PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Jati diri Lan Ying yang sesungguhnya


__ADS_3

***


Saat Ho Chen dan sosok manusia burung menghilang dari tempat eksekusi, Li Xiang hanya bisa mematung melihat abu Fu Shen di hadapannya, dia akui jika pria bertopeng tersebut sangat lah kuat dan hebat, namun dia juga tidak menduga jika pria bertopeng misterius tersebut ternyata adalah Ho Chen yang selama lebih dari dua Minggu menginap di rumah nya.


"Kakak Xiang, sebenarnya siapa pemuda itu?" tanya Li Fang.


Li Fang dan yang lainnya sudah melihat jika Li Xiang datang bersama pemuda bertopeng tersebut sehingga mereka beranggapan jika Li Xiang pasti mengenalnya.


"Namanya adalah Ho Chen, dia adalah teman Chinmi dari kerajaan Api Timur," jawab Li Xiang.


"Kerajaan Api Timur?"


Semua saling berpandangan, kekuatan kerajaan Api Timur memang adalah kerajaan yang maju dan juga kuat.


Sekarang untuk pertama kalinya mereka mengetahui jika di kerajaan Api Timur ada pendekar seperti Ho Chen yang bisa melenyapkan seorang pertapa hanya dalam waktu singkat saja.


"Putramu memiliki teman sehebat itu? Ini sungguh sebuah keberuntungan untuk keluargamu dan juga bagi kerajaan," kata Zuo Yujiu.


Menurutnya sejak Chinmi pergi meninggalkan kerajaan Bumi Barat dan mulai memasuki dunia ilmu beladiri dan sihir, Chinmi selalu membawa keberuntungan bagi kerajaan.


Pertama adalah Kerajaan Es Utara, dan sekarang Chinmi memiliki teman dari kerajaan Api Timur yang kekuatannya sangat tidak masuk akal.


"Jadi selama ini pemuda itu tinggal di rumahmu? Kenapa kakak tidak memberitahukan ku sebelumnya?" tanya Li Fang.


"Maaf aku sendiri juga tidak tahu jika pria bertopeng itu adalah Ho Chen, namun aku merasa lega karena tidak lama lagi pasti kerajaan kita akan menjalin hubungan dengan kerajaan Api Timur," kata Li Xiang.


"Aku sangat iri padamu jendral Li Xiang, sekarang keluarga Li pasti akan semakin di pandang oleh Yang Mulia," kata Mei Xin.


"Jendral Mei, seharusnya kamu tidak perlu merasa iri seperti itu, bagaimanapun kita ini adalah teman, jika kamu sampai memiliki rasa iri padaku, aku takut kamu akan..!"


Li Xiang menatap kearah abu Fu Shen, dia jelas tidak akan lupa jika Fu Shen berani berhianat karena merasa iri padanya.


"Jangan samakan diriku dengan nya, aku tidak ingin berakhir seperti dia!" kata Mei Xin.


Sebenarnya Li Xiang masih menganggap Fu Shen sebagai sahabatnya, namun Fu Shen yang sepertinya sudah tidak mau lagi menjadi sahabatnya.


"Lihatlah kekacauan ini, hanya demi menghukum satu orang penghianat, namun kekacauan yang di hasilkan bagai habis perang saja," Zuo Yujiu mengamati seluruh tempat eksekusi yang berantakan seperti habis ada perang besar di tempat tersebut.


"Mari kita pergi menemui Yang Mulia," kata Li Fang.


Semuanya mengangguk dan mereka berempat bersama-sama menuju ke dalam istana untuk menemui Raja Tao.


Li Xiang sudah tidak sabar ingin cepat pulang dan menunggu kedatangan Ho Chen, namun dia sadar jika saat ini di harus memastikan keselamatan Raja terlebih dahulu.


***


Di Langit Luar angkasa saat ini terdengar suara dentuman berkali-kali sehingga mengguncang seluruh alam semesta.


Semua itu terjadi karena pertarungan antara dua sosok yang sama-sama memiliki kekuatan Dewa Suci.


Mereka berdua tidak lain adalah Ho Chen dan Lan Ying yang sedang bertarung, kekuatan mereka terlihat seimbang dan mereka berdua masih belum menggunakan kekuatan penuh mereka, namun itu sudah cukup untuk membuat seluruh Alam semesta berguncang hebat.


"Aku tidak menyangka jika ada manusia yang memiliki kekuatan Dewa Suci, aku sungguh sangat senang, hahaha!" kata Lan Ying dengan dsertai serangan beruntun.


Ho Chen tidak menjawabnya, dia lebih memilih fokus untuk melihat kekuatan Lan Ying, dia tahu mereka berempat memiliki kekuatan yang mampu membuat mereka lolos darinya seperti Ye Shi dan Huo Lang yang pernah lolos saat-saat Ho Chen hampir membunuh mereka.


"Ayo keluarkan semua kekuatanmu, tunjukkan padaku kekuatan yang kamu miliki!" kata Lan Ying.


Lan Ying dengan cepat mengibaskan kedua sayapnya yang mampu membekukan apapun, bahkan jika energi kibasan nya sampai mengenai salah satu matahari di salah satu galaxy, matahari tersebut pasti akan langsung membeku.


Ho Chen menahan hembusan energi yang kuat dari Lan Ying dengan mengerahkan kedua tangannya ke depan.

__ADS_1


Dari kedua telapak tangan Ho Chen tercipta cahaya biru terang dan kemudian berkobar menjadi api yang sangat besar.


Suhu Alam semesta menjadi lebih panas, bahkan panasnya bertambah kuat saat warna apinya semakin berubah menjadi putih.


Lan Ying sontak kaget karena panas api biru bisa lebih panas dari matahari dan bahkan api biru yang berubah menjadi putih itu mampu membuat hembusan energi es tersebut menghilang.


"Aku akui kekuatanmu memang kuat, dan nama gelar Elang Es Galaxy memang pantas bagimu," kata Ho Chen setelah berhasil mematahkan sihir Lan Ying.


"Bagaimana mungkin, selama ini tidak pernah ada satupun yang mampu menahan sihir Kristal Es Abadi ku," kata Lan Ying.


Ho Chen tersenyum mendengar hal itu lalu berkata, "Apakah kamu pikir Kristal Es Abadi tidak bisa di cairkan? Kalau begitu sebagai mahluk terkuat kamu masih harus belajar lebih banyak lagi."


Ho Chen berkata demikian karena dia juga memiliki ilmu Kristal Es Abadi sehingga dia juga tahu kelebihan dan kekurangan dari ilmu tersebut.


"Apakah kamu mau bilang jika aku ini mahluk terkuat yang bodoh?" tanya Lan Ying dengan tatapan marah karena tidak menerima perkataan Ho Chen.


"Aku tidak berkata demikian, namun kamu sendiri yang mengatakan nya," jawab Ho Chen.


Lan Ying sampai tersedak ludahnya sendiri saat Ho Chen berkata demikian sehingga membuat Lan Ying semakin murka.


"Sepertinya kamu ingin melihat seperti apa kekuatanku ini! Kalau begitu baiklah."


Lan Ying meningkatkan energinya dan kemudian kabut tebal menutupi seluruh tubuhnya sehingga kekuatan dan tubuh Lan Ying menghilang saat tubuhnya sepenuhnya tertutupi oleh kabut putih yang sangat tebal tersebut.


"Jadi kamu ingin menggunakan seluruh kekuatanmu? Baiklah kalau begitu aku juga akan menggunakan seluruh kekuatanku!" kata Ho Chen.


Ho Chen pun juga meningkatkan energinya sehingga membuat alam semesta berguncang lebih hebat dan setelah itu cahaya lingkaran di belakang kepala Ho Chen mulai terbentuk dan cahaya emas menutupi seluruh tubuhnya.


Kedua energi yang menutupi tubuh mereka berdua membuat seluruh Alam semesta kembali tenang, namun setelah beberapa saat Alam semesta kembali berguncang seiring munculnya kedua cahaya dari dalam kedua bola energi tersebut hingga kedua-duanya pecah secara bersamaan.


Tubuh Lan Ying kini terlihat seperti manusia burung es yang seluruh tubuh dan sayapnya seperti terbuat dari es, bahkan hawa yang sangat dingin juga keluar dari tubuhnya berbentuk kabut putih.


Ho Chen juga berubah dengan rambutnya yang berubah warna menjadi putih dan garis emas di setiap tubuhnya yang terbentuk dari lingkaran emas terlihat menempel di kulitnya.


"Mari kita selesaikan ini dengan cepat!" kata Lan Ying kemudian dia menghilang dan muncul di hadapan Ho Chen dalam jarak kurang dari tiga jengkal.


Lan Ying menyerang Ho Chen dengan pukulan yang sudah dialiri energi Kristal es kearah wajahnya, namun Ho Chen menahannya dengan tangan kanan dan tangan kiri juga memberikan serangan yang serupa dan Lan Ying juga menahannya.


Keduanya saling menyerang dan bertahan sehingga dari kedua serangan keduanya membuat gelombang kejut yang sangat besar.


Lan Ying terkejut saat mengetahui jika Ho Chen tenyata jauh lebih kuat dari dirinya dan bahkan kekuatannya hampir setingkat dengan kekuatan Dewa Suci tingkat akhir.


Kekuatan Ho Chen memang hampir mencapai Dewa Suci tingkat akhir dan hampir menyusul kekuatan She Long yang sudah mencapai tingkat akhir.


"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Lan Ying sambil menjaga jarak dari Ho Chen.


"Seperti yang kamu lihat, aku adalah salah satu dari kelima manusia berkekuatan Dewa!" jawab Ho Chen.


"Tidak kamu bukan salah satu dari mereka karena aku tidak pernah melihat ada manusia Dewa yang mencapai hingga kekuatan Dewa Suci tingkat akhir."


Lan Ying tetap tidak percaya karena sepengetahuannya kekuatan semua kelima manusia Dewa hanya sebatas di tingkat Dewa Bumi tingkat akhir, dan yang terkuat hanya di tingkat Awal Dewa Suci seperti Yinfei.


"Aku yakin kau salah satu dari Jendral Dewa Perang seperti Cao Yuan atau Dewa Mata Tiga atau Dewa Roda Api! Jadi katakan siapa dirimu sebenarnya?" kata Lan Ying yang mulai sedikit khawatir.


"Kamu terlalu takut dan membandingkan-ba dinginkan diriku dengan para Dewa yang sesungguhnya," kata Ho Chen dengan tenang.


"Kamu masih tidak mau menjawab? Baiklah kalau begitu tepaksa aku akan membuktikan jika kamu pasti salah satu dari mereka yang menyamar," kata Lan Ying kemudian dia mulai menciptakan sihir es nya.


"Rasakan sihir Kristal Es Abadi ku ini!"


Lan Ying membuat bola es yang sangat besar hingga Ho Chen dan Lan Ying yang membuatnya terlihat sangat kecil.

__ADS_1


"Matilah...!" seru Lan Ying sekaligus melepaskan bola es raksasa tersebut kearah Ho Chen.


Ho Chen sangat tahu jika bola Kristal Es sangat kuat dan sangat mustahil untuk di tahan atau di cairkan, namun tidak ada yang tidak bisa di hentikan bahkan Bola Kristal yang abadi sekalipun juga bisa di lelehkan.


"Sihir Api - Tiga Raja Iblis Api."


Ho Chen membuat bola api yang sama besarnya dan api tersebut berwarna Merah, Biru dan Hitam.


"Kamu pikir bola api mu sanggup menghancurkan bola es abadiku? Jangan bermimpi!" kata Lan Ying yang yakin jika bola esnya tidak akan pernah bisa hancurkan.


Ho Chen melepas Bola tiga apinya dan seketika itu juga kedua bola energi raksasa tersebut berbenturan dan membuat ledakan dan dentuman yang sangat luar biasa.


Suara ledakan tersebut terdengar di seluruh galaxy bahkan hingga menembus ke kahyangan tempat Alam para dewa berada.


"Mustahil! Kenapa bisa seperti ini?"


Lan Ying tidak menerima kenyataan jika bola es abadi yang ia banggakan ternyata bisa dihancurkan oleh bola api yang memiliki api berbeda.


"Kenapa, apa kamu pikir aku tidak mampu menghancurkan bola es abadi mu?" kata Ho Chen bertanya dengan nada menyindir.


Lan Ying kesulitan untuk percaya, namun yang dilihatnya adalah kenyataan, bola es abadi tersebut adalah ilmu sihir andalannya yang mampu membekukan apapun dan tidak akan pernah meleleh.


Namun Lan Ying tidak tahu jika bola es abadi nya memang tidak bisa mencair namun masih bisa dihancurkan, dan jika satu kekuatan api saja memang tidak cukup mampu untuk menghancurkan nya.


Tiga api yang berbeda milik Ho Chen memiliki kekuatan dan peran masing, dia mempelajarinya dari Wang Dunrui.


Wang Dunrui adalah murid dari tiga Raja Iblis terkuat yang pernah menjadi musuh Ho Chen, karena itu dia juga bisa mempelajarinya tanpa harus meminta Wang Dunrui untuk mengajarkannya.


Ho Chen hanya perlu melihat saat sedang berlatih tanding dengan Wang Dunrui, hanya dengan melihat bagaimana cara Wang Dunrui melakukannya, Ho Chen bisa menguasainya tanpa Wang Dunrui sadari hingga sekarang.


Lan Ying mulai merasa lemas karena untuk menciptakan Bola Kristal Es Abadi membutuhkan seluruh energinya.


Lan Ying memang berencana untuk melenyapkan Ho Chen dengan sihir bola es nya yang menjadi ilmu sihir utamanya.


Namun sabagai bayarannya energinya akan menurun hingga mencapai tingkat Dewa Bumi.


Lan Ying memang terkenal ceroboh dan cepat emosi, dia selalu mengutamakan kemangan tanpa memikirkan konsekuensi yang harus ia bayar.


"Sekarang bagaimana, apakah kamu mau melanjutkan pertarungan ini atau menyerah?" tanya Ho Chen.


Lan Ying terkejut saat Ho Chen membuat energi pedang dari es, sedangkan tubuh Lan Ying kembali ke wujud semula.


Lan Ying hanya bisa menatap Ho Chen, namun pikirannya bingung karena dengan kekuatannya saat ini, dia tidak bisa kabur begitu saja dengan mudah dari Ho Chen.


"Diam artinya menyerah, kalau begitu aku akan mengakhiri pertarungan kita!" kata Ho Chen kemudian mengangkat pedang es nya.


Ho Chen tidak menduga jika bisa mengalahkan Lan Ying dengan mudah tanpa harus bertarung lama dan membuang banyak energi.


Melihat Lan Ying seperti sudah pasrah karena energinya sudah tinggal sedikit akibat kecerobohan nya sendiri.


Ho Chen mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat kearah Lan Ying, namun saat pedang es Ho Chen hampir mengenai leher Lan Ying, tiba-tiba cahaya putih muncul dan menyinari seluruh alam semesta.


"Hentikan Ho Chen! Apakah kamu lupa akan pesanku?" kata sosok yang muncul dari cahaya tersebut dengan suara lembut dan menggema.


Ho Chen melihat sosok yang muncul menyilaukan tersebut langsung menghentikan laju pedangnya dan segera memberi hormat kepada sosok tersebut.


"Maafkan hamba Sang Dewi Welas asih, Hamba dibutakan oleh nafsu membunuh sehingga lupa akan pesan yang Sang Dewi amanat kan kepada hamba!" kata Ho Chen kepada Sosok tersebut yang tidak lain adalah Sang Dewi Welas asih, Dewi Kwan Im.


Dewi Kwan Im tersenyum lembut kepada Ho Chen kemudian dia menatap kearah Lan Ying yang seperti terkejut melihat kemunculan Dewi Kwan Im.


Lan Ying merasa Dugaannya terhadap Ho Chen tidak salah karena hanya para Dewa lah yang bisa berbicara atau bertemu dengan Sang Bodhisattva.

__ADS_1


"Lan Ying, aku tahu jika kamu sudah lupa akan siapa dirimu dan kamu lupa akan kenapa kamu bisa berubah menjadi seperti ini! Aku datang hanya ingin mengingatkan dirimu akan siapa dirimu dulu sebelum terlahir menjadi seperti ini," kata Dewi Kwan Im.


Dewi Kwan menaburkan air dari pot sucinya kearah Lan Ying, namun bukan air yang keluar melainkan siraman butiran cahaya menyirami tubuh Lan Ying agar Lan Ying mengetahui akan siapa dirinya dimasa lalu. Sedangkan Ho Chen juga ikut penasaran akan siapa jati diri Lan Ying yang sesungguhnya.


__ADS_2