
"Chinmi, aku belum tahu akan permasalahan kalian berdua, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Yue Rong.
Chinmi menghentikan kunyahan makanannya. kemudian menatap Yue Rong sebentar dan berkata, "Maaf Bibi Rong, saya tidak bisa, saya tidak ingin mengingat masalah itu lagi, jadi sekali lagi saya minta maaf," kata Chinmi menolak untuk menceritakan kejadian tersebut, penyebabnya adalah kata-kata Xian Fai yang telah menyinggung dan menghina kedua orang tuanya.
Melihat reaksi Chinmi yang seperti itu, Yue Rong mengerti jika mungkin Chinmi tidak lagi ingin mengingat kejadian tersebut sehingga Yue Rong hanya tersenyum kecut sambil menatap Li Fang yang hanya diam sambil terus makan.
Setelah makan malam, Yue Rong mengajak Li Fang dan Chinmi untuk keluar untuk menikmati bulan purnama. namun Chinmi menolaknya dan memilih untuk diam di rumah. Yue Rong dan Li Fang akhirnya hanya keluar berdua untuk menyaksikan Bulan Purnama.
Setelah kepergian mereka berdua, Chinmi kembali mencoba meditasi, namun dia merasakan jika Qi disekitarnya sangat tipis sehingga dia menghentikan meditasi nya dan memilih keluar rumah kemudian berlatih pedang sendirian tanpa ada yang menemaninya.
***
Di Wilayah Kerajaan Es Utara, ada bangunan megah berdiri di atas air laut, bangunan tersebut terbuat dari Es, bahkan Pintu gerbang masuknya juga terbuat dari dinding es yang sangat tebal. Tempat itu bernama Sekte Pulau Es.
Sekte Pulau Es berada di wilayah Kerajaan Es Utara, seluruh wilayah di sana sangat dingin, bahkan. Kerajaan Es Utara sendiri berada di daratan namun istana kerajaan Es Utara tidak seperti bangunan yang ada di Sekte Pulau Es.
Sekte Pulau Es adalah salah satu sekte besar Aliran Netral, namun sebagian orang berpendapat jika mereka lebih condong ke aliran putih.
Ketua Sekte saat ini adalah seorang wanita paruh baya yang sangat cantik terlihat seperti masih berusia 30 tahunan, namun sebenarnya umurnya lebih dari apa yang dibayangkan.
Nama ketua tersebut adalah He Zhihui, salah satu Pendekar Penyihir wanita terkuat dari tiga wanita lainnya di Dunia Garis bintang.
He Zhihui sangat pendiam, namun dia juga sangat bijaksana, dia adalah pengganti mendiang suaminya yang sudah meninggal.
Di Sekte Pulau Es, ketua sekte memang akan digantikan oleh keturunan para Ketua pendahulunya, itupun jika mereka memiliki keturunan. Jika tidak maka mereka bisa memilih yang lain jika memang ketua sekte sudah tidak memiliki keturunan sama sekali.
__ADS_1
Ketua Sekte Pulau Es sebelum Zhihui bernama Liang Gwo suami Zhihui. mereka memiliki satu orang anak laki-laki bernama Liang Zang, setelah itu Liang Zang menikah dengan temannya sendiri atau lebih tepatnya murid dari sekte mereka sendiri yang bernama Mu Xinyu dan mereka berdua dikaruniai dua putri kembar bernama Liang Zhi Mei dan Liang Bing Mei, dan kedua putri kembar tersebut dijuluki putri kembar Mei.
Saat Si kembar Mei masih berumur Dua bulan, Lang Gwo sedang dalam perjalanan pulang dari pertemuan anggota sekte aliran netral lainnya.
Liang Gwo pergi bersama dengan Liang Zang dan juga dua pendekar Pilar yang dimiliki oleh Sekte Pulau Es.
Mendengar kabar kelahiran kedua putri kembarnya, mereka bergegas kembali ke sekte untuk melihat Anak Liang Zang sekaligus Cucu Liang Gwo.
Namun sayang, di perjalanan mereka dihadapan oleh 10 orang pendekar misterius, delapan orang berada ditingkat Pendekar Puncak atau Setara dengan kekuatan Pilar, dan dua lagi adalah Pendekar Sihir.
Pertarungan pun terjadi antara kesepuluh pendekar tidak dikenal dengan Kelompok Liang Gwo yang hanya berjumlah empat orang saja.
Andai tidak ada dua Pendekar Sihir mungkin Liang Gwo bisa membunuh mereka dengan mudah, namun keberadaan Dua Pendekar Sihir membuat mereka harus menerima kekalahan.
Liang Gwo ditemukan sedang sekarat oleh beberapa pendekar yang tidak sengaja lewat disana. Mereka jelas mengenali Liang Gwo dan juga mayat Liang Zang, mereka semua segera dibawa kembali ke sekte karena mereka tidak tahu bagaimana cara menyelamatkan Liang Gwo yang sedang sekarat.
Setelah tiba di sekte Liang Gwo segera disambut oleh Zhihui dengan tangisan yang sangat pilu, sebab kondisi Liang Gwo sungguh sangat mengerikan.
Yang lebih bikin sesak adalah gugurnya putra satu-satunya yaitu Liang Zang sehingga Zhihui semakin terasa terpukul.
Ma Xinyu yang mendengar kematian suaminya segera datang dan menangis sambil memeluk jasad suaminya, sedangkan Liang Gwo menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan Zhihui.
Mereka berdua dimakamkan secara berdampingan, dan sejak saat itu kursi ketua Sekte Pulau Es menjadi kosong.
Setelah pemakaman mereka, Xinyu sama sekali tidak mau makan, bahkan Zhihui sudah berkali-kali menyuruh Xinyu untuk makan namun tidak dihiraukan oleh Xinyu sehingga kondisi Xinyu semakin memburuk dan Dua bulan kemudian Xinyu juga meninggal.
__ADS_1
Akhirnya semua memutuskan Zhihui untuk menjadi ketua sekte karena Keturunan Liang Zang masih kecil.
Zhihui akhirnya menerimanya dan menjadi ketua Sekte Pulau Es dan dia juga yang merawat dan membesarkan Dua Putri kembar Mei hingga mereka berdua berumur 11 tahun.
Saat ini Zhihui hanya menghela nafas sambil menatap langit malam yang terang karena cahaya Bulan Purnama. Perlahan-lahan air matanya mengalir melewati pipinya.
Kulitnya pipinya yang masih kencang dan segar tidak akan ada yang tahu bahwa usianya sebenarnya sudah berumur lebih dari 100 tahun.
Melihat indahnya cahaya Bulan Purnama mengingatkan dirinya akan mendiang suaminya yang telah tiada, walau dia sudah menjadi ketua namun tidak serta merta membuat dirinya bahagia.
Kehilangan suami serta anak dan menantunya membuat Zhihui jadi sangat pendiam, dia hanya bisa tersenyum ketika sedang berada dihadapan kedua cucunya saja, selebihnya dia sama sekali tidak akan tersenyum sama sekali.
"Nenek, sedang apa nenek sendirian disini?" si kembar Mei datang menghampirinya.
Kedua Putri kembar tersebut sangat cantik dengan rambut yang berbeda warna. Liang Zhi Mei memiliki rambut berwarna putih salju dan panjangnya hingga sampai dipinggang. Kulitnya yang putih dan halus tanpa noda membuatnya semakin memiliki kecantikan yang sempurna.
Liang Bing Mei memiliki warna Rambut Hitam dan panjang dan kulit yang juga putih bening tanpa noda semakin membuat siapapun akan terkesima jika melihatnya. Sedangkan untuk warna pupil mata mereka berdua sama, yaitu berwarna Biru membuat siapapun yang menatap kedua mata Putri kembar tersebut akan terbius oleh keindahan warna mata dan juga kulit serta rambutnya.
Walau mereka kembar dengan memiliki wajah yang sama, namun nama mereka tetap bisa dibedakan dari warna rambutnya.
Zhihui tersenyum lembut kepada mereka berdua, dan hanya mereka berdualah yang bisa membuat Zhihui bisa tersenyum.
"Kemarilah! Nenek sedang menikmati indahnya bulan purnama," kata Zhihui.
Mereka berdua segera menghampiri Zhihui dan ikut memandangi indahnya bulan purnama, mereka berdua sudah sering melihat Bulan Purnama, namun tetap saja mereka masih tidak pernah bosan menatap keindahan yang dipancarkan oleh sang bulan.
__ADS_1