senior, sepertinya untuk bisa memiliki kekuatan keabadian itu masih butuh waktu lama," kata Chinmi yang tidak yakin apakah dirinya bisa memiliki kekuatan dan tubuh abadi tersebut atau tidak, dan mungkin akan butuh waktu lama.
"Tidak Chinmi, melihat potensi dalam dirimu, sepertinya itu akan segera terwujud dalam waktu dekat, jadi besok kita harus segera pergi secepat mungkin untuk menolong Tie Long, karena hanya tersisa Tie Long dan Sha Long yang belum melatihmu," kata Bing Long.
"Iya dan semoga rencana ini berhasil!"
Chinmi dan Bing Long sama-sama berharap semoga rencana penyelamatan Fan Yuzhen dan kedua Naga yang di kurung di dunia dimensi portal bisa berhasil.
***
Di dunia dimensi portal, Fan Yuzhen Huo Long dan Tie Long terlihat lemah. Tulang lengan Fan Yuzhen yang patah juga masih belum pulih.
Qi di dunia dimensi portal sangatlah tipis sehingga sangat sulit bagi Fan Yuzhen untuk memulihkan atau menyembuhkan dirinya sendiri dengan cepat.
"Sudah berapa lama kita berada disini?" tanya Tie Long dengan suara lemas.
"Aku juga tidak ingat sudah berapa lama kita berada disini, namun Qi disekitar sini sangat tipis sekali," jawab Huo Long sambil menggerutu.
"Jika kita terus begini, bisa-bisa kita semua mati tanpa ada yang mengatahui, sungguh menyedihkan!" Fan Yuzhen ikut bersuara.
Sebenarnya Huo Long dan Tie Long bisa saja membantu Fan Yuzhen agar tulangnya bisa kembali dengan mengalirkan Qi mereka berdua ke tubuh Fan Yuzhen.
Namun masalahnya qi di dunia tersebut terlalu tipis, jika mereka berdua sampai kehabisan Qi maka kedua Naga tersebut akan mati, karena itu mereka berusaha bertahan hidup dengan sisa Qi yang mereka miliki walau mereka tidak tahu mau sampai kapan mereka akan seperti itu.
"Andai ada satu binatang yang bisa masuk kesini, mungkin kita bisa mendapatkan makanan dan menambah energi kita!" kata Huo Long.
"Hei Naga Hitam, bagaimana kalau kamu berbaik hati mengorbankan diri? Kami akan memakan daging mu agar kami berdua bisa tetap hidup," kata Fan Yuzhen.
"Singkirkan ide bodoh itu dari otakmu, kamu pikir hanya kamu saja yang lapar? Aku juga lapar, dari pada aku harus mengorbankan diri demi dirimu, lebih baik kamu saja yang mengorbankan diri demi kami," kata Tie Long.
"Daging ku hanya sedikit, bagaimana bisa mengenyangkan perut kalian berdua? Kalau daging kalian kan besar, jika dimakan dengan cara dibakar pasti tidak akan habis hingga berbulan-bulan," kata Fan Yuzhen sambil menjilati lidahnya.
"Kau pikir daging ku ini daging rusa yang bisa di panggang dan dimakan begitu saja. Aku ini adalah Naga, Api biasa tidak akan mampu menembus sisik ku yang tebal ini."
Mereka bertiga saling berdebat karena lapar, namun semua pembicaraan mereka hanyalah candaan untuk menghibur diri mereka agar tidak bosan.
Ketika mereka sedang asik bercanda hal yang tidak penting, tiba-tiba saja muncul sosok manusia yang datang menghampiri mereka.
"Manusia, jadi di dunia ini juga ada manusianya?" Fan Yuzhen terlihat antusias melihat sosok tersebut.
"Hati-hati mungkin dia sosok lain yang menyamar!" kata Huo Long sekaligus membesarkan tubuhnya.
Sosok manusia tersebut semakin mendekat dan kemudian terlihat dengan sangat jelas wajahnya, sosok tersebut adalah seorang pria tua memakai jubah putih.
"Em, tenyata benar jika disini ada dua ekor Naga, lalu kenapa dua ekor Naga bisa terkurung bersama dengan manusia?" tanya pria tua tersebut, namun suaranya begitu menekan mereka bertiga.
"Apakah kamu manusia penghuni Dunia ini?" tanya Fan Yuzhen.
"Di dunia ini tidak dihuni oleh manusia, penghuni asli dunia ini hanyalah para serangga saja. Jadi tidak ada satu manusia pun di dunia ini sebelumnya, kecuali sekarang yang ada dua manusia tua," kata pria tua tersebut sambil terkekeh.
"Kalau begitu kenapa kamu bisa berada disini?" Tie Long tidak tahan akan rasa penasarannya.
Tubuh Tie Long sama sekali tidak membesar seperti Huo Long, namun dia tetap terlihat waspada karena tidak bisa merasakan energi apapun dari pria tua tersebut.
"Aku datang kedunia ini karena merasakan Bau daging Naga, karena itu aku datang untuk melihat."
"Sudah ku duga dia ini bukan manusia melainkan mahluk lain yang menyamar, minggir biar aku membakar mahkuk ini," kata Huo Long kemudian menyeburkan api yang begitu besar kearah pria tua tersebut.
Seluruh tubuh pria tua tersebut hilang tertutup oleh kobaran api, Huo Long yakin jika sosok tersebut pasti akan hangus terbakar. Namun begitu apinya sudah hilang, tubuh sosok pria tua tersebut masih beridiri tegak dan jubahnya sama sekali tidak terlihat terbakar sedikitpun.
"Kau cepat sekali marahnya," kata sosok tersebut kemudian tangannya menyentuh jeruji Api yang mengurung mereka bertiga.
"Tidak terbakar!?" kata Fan Yuzhen dan kedua Naga melotot saat tangan sosok tersebut ternyata tidak terpengaruh oleh jeruji Api tersebut.
"Ke-kanapa bisa, siapa kamu sebenarnya dan dari mana asalmu?" tanya Huo Long yang mulai terlihat khawatir.
__ADS_1
"Namaku adalah Lio Long yang di juluki Kultivator Nafas Naga, dan aku berasal dari dunia lain," kata sosok tersebut yang ternyata adalah Lio Long salah satu dari kelima Dewa Abadi.