PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pertemuan seluruh sekte aliran hitam


__ADS_3

Huang Sing juga merasa malu kepada Fu Shen dan juga semua orang yang ada di sana. Dia bersyukur karena Fu Shen tidak menyimpan dendam padanya.


"Je-jendral, maafkan atas sikap ku tadi!" kata Huang Sing dengan menundukkan wajah.


"Sudahlah, lagi pula tujuan kita sama, dan aku masih berpihak kepada kalian, jadi lupakanlah." kata Fu Shen.


Tong Liung bernafas lega, kecurigaannya jika Fu Shen sudah memiliki kekuatan yang misterius terbukti.


"Karena situasi sudah terkendali, apakah kita bisa memulai nya sekarang?" tanya Meng Ling.


"Baik mari kita mulai!" kata Fu Shen.


She Chin terkadang melirik Fu Shen secara diam-diam, dia penasaran darimana Fu Shen bisa mendapatkan kekuatan tersebut dalam waktu beberapa tahun saja, sedangkan dirinya yang lebih dulu berada di tingkat Sihir Elemen Alam masih berada di tingkat pertapa, dan itupun belum sepenuhnya.


She Chin hanya mengepal erat-erat kedua tangannya, rasa kesal menyelimuti hati serta pukiran nya sehingga membuat dirinya sulit untuk berpikir secara jernih.


"Saya ucapkan terima kasih kepada para ketua dan perwakilan sekte yang hadir pada hari ini, sekarang sebuah kejutan besar sudah kita lihat, sekte aliran kita sudah memiliki dua pertapa yang baru, dengan begini kekuatan sekte aliran ketika sudah selangkah lebih maju," Meng Ling berseru sambil berdiri di tengah-tengah semua orang yang hadir.


"Acara berkumpul nya kita semu disini tidak hanya untuk acara pengangkatan diriku menjadi ketua sekte Lembah Hantu, melainkan ada sesuatu yang akan kita bahas, dan yang akan menyampaikannya adalah ketua Tong Liung, silahkan senior Tong!" kata Meng Ling.


"Terima kasih ketua Meng Ling," kata Tong Liung yang bangkit dari tempat duduknya.


"Sebelum kita memulai membahas akan inti pertemuan kita hari ini, sebelumnya saya ucapkan selamat kepada Ketua Meng Ling, dan selamat juga kepada kedua jagoan baru kita, ketua She Chin dan Jendral Fu Shen, terimalah hormat kami semua."


Semua orang yang hadir bangkit dengan memberi hormat kepada She Chin dan juga Fu Shen. Fu Shen merasa bangga kerena kerja samanya dengan She Long membuahkan hasil, kini semua orang sudah memandang dirinya dan menghormatinya.


Fu Shen bangkit dan membalas hormat mereka semua, hal serupa juga dilakukan oleh She Chin.


"Baiklah sekarang kita akan membahas inti pertemuan kita hari ini, yaitu akan penyatuan kita untuk menyerang kerajaan Bumi Barat!" kata Tong Liung.

__ADS_1


"Baik kami sudah tahu intinya, namun apa rencananya?" salah seorang ketua sekte bangkit dan bertanya.


Tong Liung mengangguk kemudian kembali berbicara, "Sebelum aku membicarakan akan bagaimana caranya, sebaiknya aku menjelaskan dulu alasan kuat kita menyerang kerajaan tersebut."


Tong Liung menjelaskan jika semua kerajaan di keempat kerajaan tidak ada yang berpihak kepada sekte aliran hitam, dan mereka justru menangkap setiap anggota sekte aliran hitam.


Tong Liung tahu jika kerajaan Bumi Barat juga mendapat dukungan dari kerajaan Es Utara, namun mereka cukup jauh untuk bisa datang membantu kerajaan Bumi Barat saat di mulainya serangan.


Fu Shen bangkit dan menyampaikan pendapatnya juga, menurutnya walau kerajaan Es Utara sudah menjadi sekutu Kerajaan Bumi Barat, namun jika ada serangan di sekutu mereka, Fu Shen yakin mereka hanya akan mengirim sepertiga dari pasukan mereka.


"Setelah mendengar informasi ini, aku memiliki rencana!" kata Huang Sing yang juga bangkit.


"Baiklah silahkan sampaikan!" kata Tong Liung.


"Rencana ku adalah, jika kekuatan Jendral Fu Shen dan ketua She Chin saja sudah cukup untuk meratakan kerajaan, maka sebagian anggota kita akan menghadang jalan utama dari kerajaan Es Utara menuju kerajaan Bumi Barat!"


Semua saling berpandangan, walau tidak dijelaskan secara rinci, namun semuanya mengerti jika sebagian anggota yang bergabung akan menghadang pasukan kerajaan Es Utara jika mereka datang.


"Aku tahu itu jendral, namun sebagai tambahan, biar ketua Seribu Wajah ikut dengan kesepuluh orang itu untuk berjaga-jaga! Jika tidak salah ingat, kerajaan Es Utara memiliki Dua Jendral Yang baru mencapai tingkat Sihir jadi tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga!" kata Tong Liung.


"Aku? Kenapa aku yang harus menemani kesepuluh pendekar puncak, bukankah masih ada ketua Huang Sing dan beberapa ketua yang lain selain diriku?" Meng Ling protes karena dia mendapatkan bagian tugas yang menurutnya membosankan.


"Ketua Meng, aku tahu kamu tidak akan menerima tugas ini, namun diantara kami semua hanya kamulah yang pantas melakukannya! Mengingat keahlian mu yang mampu merubah wajah, jika kamu berhasil mengecoh jendral mereka tanpa harus ada pertarungan, bukankah itu lebih baik?"


Meng Ling terdiam dan berusaha memikirkan perkataan Tong Liung, "Apa kamu memberi ku tugas tersebut bukan karena aku ini lemah?" tanya Meng Ling untuk memastikan.


"Hahaha... Tentu saja bukan!" jawab Tong Liung.


"Baiklah jika memang demikian aku akan menerima tugas ini, namun setelah tugasku mengecoh para bala bantuan dari kerajaan Es Utara, aku akan menyusul kalian," kata Meng Ling.

__ADS_1


"Baiklah kami akan menunggu mu di istana, namun aku yakin saat kamu tiba, maka istana sudah berhasil kami kuasai," kata Tong Liung.


"Karena ketua Meng Ling sudah setuju, kita akan mengatur rencana kita yang akan menyerang kerajaan."


"Biar aku saja yang mengaturnya!" kata Fu Shen memotong perkataan Tong Liung.


Tong Liung hanya mengangguk dan membiarkan Fu Shen mengatur strategi untuk penyerangan, mulai dari persiapan hingga tugas-tugas yang akan masing-masing di pegang oleh para ketua sekte yang ikut.


Fu Shen lebih mengetahui akan seluk beluk kerajaan Bumi Barat, mulai dari pertahanan hingga kelemahannya sehingga dia tahu apa yang harus dilakukan oleh para kelompok penyerang nantinya.


"Maaf Jendral Fu Shen, jika kami semua melakukannya, lalu bagaimana dengan jendral sendiri, apakah jendral akan langsung menyerang istana?" tanya Huang Sing.


"Tentu saja! Namun sebelum itu, aku ingin menyelesaikan urusanku dengan seseorang yang telah membuatku menderita, setelah aku membunuh nya dan seluruh keluarganya, aku akan membunuh Raja Tao Xi Lun dan merampas singgasananya," kata Fu Shen sambil tertawa lepas.


Semua orang yang hadir sudah mengetahui akan siapa yang Fu Shen maksud, namun tidak satupun dari mereka yang berani membantah keinginan Fu Shen.


"Apakah ada lagi yang ingin kalian pertanyakan?" tanya Tong Liung kepada semua orang.


Semuanya hanya terdiam dan menggelengkan kepala, tidak ada lagi yang ingin mereka tanyakan karena semuanya sudah jelas.


"Baiklah kalau sudah tidak ada lagi, sekarang persiapan kita untuk menyerang Kerajaan paling lama dua minggu, setelah itu semuanya berkumpul di sekte Kalajengking Merah, dan dari sana kita akan bergerak!" kata Tong Liung.


Tempat Sekte Kalajengking Merah adalah yang paling dekat jaraknya dengan istana, karena itu akan lebih mudah melakukan penyerangan dari sana.


"Pertemuan kita akhiri sampai disini saja, sekarang kalian harus mempersiapkan semua anggota kalian, dan sekaligus mengajak beberapa sekte aliran hitam lain yang tidak ikut hadir hari ini,'' kata Meng Ling selaku tuan rumah dari pertemuan tersebut.


Mereka semua membubarkan diri untuk segera mempersiapkan anggota mereka masing-masing, karena waktu yang diberikan untuk berkumpul di sekte Kalajengking Merah hanya dua Minggu.


Bagi sekte-sekte yang berada di kerajaan yang jauh pasti akan sangat tertekan, namun mereka hanya akan membawa beberapa yang terkuat saja.

__ADS_1


Pertemuan seluruh sekte aliran hitam akan segera di mulainya era baru kekacauan, dan semua itu akan segera dimulai.


__ADS_2